Thai Basil dan Ikan Krispi, Asiagourmet: Rekomendasi Tempat (9)

Asiagourmet di Hauptbahnhof Munich.



Di Jerman, anda tak perlu khawatir bila merindukan masakan tanah air atau dari Asia. Pasalnya banyak gerai masakan Asia yang banyak dibuka, termasuk kota besar seperti Munich. Barangkali jika anda berkunjung ke Munich, anda bisa mampir mencobanya. 

Salah satu dari imbiss yang menjual makanan Asia adalah Asiagourmet. Saya dan suami mendapatinya di stasiun pusat, Hauptbahnhof  Munich saat kami sedang menjemput seorang kenalan yang hendak bertualang di Munich. Sebenarnya Asiagourmet adalah satu dari sekian imbiss makanan Asia yang ada di Hauptbahnhof

Makanan yang dipesan adalah Thai Basil dengan daging sapi. Ini bukan kali pertama saya mencicipinya. Saya sering memesannya di restoran Thailand di Jakarta atau di Thailand langsung. Barangkali berbeda dari masakan yang biasa saya coba sebelumnya. Ternyata berbeda.

Thai Basil.

Thail Basil yang saya pesan di Asiagourment sedikit berkuah kental, sementara pengalaman sebelumnya Thai Basil tidak berkuah, hanya sedikit berminyak karena proses ditumis. Thai Basil di Asiagourmet juga menggunakan daging sapi yang dipotong agak besar. Sayurannya pun lebih lengkap yakni wortel, brokoli, buncis, paprika, dan semacamnya. Rasanya juga sama pedasnya. 


Thai Basil yang pernah saya coba hanya menggunakan daun kemangi saja dan daging giling sehingga potongannya tidak besar. Lalu prosesnya hanya ditumis biasa dan tidak berair. Kadang diberi topping, telur mata sapi. Itu pengalaman saya mencoba Thai Basil sebelumnya. Di Asiagourmet, tak ada telur mata sapi. Nasi diletakkan di pinggir sehingga bercampur kuah. Seandainya tak berkuah seperti yang saya bayangkan, itu pemikiran saya.

Ikan krispi dan cah sayur.

Suami saya lebih memilih ikan. Sebenarnya dia suka cap cay yakni sejenis aneka sayuran yang ditumis dengan makanan laut. Karena tidak menemukannya, pilihan jatuh pada ikan dori fillet yang diberi tepung sehingga terasa krispi. Lalu di sekitarnya, ada sayuran seperti wortel, brokoli, buncis, jamur dan sebagainya yang ditumpuk di bawah ikan. 

Fillet ikan dori diberi tepung seperti biasa. Lalu digoreng dalam minyak penuh sehingga terasa tekstur krispi. Kemudian ikan dipotong-potong sebelum disajikan. Sedangkan untuk sayuran, prosesnya hanya ditumis biasa dan tidak terlalu berbumbu. Mungkin hanya menggunakan bawang saja.

Untuk harga, pastinya masih terjangkau ketimbang anda membeli makanan di restoran. Total membayar berikut minuman sekitar 18€. Kedua menu di atas hanya perkiraan saja, nama masakan saya lupa mencatatnya. Bagaimana menurut anda?

Anda ingin mencoba memasaknya di rumah atau anda ingin mencicipi langsung di Jerman?

Advertisements

Untuk Mahasiswa Bisa Cari Uang Kerja Part Time Begini

Salah satu hotel tempat saya menginap di Seoul, Korea Selatan yang menempatkan mahasiswa untuk kerja sambilan.

Apakah anda mahasiswa? Tentu ingin sekali menambah pundi-pundi penghasilan manakala dompet sudah tak terisi uang lagi. Ini pengalaman pribadi. 

Di beberapa negara yang saya jumpai kala traveling, saya bertemu dengan mahasiswa yang bekerja sebagai petugas jaga di penginapan. Mengapa mahasiswa? Umumnya mahasiswa cakap berbahasa asing, terutama bahasa Inggris. Ketimbang pengelola penginapan yang membayar karyawan, mereka pilih tenaga mahasiswa yang bisa bekerja paruh waktu dengan gaji yang tak terlalu besar dibandingkan karyawan biasa.

Di Seoul saya mendapatkan harga yang cukup terjangkau untuk menginap. Saat tiba di hotel, saya terkejut mengapa petugas hotel yang melayani saya berwajah Caucasian? Dia juga berbicara baik dalam bahasa Inggris. Rupanya dia adalah mahasiswa asal USA yang sedang menempuh pendidikan lanjutan di Korsel dan mengambil pekerjaan paruh waktu.

Di Hong Kong dan beberapa negara Asia yang saya kunjungi pun begitu untuk hotel-hotel standar. Mereka membayar mahasiswa untuk menjadi petugas jaga atau receptionist di depan hotel. Terkadang mereka pun sempat tak paham mengenai manajemen hotel. 

Meski tak paham soal perhotelan, mahasiswa yang bekerja di hotel harus paham mengenai budaya dan seluk beluk dari negara yang kita kunjungi. Mengapa? Pastinya informasi ini diperlukan oleh setiap tamu bilamana mereka membutuhkan informasi.

Apakah di Indonesia sudah memberlakukan pekerjaan seperti ini untuk mahasiswa? Saya tidak tahu.

Namun mengapa mahasiswa dipilih untuk bekerja di hotel sebagai petugas jaga:

  • Mahasiswa ditempatkan sebagai back up staff seperti pada hari wiken, hari libur atau jaga malam.
  • Mahasiswa cakap dalam bahasa asing, terutama bahasa Inggris.
  • Mahasiswa pandai dalam berkomunikasi terutama soal budaya dan wisata. Katanya ini era milenial, dimana orang muda suka traveling. Sebagai petugas jaga dipilihlah orang-orang muda seperti mahasiswa.

Hallo mahasiswa, apakah anda mau coba pekerjaan ini?

Makanan Asia di Jerman (2): Asian Food Haiky

Bagi mahasiswa perantau, rindu makanan Asia bisa datang ke sini karena diskon 10% dengan menunjukkan kartu mahasiswa. Ini Thailand Chicken Curry.

Detilnya chicken curry ada sayur rebung, paprika, timun, wortel, kol dan daging ayam lalu diberi santan dan kuah kari.

Jika anda datang ke Jerman, tak usah khawatir bila rindu masakan khas Asia. Pasalnya hampir di semua kota di Jerman ada restoran citarasa Asia. Di restoran Asia di sini kita bisa menjumpai masakan khas Asia Tenggara seperti Indonesia, Thailand dan Vietnam. Tentunya rasa masakan ini tak jauh berbeda dengan masakan yang biasa kita jumpai di Indonesia. Lagi pula makanan Asia kebanyakan no pork alias halal dimakan.

Nasi dan sayuran kuah santan bumbu kari khas Thailand. Ketika lihat gambar di daftar menu, dipikir ini semacam cap cay ternyata kari hanya isinya sayuran saja.

Kali ini saya mampir di restoran franchise Asian Food Haiky yang katanya ada di beberapa kota besar di Jerman. Restoran ini ada di sebuah mall di Selatan Jerman. Setiap jam makan siang tiba, jangan harap anda bisa langsung makan tanpa mengantri! Itu artinya butuh kesabaran memesan makanan di sini.

Hal pertama yang dilakukan adalah anda berdiri di depan kasir lalu pilih makanan yang akan dimakan. Agar orang di belakang anda tidak mengomel saat anda masih berpikir menu yang akan disantap maka sebaiknya lihat dulu menu makanannya baru memesan di depan kasir. Semua daftar menu dijelaskan secara rinci dalam bahasa Jerman. Misalnya Thai Chicken Curry maka akan dirincikan Huhn (daging ayam) mit cocos sauße (saus kari dengan santan) und reis (nasi). Tentu perincian jenis makanan membuat orang mudah menangkap visualisasi makanan bagi orang yang tidak familiar masakan Asia sebelumnya. 

Jadi saat memesan makanan, anda tidak mendapatkan buku menu makanan seperti di restoran melainkan terpajang di atas kasir. Ada makanan yang memiliki image foto, ada pula yang tidak. Jadi rincian makanan memang diperlukan untuk membayangkan makanan tersebut. 

Semua karyawan dalam restoran ini adalah pendatang dari Asia. Jadi bisa dibayangkan kadang miskomunikasi pun terjadi antara kasir dengan pelanggan yang mungkin lafal kata dan intonasi yang cepat dalam bahasa Jerman. Untuk itu, daftar menu makanan di papan display juga menggunakan nomor. Anda bisa langsung menyebutkan nomornya dan jumlah makanan yang dipesan. 

Ada beberapa makanan yang memang langsung tersaji di depan mata saat anda menyebutkan, misal nasi goreng. Mereka ada nasi goreng juga loh. Saat kasir dan si pemesan bertransaksi uang, bisa jadi karyawan lain sudah menyiapkan nasi goreng di hadapan anda. Namun bisa juga saat memesan makanan, makanan tersebut memerlukan waktu untuk memasaknya. Jadi anda perlu bersabar menunggu kira-kira 10-15 menit bila waktu makan siang tiba. 

Jangan berharap anda bisa memesan segelas es teh manis seperti di Indonesia! Di sini minuman tersedia dalam kemasan yang praktis. Jangan harap pula ada minuman gratis semacam teh tawar di setiap makanan! Jadi anda mesti bayar meski minum segelas air putih sekalipun.

Untuk peralatan makan sendiri, anda perlu menyiapkannya sembari anda memesan makanan di kasir. Silahkan ambil apa yang anda perlukan seperti sendok, garpu, pisau, tisu dan sedotan. Karena semua itu tidak tersedia di atas meja anda. 

Seperti biasa di atas meja tersedia garam tabur, kecap dan lada bubuk jika anda merasa perlu menambahkan. So far, pelayanannya baik. Semua makanan di sini tersedia dalam porsi yang besar bagi saya yang terbiasa makan dalam porsi kecil. Namun beberapa pilihan makanan ada yang ditawarkan ukuran medium dan ukuran besar. 

Jika makan siang tiba, mungkin anda harus berbagi bangku dengan pelanggan lain. Silahkan bertanya dengan sopan “Ist der Sitzplatz frei?” Tentunya mereka pun akan berbagi kursi dengan anda. Namun jika anda sungkan, di restoran ini tersedia paket makan yang langsung dibawa pulang. Kemasannya menarik dan praktis dibawa pula. 

Oh ya, plusnya lagi di tempat ini adalah bebas internet. Sepanjang anda punya nomor lokal atau nomor telpon Jerman maka anda akan bisa terkoneksi dengan WIFI. Selain itu apabila anda adalah mahasiswa, tunjukkan kartu mahasiwa maka anda akan dapat diskon 10%. Asyik ‘kan!

Selamat makan!