Bagaimana Hidup itu Berjalan? Belajar dari Sirkus

Ilustrasi.

Sejak saya masih anak-anak sudah mengenal sirkus. Ayah saya membawa saya dan adik saya pergi menonton sirkus di Jakarta, yang dulu populer digelar ketika liburan sekolah. Meski harga tiket sirkus tak murah, tetapi ayah saya membelinya untuk saya dan adik saya agar bisa terhibur selama liburan sekolah. Dari dulu sirkus sudah menjadi pertunjukkan yang menakjubkan, menyenangkan dan mengesankan dalam benak saya.

Setelah masa anak-anak berakhir, saya sudah tidak menemukan lagi pertunjukkan sirkus di Jakarta. Saya pun sudah abai dengan sirkus. Namun ingatan akan sirkus terbawa kembali saat saya pindah ke Jerman. Di sini sirkus masih menjadi hiburan rakyat yang kadang-kadang muncul semisal musim panas atau musim dingin. Beberapa kali juga saya perhatikan sirkus pun ada di acara festival budaya, volkfest di sini.

Sirkus memang menjadi hiburan rakyat yang disukai tua dan muda, mulai dari anak-anak hingga orangtua. Tetapi pertanyaannya, mengapa sirkus itu tidak pernah terselenggara sepanjang masa? Artinya sirkus itu hanya dilakukan di periode tertentu dan jangka waktu tertentu. Karena sirkus itu perlu waktu rehat, yang membuktikan bahwa hidup itu tak selamanya seperti pertunjukkan sirkus yang selalu menakjubkan dan mengagumkan.

Ayah saya pernah berkata bahwa hidup para pemain sirkus itu memang tidak menetap. Itu sebab pertunjukkan sirkus pun tak pernah sepanjang masa. Kata ayah saya “Untuk sesuatu yang menakjubkan dan mengagumkan, kita memang tak pernah bisa merasakannya sepanjang masa. Ada saatnya kita perlu menunggu kapan waktu pertunjukkan sirkus dimulai.” Dan menunggu itu memang melatih kesabaran saya. Ketika tiket sirkus sudah di tangan saya, sementara saya masih harus menunggunya beberapa hari kemudian untuk melihat pertunjukkan sirkus, itu adalah proses menunggu yang indah.

Sepulang dari sirkus, saya masih bertanya pada ayah selama perjalanan ke rumah. Pertanyaan saya misalnya, mengapa mereka bisa melakukan pertunjukkan itu dengan hebat? Ayah saya mengatakan bahwa mereka telah berlatih untuk kesekian kali tak terhitung banyaknya agar mereka tampil mengagumkan. Hal ini sudah mengajari saya bahwa tampil mengagumkan itu bukan hal mudah, ada proses dan latihan berkali-kali agar sempurna. Dari situ, ayah saya menjelaskan pada saya tentang pembelajaran hidup sesungguhnya.

Jika saya merasa gagal dan saya berbicara dengan ayah saya, dia mengingatkan saya tentang bagaimana sirkus itu berjalan. Bahwa segala sesuatu yang mengagumkan itu tidak ada yang instan dan mudah.

Ayah saya benar. Saya bisa belajar banyak hal dari pertunjukkan sirkus, tidak hanya soal tertawa dan bergembira saja tetapi soal kehidupan.

Ayah saya menambahkan bahwa kita bisa tampil seorang diri untuk sebuah keberhasilan dan kadang kita perlu tampil dalam sebuah tim, bersama orang lain. Dia juga mengingatkan bahwa keberhasilan hidup itu tak pernah lepas dari tangan dan bantuan orang lain juga yang mungkin tak tampak di layar panggung. Kadang kita bisa di atas panggung, tetapi bisa juga harus berada di belakang panggung. Namun keduanya sama baiknya.

Sirkus di masa anak-anak yang indah dan sirkus di masa kini saat saya menjadi dewasa yang menjalaninya sebagai pembelajaran hidup.

5 Alasan Laut Ternyata Membuat Saya Bahagia

Pesona laut merah di Hurghada, Mesir.

Jika diminta berlibur ke gunung atau laut, anda lebih pilih mana? Alam memang memiliki cerita liburan masing-masing, yang tak bisa dibandingkan. Ada julukan, anak pantai bagi mereka yang suka laut dan anak gunung bagi mereka yang senang dengan pegunungan. Namun saya yang lahir dan dibesarkan di kota besar seperti Jakarta, suka pergi ke dua destinasi tersebut.

Nah, berlibur ke laut itu memang nyatanya menawarkan pesona tersendiri. Terakhir kali saya melakukannya waktu liburan tahun lalu di Kroasia. Di Zadar Kroasia, laut mediterania memang indah seperti kekaguman yang saya tuliskan di sini. Sedangkan di Hurghada Mesir saya takjub dengan keindahan pasir dan kehidupan bawah laut dari laut merah.

Saya berpikir, mengapa orang begitu senang berlibur ke laut? Saya menyelami perasaan itu saat saya berjemur di tepi laut merah. Saya menjadi bahagia.

Berikut lima alasan saya bahwa berlibur di laut membuat bahagia.

1. Suara ombak itu memberi kedamaian dan menenangkan

Dahulu saat saya masih kecil, saya suka sekali mendengarkan hiasan kerang laut besar seukuran kepalan tangan. Hiasan ini dari paman saya yang dibawa dari pulau Flores, Indonesia yang kaya juga dengan lautnya. Saya dapat mendengarkan suara laut lewat kerang itu. Suara itu seperti menenangkan buat saya. Hati yang damai tentu membuat bahagia. Mungkin ini yang menjadi ide penulis novel atau skenario film ketika tokoh dalam cerita mereka diumpamakan berjalan di tepi pantai atau pergi ke laut untuk mencari ketenangan dari masalah yang dihadapi si tokoh.

Saya dan suami menghabiskan waktu berjemur setelah sarapan pagi. Atau saya bangun sekitar jam lima pagi saat matahari terbit dan keluar kamar hotel, kemudian berjalan di tepi pantai kala sepi dan tak ada orang di situ. Sensasi pengalaman mendengarkan deburan ombak laut ternyata memberikan rasa bahagia.

2. Baik untuk kesehatan kulit dan tulang

Sinar matahari yang mengandung vitamin D ini baik untuk nutrisi kulit dan tulang. Saya sangat merasakan bagaimana saya rindu kulit saya terbakar matahari kala saya sedang menghadapi musim dingin di Eropa. Sebagai orang yang berasal dari iklim tropis, saya kerap merindukan hangatnya matahari. Perasaan ini mungkin juga dialami oleh sebagian orang dari negeri empat musim. Itu sebab laut menjadi destinasi liburan mereka.

Anda tahu bahwa kulit dan tulang sehat itu membahagiakan. Saya tak perlu menyimpan kaki dan tangan di balik selimut hangat. Tak perlu sarung tangan dan kaos kaki di luar rumah. Ada kalanya kita menjadi bersyukur ketika kita merasakan hangatnya matahari. Itulah rasa bahagia.

3. Laut menyimpan memori masa lalu yang indah

Siapa pun pasti punya kenangan saat menghabiskan diri di laut di masa lalu. Saya bercerita pada suami tentang masa lalu dimana saya mencoba parasailing di Bali. Pengalaman itu benar-benar menakjubkan bahwa saya yang semula takut mencobanya, ternyata saya mampu. Lalu suami saya bercerita liburannya di tepi laut mediterania di Italia bersama teman-temannya klub olahraga yang punya cerita lucu. Kami berdua pun tertawa mengenang cerita itu.

4. Mengurangi stress

Ketika kami pergi untuk berjemur di pantai, kami tinggalkan semua alat komunikasi dan elektronik. Ini seperti retreat atau wellness urlaub, dimana kami mengundurkan diri sejenak dari hiruk pikuk kesibukan pekerjaan dan studi. Kami hanya bawa buku untuk mengisi waktu. Itu salah satunya.

Ada banyak cara orang mengurangi stress di laut. Ada yang melakukan olahraga air. Ada yang berenang di laut. Ada yang melakukan diving dan snorkling. Atau hanya diam saja di atas balai-balai yang disediakan di tepi pantai. Dijamin itu semua tidak membuat stress. Alam menciptakan rasa bahagia sebagaimana yang ingin anda lakukan untuk mensyukurinya.

5. Membuat nyaman dan mudah terlelap (tidur)

Jujur saya merasa nyaman di balai malas di tepi pantai. Ini membuat saya tertidur sambil membaca buku. Angin pantai semilir membuat saya terlelap di balai malas itu. Begitu pun setelah seharian berada di laut, saya merasa ngantuk dan sudah tertidur lebih awal. Sepertinya saya menikmati pesona laut dengan baik sehingga saya bahagia.

Biasanya kita menjadi sulit tidur ketika ada sesuatu yang masih mengganggu dan membuat tak nyaman. Seharian di laut membuat saya mudah tidur di malam hari. Bahagia rasanya.

Saya pikir apa pun pilihan liburan anda. Pastikan bahwa itu membuat anda bahagia menikmatinya.

Bahagia itu “The Way of Life” Bukan Target Hidup

Banyak orang menjadikan kebahagiaan menjadi tujuan utama. Padahal saat mereka berusaha keras mendapatkan kebahagiaan, cara dan kerja mereka itu belum tentu membuat bahagia.

Bahagia itu adalah cara untuk kita hidup, bukan tujuan utama. Seberapa pun harta yang dimiliki, jika seseorang merasa bahagia memilikinya maka tujuan hidupnya akan terasa mudah diraih. Tetapi seseorang memiliki harta dan berusaha keras mengejar kebahagiaan, maka dia mendapati kesia-siaan. Kebahagiaan itu tidak untuk diraih, hanya perlu dialami dan diakui. Apakah saya sudah bahagia?

Bagaimana pun bahagia itu sederhana saja, tetapi target manusia yang disusunnya itu kompleks dan rumit. Dengan begitu, seseorang menjadi frustrasi ketika ia tidak mencapai tujuan dan targetnya. Jika ingin mencapai target dan prioritas hidup, jadikan bahagia itu caranya. Saya punya target untuk memiliki rumah idaman dengan bahagia menjalani pekerjaan sebagai buruh pabrik. Bahagia menjadi buruh pabrik berarti saya bersyukur bangun pagi untuk bekerja, dan seterusnya. Bahagia menciptakan suasana positif.

Mengapa?

Dengan bahagia, kita lebih mudah mendapatkan pengaruh positif. Pikiran yang positif itu tentu mendorong tindakan konstruktif, bukan destruktif. Contohnya, jika kita bisa tetap bahagia saat kalah maka kita bisa memberi ucapan selamat berbahagia kepada lawan. Tetapi bayangkan jika kita tidak bahagia saat kita kalah, maka kita bisa marah-marah, memaki, mengumpat bahkan merusak dan menyerang orang lain.

Seorang peneliti yang menguji dampak kebahagian terhadap kinerja berpendapat bahwa saat kita bahagia, otak kita akan berfungsi maksimal. Di sisi lain, seorang karyawan yang bahagia juga membuat kreatif. Itu sebab saat anda bahagia bekerja maka perusahaan pun puas dengan performa anda. Saya ingat pertanyaan awal saat saya menyelesaikan percobaan kerja (probetag) di Jerman, si supervisor tersebut kerap bertanya “Apakah anda menyukai apa yang anda kerjakan?” Ini penting karena kesukaan itu memicu kebahagiaan.

Begitu besar pengaruh kebahagiaan dalam hidup manusia. Bayangkan jika kita tidak bahagia terhadap apa yang kita jalani, tentu ada kekecewaan dan hal-hal negatif lainnya yang menghinggapi kita.

Bahagia itu HAK setiap orang.

Jika anda belum merasa bahagia, cari dan temukan itu dalam diri sendiri. Kebanyakan orang memaknai bahagia dari luar diri. Padahal jika kita memaknai bahagia dari luar diri sendiri, kita tidak pernah terpuaskan.

Sederhananya, tuliskan satu hal yang membahagiakan saat ini!

Jika sudah, lakukan begitu seterusnya sehingga anda tahu bahwa anda adalah orang yang berbahagia. Ingat bahagia itu tidak perlu besok atau nanti. Bahagia itu kapan saja.

Bahagia itu cara anda memahami rencana Tuhan dalam hidup, seberapa pun sulitnya yang dihadapi.

Happy Mind, Happy Life

You are what you think. To be happy is a simple way which comes from our mind. It meant you get what you think. Think to be happy, then you will have happy life. 

The matter is how to change our mind every day due to the each day has own problems. “How comes to be happy when I have problem every day, Anna?” That was a question a friend of mine yesterday. It seems she has a same big issue day by day.

I answered “Solve your problem! Then find your own path of happiness.” We can’t ever feel happy when we always think problem. 

The blissful feeling comes from our mind. My mother adviced me that every day has own difficulties. She said “You can forget your problem, not your happiness.” We are deserve to be happy. How big the problem is, keep to think to be happy. Sometimes when we have problems, then we forget to be happy. 

Our mind has power to control whatever we feel, including happiness. 

Happy Weekend!

***

Pikiran Bahagia, Hidup Pun Bahagia  

Anda adalah apa yang anda pikirkan. Pepatah tersebut menunjukkan seberapa besar kekuatan pikiran, termasuk menjadi bahagia. Jadi bahagia itu sebenarnya sederhana. Pikirkan yang bahagia maka anda akan merasa bahagia. Sejatinya apa yang kita pikirkan, itulah yang kita dapatkan.

Seorang teman datang pada saya dan bertanya “Bagaimana saya bisa bahagia jika setiap hari saya punya masalah, Anna?” Menurut saya, dia punya masalah yang besar dan sama hari ke hari. Ini yang jadi hambatan untuk berpikir bahagia yakni sulit mengubah pikiran karena setip hari berhadapan dengan masalah. 

Saya katakan padanya “Pecahkan masalahmu! Kamu tidak akan pernah bahagia jika hanya memikirkan masalah yang sama hari ke hari.” Temukan jalan kebahagiaan anda dengan menyelesaikan masalah, bukan menumpuk masalah.

Ibu saya menasihati bahwa setiap hari punya kesusahan tersendiri. Apa yang dihadapi di hari itu, segera selesaikan agar tidak menghambat pemikiran anda untuk bisa bahagia. Sederhananya, jadi bahagia adalah pikirkan untuk selalu bahagia. Hanya itu!

Selamat berakhir pekan!

Konsep Bahagia Ala Albert Einstein: das Leben zu Leben

Albert Einstein di Museum Madame Tussauds. 

Kekaguman saya dengan tokoh ini tidak hanya sekedar sebagai ilmuwan semata namun juga seorang tokoh humanis. Meski tak selesai menonton film dokumenter yang bercerita mengenai otobiografi tokoh Albert Einstein, namun saya percaya keseluruhan dari proses hidup Einstein tetap dikenal dan dikenang. Jika orang lain memandang tokoh ini dari kajian ilmu fisika, saya mendapatkan banyak inspirasi lainnya yang tidak berbau ilmiah. Seperti yang pernah saya tulis tentang kesalahan sebagai suatu pelajaran, bukan kegagalan.

Baca https://liwunfamily.com/2016/09/18/jadilah-bijaksana-usai-kesalahan/

Baru-baru ini saya menonton berita di televisi di sini, bahwa kertas yang ditulis Albert Einstein tentang ‘konsep bahagia’ telah laku terjual dalam lelang. Dikatakan bahwa Einstein memberikannya pada room boy hotel tempatnya menginap di Jepang. Ini semacam pengganti tip karena di Jepang tak berlaku budaya tip. Ia berpesan bahwa secarik kertas yang ditulisnya dalam bahasa Jerman lebih berharga ketimbang tip yang sesungguhnya. 

Menurutnya, kehidupan yang sederhana itu lebih mendatangkan kebahagiaan ketimbang hidup yang terikat dan gelisah untuk mengejar kesuksesan. Menarik ya! Bagi saya, itu benar. Kesuksesan itu kadang menimbulkan ketidakpuasan apalagi ukurannya bermacam-macam tergantung norma sosial, pendidikan dan pendapat pribadi. Jadi ketika sukses menjadi ukuran kebahagiaan, rasanya itu malah menimbulkan ketidakbahagiaan.

Baca https://liwunfamily.com/2017/06/11/sukses-itu

Pria kelahiran Jerman ini juga membuat saya paham bahwa hidup pada kenyataannya tidak seperti teori. Apakah anda pernah mengalaminya? ‘If the facts don’t fit the theory, change the facts.’  Quotes dari Albert Einstein. Anda akan ‘gila‘ jika ingin hasil yang berbeda dengan cara yang sama. Berubahlah jika ingin hasil yang lebih baik.

Bagaimana pun bahwa hidup terjadi sebagian besar tidak sesuai dengan teori yang kita pikirkan. Itu artinya berusahalah sekuat tenaga. Kata Einstein sekali lagi, dimana ada kemauan disitu pasti ada jalan. Tuhan membayar bagi siapa pun yang bekerja keras untuk menggapainya.

Kembali lagi ke topik kebahagiaan, si pembuat teori relativitas pun secara jelas sudah menyatakan bahwa kebahagiaan juga sifatnya relatif. Bahagia menurut saya, belum tentu bahagia menurut anda. Karena bahagia menurut saya adalah keajaiban-keajaiban diluar teori yang saya buat. 

Terakhir saya sepakat dengan yang dikatakan Albert Einsten yakniEs gibt zwei Wege, das Leben zu Leben: alles selbstverständlich zu nehmen, oder die ganze Welt als Wunder zu betrachten. Ich glaube an Letzteres. Yups, bahwa keajaiban yang terjadi dalam hidup itu yang memunculkan kebahagiaan secara sederhana.

Anda sendiri bagaimana? Selamat berhari Minggu ❤