Ternyata Isteri Lebih Banyak Belajar Bahasa Ibu dari Suami, Daripada Sebaliknya

Pernikahan campur dua suku bangsa (interracial marriage) seperti yang saya lakukan, nyatanya menarik untuk menjadi bahan diskusi. Ide diskusi adalah apa bahasa pengantar yang dipergunakan dua orang yang mengikat janji suci pernikahan bilamana keduanya berasal dari bahasa ibu yang berbeda. Hal ini sudah barang tentu menjadi pertanyaan kerabat dan handai taulan yang menjadi kenalan kami. Bagaimana jika saya dan suami mengalami pertengkaran? Sulitkah berkomunikasi saat anda atau pasangan berbeda bahasa ibu sedang mengalami masalah?

Selama tinggal di Jerman, saya kerap berjumpa dan ngobrol dengan sesama kenalan yang juga melakukan praktik kawin campur. Pertama, kenalan asal Slovenia yang menikah dengan pria Jerman. Menurut cerita dia, sewaktu mereka masih berpacaran, bahasa pengantar mereka adalah bahasa Inggris. Kemudian mereka menikah dan tinggal di Jerman. Isteri harus belajar bahasa Jerman. Bahasa pengantar mereka pun berubah menjadi bahasa Jerman. Jika mereka berdua terjadi pertengkaran, maka suami berbahasa Jerman sedangkan bila isteri tidak mengerti, dia hanya cuek dan tidak menanggapi. Bahkan isteri lebih baik menghindar saat bertengkar karena isteri bingung gramatik atau tata bahasa yang dipergunakan untuk membalas kalimat suami yang tidak dimengerti. Suaminya tidak belajar bahasa ibu dari isteri.

Kedua, kenalan saya yang lain asal Slowakia. Dia menikah dengan pria asal Polandia. Mereka berdua sudah menikah dan tinggal di Jerman. Isteri belajar bahasa ibu dari suami melalui internet dan tayangan televisi sehari-hari program negeri Polandia. Suaminya tidak suka belajar bahasa ibu dari isterinya. Jika mereka mengalami masalah dan bingung berbicara satu sama lain, maka keduanya berusaha menggunakan bahasa Polandia.

Ketiga, kenalan saya asal Rumania. Dia pun menikah bersama pria asal Yunani. Karena isteri pernah bekerja di restoran Yunani lama sekali maka dia bisa berbahasa Yunani. Suaminya tidak bisa berbahasa Rumania.

Terakhir, kenalan lain asal Polandia. Dia menikah dengan pria India. Sejak awal bertemu mereka sudah berbahasa satu sama lain dengan menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar. Sebagaimana diketahui, bahasa Inggris adalah bahasa ibu kedua di India. Suaminya tidak pernah berbicara bahasa Polandia.

Menarik pengalaman subjektif dari beberapa kenalan saya di atas, saya dan sebagian rekan diskusi menjadi penasaran. Mengapa isteri harus belajar bahasa ibu dari pihak suami? Mengapa para pria yang menjadi suami begitu malas belajar bahasa ibu dari pihak isteri?

Apakah ada pendapat?

Kecerdasan Linguistik? Begini 7 Cara Meningkatkannya

Contoh melatih kecerdasan linguistik adalah mencocokan kalimat. Tentu anda harus punya banyak wawasan mengisinya seperti banyak membaca. Contoh kuis di majalah Jerman tentang kuliner dari Indonesia. Hayo, apa jawabannya?

1_blog
Contoh laporan pembelajaran yang dibuat oleh siswa. Ini menarik untuk melatih kecerdasan Linguistik. Dokumen pribadi.
blog4
Kecerdasan Linguistik juga ditentukan seberapa banyak bahan bacaan yang dibaca. Dokumen pribadi.

 

 

Tidak cerdas Matematika apalagi IPA? Jangan takut! Ini pengalaman pribadi bahwa saya tidak pandai dalam kedua ilmu tersebut. Namun nyatanya bahwa kehidupan kemudian dalam pekerjaan ditentukan oleh seberapa besar minat dan bakat saya. Jika dulu mitos berkembang bahwa orang yang cerdas adalah pandai dalam ilmu hitung dan ilmu alam. Sekarang kecerdasan tidak ditentukan semata-mata kepandaian dalam dua ilmu tersebut.

Saat kuliah psikologi, saya diperkenalkan pada Theory of multiple intelegencies yakni bahwa kecerdasan tidak ditentukan oleh satu faktor tunggal. Hal ini disampaikan oleh Psikolog Amerika Howard Gardner (1983). Salah satu kecerdasan yang menjadi elemen dari teori tersebut adalah kecerdasan linguistik. Pastinya penasaran apa sih kecerdasan linguistik?

Kecerdasan linguistik adalah kemampuan untuk berpikir dalam kata-kata dan menggunakan bahasa yang mengekspresikan dan memahami kalimat yang kompleks. Sederhananya adalah kompetensi ini ditentukan dari seberapa baik anda dalam menyerap bahasa lisan dan tulisan. Tak hanya itu, kompetensi ini juga ditentukan pada kemampuan menyampaikan pendapat secara lisan dan tulisan. Mungkin anda berpikir kecerdasan linguistik ada pada mereka yang berkarya sebagai wartawan, penulis atau pembicara publik misalnya. Namun sebenarnya setiap orang punya kecerdasan linguistik ini, namun mana yang lebih dominan dalam tiap pribadi.

Seorang mahasiswa dituntut mau tidak mau mempertajam kecerdasan linguistik mereka. Bagi mereka yang menempuh program magister misalnya dosen lebih banyak membuat anda berpikir analitik lewat ceramah mereka. Atau anda diminta untuk lebih sering mengutarakan pendapat di kelas atau membuat paper. Kadang saya berharap seandainya di sekolah dulu di Indonesia tiap guru meminta siswa membuat laporan pembelajaran, tentu ketika mahasiswa menulis tidak lagi menjadi masalah.

Siapa pun anda, berikut saran saya jika ingin meningkatkan kecerdasan linguistik:

(1). Bermain teka-teki silang atau acak kata.

Saya suka sekali permainan ini. Selain mengasah otak tentunya mengisi teka-teki silang juga termasuk mengisi waktu luang. Di sini otak anda akan berpikir untuk mencari atau mencocokkan kata yang sesuai. Meski sebuah permainan, namun ini sulit juga. Permainan ini juga menguji kekayaan kosakata yang anda miliki. Disamping itu tentu anda harus punya banyak wawasan agar bisa memenangkan permainan ini.

(2). Menulis jurnal atau buku harian. 

Ini mungkin cara yang paling mudah. Sejak kelas 3 SD saya sudah memulainya dari sekedar buku tulis sederhana hingga buku yang memang spesial buku harian. Ayah saya menyarankan untuk menulis pengalaman apa saja yang dialami setiap hari. Menarik ya! Dari menulis buku harian, saya jadi paham bagaimana menuangkan pengalaman secara terstruktur. Benar juga saran ayah saya.

Baca https://liwunfamily.com/2015/11/05/5-tips-ajari-anak-gemar-menulis/

img-20160308-wa0020.jpg
 

Untuk menentukan kecerdasan Linguistik juga diperlukan seberapa banyak bahan bacaan yang dibaca. Dokumen pribadi

 

(3). Membaca. 

Semua sepakat jika dikatakan membaca dapat meningkatkan kecerdasan linguistik. Ketertarikan saya membaca bermula dari rasa ingin tahu. Setelahnya saya pikir membaca menambah kekayaan kosakata dan meningkatkan wawasan. Bukankah saat berbicara anda perlu banyak wawasan juga agar diterima publik?

Baca https://liwunfamily.com/2015/02/20/strategi-ajari-anak-membaca-secara-komperhensif/
(4). Ikut kursus menulis. 

Tahun 2009 saat saya dapat educational benefit dari kantor tempat saya bekerja 500 USD. Saya manfaatkan uang itu dengan ikut kursus singkat menulis. Alasannya posisi pekerjaan saya membutuhkan kapasitas menulis lebih banyak. Di sini tidak hanya didapatkan teknik menulis saja namun memotivasi peserta agar percaya diri untuk menulis. Rupanya kebanyakan orang masih ragu dan tak percaya diri untuk menulis.

Baca https://liwunfamily.com/2009/11/26/menulis-adalah-seni/

(5). Menekuni bahasa asing.

Sekarang saya menguasai tiga bahasa yakni bahasa Indonesia, bahasa Inggris dan bahasa Jerman. Ternyata kursus bahasa itu menyenangkan juga. Saya belajar bagaimana berkomunikasi bahasa asing kepada orang lain meski itu sulit. Teman kursus saya di Jerman dari berbagai budaya, terutama mereka adalah migran dan pengungsi. Terbayang bahwa sering kali saya harus menjelaskan sesuatu namun mereka tidak paham karena bahasa Inggris dan bahasa Jerman yang terbatas. Di sini anda dilatih kecerdasan linguistik agar komunikasi yang anda sampaikan dipahami dengan baik.

Baca https://liwunfamily.com/2015/02/15/belajar-bahasa-jerman-ala-instan/

(6). Menulis puisi, cerita pendek atau lirik lagu.

Jika tak suka melakukan poin satu hingga lima, coba deh membuat puisi. Mungkin idenya tak menarik namun mengapa tidak buat puisi? Keluarkan sisi romantis anda! Buatlah puisi yang tak perlu dibaca oleh orang lain jika merasa malu! Atau anda bisa membuat khayalan jadi cerita pendek misalnya. Ini sering saya buat jika saya mentok menemukan ide menulis. Namun bagi anda yang berbakat, bukan tidak mungkin membuat lirik lagu.

(7). Menonton film.

Tak suka melakukan enam poin di atas, coba menonton film. Anak teman saya pandai berbicara bahasa Inggris meski usianya masih balita rupanya setiap hari dibiarkan menikmati tayangan film kartun berbahasa Inggris. Film juga berpengaruh untuk mengasah linguistik anda mulai dari memahami tokoh film, alur cerita hingga kosakata yang muncul bilamana itu film berbahasa asing.

Kesimpulan

Kecerdasan linguistik bagi seseorang penting di era revolusi komunikasi saat ini. Tentu kecerdasan ini menyangkut kemampuan berbahasa, baik tertulis maupun lisan sehingga pesan tersampaikan dengan baik. Meningkatkan kecerdasan Linguistik perlu agar dapat membantu seseorang memecahkan masalah dengan baik dan juga melatih kecakapan penalaran abstrak. Mereka yang cerdas linguistik juga berbicara terstruktur dan pandai dalam berpendapat, terutama bagi mereka yang menjadi pembicara publik, motivator, penyiar, dsb. Cerminan ini memang perlu latihan terus menerus misalnya dengan rajin menulis seperti blogging yang saya lakukan saat ini.

Baca https://liwunfamily.com/2016/04/02/hebatkan-dirimu-lewat-tulisan/

Ada pendapat?

5 Alasan Perlu Belajar Bahasa Jerman

wpid-6-bmw-museum.jpg.jpeg
Siapa yang tak kenal mobil buatan Jerman ini, BMW? Produk buatan Jerman memiliki kualitas yang dikenal di seluruh dunia. Ilustrasi: Museum BMW. Sumber foto: Dokumen pribadi.

Apakah anda suka belajar bahasa asing? Apa tujuan anda belajar bahasa asing?

Saya belajar bahasa Jerman awalnya adalah karena ingin menambah skill berkomunikasi dalam bahasa asing selain Bahasa Inggris yang sudah dikuasai saat bekerja. Itu alasan pertama. Kedua, bahasa Jerman pun wajib saya kuasai karena saya ingin study lanjutan di Jerman. Tak mudah bagi orang Jerman membalas pertanyaan anda dengan bahasa asing lainnya meski mereka paham yang dimaksud, mereka tetap akan berbahasa Jerman untuk membalasnya.

Tenang saja, banyak kosakata dalam bahasa Jerman yang mirip atau sama dengan bahasa Indonesia. Selain itu, anda juga tidak kesulitan belajar bahasa Jerman karena menggunakan huruf latin, bukankah sama seperti dengan Indonesia? Kali ini ada lima alasan mengapa perlu bahasa Jerman. Simak di bawah ini:

1. Bahasa Jerman adalah bahasa keempat yang populer dipelajari di dunia.

Selain bahasa Inggris, bahasa Perancis dan bahasa Mandarin, ternyata oh ternyata bahasa Jerman disukai untuk dikuasai oleh pemula. Tercatat di Goethe, lembaga resmi bimbingan bahasa Jerman ada 14,5 juta orang yang belajar bahasa Jerman. Juga bahasa Jerman diajarkan di sekolah di 144 negara di dunia. (Sumber)

Di dunia tercatat ada 6 negara yang menggunakan bahasa Jerman sebagai bahasa sehari-hari yakni Jerman, Austria, Swiss, Belgia, Luxemburg dan Liechtenstein. Ditambah beberapa negara lain yang pernah jadi koloni negara Jerman dan sebagian orang lain yang belajar bahasa Jerman maka diperkirakan ada 280 juta penduduk di dunia yang menguasai bahasa Jerman.

Di USA dengan native English, bahasa Jerman adalah bahasa asing ketiga lainnya yang digunakan selain bahasa Spanyol, bahasa Perancis dan American Sign Language. Konon terjadi migrasi yang cukup besar dari orang Jerman hijrah ke USA. Jadi jangan salah jika ada sebagian family name asal Jerman yang tersebar juga di USA, termasuk family name keluarga suami.

2. Bahasa Jerman diperlukan untuk memahami buku-buku pengetahuan terutama filsafat dan psikologi.

Jika seorang Jerman, Martin Luther tidak menerjemahkan Alkitab dari bahasa Latin ke dalam bahasa Jerman, mungkin sampai sekarang kita mengenal Alkitab dalam bahasa Latin saja. Banyak tokoh dunia yang populer dengan sastra dan karya tulis lainnya berasal dari Jerman. Tidak usah disebut, anda pasti mengenal banyak tokoh pujangga dan filsuf asal Jerman.

Ketika saya belajar Psikologi di Universitas pun diketahui bahwa ilmu psikologi lahir di sebuah universitas di Leipzig, Jerman. Tokoh psikologi yang populer dari Austria, berbahasa Jerman seperti Sigmund Freud pun banyak menghasilkan karya tulis. Jika anda suka musik seperti Beethoven yang lahir di Bonn dan Mozart yang lahir di Salzburg, keduanya berbahasa Jerman.

Artinya begitu mudah bagi anda belajar berbagai ilmu pengetahuan langsung dari karya-karya mereka seandainya bisa menguasai bahasa Jerman. Itu artinya anda bisa mengenal buah pikir tokoh-tokoh dunia tanpa perlu diterjemahkan.

3. Suka Teknologi? Belajar bahasa Jerman amat diperlukan.

Siapa yang tidak mengenal berbagai produk buatan Jerman? Aneka mobil dan elektronik lainnya yang berasal dari Jerman tentu lebih dipercaya kualitasnya. Ya ‘kan? Made in Germany pasti disukai meski harganya tak murah. Bagi orang yang membayar kualitas, produk buatan Jerman menjadi pilihan.

Mengapa produk mereka berkualitas? Contohnya nih waktu saya mampir di Museum BMW. Ada slogan yang dibuat ‘Striving for perfection in everything you do’ Mereka menuntut kesempurnaan, kualitas itu nomor satu. Jadi jika ingin berbisnis, bahasa Jerman perlu dikuasai agar negosiasi menjadi lancar. Ada pepatah Jerman mengatakan ‘Wer Deutsch spricht, kauft auch Deutsch.’ Nah, silahkan cari sendiri maknanya.

4. Bahasa Jerman diperlukan bilamana anda study di Jerman.

Jerman dikenal berada di urutan ketiga sebagai Best Countries for Education, atau negara yang punya pendidikan terbaik setelah UK berada di nomor dua dan Kanada di urutan pertama. Tidak bisa dipungkiri bahwa sudah ada Universitas di Jerman yang juga membuka studi dalam bahasa Inggris. Namun sebagian besar perkuliahan berlangsung 30% bahasa Jerman meski menggunakan bahasa pengantar bahasa Inggris. Sedangkan lainnya masih tetap menggunakan bahasa Jerman dalam perkuliahan. Apalagi kesempatan untuk mendapatkan beasiswa juga semakin besar bilamana menguasai bahasa Jerman di tingkat profesional.

5. Bahasa Jerman jadi modal dasar bilamana ingin tinggal di Jerman.

Jerman menduduki posisi keempat sebagai sepuluh negara terbaik di dunia untuk tinggal. Sebagai negara industri kesempatan bekerja juga tinggi karena angka pengangguran di sini pun rendah. Di Jerman pekerja mendapatkan upah minimal tertinggi dibandingkan negara lain di Eropa. Terbukanya lapangan pekerjaan dan kehidupan yang nyaman membuat siapa saja ingin tinggal dan menetap di Jerman.

Tentu maksud dan tujuan tinggal di Jerman pertama-tama anda perlu membuktikan kemampuan bahasa Jerman. Ini tak mudah namun setelah anda bisa menguasai tata bahasa, kosakata dan kasus penggunaan kalimat maka anda akan mengatakan ‘Deutsch ist einfach.

Jadi apakah anda tertarik untuk belajar bahasa Jerman juga?