Chop Suey mit Knusprige Ente, Bebek Renyah dengan Saus Tiongkok: Makanan Khas Asia (48)

Kuliner asia berikut diperuntukkan bagi pecinta daging bebek. Apalagi bebek dibuat dengan renyah dan krispi sehingga membuat nikmat selera makan anda. Bebek goreng renyah yang dibalut dengan tepung roti memang jadi ciri makanan vietnam pada umumnya. Daging bebek benar-benar renyah, empuk dan gurih lagi. Nasi, bebek yang renyah dengan sayuran bersaus seperti masakan tiongkok umumnya akan menggugah selera anda.

Saya berusaha cari tahu apa yang dimaksud dengan chop suey. Makanan dengan bumbu ini biasa digunakan masyarakat Tiongkok umumnya dan sekitarnya. Terjadinya migrasi membawa citarasa kuliner pada masyarakat di Asia Tenggara seperti Vietnam, Filipina bahkan Indonesia. Salah satunya, makanan dengan bumbu chop suey ini dikenal di tanah air sebagai cap cay.

Apa yang membedakan selanjutnya?

Chop suey adalah tumisan aneka sayuran yang dikehendaki. Bumbunya pun sederhana saja. Hal yang membedakan si pemasak bisa memasukkan percikan saus agar rasanya berbeda. Seperti yang anda lihat dalam foto, tumisan sayuran dengan saus berwarna kecokelatan. Konon ada sedikit kecap, saus tiram dan kaldu sayuran di dalam. Ini kemudian yang membedakan dengan cap cay sebagai makanan nusantara yang berwarna terang dan tanpa saus.

Setelah detil sayuran dijelaskan, kini kita menikmati potongan bebek yang renyah. Porsinya cukup besar. Mungkin anda bisa mencoba kreasi makan bebek yang berbeda.

Advertisements

Gebackene Ente mit Reis, Nasi Bebek Beda Versi: Makanan Khas Asia (28)

Gebackene ente mit reis, pakai kuah kari.

Gebackene ente mit reis, yang mirip seperti nasi goreng bebek.



Sudah lama saya tidak membahas makanan selera Asia karena begitu sibuknya mengeksplor rasa baru. Yups, cerita berikut adalah dua menu nasi bebek yang memiliki kemiripan dengan rasa dan penyajian berbeda. Ini saya dapatkan saat saya membeli keduanya di kedai Imbiss Asia di sini. Jeda makan siang, saya tak punya waktu banyak untuk memasak. Lantas, saya pun membeli keduanya di waktu dan tempat berbeda.

Gebackene ente mit reis adalah judul nama masakan dalam bahasa Jerman. Itu artinya adalah nasi dengan bebek goreng. Bebek goreng di restoran di sini disajikan tidak seperti bebek goreng di Indonesia pada umumnya. Bebek goreng dipilih dari daging fillet bebek yang sudah diberi bumbu. Sampai saat ini, saya masih mendapati daging bebek yang renyah, penuh daging dan tanpa tulang. Sementara di Indonesia mungkin daging bebek tidak penuh, bertulang dan digoreng renyah. 

Hal yang membedakan lainnya daging bebek yang disajikan di sini dengan di Indonesia adalah daging bebek diberi tepung roti. Daging bebek sendiri sudah renyah ditambah tepung roti yang pastinya semakin kriuk di mulut. Untuk setiap porsi, biasanya satu potong daging bebek. Lalu pastinya si pramusaji sudah mengiris-iris menjadi potongan kecil yang memudahkan kita menyantapnya. 

Jangan bayangkan makan daging bebek dengan sambal pedas seperti di Indonesia! Itu pengalaman saya selama ini. Di sini tak ada sambal pedas, jika kita ingin “sambal oelek” biasa disebut begitu, kita bisa tambahkan sendiri. Oh ya “sambal oelek” khas Indonesia juga dijual loh di gerai supermarket di sini. Biasanya kedai imbiss menyediakan sambal itu untuk memenuhi selera pelanggan yang datang.

Sekarang waktunya menjelaskan lebih detil dua menu nasi bebek di atas. Gambar pertama, paling atas adalah nasi bebek ditambah kuah kari. Ketika saya memesannya, si pramusaji tanya saus yang dikehendaki. Asal sebut saja, saya pilih kuah kari. Setelah pramusaji meletakkan nasi dan irisan daging bebek. Lalu bertanya soal saus kepada pelanggan, dia pun menambahkan di dekat daging bebek aneka sayuran rebus. Sayuran itu wajib disajikan di sini, apa pun menu yang dipesan. Setelah sayuran rebus diselipkan di dekat daging bebek, kuah kari berisi santan kelapa dan bumbu kari asal Thailand disirimkan di dekatnya. 

Berikutnya, saya jelaskan menu pada gambar kedua, paling bawah. Gebackene ente mit reis berikutnya boleh dibilang seperti nasi goreng bebek. Kalau menu pertama, menggunakan nasi putih biasa maka menu kedua menggunakan nasi yang digoreng. Nasi digoreng bersama sayuran seperti kol, mentimun dan kacang polong. Saya tidak suka nasi goreng ini karena rasanya hambar. Lebih baik saya pilih nasi goreng keliling yang biasa beredar di Jakarta karena rasanya lebih baik. Lagipula ajaib juga menurut saya bahwa nasi digoreng dengan aneka sayuran yang tidak pas. Mungkin sawi atau kol seperti nasi goreng keliling akan lebih baik rasanya.

Dari kedua menu di atas, saya lebih memilih menu pertama. Karena rasanya lebih enak dimakan ketimbang menu kedua yang rasanya “ajaib” di lidah saya. Kedua menu di atas berharga 6,5€ setara dengan Rp 97.500 dalam kurs 1€ sama dengan Rp 15.000. Begitulah, cerita kedua menu nasi bebek yang saya komparasikan.

Bagaimana cerita anda soal nasi bebek?

Knuspriges Entenfleisch mit Pffeffera Koriander Sauce und Tom Yum Gung: Makanan Asia di Jerman (20)

The following culinaries in below come from Asian that found in Shopping Center in Regensburg by Asiagourmet. 

The first shown up is crispy duck that served by covered with bread flour then fried tenderly. To complete the taste, additional sauce was pepper blended with coriander sauce then added vegetables fried. 

Next food was about tom yum gung that autenthic hand-made by Thailand dish. When we heard “Tom Yum” that always related with seafood and mushrom soup. In detailed recept, should be find in my blog here

Surely both foods enjoyed with boiled rice. So yummy when we missed Asian dishes. 


Knuspriges-Entenfleisch auf gemüse mit Pffeffer-Koriander-Sauce. 

Tom yum gung.

***

Makanan selanjutnya adalah selera Asia saat kami berada di sebuah mall dan pusat perbelanjaan di kota Regensburg. Keinginan saya saat itu hanya makanan yang hangat seperti sup. 

Di pusat perbelanjaan, akhirnya ada juga kedai makanan Asia. Ini sama seperti di Munich. Bahkan saya pernah menulis ulasan dua masakan mereka di sini. Namanya Asiagourmet yang berada di Mall Donau, Regensburg.

Jam makan siang sebenarnya sudah lewat, namun masih banyak orang mengantri untuk memesan makanan. Untuk menunya, pengunjung tinggal melihat nama makanan yang dikehendaki di papan display di atas. Nama makanan tentu berbahasa Jerman. Tak perlu khawatir memberikan tips, karena ini tidak seperti layaknya restoran pada umumnya.

Pesan makanan dengan menyebut nama atau nomor makanan. Mudah jika tak terbiasa berbahasa Jerman. Semua karyawannya adalah orang Asia. Mereka dengan ramah melayani pesanan, menerima pembayaran dan membuatkan pesanan pelanggan dengan segera. Jika pesanan anda bisa ditunggu dalam waktu lima menit maka anda berdiri di sekitar situ. Namun jika butuh waktu lebih lama, pramusaji akan memberikan pesanan anda sambil menyebut nomor pesanan anda. Jadi, harap diingat baik-baik nomor pesanan anda!

Untuk peralatan makan seperti sendok dan sebagainya, silahkan ambil di depan kasir saat memesan! Begitu pun sebaliknya saat anda selesai makan, kembalikan peralatan makan anda di rak yang tersedia. Layani diri sendiri juga itu perlu. 

Daftar menu yang tersedia.

Dua makanan yang dipesan adalah bebek goreng krispi yang diberi saus lada hitam. Ini pesanan suami saya. Dalam bahasa Jerman, menu tersebut adalah Knuspriges-Entenfleisch auf gemüse mit Pffeffer-Koriander-Sauce. 

Sebagaimana layaknya masakan bebek yang pernah saya bahas sebelumnya di sini, bebek goreng bertepung krispi ini juga dilengkapi sayuran seperti biasa. Untuk sausnya, digunakan saus lada dan ketumbar. Hmm, lezat!

Sedangkan pesanan saya berupa tom yum gung, begitu tertulis dalam daftar menu. Porsinya lebih kecil dan tanpa nasi pula sehingga harganya lebih murah. 

Sebagaimana umumnya tom yum, isiannya ada jamur dan udang. Karena porsi kecil, jadi seafood hanya udang saja. Rasanya sebagaimana umumnya tom yum yang juga pernah saya buat sebelumnya. Ada rasa segar berikut tomat dan irisan daun jeruk di dalam sup. Hmm, penasaran?

Pengalaman saya memasak tom yum dapat dilihat di sini.

Zwei Mal Gebratene Fischwürfel dan Shanghai Gebraten Ente: Rekomendasi Tempat (10)

Kedua menu pesanan sudah datang.

 

zwei mal Gebratene Fischwürfel mit Bambu.

 

Shanghai Ente.

 
Siapa pun senang jika mendapati pemilik dan pramusaji di restoran begitu akrab dengan pelanggan. Ini pula yang membuat kami datang lagi ke restoran sederhana milik orang Vietnam yang hijrah ke Jerman sejak sepuluh tahun lalu.

Nama restorannya, Asiabistro-Bambus yang terletak di pinggir Niederbayern. Begitu mengenal saya dari Indonesia, pemilik langsung ramah dan bercerita pengalamannya selama hidup di Jerman. Saya salut bahwa ia bisa berjuang dan membuka bisnis restoran ini. Perantau yang hebat!

Kembali ke soal restoran, tempat ini begitu sering didatangi banyak orang Jerman yang suka menikmati masakan Asia. Mungkin rasanya yang enak atau pemiliknya yang ramah nan bersahabat, entahlah. Suasananya memang kekeluargaan seperti masakan rumahan khas Asia.

Pilihan saya kali ini adalah Shanghai Ente, yakni bebek goreng krispi yang menggunakan saus yang disebut Shanghai. Bebek goreng ini renyah dan gurih sekali. Saya suka. Sepertinya, pemilik sekaligus tukang masak tahu betul bagaimana menggoreng bebek dengan benar. Tak hanya, potongan bebek bertepung saja yang saya dapatkan. Di dalam rupanya ada sayuran seperti wortel, buncis, brokoli dan jamur yang ditumis ringan.

Sedangkan pilihan suami saya adalah zwei mal Gebratene Fischwürfel. Suami saya suka sekali makan ikan. Di menu ini adalah ikan yang digoreng tepung dan dimasak bersamaan dengan tumisan sayuran bambu. Dalam buku menu tertulis jika masakan ini berasa pedas. Rupanya saus yang digunakan adalah cabai halus.

Jika semua makanan terasa enak dan lezat di lidah, lalu pilihan selanjutnya apakah anda suka dengan restoran bergaya kekeluargaan yang ramah atau restoran eksklusif?

Suasana restoran.

 

Teh hijau.

 

Rasanya betah berlama-lama duduk di sini karena suasanya yang kekeluargaan dan akrab dengan pemilik.

 

Saya sudah datang beberapa kali ke restoran ini. Sang pemilik selalu menyapa dengan ramah kepada setiap pelanggan yang datang. Tak hanya itu, tamu yang datang juga saling menyapa satu sama lain seperti teman saja. Ini seperti bukan di Jerman! Kami saling menyapa satu sama lain meski tak kenal. Beberapa pria Jerman terlihat duduk sendirian menikmati masakan Asia dan bir.