Qi Mongolian Barbeque Restaurant, Makan ala Prasmanan: Rekomendasi Tempat (21)

Makanan pembuka yang saya pilih.
Informasi saus untuk makanan utama.
Sea food menggunakan saus mongolia dan sayuran menggunakan saus thailand.
Makanan penutup yang saya pilih adalah puding.

Pilihan menikmati liburan awal tahun adalah mencoba kuliher baru. Itu pemikiran saya. Akhirnya pilihannya jatuh pada restoran di Linz, Austria. Kami pun meluncur ke shopping center pluscity yang terletak di selatan Linz. Kami ingin mencoba rasa baru yang belum pernah kami cicipi sebelumnya.

Di mall yang cukup besar ini, kami pun menemukan restoran Mongole Barbeque. Informasi di muka restoran dikatakan bahwa sebelum jam 17.00 harga per orang 11.60€ setelah jam tersebut harga per orang menjadi sekitar 16€. Tampak bahwa makanan disajikan secara prasmanan. Hal yang membuat saya tertarik adalah saus mongolia yang ditawarkan istimewa di sini. Akhirnya kami pun masuk dan memilih tempat.

Ada dua lorong meja prasmanan. Lorong pertama dibagi tiga, yakni aneka sayuran seperti sawi, jamur, wortel, brokoli dan aneka sayuran lainnya. Kemudian bagian sea food seperti ikan tuna, ikan salmon, cumi, daging kepiting, kerang hijau, gurita, udang dengan jenis yang sudah dikupas dan udang besar yang belum terkupas. Bagian terakhir dari lorong pertama adalah potongan daging seperti daging ayam, daging sapi, daging babi, daging kangguru, daging kalkun dan daging kelinci.

Kemudian lorong kedua berisi dua bagian. Di sini juga tersedia nasi putih dan sup pembuka. Bagian pertama terdiri atas makanan asia yang sudah selesai dimasak seperti aneka tumisan dan sushi. Bagian kedua berisi aneka macam hidangan penutup seperti buah, yoghurt, kue, puding dan permen.

Restoran cukup luas dibandingkan restoran lain yang ada di situ. Aksesoris dan dekorasi dibangun seperti bangunan-bangunan di tiongkok. Atasnya menyerupai payung besar dan tiang di sekitar dengan aksara khas. Dapur dijaga juru masak dengan seragam dapur warna putih. Sedangkan pramusaji adalah para perempuan berperawakan asia.

Hal yang patut dicoba antara lain

Pertama, saus barbeque mongolia.

Sesuai nama restoran maka mencoba makanan dengan saus ini patut dicoba. Sausnya seperti pada saus ala masakan jepang pada umumnya, warna cokelat kental. Rasanya seperti saus teriyaki, saus tiram dan asin manis bercampur menjadi satu. Masakan dengan saus mongolia adalah semua hidangan yang anda kehendaki menjadi satu. Saya ingin hanya sea food saja, maka semua ditumis dalam wajan datar kemudian ditambah saus mongolia seperti yang dijelaskan di atas.

Setiap pelanggan hanya mendapatkan pilihan satu saus saja dari sekian saus yang ditawarkan. Jika anda ingin makan banyak maka perhatikan porsi makanan yang diambil. Jangan sampai anda membuang makanan!

Kedua, jika anda adalah vegan atau vegetarian maka anda juga bisa tetap menikmatinya.

Di sini tersedia aneka macam hidangan daging. Padahal anda juga bisa memilih hanya sayuran saja. Pilihan sausnya, bisa dipilih saus thailand seperti yang saya ambil. Atau, jika anda merasa tidak cocok maka anda cukup pilih tanpa saus dan hanya ditumis saja. Cukup enak juga.

Ketiga, mencicipi hidangan laut segar.

Jika anda suka makan makanan laut seperti yang kami nikmati maka anda bisa mengkreasikan semua makanan laut yang disuka dengan saus yang dipilih. Hidangan laut cukup lengkap di sini. Anda juga bisa pilih saus rasa pedas jika anda suka makanan pedas. Tambahkan sayuran untuk menikmatinya bersama nasi putih. Mantap!

Keempat, penyuka makan daging.

Jika anda adalah pemakan segala, di sini tersedia aneka daging yang tidak terjual pada umumnya di restoran. Pernah mencoba makan daging kangguru? Tetapi ingat, jika anda tak merasa yakin menyukainya dan nyaman mengunyahnya sebaiknya jangan diambil!

Kelima, hidangan yang sudah matang.

Tak ingin menunggu makanan dimasak secara langsung? Anda bisa memilih hidangan asia yang bisa langsung disantap. Di lorong kedua tersedia makanan yang sudah matang.

Porsi makan saya memang tak banyak. Padahal makan prasmanan ini membebaskan orang mengambil sesuka hati. Sayangnya, saya tidak berkehendak mencicipi semua hidangan. Pastinya layak direkomendasikan!

Saran saya, datanglah saat tidak hampir mendekati jam makan malam! Pengalaman kami, waktu tersedia untuk menikmati makanan hanya sebentar meski kami masih dibolehkan duduk-duduk di restoran. Jika datang saat makan malam atau makan siang, sebaiknya datang tepat waktu dimana hidangan masih tersedia lengkap.

Wina, Austria (1): Kemeriahan New Year’s Market di Depan Istana Schönbrunn

Di sekitar pasar adalah bangunan yang jadi bagian dari istana schönbrunn.
Kuliner seperti brezeln.
Menikmati secangkir cokelat panas asyik juga.
Kerajinan tangan yang terbuat dari kertas.
Semakin sore, semakin bertambah pengunjungnya.

Liburan di Jerman sudah berlangsung sejak satu minggu ini, hingga nanti tanggal 6 Januari 2019. Tradisi sebagian besar orang-orang di sini tak ubahnya di Indonesia, pulang kampung dan berkumpul bersama keluarga. Kota-kota yang dipenuhi mahasiswa biasanya sudah mulai sepi karena mahasiswa perantau sudah mudik. Natal bagi orang Jerman adalah hari liburan bersama keluarga.

Natal baru saja berlalu beberapa hari lalu. Menjelang natal, tiap kota di Jerman boleh dikatakan menggelar pasar rakyat yang disebut christkindlmarkt atau weihnachtsmarkt. Rupanya pasar menjelang natal ini juga diadakan di negara tetangga, Austria. Jika saya amati, pasar ini pun tak ubahnya seperti di Jerman yang menjual kebutuhan persiapan natal serta kuliner di musim dingin.

Sayangnya natal sudah berlalu. Kami datang ke ibukota Austria, Wina saat menjelang tahun baru. Pasar Natal sudah berakhir saat minggu keempat Adven, atau sekitar tanggal 23 Desember. Konon pasar natal di Wina terbesar diselenggarakan di depan Rathaus, kantor pemerintahan. Ada 150 gerai penjualan yang berpartisipasi di sini.

Awalnya pasar natal di Wina diselenggarakan pertama kali tahun 1772. Tradisi pasar rakyat ini dilakukan untuk menjual kerajinan tangan sebagai persiapan merayakan natal dan ajang seni seperti paduan suara juga konser musik menyambut natal. Tradisi ini dipertahankan hingga sekarang, bahkan setelah natal berakhir. Pasar rakyat menjelang tahun baru ini disebut New Year’s market yang masih berlangsung hingga 6 Januari tahun depan.

Salah satu pasar menjelang tahun baru atau new year’s market yang baru saja kami kunjungi berlokasi di depan kastil Schönbrunn. Pasar ini menjadi meriah dan menarik karena lokasinya yang dekat dengan istana terindah di Wina. Istana bergaya barok dengan dikelilingi taman yang menawan menambah minat pengunjung untuk datang berbelanja atau sekedar mengambil foto.

Pasar ini menjual aneka kerajinan tangan dan produk rakyat. Pengunjung yang sebagian besar adalah turis tampak senang memadati tiap lapak penjualan. Turis bisa saja datang berkunjung ke istana atau berkunjung ke dua tempat sekaligus yakni istana schönbrunn dan pasar menjelang tahun baru. Banyak juga turis termasuk kami mencicipi kuliner yang nampaknya istimewa.

Bagaimana hari Minggu anda bersama keluarga?

Graz, Austria: Kaisar Francisco I dan Liberty Square

Patung kaisar Francisco I.
Teater.

Sebelum menjangkau Slovenia, kami berhenti sejenak di Graz, Austria. Kota ini dikenal sebagai kota kedua terbesar setelah Wina, ibukota Austria. Sebagai kota besar, di Graz terdapat enam universitas di sini.

Graz juga dikenal dengan kastilnya yang indah, Eggenberg Palace sehingga diberi nama kota ini gratz. Graz berasal dari ejaan bahasa Slavic yakni “gradec” yang diterjemahkan jadi kastil kecil.

Kunjungan kami ke Graz tak lama, bahkan kami tak mampir ke kastil tersebut. Kami hanya datang ke pusat kota untuk makan siang, sebelum melanjutkan perjalanan ke Ljubljana, Slovenia.

Tertegun kami saat tiba di alun-alun kota Graz. Kami berhenti di Franzensplatz atau dalam bahasa Inggris disebut liberty square.

Sejak abad 19, alun-alun ini telah menjadi pusat seni, politik dan budaya. Di sini terdapat gedung universitas lama, rumah-rumah yang dibangun klasik, teater dan patung Kaisar Austria Franz I. Di situ terdapat juga restoran dan kafe.

Teater Graz sering menyelanggarakan opera-opera yang mengagumkan bagi para pecintanya. Gedungnya dibangun sejak abad 18 oleh Joseph Hueber. Gedungnya sendiri sempat terbakar dan dibangun kembali pada abad 19.

Pada tahun 1838 ditempatkan patung Kaisar Francisco I. Itu sebab alun-alun ini diberi nama Franzenplatz.

Mengapa alun-alun ini disebut liberty square?

Pada 12 November 1918 di sini diproklamirkan Republik Austria. Setelah Austria berganti bentuk pemerintahan dari kerajaan monarki menjadi republik seperti sekarang.

Wörthersee, Danau di Selatan Austria

Yacht pribadi yang terparkir di danau ini.
Di seberang kiri lebih banyak turis, namun kami pilih lokasi yang tenang di pinggir danau.
Wisatawan menunggu di dermaga.

Salah satu destinasi favorit di Austria saat musim panas tiba adalah danau Wörth atau yang dikenal Wörthsee. Kunjungan turis tertinggi ke danau ini pada bulan Juli dan Agustus. Saat itu suhu sekitar danau mencapai 25-30 derajat celcius. Danaunya yang indah, iklimnya yang hangat dan air danau yang jernih menyebabkan wisatawan menjulukinya “Monte Carlo” Austria. Ditambah lagi ada banyak yacht yang berseliweran di danau ini.

Sayangnya kami datang setelah berakhirnya musim panas dan memasuki musim gugur. Tak banyak turis yang memadati lokasi resort tempat kami berada. Mungkin musim liburan telah berakhir. Namun keindahan danau ini masih bisa dinikmati sebagaimana yang kami saksikan.

Danau ini panjangnya mencapai 16.5 km dan bisa dijangkau dari beberapa tempat. Salah satunya adalah posisi kami saat itu adalah Krumpendorf am Wörthersee, letaknya di utara danau. Lokasi kami berada ada banyak resort penginapan yang privat dan tak ramai turis. Ini diperuntukkan bagi mereka yang tak suka keramaian untuk menikmati kecantikan danau yang diapit pegunungan cantik ala Austria.

Dermaga Krampendorf.
Naik kapal wisata berkeliling danau, seru juga!
Namun ada juga wisatawan seperti kami yang pilih duduk di kafe dan menikmati pemandangan danau saja.

Krampendorf ini tak jauh dari perbatasan Austria – Italia dan bisa dijangkau dengan kereta dari Wina, ibukota Austria. Kapal wisata bisa hilir mudik di danau ini ke beberapa dermaga danau wörth. Karena sebagian turis ada juga yang memilih tinggal di resort penginapan sekitar Krampendorf karena suasananya yang asri dan tenang.

Selain keindahan wörthersee, di Krampendorf bisa juga mengunjungi kastil bergaya baroque yang selesai dibangun abad 18. Lagi-lagi kami tak sempat mampir ke kastil, hanya menikmati danau yang tenang dan asri. Beberapa wisatawan bisa berenang di danau, sebagian duduk di pinggir danau menikmati sajian kuliner di kafe dan yang lainnya tampak menunggu kapal wisata. Sedangkan mereka yang punya boat atau yacht bisa menjelajahi sisi danau.

Wernstein am Inn, Austria: Jejak Kisah Perbatasan dengan Jerman

Di seberang jembatan adalah kastil yang berada di Neuburg am Inn, Jerman.
Patung sebagai simbol persahabatan dua kota, beda negara.
Rombongan kapal wisata dari Schärding, Austria.

Di antara perbatasan Jerman dan Autsria, ada sebuah kastil di dekat sungai Inn. Saya pernah mengunjunginya kastil tersebut sebagaimana yang sudah saya tulis di sini. Kastil yang dibangun sejak tahun 1000-an tersebut berada di Neuburg am Inn, Jerman. Dari taman di depan kastil, saya bisa melihat ke seberang, yakni Austria. Nah, akhirnya sekarang saya menemukan seberang dari Neuburg. Ya, Wernstein am Inn adalah wilayah tampak terlihat dari seberang kastil.

Jalan-jalan kali ini ke Austria membawa saya tiba di Wernstein am Inn. Di sini saya menemukan jejak persahabatan antara Jerman dan Austria. Ada sebuah jembatan yang melalui sungai inn. Jembatan yang disebut Mariensteg menghubungkan Wernstein, Austria dengan Neuburg, Jerman. Di situ terdapat patung dua orang yang berdekatan dan bersentuhan muka lalu dua tangan saling berpegangan. Ini adalah simbol persaudaraan ‘kan.

Mariensteg menawarkan panorama yang indah, apalagi jika kita bisa menyusuri sungai inn. Saat saya datang, ada rombongan penumpang kapal wisata menyusuri sungai inn dari Schärding. Paket wisata ini pernah saya ceritakan di sini. Melalui sungai inn, kita bisa menjangkau jejak perbatasan Jerman – Austria dengan panorama perbukitan yang hijau dan langit biru nan indah.

Tiap tahun pemerintah Wernstein am Inn menyelenggarakan festival jembatan yang mengundang atraksi turis. Dari Wernstein am Inn, saya bisa melihat kembali Neuburg am Inn yang ditandai dengan kastilnya yang tampak menjulang dan kokoh.

Jembatan gantung ini hanya untuk pejalan kaki dan pengendara sepeda.
Dari atas jembatan, kiri adalah wilayah Austria dan kanan adalah wilayah Jerman.
Jembatan melalui sungai inn.
Jalur pendakian ke kastil.

Der Mariensteg adalah jembatan gantung yang hanya dipergunakan pejalan kaki dan pengendara sepeda. Banyak orang melalui jembatan dan berhenti di tengah jembatan untuk menikmati keindahan panorama sekitarnya. Saya datang saat siang hari, katanya sih jika datang malam hari maka kerlap kerlip lampu berwarna-warni menambah kecantikan jembatan gantung ini.

Sebelum melewati jembatan mariensteg, ada restoran tradisional, biergarten dan penginapan. Para pengendara sepeda memanfaatkannya untuk rehat sebentar dan menikmati kuliner di situ. Menurut suami saya, dia pun pernah ikut tur sepeda dari Jerman ke Austria dengan melalui jalur ini. Mereka berhenti di tempat ini.

Setelah jembatan maka ada jalur pejalan kaki dan pengendara sepeda. Kita bisa melalui hutan sebagai pilihan olahraga sehat. Jika tidak ingin, pilihan lain jalur tangga mendaki menuju kastil.

Dahulu tak ada jembatan penghubung. Orang yang ingin datang dari Neuburg am Inn ke Wernstein am Inn hanya menggunakan perahu. Atas inisiatif kedua kota dua negara, mereka pun membangun jembatan penghubung. Jembatan pun secara resmi dibuka tahun 2006. Kini jembatan der Mariensteg menjadi atraksi wisatawan.

Apa Saja Bisa Dilakukan di Danau Wolfgangsee, Austria? (2)

Sewa kapal bisa jadi pilihan menarik berkeliling danau.
Danau tercantik di jantung Eropa, Wolfgangsee.

Selamat Hari Senin! Akhir-akhir ini kesibukan menyita, sehingga isi blog didominasi kuliner aneka macam. Bahwa ternyata menulis itu butuh waktu, tidak hanya sekedar ide saja seperti mencari bahan literatur pendukung. Karena sibuk, ide tulisan hanya seputar kuliner saja. Begitulah!

Bagaimana jika saya bagikan pengalaman saya berkunjung ke danau Wolfgangsee, yang letaknya tak jauh dari danau Fuschlsee. Untuk menyimak keindahan danau wolfgangsee yang populer, bisa disimak di sini. Lebih asyik jika kita bisa tinggal lebih lama karena ada banyak pilihan bisa dilakukan.

Apa saja?

1. Tinggal di hotel atau menginap

Danau ini kerap dijadikan tujuan wisata berlibur kala musim panas untuk warga Jerman dan sekitarnya. Pemandangannya yang indah ditambah sinar matahari yang menyorot membuat suasana seperti di pantai. Banyak resort dan hotel yang menawarkan fasilitas terhubung dengan danau, sehingga bisa berjemur di tepi danau atau berenang.

Menurut saya, danau ini layak dikunjungi untuk tinggal beberapa lama di sini. Sebagai tempat tujuan wisata, aneka kebutuhan lengkap tersedia. Bahkan ada banyak pilihan restoran, kafe hingga toko yang menjual sovenir.

2. Berenang

Karena begitu jernih dan bersih airnya, danau ini pun layak buat berenang. Sebagian danau mungkin tak baik untuk berenang. Danau ini aman dan nyaman, sepanjang kita tahu batas aman berenang. Katanya sih pemandangan bawah danau ini juga indah loh. Jadi jika suka menyelam, bisa juga dicoba.

3. Naik kapal wisata

Sebagai danau tercantik di jantung Eropa, wolfgangsee juga menawarkan pilihan kapal wisata. Periode kapal wisata mulai April – Desember. Kita akan menikmati pemandangan danau dan berlabuh di beberapa dermaga sekitar. Oh ya, beberapa pasangan yang akan menikah menjadikan ide menikah di kapal sebagai sesuatu yang istimewa. Bisa juga ditiru idenya. Apalagi pemandangan danau di sini memang terkenal romantis. Hmmm…

4. Naik delman

Tak hanya kapal wisata saja, ada pilihan transportasi menarik dan unik menurut pengamatan di Eropa. Yups, delman. Kendaraan yang ditarik dengan kuda ini memang tak banyak dikelola. Namun bukan tidak mungkin ide naik delman berkeliling sekitar danau juga jadi pilihan. Pilihan ini banyak digemari anak-anak dan keluarga.

5. Berkunjung ke hotel dan kafe “Romantik hotel Im Weissen Rössl”

Menginap di hotel romantis bisa jadi pilihan berlibur yang menakjubkan. Pasalnya hotel ini berada di bibir danau. Selain tempat menginap, di sini tersedia kafe dan restoran. Tempat ini tak pernah sepi. Interior di sini menawarkan panorama seputar pembuatan film tempo dulu. Ya, hotel ini dijadikan lokasi syuting film yang sempat populer di Jerman dan Austria. Banyak orang juga datang hanya untuk memesan menu dan duduk di dekat tepi danau.

6. Gereja St. Wolfgang

Terakhir adalah gereja katolik St. Wolfgang. Ini dia yang menjadi cikal bakal nama danau. Sebelumnya danau ini disebut Abersee. Namun belakangan nama danau lebih populer disebut Wolfgang. Di balik jendela gereja, kita bisa melihat pemandangan danau. Gereja yang sudah berusia 450 lebih ini juga sering didatangi wisatawan. Tidak hanya sekedar tempat ibadah, namun di sini kita bisa melihat keindahan karya Tuhan lewat danau di depan mata.

Demikian enam hal yang bisa dilakukan di danau Wolfgangsee. Jika anda berkunjung ke Austria, mungkin anda bisa menyempatkannya berkunjung.

Grilled Calamari Lemon Sauce, Cumi-Cumi Panggang: Makanan Khas Jerman (40)

Mengunjungi objek wisata di Austria sebagaimana cerita saya. Saya mendapati kuliner yang menarik untuk dicoba. Meski kunjungan obyek wisata saya ini bukan laut, namun nyatanya makanan laut menjadi pilihan menarik sambil menikmati suasana danau.

Mencicipi kuliner laut memang tak pernah habis. Sembari menikmati suasana danau yang indah dan berjemur di teras restoran maka pilihan menu selanjutnya adalah calamari, cumi-cumi dalam bahasa Jerman. Awalnya saya berpikir makan cumi-cumi saus padang dengan nasi panas. Itu sudah membuat pikiran saya melayang ke Jakarta.

Cumi-cumi saus lemon begitu nama menu yang tersedia. Makan dengan roti. Meski di awal saya ingin makan cumi-cumi dengan nasi, namun apa daya makanan ini memamg tidak cocok disajikan dengan nasi. Dua buah roti baguette yang dipanggang dengan bawang putih, daun peterselli dan olive oil sepertinya menjadi side-dishes.

Memang diperlukan teknik khusus untuk mengolah cumi-cumi. Pasalnya jika tak pandai atau terlalu lama memasaknya maka cumi-cumi menjadi liat dan tak sedap dinikmati. Namun cumi-cumi yang saya nikmati tentu saja diolah dengan baik. Tekstur dagingnya lembut. Si koki berhasil memanggangnya dengan baik.

Sepertinya saus lemon bercampur dengan minyak zaitun sudah cukup memberi rasa pada makanan ini. Sebagai sentuhan akhir, cumi-cumi panggang ditaburi daun peterselli cincang.

Bagaimana menurut anda?

Wolfgangsee, Mendadak Jadi Danau Populer Karena Keindahannya (1)

Danau dibalik jendela depan gereja St. Wolfgang.
Indah ‘kan?
Pantulan sinar matahari itu yang membedakan dengan danau-danau lain.

Hari ini 15 Agustus menjadi hari libur di sebagian wilayah Jerman yang bermayoritas Katolik. Pasalnya hari ini dirayakan sebagai “Maria Himmelfahrt” yang diterjemahkan menjadi “Hari Raya Maria Diangkat ke Surga” dan menjadi bagian dari kalender liturgi gereja katolik. Tentu tidak ada kegiatan bisnis seperti mall, perkantoran, bank dan fasilitas umum libur. Karena libur itu, saya ajak anda menikmati panorama danau wolfgangsee di Austria.

Sebagaimana cerita saya terdahulu bahwa saya baru saja mengunjungi danau fuschlsee yang letaknya tak jauh dari Salzburg. Cerita saya bisa ditemukan di sini dan juga ini.

Setelah menghabiskan kesenangan di danau tersebut, berjarak 9 kilometer ada danau yang tak kalah cantiknya. Ya, danau itu bernama wolfgangsee. Konon danau ini terkenal karena pernah dijadikan tempat syuting film di era tahun 1950-an. Bahkan danau ini memiliki jalur langsung dari Munich, Jerman karena begitu banyak orang Jerman yang sering berlibur di sini.

Tak hanya itu, mantan kanselir Jerman Helmut Kohl punya resort pribadi juga di dekat danau wolfgangsee. Dia dikabarkan lebih dari tiga puluh tahun sering menghabiskan libur musim panas di situ. Keindahan danau ini jadi populer karena sering disebut sebagai tujuan wisata orang-orang ternama. Mumpung masih musim panas, kami pun segera meluncur ke danau wolfgangsee.

Nama danau wolfgangsee disebut dalam literatur pada abad 14. Meski ada juga nama lain yang diberikan pada danau ini. Mendadak nama danau wolfgangsee jadi lebih populer sebagai tujuan wisata musim panas sejak usai perang dunia kedua. Ditambah film yang populer di Jerman dan Austria tahun 1950-an mengambil lokasi di salah satu hotel di tepi danau.

Karena letaknya yang saling berdekatan antara tiga danau di wilayah Salzkammergut maka dibentuklah asosiasi pariwisata yang semakin mempopulerkan ketiga danau, termasuk wolfgangsee. Kecantikan danau tercermin dari kerlip matahari yang terpantul dari permukaan danau. Pasti anda setuju jika dikatakan danau ini benar-benar indah.

Di sini banyak hal bisa dilakukan. Hasil pengamatan saya menunjukkan ada saja orang berenang di danau ini. Katanya airnya yang jernih memungkinkan orang menyelam dan menikmati keindahan bawah danau. Sebagian lagi tentu menikmatinya dengan olahraga air, menumpang ferry atau duduk di tepi danau sudah cukup membuat mata terkagum-kagum.

Fuschlsee St. Gilgen, Austria: Danau Cantik Tak Jauh dari Salzburg (1)

Pemandangan sekitar danau, bunga-bunga cantik di taman tepi danau. Tak ada tiket masuk.
Sewa boat, maka anda bisa membuat foto instragamable.
Hanya ingin berjemur dan menikmati alam di pinggir danau juga boleh.

Salzburg selalu menjadi incaran wisatawan yang berkunjung ke Austria. Pesona alam yang ditawarkan seolah tak pernah habis juga. Contohnya danau Hallstatt yang pernah dikunjungi tahun lalu. Foto danau ini berseliweran di media sosial yang kemudian memicu kami berkunjung ke danau Halltsatt yang letaknya sejam dari Salzburg. Danau ini benar-benar mempesona.

Baca https://liwunfamily.com/2017/11/29/hallstatt-austria-temukan-kedamaian-batin-di-tepi-danau/

Berbeda dengan danau Hallstatt, beberapa waktu lalu kami berkunjung ke danau lain yang juga tak jauh dari Salzburg. Namanya Fuschlsee Sankt Gilgen, yang juga menjadi obyek wisata di Austria. Letaknya satu jam juga dari Salzburg, tepatnya di Salzkammergut. Rupanya di sini banyak spot alam yang menarik dikunjungi. Apalagi tak ada tiket masuk untuk menikmatinya. Hmmm, boleh dicoba ya!

Kami berkendara dari Jerman. Tiket parkir dikenakan 4€ untuk 24 jam. Ada banyak hotel dan penginapan jika ingin tinggal lebih lama. Begitu pun sajian restoran kuliner tradisional atau moderen. Lengkap! Sajian kuliner yang saya nikmati di sini, akan dibahas selanjutnya.

Mau coba banana boat? Ada sejumlah olahraga air di sini.
Anda juga bisa menyaksikan keindahan alam dari atas dengan kereta gantung.

Tak hanya kuliner, ada olahraga air yang menjadi keriyaan tersendiri bagi keluarga atau kelompok wisatawan. Untuk menikmati keindahan danau, ada tawaran menyewa boat dengan durasi waktu satu hingga dua jam. Tentu mengendarai sendiri, anda harus memiliki ijin mengemudi. Jika tidak ada, supir boat sewaan pun siap mengantar.

Ingin ide kapal wisata? Di sini pun ada. Anda bisa membeli tiket kapal wisata untuk berkunjung ke beberapa dermaga terdekat atau keliling danau. Semua terserah anda.

Tak suka dengan kapal wisata, ada pilihan lain. Anda bisa menggunakan kereta gantung menikmati pemandangan danau di sela-sela gunung dari atas. Bahkan di sini anda bisa menggunakan cable railway menuju puncak tertinggi. Dari Schafberg, salah satu puncak gunung tertinggi ada keindahan alam yang tak terbayarkan. Keren ‘kan!

Apa saja yang bisa dilakukan di sini? Ceritanya berlanjut ya di sini!

Mengapa Datang ke Pasar Loak?

Pemutar piring hitam untuk mendengarkan musik.
Aneka radio tempo dulu.

Suatu hari di akhir pekan saya berkunjung ke negeri tetangga untuk cuci mata. Selintas saya lihat papan informasi bahwa hari itu sedang diselenggarakan pasar loak, atau dalam bahasa Jerman disebut flöhmarkt. Ada yang bilang pasar ini adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli yang suka dengan barang-barang antik. Namun pendapat lain mengatakan pasar ini menjajakan barang-barang layak pakai. Lepas dari alasan itu, saya meluncur ke sana.

Baca https://liwunfamily.com/2017/07/13/flohmarkt-ketika-barang-tak-terpakai-masih-bernilai/

Flöhmarkt bukan diselenggarakan tiap hari, namun diadakan sesuai kesepakatan. Istilahnya tidak tentu kapan pelaksanaannya. Pastinya ini diselenggarakan di area publik.

Di sana saya menemukan aneka macam barang yang terlihat tidak baru. Ada buku-buku yang terlihat masih terawat. Ada pakaian yang disusun berdasarkan warna dan ukuran. Ada aneka perabotan dan perlengkapan rumah tangga. Namun ada pula barang-barang elektronik dan perkakas masa lampau yang digunakan.

Saya jadi penasaran, mengapa orang tertarik datang ke pasar ini?

1. Barang tersebut bernilai tinggi

Baca https://liwunfamily.com/2016/09/03/seberapapun-usia-anda-hidup-anda-harus-tetap-bernilai/

Aksesoris di rumah dari hewan. Dahulu aksesoris ini menjadi kebanggan terpajang di rumah.

Jika penjual menuliskan harganya di dekat produk, itu berarti harga pas dan sulit ditawar. Namun jika tidak tertulis, maka ada kesempatan untuk tawar menawar harga. Ada penjual yang setengah mati mempertahankan barang miliknya dan tidak mau dibeli dengan harga yang ditawar pembeli. Alasannya bisa jadi barang tersebut bernilai tinggi.

Para pencinta seni misalnya mereka datang ke pasar seperti ini untuk mencari nilai seni dari suatu barang. Jangan salah mereka yang suka sejarah pun senang mempelajari suatu barang yang ternyata bersejarah di masa lalu. So dari semua itu, saya sepakat jika nilai suatu barang menjadikan orang datang ke pasar ini.

2. Adanya kecintaan untuk terus mencari

Perabotan rumah tangga.

Mereka para pengkoleksi barang-barang antik, katanya melakukan koleksi karena kecintaannya. Cinta memang mengalahkan segalanya, bahkan mampu dibayar untuk mendapatkan cintanya. Itu pula yang terjadi bagi para pengkoleksi barang-barang tertentu, mencari ‘apa yang dicintai’ di pasar seperti ini. Mereka berharap dapat menemukannya.

3. Investasi di suatu saat nanti

Aneka buku bacaan.

Suatu hari seseorang berhasil menemukan buku asli bersejarah di pasar loak. Si pembeli mengaku hanya membelinya untuk koleksi pribadi. Tak disangka buku yang dibelinya hanya sekian Euro berhasil dibeli dengan harga tinggi. Siapa sangka barang-barang tersebut bisa menjadi investasi di kemudian hari. Lukisan atau karya seni lainnya bukan tidak mungkin bisa berharga mahal yang kelak dikatakan bisa jadi investasi.

4. Penasaran dan hanya lihat-lihat

Kaleng kue, kotak cerutu, kotak rokok, tempat permen yang bergambar ini terlihat menarik.

Alasan terakhir menurut saya adalah mereka hanya sekedar cari tahu. Menurut salah seorang penjual, kebanyakan pengunjung datang hanya sekedar lihat-lihat dan tidak ingin beli. Mereka hanya penasaran saja terhadap apa yang dijualnya. Terkadang keterkejutan terhadap produk di masa lalu membuat pengunjung tertarik untuk sekedar mengamati dan menjawab rasa penasaran.

Dari alasan di atas yang saya sampaikan, kira-kira apa alasan anda datang ke pasar loak?