Tampil Cantik dengan Bedah Plastik? Tunggu!

cropped-img_20161017_152839_153.jpg
There is no cosmetic for beauty like happinness. Sumber foto: Dokumen pribadi.

Perkembangan teknologi telah mendorong orang berinovasi untuk membuat anda tampil rupawan, cantik bagi perempuan dan tampan bagi laki-laki. Banyak orang menginginkan penampilan seperti yang diinginkan secara fisik terlihat mata lebih indah dan sempurna.

Namun, sadarkah anda bahwa suatu saat anda akan terjebak pada kecanduan untuk melakukan lagi dan lagi sehingga anda selalu merasa kurang dan kurang? Kecanduan ini memang tiada pernah habisnya sepanjang anda punya uang. Vermak di sana sini sehingga anda tidak lagi merasa resah saat tampil di publik. Kemudian anda berpikir anda sudah layak tampil di publik dengan kondisi yang anda inginkan, bukan yang Tuhan ciptakan.

Adalah Obsesi fisik yang kompulsif dalam istilah psikologi dikenal dengan nama BDD, Body Dysmorphic Disorder. Gangguan somatoform dimana individu merasa khawatir berlebihan dengan citra tubuhnya yang dirasa “cacat” atau “kurang” atau tidak seperti yang diharapkannya sebagai bagian dari penampilan fisik mereka di mata publik.

Keresahan orang dengan BDD ini bisa dikaitkan dengan penerimaan diri (self acceptance). BDD bisa diawali sejak masa puber, masa pencarian jati diri, yang mungkin menyangkut penampilan fisik seperti semacam kritikan pedas dari orang terdekat dan menyakitkan hati. BDD berusaha menutupinya dengan busana, perhiasan dan riasan yang menutupi kekurangannya. Mereka memerlukan waktu berjam-jam untuk berpenampilan. Akhirnya mereka berpikir bedah plastik dapat memperbaikinya. Tetapi sebenarnya ini sebuah “gejala awal” hingga anda merasa selalu ingin memperbaiki lagi dan lagi atau tak pernah merasa puas. Kecenderungan yang muncul bukan kepuasan penampilan, namun ketidakpuasan batin. Mengapa? Karena anda tidak menjadi diri anda sendiri.

Public figure yang pasti anda kenal seperti Michael Jackson, yang tak pernah puas dengan bedah plastik yang dilakukannya sehingga menyesengsarakannya. Ia jadi sulit kena paparan sinar matahari. Kasus lainnya banyak anda temui bagaimana bedah plastik dapat membawa pada kematian.

BDD umumnya adalah mereka yang tampil normal atau bahkan penampilan mereka sudah menarik. Mereka hanya tidak bisa terima ejekan atau penghinaan kemudian memperbaiki beberapa aspek dari penampilan fisik mereka. Gangguan BDD bisa menjadi ekstrim dan kemungkinan berujung pada kematian, yang semula hanya berasal dari konsep dirinya.

Kasus BDD ekstrim dapat ditemukan pada Lolo Ferrari seorang entertainer (presenter acara TV), yang meninggal pada 5 Maret 2000 akibat sistim tubuhnya yang sudah rusak parah. Semasa hidup, ia memilki payudara ukuran 54 GG dan suka mengenakan cincin hingga 15. Ia merasa tidak percaya diri bila menanggalkannya. Ia juga merasa mengerikan bila tanpa make up.

So, there is no cosmetic for beauty like happiness!

Kembangkan pikiran positif dan bangun konsep diri yang lebih baik dengan talenta yang anda miliki. Penampilan tidak melulu soal fisik, jika anda sudah merasa bahagia.

Bahagia itu sederhana. Jadi diri sendiri sudah cukup! Atasi rasa ketidakpuasan dengan bersyukur.

 

Advertisements

Plus Minus Perempuan Berambut Panjang

Lukisan perempuan berambut panjang. Sumber foto: Dokumen pribadi.

Nah, berikut ini akan diuraikan yang kelebihan dan kekurangan bagi perempuan yang berambut panjang dari segi penampilan dan ekonomi. Check it out!

Plus-nya perempuan berambut panjang:

  • Perempuan berambut panjang konon dipersepsikan sebagai perempuan yang anggun dan terlihat feminin. Padahal feminitas perempuan tidak ditentukan dari panjang dan pendek rambut ya. Namun begitulah persepsi yang tercipta di luar, terutama para pria. Meskipun ada juga perempuan yang berambut pendek dan tetap terlihat feminin dengan tampilan rambutnya.
  • Perempuan berambut panjang mudah untuk membuat gaya dan tatanan rambut. Kebayang bahwa rambut panjang akan mudah digelung, diikat, dikonde, dikepang atau dibuat macam variasinya sesuai kebutuhan dan keperluan. Sementara tatanan rambut pendek perlu menyesuaikannya, bahkan perlu rambut palsu untuk memenuhi keinginan.
  • Rambut dipandang sebagai mahkota perempuan. Jika perempuan berambut panjang, sebagian pria memandang ada pesona tersendiri bagi mereka yang memilikinya. Pesona itu bisa terlihat bahwa perempuan berambut panjang terlihat seksi, rupawan, keibuan, menarik, dsb. Namun terlepas dari panjang pendeknya rambut bahwa pesona perempuan lagi-lagi sebenarnya hanya bersifat subjektif. Semua perempuan bisa terlihat cantik dan menarik bilamana mereka memiliki inner beauty yang memancar, bukan kepemilikan panjang pendek rambut.

Minus-nya perempuan berambut panjang:

  • Memiliki rambut panjang tentu memakan biaya untuk melakukan perawatan intensif. Coba saja datang ke salon kecantikan rambut! Mereka akan menawarkan harga bervariasi tergantung panjang pendeknya rambut.
  • Memerlukan sampo/pencuci rambut yang lebih banyak dengan kuantitas yang sering dan intens agar rambut tetap bersih.
  • Perlu banyak waktu untuk menata rambut saat ingin melakukan penampilan yang terbaik, dibandingkan perempuan berambut pendek.
  • Jika tidak pandai dalam membuat tampilan dan teknik variasi rambut panjang, perempuan berambut panjang bisa terlihat tidak moderen.

Jadi, pilihan rambut ada di tangan anda. Pastikan bahwa anda sebagai perempuan dapat terlihat menarik dengan rambut panjang atau rambut pendek.

10 Alasan Kemungkinan Saya Tidak Lagi Berjerawat

Dulu rasanya sulit sekali wajah tanpa jerawat bagi saya. Jerawat-jerawat itu senang pada saya bisa jadi karena masalah pubertas, stress atau cara merawat wajah yang salah dan lain sebagainya. Memiliki wajah berjerawat begitu menyebalkan karena mengganggu penampilan. Tidak hanya itu, berwajah jerawat membuat percaya diri jadi menurun.

Berdasarkan pengalaman tersebut, saya ingin berbagi 10 alasan kemungkinan saya sudah tidak lagi berjerawat

1. Menikah

Ada yang bilang jerawat akan hilang dengan sendirinya saat seseorang menikah. Ternyata betul juga sih. Saya sempat pergi ke dokter kulit beberapa kali buat pengobatan.Tentunya ini tidak murah. Menjelang pernikahan, jerawat saya juga masih bermunculan dan kata orang lagi-lagi itu wajar karena belum menikah. Entah itu mitos atau tidak, faktanya wajah saya bersih dari jerawat setelah menikah. Apa ada kaitannya? Coba saja diteliti!

2. Sudah melewati masa pubertas

Masa pubertas yang dilewati saat remaja menandakan berbagai perubahan dan perkembangan biologis dan tentunya hormonnya. Di usia saya yang memasuki usia perkembangan dewasa madya, yang berarti masa pubertas sudah dilewati dengan baik. Jadi bagi yang masih berada di masa pubertas, berjerawat itu normal kok. Suatu saat pada masanya, wajah anda akan bebas jerawat.

3. Hidup teratur

Setelah direfleksikan lagi saat dulu masih berjerawat, ternyata hidup saya tidak teratur. Misalnya makan tidak teratur, tidur tidak teratur, segalanya jadi berantakan. Malah saya suka bergadang karena mengerjakan tugas sekolah atau tugas kuliah. Jangan salahkan bila jerawat muncul karena ketidakteraturan hidup anda! Kini saya punya waktu makan dan tidur yang teratur, bahkan tidur yang cukup.Jika tidur cukup maka dijamin wajah juga sehat.

4. Sudah paham cara merawat wajah sendiri 

Masa remaja adalah awal saya berjerawat. Awalnya dibiarkan saat satu, dua jerawat muncul, namun makin lama sibuk memakai berbagai obat agar jerawat hilang. Saya memang belum paham dengan wajah sendiri karena terpengaruh teman, pengaruh iklan, bahkan pengaruh orang lain buat coba segala hal. Hasilnya nihil. Jika kita tahu bagaimana merawat wajah dengan baik seperti bersihkan wajah sebelum tidur, tidak memegang wajah dengan tangan kotor, dsb tentu jerawat juga juga berkurang. Jika sudah paham merawat wajah sendiri, tentu anda akan tahu bagaimana tampil dengan wajah sehat dan cantik. Sedangkan untuk menghilangkan bekas jerawat, silahkan lihat info selengkapnya di artikel OhGitu tentang bekas jerawat!

 

5. Tidak melakukan eksperimen kosmetik 

Agar terlihat cantik dan menarik, saya memaksakan wajah berjerawat saya dengan pakai kosmetik. Hasilnya bukan main! Wajah saya bertambah banyak jerawatnya. Saya sering memakai kosmetik milik orang lain yang menurut saya tepat untuk wajah saya. Ternyata tidak. Sebaiknya tidak usah bereksperimen kosmetik bila wajah berjerawat.   Kini kosmetik yang saya pakai sedikit mahal namun tidak menyebabkan wajah berjerawat.

6. Kemampuan yang baik dalam mengelola stress

Bertambah dewasa, bertambah bijak pula saya dalam menghadapi kehidupan. Saat remaja, stress muncul saat kebutuhan berprestasi di sekolah/kampus tinggi namun tinggi pula persaingan. Lalu saya mudah stress karena tidak bisa menyelesaikannya dengan baik. Stress yang dihadapi ternyata bisa menjadi pemicu wajah berjerawat. Ini semacam reaksi fisik saat terjadi peningkatan reaksi emosional.

7. Konsumsi makanan sehat

Makanan sehat tidak hanya untuk tubuh yang sehat saja tetapi wajah yang sehat, bersih dari jerawat. Hasil penelitian menunjukkan makanan yang sehat dan baik bagi nutrisi kulit sangat diperlukan seperti sayur dan buah-buahan. Nah saat wajah berjerawat rupanya saya tidak mengontrol pola makan dan asupannya, jajan sembarangan sehingga memicu wajah berjerawat.

8. Punya gigi yang sehat dan bersih 

Seorang dokter kulit yang saya datangi mengatakan jerawat disekitar pipi bagian bawah disebabkan karena gigi yang tidak sehat dan mesti mengecek ke spesialis gigi. Setelah dicek, rupanya dokter gigi menemukan beberapa lubang kecil pada gigi. Jadi kesehatan gigi juga penting untuk mendapatkan wajah yang bebas dari jerawat. Setiap enam bulan sekali, saya pergi mengontrol gigi dan mengecek masalah gigi di dokter gigi. Alhasil gigi bersih dan sehat maka wajah juga bersih pula.

9. Gunakan produk rambut yang sesuai

Lain lagi cerita dokter di atas, nomor 8, saya juga sempat mendengar dari sepupu yang juga berjerawat bahwa ada pengaruh produk rambut terhadap wajah berjerawat. Rupanya ia memakai produk perawatan rambut yang membuat wajah cenderung berminyak. Lalu rambutnya yang menutupi sebagian wajah juga membuat wajah berjerawat. Sebaiknya kebersihan rambut juga diperhatikan agar wajah bersih dari jerawat. Bersihkan wajah dari rambut dengan mengikat rambut. Sekarang saya tidak lagi bereksperimen dengan pewarnaan atau perawatan kosmetik rambut. Meski shampo saya sedikit mahal yang penting cocok dan tidak menyebabkan jerawat di wajah.

10. Udara yang bersih, bebas polusi 

Menghirup udara yang bersih, segar dan bebas polusi adalah dambaan untuk hidup sehat. Hidup di tengah kota yang hiruk pikuk dengan polusi udara yang meningkat menyebabkan wajah juga mudah berjerawat. Akhirnya saya pindah dan mencari lokasi tinggal dimana saya masih bisa menghirup udara segar dan bebas polusi.

Nah, di atas adalah alasan kemungkinan yang menyebabkan wajah saya sekarang bebas berjerawat. Silahkan dicoba!

Ini Cara Kenali Kulit Kering dan Siasatnya

Salah satu ciri kulit kering bilamana ada luka, bekasnya perlu waktu lama menghilangkannya. Sumber foto: Dokumen pribadi.

Oh, ternyata begitu jenis kulit kering. Akhirnya jadi tahu apa jenis kulit kering setelah mendeteksi beberapa hal berikut:

  • Jika udara dingin karena AC dalam ruangan akan menyebabkan kulit terasa kering sehingga cenderung gatal di area tertentu, bisa jadi kaki atau punggung.
  • Bila disuruh cap lima jari untuk sensor pengenalan diri atau sidik jari misalnya di kedutaan atau kantor imigrasi, alat sensor sering tidak bisa mendeteksi sehingga perlu berulang beberapa kali.
  • Saat sedang berada di pegunungan semisal sedang hiking atau berkemah seperti yang biasa saya lakukan saat ABG maka saya mudah sekali kedinginan (gampang dingin) seperti tidak ada lagi lapisan lemak yang menyelimuti kulit saya. Jadi bagi mereka yang berkulit kering, mereka kekurangan jaringan lemak. Padahal jaringan lemak berfungsi untuk mengendapkan air di kulit sehingga terasa lembab. Namun ini tidak terjadi pada jenis kulit kering.
  • Sedangkan di musim dingin yang bersalju terkadang tanpa disadari kulit seperti perih kebaret-baret luka, sangking keringnya kulit apalagi bila pemanas ruangan dalam suhu optimal.
  • Biasanya jika usai luka akan menimbulkan flek hitam.

Di atas adalah tanda mengenali jenis kulit kering. Saya tahu setelah dokter mendengar keluhan saya. 

Nah, kini apa yang perlu disiasati untuk mengatasi kulit kering? Berikut tipsnya:

  1. Gunakan pelembab bila sensor sidik jari tidak bisa mengenali. Petugas biasanya tahu kok. Bahkan saya pernah mendapati mereka menyediakan body lotion di dekat alat sensor tersebut.
  2. Gunakan body lotion khusus kulit kering termasuk berada di ruangan ber-AC.
  3. Gunakan sabun yang banyak mengandung pelembab. 
  4. Gunakan sarung tangan dan penutup telinga saat bersalju ria di luar untuk melindungi kulit yang kering.
  5. Saat di area tropis, wajib bagi mereka yang berkulit kering menggunakan body lotion dan area dingin bisa gunakan body butter. Body lotion lebih banyak mengandung air dan cocok di area tropis. Sebaliknya body butter lebih banyak mengandung lemak sehingga cocok di daerah dingin.
  6. Gunakan juga selimut saat tidur di ruangan ber-AC.

Di bawah ini adalah larangan yang seharusnya dihindari:

  1. Hindari penggunan sabun yang mengandung antiseptik karena akan membuat tambah kering.
  2. Hindari mandi dengan air yang terlalu panas.
  3. Hindari penggunaan produk whitening karena biasanya mengandung AHA yang membuat kulit semakin kering.
  4. Hindari juga segala yang menggunakan scrub misalnya lulur badan perawatan di salon dengan scrub. Sesudah scrub justru kulit semakin kering sehingga akan terasa gatal.

Semoga bermanfat 😉