CERPEN (27): “Buat Orang Lain Bahagia itu Baik, Tapi Lebih Baik Kamu Juga Layak Bahagia”

Ilustrasi. Ini adalah reblog dari artikel yang tayang pada 6 Januari 2017 di link ini. _______________________________________ Aku terdiam sejenak saat ia mengatakan bahwa hubungan kami tidak bisa berlanjut. Oh Tuhan, aku baru mengenalnya kini ia ingin memutuskannya segera. Entah apa yang ada di benak pria itu. “Dengar Anna. Aku tak mungkin melanjutkan hubungan ini. Kau … Continue reading CERPEN (27): “Buat Orang Lain Bahagia itu Baik, Tapi Lebih Baik Kamu Juga Layak Bahagia”

CERPEN (27): Buat Orang Lain Bahagia itu Baik, Tapi Lebih Baik Kamu Juga Layak Bahagia’

Aku terdiam sejenak saat ia mengatakan bahwa hubungan kami tidak bisa berlanjut. Oh Tuhan, aku baru mengenalnya kini ia ingin memutuskannya segera. Entah apa yang ada di benak pria itu. "Dengar Anna. Aku tak mungkin melanjutkan hubungan ini. Kau terlalu baik untukku," katanya. Bagaimana mungkin ia mengatakan itu setelah aku jatuh cinta padanya. Dulu ia … Continue reading CERPEN (27): Buat Orang Lain Bahagia itu Baik, Tapi Lebih Baik Kamu Juga Layak Bahagia’

CERPEN (13): Menikmati Hidup Apa Adanya

Masih ingat cerita saya soal kopi dan cangkir? Di sini link-nya. Kali ini saya diajaknya oleh Penikmat Kopi lagi untuk ngobrol soal kehidupan. Katanya lebih nikmat jika ngobrol itu sambil minum kopi. Wah, saya tidak punya kopi di rumah. Kami pun sepakat ngopi-ngopi di luar rumah. Karena saya tidak tahu banyak soal kopi dan tempat … Continue reading CERPEN (13): Menikmati Hidup Apa Adanya