Den Haag (4): Gereja Katolik De kerk Onze Lieve Vrouw Onbevlekt Ontvangen

#StayAtHome#WirBleibenZuHause#

Gereja dengan dua menara runcing, mengingatkan bahwa arsitektur ini adalah gaya gothic.
Terlihat jelas menara dan patung Bunda Maria di pintu utama gereja.

Minggu ini adalah Hari Raya Minggu Palma bagi umat Kristiani di seluruh dunia yang menjadi awal pekan suci, jelang Hari Raya Paskah. Tahun ini begitu berbeda dibandingkan tradisi sebelumnya, dimana dunia sedang dilanda krisis corona. Meski begitu, antusias umat untuk beribadah dapat tetap dilaksanakan di rumah lewat layanan ibadah digital yang difasilitasi. Sebagai peringatan, saya menuliskan perjalanan berikut mengunjungi salah satu gereja katolik di Den Haag beberapa waktu lalu.

Kami tiba di Den Haag siang hari kala hari itu masih terhitung libur hari raya natal. Kota ini tampak begitu sepi, bahkan di pusat kota yang dipenuhi gedung-gedung pencakar langit. Bisa jadi warga di sini masih larut dalam keriaan hari raya natal sebagai hari berkumpul dengan keluarga dan sanak familie. Sekitar satu jam kami berkendara dari Amsterdam, ibukota Belanda. Tanpa tujuan, kami berputar dan berkeliling sejenak di pusat kota Den Haag.

Kota Den Haag tak seramai seperti Amsterdam. Kota yang dikenal sebagai International Court Justice ini berpenduduk sekitar 2,7 juta orang. Konon ini menjadi kota terbesar ke-13 di wilayah Uni Eropa. Tetapi mengapa sepi sekali waktu kami datang? Ini masih libur natal barangkali. Akhirnya mobil kami melipir ke Elandplein (Eland Square) di Den Haag Zeeheldenkwartier.

Kami berhenti di gereja katolik Bunda Maria yang Dikandung Tanpa Noda Dosa. Nama resmi gereja tersebut adalah De kerk Onze-Lieve-Vrouw-Onbevlekt-Ontvangen. Maklum kami tak punya tujuan di Den Haag. Ada wisata keluarga yang menarik juga di sini. Ya, Madurodam sebagai wisata mini mengenali Belanda. Silahkan simak cerita saya sebelumnya.

Baca juga: Madurodam, wisata keluarga di Den Haag

Kami menyelusuri rumah Tuhan yang begitu mempesona di Den Haag, yang ditelisik dari pencarian informasi bahwa gereja dibangun tahun 1891. Akibat pertumbuhan populasi yang cepat kala itu, umat katolik berharap ada gereja katolik di situ. Sementara tak jauh dari situ sudah ada gereja protestan. Gereja katolik ini menjadi impian umat katolik yang sebenarnya sudah bertambah jumlahnya sejak tahun 1800-an. Bangunan ini diharapkan menggantikan gereja sementara yang telah ada sejak tahun 1878.

Depan gereja, taman yang sepi.
Pintu masuk gereja.

Baca juga: 6 Gereja Menawan di Amsterdam

Kemudian ada inisiatif mendirikan gereja katolik seperti yang tampak sekarang dimulai. Gaya arstitektur neo-gothic tampak pada gereja ini, dengan dua menaranya yang runcing. Umumnya saya perhatikan bangunan gereja di Amsterdam adalah neo-gothic. Konon gaya arsitektur pada gereja ini meniru gereja Notre Dam Paris yang tersohor dengan keindahannya. Semisal pada dua menara runcing di gereja ini dulu terdapat lonceng dan jam yang indah. Ini dimaksudkan untuk berdering dua kali sehari. Tetapi ide ini diprotes, pada abad 1900-an karena bunyinya yang nyaring dan mengganggu. Kini tak ada lagi jam berdering, namun jam besar itu tetap ada di menara.

Organ dalam gereja baru ada sekitar awal abad 20. Sedangkan jendala yang memenuhi gereja dengan patri yang indah berjumlah 66. Sayangnya jendela gereja pernah menjadi korban saksi perang dunia. Setelah perang berakhir, lonceng, organ dan kondisi gereja mulai diperbaiki, tetapi jendela yang hancur tetap dipertahankan. Hingga kini gereja katolik ini masih aktif melayani umat di sekitarnya meski lonceng gereja tak lagi berdenting memanggil umatnya.

Selamat berhari Minggu bersama keluarga! Selamat memasuki pekan suci bagi anda yang merayakannya!

Den Haag (3): 5 Destinasi Wisata Berikut Bisa Jadi Pilihan Anda Bertamasya

Ilustrasi.

Minggu lalu saya membahas tentang tempat rekreasi keluarga di Den Haag, kini saya ajak anda berkeliling ke lima destinasi wisata di Den Haag. Pasalnya Den Haag adalah kota internasional yang ramah dengan orang asing. Di sini terdapat International Judicial Court yang dikenal dunia. Jarak Amsterdam dan Den Haag sekitar 59 kilometer yang kami jangkau kurang dari satu jam dengan kendaraan pribadi. Den Haag adalah salah satu kota yang indah di provinsi bagian selatan Belanda.

Lalu apa saja yang bisa dikunjungi jika anda berada di Den Haag.

1. Ridderzaal dan Church of Binnenhof

Gereja yang berada di pusat kota.

Bagian pertama dari Den Haag yang wajib dikunjungi bernama Ridderzaal. Ini semacam alun-alun kota yang kadang juga dijadikan area kenegaraan. Area ini adalah area pejalan kaki, yang tidak bisa dimasuki dengan kendaraan. Di sini, anda bisa membayangkan kehidupan masyarakat Den Haag sekitar beberapa ratus tahun lalu. Tak jauh dari alun-alun, ada gereja yang disebut church of binnenhof. Di depan gereja tampak air mancur yang indah bergaya gothik. Air mancur ini dibangun pada abad 19.

2. Binnenhof

Binnenhof memang layak dikunjungi mengingat bangunan parlemen ini termasuk yang tertua di dunia dan masih digunakan hingga sekarang. Bangunan bergaya arsitektur gothik ini dibangun pada abad 13 dan menjadi saksi sejarah berbagai perhelatan politik dan kerajaan. Letaknya tak jauh dari gereja dan alun-alun yang dijelaskan pada nomor 1, sehingga binnenhof bisa menjadi destinasi anda selama di Den Haag.

Miniatur Binnenhof.

3. Madurodam

Tampak depan.

Baca juga: Tempat wisata keluarga di Den Haag, Madurodam

Madurodam adalah salah satu tempat rekreasi keluarga yang bisa disambangi untuk menghabiskan waktu di Den Haag. Madurodam ini dibangun atas inisiatif keluarga Maduro. Di sini pengunjung bisa menikmati miniatur Belanda dan mengenal negeri kincir angin ini lebih mendalam lewat budaya, arsitektur, sejarah dan masih banyak lagi lainnya.

4. Friedenspalast

Destinasi keempat yang juga layak dikunjungi di Den Haag adalah Peace Palace. Menurut kami, ini adalah bangunan terindah di Den Haag. Sayangnya, kami tak tahu dimana harus parkir mobil sehingga kami melewatkannya. Dari namanya, bangunan indah ini anda bisa menebak, tempat apa ini. Ini adalah International Court Justice yang mulai resmi digunakan pada tahun 1913.

5. Gemeentemuseum

Tempat kelima yang bisa anda datangi jika berada di Den Haag adalah Gemeentemuseum, yang cocok bagi pecinta seni. The Kunstmuseum ini sudah ada sejak tahun 1866 sebagai art museum. Di sini pula tersimpan karya masterpiece dunia sebut saja Van Gogh, Pablo Picasso, Monet dan sebagainya. Koleksi museum ini tidak hanya soal art saja, tetapi ada juga fashion dan musik.

Selamat berakhir pekan bersama keluarga!

Den Haag (2): Dalam Satu Hari Berkeliling Belanda? Bisa, Tempat Rekreasi Keluarga

Prasasti George Maduro, yang menjadi tokoh dan inspirasi pembuatan miniatur park Madurodam.
Berbagai miniatur negeri kincir angim ada di sini.
Miniatur bangunan seperti ini.
Miniatur kota Rotterdam.

Jika anda berpergian ke Belanda bersama keluarga, ada tempat wisata keluarga menarik di Den Haag yang bisa menjadi pilihan. Letak tempat rekreasi wisata ini berada di Maduroplein di Scheveningen, di Den Haag. Saya tidak tahu menjangkaunya dengan kendaraan umum, karena kami menggunakan kendaraan pribadi. Lokasi parkir berada di dekat situ, dengan membayar 8€ sekali masuk parkir selama 24 jam.

Bagi anak-anak, Madurodam menawarkan area visualisasi miniatur dari negeri Belanda yang menarik. Selain itu, di sini juga terdapat berbagai sejarah dan prestasi negeri kincir angin melalui aneka ruang audio visual yang dibuat semenarik mungkin. Misalnya, pengunjung diperkenalkan tokoh Maduro melalui tayangan dokumenter dengan durasi singkat dan visual yang menarik. Lainnya misalnya, bagaimana prestasi Belanda dalam sepak bola. Di studio itu, ada juga arena interaksi mini sepak bola.

Area rekreasi Madurodam ini berasal dari nama Maduro. Siapakah Maduro?

Maduro bernama lengkap George John Lionel Maduro (1916-1945) adalah seorang prajurit berdarah Belanda yang terlibat dalam perang dunia. Jika melihat dari tahun kematiannya, anda bisa mengenali bahwa beliau wafat saat perang dunia kedua. Dikutip dari wikipedia, Maduro adalah satu-satunya orang Belanda keturunan Antillian yang dianugerahi gelar Knight ke-4 Ordo Militer William, yang dianugerahi secara anumerta. Pada tahun 1952, atas inisiatif orangtua Maduro maka miniatur Madurodam ini resmi dibuka. Madurodam dimaksudkan untuk menghormati peringatan putra tunggal mereka.

Antrian pertama, teater profil Maduro.
Studio tentang profil Maduro.
Studio tentang sejarah Belanda di abad pertengahan.
Miniatur taman bermain ini.
Miniatur moderen hunian negeri Belanda.
Atau miniatur waterpoort.

Apa saja yang ditawarkan Madurodam?

Setelah pintu masuk, pengunjung masuk pada ruang teater tentang profil Maduro secara bergantian. Petugas akan mengatur pengunjung untuk menyaksikan film dokumenter nan aktraktif ini. Teater mini ini pun, hanya bisa berdiri, tak ada kursi layaknya teater umumnya. Selesai tayangan, pengunjung mulai memasuki taman miniatur sesuai petunjuk jalan.

Area visual lainnya pun bisa diikuti secara gratis, dengan menunggu giliran. Setelah antri di pintu masuk, ikuti petunjuk petugas mengikuti tayangan yang ditampilkan. Studio menampilkan tayangan visual dan audio yang disukai anak-anak. Ini melibatkan suara, gerakan atau gambar yang menarik untuk disimak.

Selepas itu, pengunjung bisa menyaksikan miniatur negeri Belanda yang ditampilkan, mulai dari bagian selatan hingga utara. Lengkap! Saya sebagai turis menjadi paham berbagai lokasi yang sebenarnya belum dijangkau. Misalnya, berapa banyak tulip, bunga kebanggaan orang Belanda ini berbunga tiap tahun dan bagaimana sebarannya. Atau bagaimana penataan kota untuk hunian moderen warga Belanda.

Pengunjung yang suka selfie, tempat ini layak dijadikan tempat berfoto ria, dengan memperhatikan etika. Seperti tidak menginjak area yang dilarang atau merusak area miniatur. Tempat miniatur ini menampilkan arsitektur gedung dan bangunan yang dijadikan destinasi wisata seperti istana, houten huis atau museum. Ada pula miniatur kota Rotterdam, yang menjadi kota pelabuhan, dengan kapal yang dimainkan seperti sungguhan. Menarik!

Serba mini di sini.
Ini juga mini.

Saran dan hal yang perlu diperhatikan:

1. Di Belanda pembayaran banyak dilakukan dengan cashless. Kami bisa membayar parkir dengan mesin otomatis menggunakan kartu debit. Begitu pun, kami membayar karcis masuk.

2. Jika anda memang sudah berencana jauh hari untuk berkunjung, sebaiknya membeli tiket masuk via online atau website langsung. Harga tiket online lebih murah sekitar 16,50€ per orang (jika tidak salah). Sementara kami membeli tiket tunai dan bayar di tempat dikenakan per orang 19,50€.

3. Ini area rekreasi outdoor, pertimbangkan jaket bila musim dingin atau payung bilamana hujan.

4. Tersedia kafe dan restoran yang enak juga, bilamana anda khawatir soal makanan dan minuman bersama keluarga di dalam.

5. Tidak membuang sampah sembarangan.

6. Tidak menyentuh atau memasuki area miniatur. Ikuti petunjuk arah untuk berkeliling.

7. Anda tidak perlu membayar untuk menggunakan toilet umum di tempat rekreasi.

Cara Unik Cari Uang (3): Pengamen dengan Kreasinya

Pengamen memakai topi sinterklas dengan kereta musiknya.

Ada banyak cara orang mencari uang atau mengais rejeki. Saya menghargai cara itu sepanjang dilakukan tanpa mengancam keselamatan orang lain, kriminalitas dan berbagai kejahatan lainnya. Cara mengais rejeki pun bisa dilakukan dengan kreativitas asalkan itu dilakukan tanpa melanggar aturan dan mengganggu kenyamanan publik. Baik di Jakarta maupun kota-kota di Eropa, pengamen itu tetap ada. Namun, tentu berbeda caranya menghasilkan uang.

Amsterdam misalnya, saya sempat menangkap dengan kamera ponsel saya, seorang pengamen yang beraksi di jalanan pusat perbelanjaan. Sebagaimana anda tahu, julukan pengamen adalah mereka yang secara tak resmi mencari uang di area publik dengan bernyanyi. Namun, ada juga yang beruntung mendapatkan banyak uang dari lalu lalang orang bilamana suaranya menarik perhatian orang. Atau ada juga yang hanya memainkan instrumen musik yang begitu memukau pengunjung yang lewat sehingga ia atau mereka yang disebut pengamen ini layak dapat uang yang cukup banyak pula.

Lucunya, pengamen yang saya dapatkan di area perbelanjaan di pusat kota Amsterdam ini tidak bernyanyi seperti umumnya dan tidak pula memainkan alat musik. Lantas apa yang dilakukan? Ia hanya membawa kereta/gerobak musik yang bisa memutarkan lagu-lagu natal. Kebetulan memang saya datang saat liburan natal. Jelaslah momen ini ditangkapnya untuk mendatangkan pundi-pundi uang. Dia tidak bernyanyi, dia hanya menadahkan tangannya pada mereka yang lewat. Seperti yang anda lihat, dia mengenakan topi ala sinterklas dan bergerak menghampiri orang yang lewat.

Lain Amsterdam lain Brussels, saya mendapati pengamen dengan cara bernyanyi seriosa. Awalnya saya mencari darimana sumber suara seriosa ini di tengah kafe dan restoran yang menjadi sentra turis di Brussels. Bayangkan udara malam yang dingin rasanya saya tak sanggup bernyanyi, tetapi tidak untuk perempuan bergincu merah dengan mantel berbulu. Ia bernyanyi seriosa tanpa iringan musik. Ia mendatangi tiap restoran dan mulai bernyanyi seriosa.

Awalnya saya mengira perempuan bernyanyi seriosa ini adalah pesanan restoran untuk menghibur tamu kafe/restoran. Ternyata tidak. Selang setengah jam kemudian, saya mendapati orang yang sama sedang bernyanyi seriosa di depan tamu restoran di lain tempat. Ia tampak menghayati penampilannya malam itu, hingga suaranya melengking.

Dari dua ide unik mencari uang di atas, semoga memberi informasi kepada anda. Di Amsterdam, pengamen tidak menyanyikan lagu pun tidak memainkan alat musik, hanya memutarkan rekaman. Sedangkan di Brussels, dia bernyanyi seriosa tanpa iringan alat musik dan perlengkapan. Hanya seorang diri dengan tampilan yang meyakinkan. Artinya, cara mencari uang dengan modal keberanian.

Amsterdam (10): Coba Canal Boat Tour Siang atau Malam, Sama Serunya

Canal boat tour pada siang hari.
Canal boat tour pada malam hari.

Jika anda menyimak pengalaman saya traveling, anda pasti tahu bahwa ada berbagai cara menjangkau destinasi wisata. Salah satunya yang menjadi pengalaman saya di Amsterdam adalah mencoba canal boat tour yang mungkin tidak dijumpai di semua kota-kota yang menjadi tujuan wisata. Amsterdam yang indah dan dipenuhi kanal menjadi ide menarik untuk menelusurinya dengan menggunakan boat. Pilihan boat tour di ibukota Belanda ini ada berbagai macam. Anda bisa menikmati petualangan saat siang hari atau malam hari saat musim dingin seperti sekarang. Keduanya sama-sama seru.

Anda juga perlu tahu bahwa pilihan canal boat tour itu tidak hanya soal waktu, mau siang atau malam saja. Agen wisata di sini menawarkan juga romantic boat tour. Bagi pasangan yang berbulan madu atau ingin mengalami sensasi romantis di tengah dinginnya musim dan semaraknya lampu cantik menghiasi kota maka pilihan tur ini bisa jadi pertimbangan. Ada juga pilihan lovers canal tour.

Pilihan tur lain adalah menikmati boat tour sambil dinner. Ini membuat pengalaman makan malam anda semakin semarak. Selain menunya yang enak, tentu pengalaman makan di atas boat itu menarik. Tamu boat tour ini akan merasakan makan malam seperti di hotel eksklusif dengan citarasa menu istimewa. Pelayanan yang excellent tentu bisa menjadi ide liburan di Amsterdam yang menarik untuk anda dan pasangan.

Sewaktu saya dan suami datang, kami memilih night boat tour dengan tambahan light festival yang sedang digelar di Amsterdam. Anda pasti tahu bahwa malam begitu panjang saat musim dingin. Tur ini menyajikan pemandangan seni dan cahaya iluminasi yang membuat suasana semakin romantis. Cerita saya bisa anda buka kembali di sini.

Baca juga: Indahnya Amsterdam dalam balutan Light Festival

Destinasi pertama canal boat adalah Anna Frank Huis.
Menikmati light festival di musim dingin lewat canal night boat tour.
Canal boat tour menawarkan pengalaman menarik berwisata yang belum tentu ada di kota-kota lainnya.

Untuk boat tour siang hari, anda bisa memulainya di Anne Frank Huis. Pemandu wisata sekaligus juru mudi akan membawa anda menelusuri kota Amsterdam yang cantik. Jangan heran pula, anda akan bertemu beberapa boat house di sepanjang perjalanan anda. Ada sebagian warga Amsterdam yang memilih untuk tinggal di boat house. Jika anda beruntung, kita akan melihat sekilas penataan ruang house boat dari balik jendela. Ini seperti suasana di rumah yang nyaman dan apik ditambah interior yang menunjang.

Bisa jadi anda mendapati house boat saat canal boat tour.

Bagi wisatawan seperti saya, ada juga pilihan menginap di hotel boat atau Botel. Saya pernah menjumpai hotel seperti ini di beberapa kota di Eropa, sebut saja di Bratislava Slokawakia misalnya. Anda bisa merasakan pengalaman menginap yang menarik juga di hotel boat. Lain kali saya dan suami mungkin akan mencobanya.

Oh ya, tentang harga boat tour bisa anda jumpai di website mereka langsung. Biasanya agen tur akan memberikan korting harga jika anda memesan secara online. Korting? Ya, saya baru mengetahuinya bahwa kata tersebut berasal dari bahasa Belanda. Anda juga bisa mempertimbangkan ide saya di atas, saat anda tiba di Amsterdam. Pastinya ada banyak cara menikmati Amsterdam sebagai tujuan liburan anda.

Selamat berakhir pekan bersama keluarga!

Rekomendasi Tempat (31): Jika Rindu Masakan Nusantara Bisa Ke Restoran Jun, Amsterdam

Nasi rendang dengan taste yang kreatif dan berbeda dari umumnya nasi rendang.

Kami tiba di Amsterdam, Belanda menjelang makan malam. Sepanjang perjalanan memang tak banyak restoran buka dari Jerman menuju Belanda karena hari ini adalah hari libur nasional dua negara tersebut. Ya kami berangkat saat hari raya Natal dimana kedua negara tersebut menjadikannya sebagai hari libur. Begitu kami selesai memarkirkan kendaraan di public parking Amsterdam, kami bergegas mencari makan malam terdekat.

Tangan saya sibuk mencari rekomendasi tempat yang cozy dan menawarkan kuliner yang lezat. Meski ini bukan kali pertama ke Belanda tetapi saya sama sekali belum pernah mencoba masakan nusantara otentik di negeri kincir angin tersebut. Done! Restoran Jun yang letaknya tak jauh dari tempat kami menginap.

Mengapa kami merekomendasikan tempat ini?

Nasi ikan berbumbu pedas.

Pertama, personal service di restoran ini bagus sekali. Kami datang tiba-tiba tanpa reservasi karena kami memang tak ada rencana sebelumnya. Rupanya nih kita perlu reservasi dulu sebelum makan di situ. Begitu tahu kami belum melakukan reservasi, si empunya restoran berbaik hati memberikan kami tempat untuk tamu yang belum datang dan akan datang dalam dua jam lagi.

Ketika mereka tahu bahwa saya adalah orang Indonesia maka mereka mengajak saya berbicara dalam bahasa Indonesia. Pramusaji yang ramah adalah citra keramahan masyarakat Indonesia pada siapa saja. Suami saya pun langsung suka dan kami seperti sedang berada di Indonesia. Chef dan pramusaji sangat ramah untuk melayani tamu.

Kedua tentu saja, menu makanan yang enak seperti masakan di rumah. Pesanannya adalah nasi rendang dan ikan berbumbu pedas seperti yang anda pesan. Ikan berbumbu pedas yang disajikan umumnya memakai santan kelapa. Karena suami saya tak suka santan maka saya bisa memesan khusus ke Chef Jun, sang pemiliknya. Dia pun membuatkan yang istimewa untuk suami saya sesuai permintaan.

Minuman es teh yang dibuat home made juga bisa menjadi rekomendasi meski saya datang saat musim winter. Bagaimana pun minum es teh rumahan mengingatkan saya pada sajian yang biasa saya pesan di Jakarta. Sajian pembukanya adalah krupuk dan sambal yang mengingatkan kampung halaman. Banyaknya tamu restoran yang datang saat itu membuktikan kelihaian Chef Jun memikat pelanggan untuk datang dan menikmati sajian nusantara. Dan maaf saya tak enak mengambil foto suasana tamu yang penuh kala itu.

Restoran Jun terletak di area Joordan, pusat kota Amsterdam. Anda bisa mencek langsung ke websitenya. Restoran ini buka tiap jam 6 sore hingga malam hari. Ada berbagai pilihan menu makanan mulai dari makanan pembuka, makanan utama hingga makanan penutup seperti dessert dan aneka kue tradisional.

Baca juga: Rendang yang saya nikmati di Praha. Rupanya rendang kini sudah mendunia.

Den Haag (1): Frikadellen yang Berbeda dan Sandwich Salmon, Seperti Apa Rasanya?

Frikadellen rasa ikan.
Salah satu kafe di tengah aktrasi wisata.

Sebelum membahas wisata keluarga Maduro di Den Haag, saya bahas dulu kuliner yang saya pesan di restoran di situ. Setelah puas berkeliling melihat miniatur di Den Haag, akhirnya saya dan suami putuskan untuk makan di restoran di situ. Kebetulan kami juga sudah merasa lapar. Di Maduro sendiri ada dua kafe dan restoran. Pengunjung bisa bebas memilih dimana untuk menikmati kuliner bersama keluarga.

Baca: Frikadellen di Jerman

Di restoran makanan disajikan secara prasmanan. Pengunjung mengambil sesuai yang tersedia, mulai dari makanan ringan hingga makanan berat. Ada sup juga, yang kemudian saya mengambil sup kurbis. Aneka minuman hangat dan dingin pun ada. Tak lupa aneka kue khas Hollan pun tersedia di sini.

Karena kami tak ingin makan yang berat, pilihan seperti frikadellen ikan dan sandwich ikan salmon menjadi hidangan kami. Selain sup kurbis yang pernah saya ceritakan sebelumnya dan minuman glühwein, yang sepertinya sama saja antara Belanda dengan Jerman.

Semula saya berpikir frikadellen itu bentuknya seperti perkedel di Indonesia. Saya menjumpai frikadellen di Jerman, bentuknya mirip seperti perkedel. Isiannya frikadellen di Jerman adalah daging sapi cincang yang diberi sedikit tepung dan telur. Bentuknya bulat pipih seperti mengingatkan pada perkedel kentang buatan ibu saya di Jakarta. Namun frikadellen di Belanda tampak berbeda.

Si suami pesan ini di Belanda.
Sandwich salmon.

Seperti yang anda lihat, frikadellen bentuknya lonjong panjang. Kemudian rasanya pun berbeda, yakni rasa ikan. Memang jika anda tak ingin makan berat, makan satu frikadellen dengan kentang goreng itu sudah nikmat. Karena begitulah kebanyakan orang-orang di sini menikmatinya. Tetapi sajiannya sungguh berbeda seperti yang saya bayangkan dari soal bentuk dan rasa.

Kemudian sandwich salmon ini tak ada perbedaan. Ini hanya berisi dua tangkup roti yang diolesi butter kemudian diberi irisan salmon dan salad sayuran. Bagi suami saya ini sudah menjadi makan siang untuknya.

Ini seperti menjawab pertanyaan seorang pembaca tempo lalu, bagaimana frikadellen di Belanda? Apakah juga sama seperti perkedel di Indonesia? Kini pertanyaan itu sudah terjawab.

Amsterdam (9): 5 Alasan Mengapa Banyak WNI Berkunjung

Seniman asal Belanda bernama G. Bredero yang diabadikan patungnya, dekat Niuewmarkt.
Sudut kota Amsterdam kala musim dingin.

Banyak alasan mengapa Warga Negara Indonesia (WNI) bisa berkunjung ke Belanda. Negara ini sudah dikenal ratusan tahun lalu di tanah air dan sebagian peninggalan jejak negeri Holland juga mudah ditemukan di pejuru Indonesia. Ya, negeri Belanda tak asing lagi bagi saya, warga Indonesia. Begitu melekatnya hubungan Indonesia dengan Belanda, wisatawan bisa berkunjung ke restoran Indonesia di pusat kota Amsterdam dan beberapa kota besar di Belanda.

Baca: 10 Destinasi wisata bila berada di Amsterdam

Hal menarik lainnya adalah ketersediaan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar dari sightseeing tour yang ditawarkan di sini. Mungkin pengelola wisata tahu bahwa warga negara Indonesia menjadi wisatawan dominan atau artinya jumlahnya meningkat. Sementara saya belum menemukan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar dalam sightseeing tour. Hal ini pasti ada alasan mengingat jumlah kunjungan wisatawan Indonesia yang mampir ke Amsterdam.

1. Alasan keterkaitan sejarah masa lalu

Multatuli Huis.

Siapa yang tak kenal negeri Belanda jika kita adalah warga negara Indonesia. Dalam pelajaran di sekolah atau tayangan film dokumenter sejak kita masih anak-anak tentang sejarah bangsa, Belanda adalah negara yang tak lepas dari masa lalu. Saya sendiri pernah bertemu dengan seorang anak perempuan usia dua belas tahun yang berlibur bersama keluarganya ke Penang, Malaysia. Bahasa inggrisnya bagus. Karena kami menginap di hotel yang sama maka saya mengenalnya. Lalu dia tertarik untuk bertanya banyak hal pada saya setelah dia tahu bahwa saya berasal dari Indonesia. Rupanya pelajaran di sekolahnya pun tak lepas dari sejarah di Indonesia. Saya pun mengamini bahwa saya pun belajar hal saya sama soal sejarah Indonesia yang pernah menjadi negeri koloni dari Belanda.

2. Alasan penerbangan yang langsung

Dari Jakarta tersedia penerbangan langsung ke Amsterdam.

Apa yang menyebabkan Amsterdam menjadi magnet bagi warga Indonesia? Alasan praktis adalah soal penerbangan. Dari bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng ke Amsterdam Airport Schiphol tersedia jalur penerbangan langsung. Ini yang memudahkan orang seperti saya misalnya memilih jalur pertama ke Amsterdam dulu baru kemudian melanjutkan destinasi lainnya di Uni Eropa.

3. Alasan kuliner

Kejunya itu enak sekali!

Saya sempat berpikir bahwa kuliner nusantara itu mendapatkan pengaruh juga dari negeri Holland. Sebut saja makanan perkedel, pancake, semur, kroket dan kue cubit. Begitu pun ketika saya di Amsterdam, restoran Indonesia dan toko tentang bahan pangan Indonesia itu tersebar di banyak tempat. Kenalan asal Jerman menyebutkan indonesisch rijsttafel perlu dicoba saat berada di Belanda. Rupanya ini adalah hidangan seperti kita makan di restoran padang. Sebagai orang Jerman, hidangan itu menarik disajikan secara bersamaan.

4. Alasan kunjungan keluarga

Patung Perempuan dengan Selendang di Amsterdam.

Begitu dekatnya Indonesia dengan Belanda hingga saya mendapati banyak kenalan yang punya sanak keluarga tinggal di Belanda. Itu sudah saya dengar dan dapati sejak saya masih tinggal di Indonesia. Karena alasan kekerabatan tersebut maka Amsterdam menjadi impian destinasi untuk dikunjungi setelah berkunjung ke kerabat dan sanak keluarga di Belanda.

5. Alasan wisatanya yang banyak pilihan dan ramah turis

Selalu saja ada tempat wisata baru di sini, contohnya ini.
Science Museum juga menarik untuk disambangi.

Bagi penyuka museum, rasanya anda perlu ke Amsterdam. Aneka macam museum menarik ada di sini. Tentu anda masih ingat cerita lima museum seperti museum sex atau museum canabis di sini. Banyak pilihan menarik tersedia untuk wisatawan. Kota ini ramah turis dan penduduknya pun bisa bahasa inggris dengan baik.

Baca: 5 Museum yang bisa dipertimbangkan untuk dikunjungi

Alasan lain pun mungkin masih ada lagi, seperti alasan seni misalnya. Sedangkan yang lain bisa saja menyebut alasan studi karena ada tawaran dari lembaga penyedia beasiswa yang memberi kesempatan untuk studi lanjutan di Amsterdam. Pastinya anda juga punya alasan tersendiri, mengapa perlu berkunjung ke Amsterdam?

Amsterdam (8): 10 Destinasi Wisata Berbayar Hingga Gratis, Hanya dengan Berjalan Kaki

Belanda memang bukan Amsterdam saja, tetapi kecantikan kota ini seperti magnet untuk datang.
Canal night tour Amsterdam bisa anda pilih di musim dingin untuk mendapatkan pengalaman terbaik. Tampak belakang Basilika Santo Nikolaus.

Kami berencana jam 9 pagi sudah keluar hotel dan mulai menjelajah pusat kota Amsterdam. Apa daya, ini musim winter dimana jam 8 pagi masih terasa gelap dan begitu sepi. Rasanya kami pun masih ingin diam di kamar yang nyaman sembari menikmati sarapan pagi. Kami tak perlu khawatir juga untuk menjangkau destinasi wisata karena jarak hotel dengan pusat kota begitu dekat hanya dengan berjalan kaki.

Nah, sepuluh tempat berikut adalah destinasi wisata turis bilamana datang ke Amsterdam. Anda tak perlu keluar uang taksi, sewa sepeda apalagi membawa kendaraan. Cukup berjalan kaki, semua bisa dijangkau. Sepuluh tempat ini ada yang gratis tetapi ada pula yang berbayar. Semua pilihan ada di tangan anda.

1. Dam Square

National monument.
Delman di area Dam Square.

Pemberhentian pertama adalah semacam alun-alun kota dimana warga bisa bertemu dan berekspresi. Seperti saat kami datang, di sisi tengah ada orang yang mencari uang dengan membuat pertunjukan akrobat. Di sisi lain, pertunjukkan budaya suatu negara yang ramai. Dam Square dikenal juga sebagai meeting point untuk sightseeing tour di Amsterdam. Dam Square ditandai National Monument sebagai peringatan perang dunia kedua. Monumen tersebut dibangun tahun 1956.

Dam Square letaknya di pusat dan strategis. Di sini pula orang bisa melakukan unjuk rasa/demonstrasi atau acara yang melibatkan massa. Di sini pula dulu menjadi terminal trem, kendaraan seperti kereta yang melintas di jalan raya. Dam Square juga menjadi tempat berlangsungnya pasar jelang natal. Karena dulu area ini dikenal sebagai market square.

2. Museum kota Amsterdam

Pintu masuk.
Lorong menuju kafe museum.

Jika anda datang ke Amsterdam, tempat kedua yang wajib dikunjungi adalah museum kota. Museum ini berisikan tentang Amsterdam masa lalu, masa kini dan masa mendatang. Enam ratus tahun lalu, bangunan museum ini semula adalah biara kemudian abad 16, bangunan dialihfungsikan menjadi panti asuhan yang menampung ribuan anak. Tahun 1975 fungsi panti asuhan direlokasi yang selanjutnya menjadi Amsterdam Museum. Museum ini berisi lebih dari soal sejarah Amsterdam di masa lalu, tetapi ada seni, budaya dan kebiasaan orang-orang di sini abad per abad.

Contohnya adalah kedatangan Napolleon Bonaparte ke Amsterdam.

Tidak hanya museum, di sini ada kafe dan teras yang sunyi untuk pengunjung di tengah hiruk pikuk kota Amsterdam. Anda bisa menikmati secangkir kopi dan kue-kue negeri Holland yang enak itu atau Heinaken bir mungkin. Museum buka tiap hari mulai dari jam 10 pagi dengan tiket masuk seharga 15€. Jika anda punya I am amsterdam city card maka anda gratis masuk.

3. Royal Palace

Royal palace dari seberang jalan, yakni area shopping centre.
Raja dan Ratu Belanda.

Royal Palace adalah tempat wajib yang dikunjungi di kota-kota besar di Eropa. Pasalnya ini tidak hanya menggambarkan kehidupan monarki pada jaman dulu kala tetapi bangunan istana memang berkesan dan menarik menjadi objek foto. Di depan royal palace seperti alun-alun kota yang tak pernah sepi turis. Selalu ada atraksi yang menarik minat wisatawan atau area berkumpulnya para warga.

Maket istana.

Istana ini didirikan abad 17 dengan gaya arsitektur klasik. Di sini pula terdapat balai kota pemerintahan kota yang diusung sejak dikenal Dutch Golden Age. Bangunan bercorak kuning ini memiliki interior yang melambangkan prestise dan kekusaan. Lebih jelasnya, anda bisa berkunjung ke sini pada jam operasional buka dengan membayar tiket 10€ per orang. Jika anda punya tiket museum terusan maka anda gratis berkunjung.

4. Madame Tussauds

Madame Tussauds di kota Amsterdam.

Tak jauh letaknya dari Royal Palace adalah museum lilin Madame Tussauds. Meski ada banyak museum Madame Tussauds, namun di Amsterdam pastinya ada yang berbeda dan menarik. Saya tidak masuk ke dalam museum karena saya pikir ini kurang lebih sama saja seperti museum madame tussauds yang pernah saya kunjungi di kota lain. Tiket masuknya pun bisa digabung dengan tiket Amsterdam Light Festival.

5. Central Station

Stasiun kereta utama yang besar dan megah di malam hari.
Stasiun yang bersebrangan dengan pusat informasi turis.

Dikutip dari laman informasi turis, setiap harinya diperkirakan sekitar seperempat juta orang lalu lalang melewati stasiun utama Amsterdam. Stasiun ini termasuk yang terbesar dari bandara udara Amsterdam yang ditransfer ke berbagai stasiun di wilayah lain di Belanda. Amsterdam central station juga menjadi titik terminal moda transportasi di ibukota Belanda ini. Stasiun ini pertama kali dibuat dan resmi digunakan pada abad 19 akhir.

Jika anda sudah tiba di stasiun ini, anda bisa mudah membeli tiket moda transportasi umum lainnya. Anda juga bisa langsung mendatangi pusat informasi turis yang letaknya di seberang stasiun. Dari sini juga anda bisa langsung menuju stasiun lain di belahan Belanda lainnya.

6. Zeedijk

Zeedijk Buddhist temple.
Restoran di Niuewmarkt.

Lokasi wisata selanjutnya adalah area chinatown yang dijadikan pusat kuliner selera asia, rumah ibadah seperti klenteng dan sovenir. Area ini cukup luas untuk dijelajahi, saya dan suami hanya mampir sebentar mengingat kami salah jalan yang pada akhirnya menemukan tempat ini. Letak chinatown dekat dengan Nieuwmarkt. Area ini mudah dikenali karena terdapat banyak restoran selera asia dan toko-toko sovenir. Sebenarnya ini kurang tepat juga disebut area pecinan mengingat ada juga warga asia lainnya semisal Thailand dan Indonesia misalnya yang juga berusaha di situ.

7. Pasar bunga atau Bloemenmarkt

Lengkapnya!
Sovenir juga aneka macam dijual di sini.

Sebagaimana anda tahu bahwa Amsterdam dikenal sebagai kota yang cantik karena dipenuhi oleh bunga-bunga yang indah. Selain musim dingin, anda akan melihat cantiknya bunga-bunga bermekaran di Amsterdam. Tentu anda tak akan lupa bunga tulip yang menjadi kebanggaan warga Holland. Cek juga museum tulip yang pernah saya ulas sebelumnya.

Di Amsterdam saja terdapat beberapa lokasi pasar atau toko bunga. Ada masanya dahulu bunga Tulip menjadi kebanggaan warga di sini. Itu pula yang menyebabkan usaha tidak hanya menjual bunga saja, melainkan ada bibit bunga, pupuk hingga hiasan untuk taman. Saya dan suami membeli salah satu hiasan taman rumah belakang karena berkebun juga menjadi aktivitas sebagian orang Jerman diluar musim dingin.

Contoh sovenir yang dijual.

Area bloemenmarkt di jalan Singel Amsterdam menjadi perhatian turis seperti saya. Kami bisa melihat dan mengamati aneka bunga, perlengkapan berkebun hingga kebutuhan aksesoris lainnya. Di sini juga menjadi sentra penjualan buah tangan yang bisa dijadikan sovenir. Oh ya, anda juga bisa menikmati aneka kafe dan kuliner di sekitar sini. Kami pun mampir menikmati poffertjes yang pernah diulas sebelumnya.

8. Rembrandt square park dan museum

Dari kejauhan.
Dari dekat.

Rembrandt museum juga menjadi destinasi wisata yang wajib dikunjungi, tetapi kali ini saya mengajak anda untuk melihat area rembrandt park yang menjadi ajang warga untuk berfoto ria. Pasalnya di sini ada patung miniatur yang menjadi spot turis berfoto. Saya sendiri tidak masuk ke museum Rembrandt. Kami akhirnya memilih berhenti dan di area park terdapat jajanan street foods yang bisa dicoba.

9. Magere Brug

Jembatan cinta.

Ini adalah jembatan romantis yang dijuluki sebagai ‘The Amsterdam Kissing Bridge” yang menawan di malam hari saat musim dingin. Jembatan ini menjadi salah satu ajang aktraksi saat Amsterdam Light Festival Show yang saya ceritakan sebelumnya. Magere Brug adalah jembatan kecil di atas Sungai Amstel yang terkenal. Jembatan ini menghubungkan tepi sungai di Kerkstraat, antara Keizersgracht dan Prinsengracht yang terkenal di pusat kota.

Saya mengetahui mitos “jembatan cinta” dari film drama dengan setting di kota Amsterdam yang ditayangkan di Jerman. Karena film itu, saya pun jadi tahu tentang jembatan yang sebenarnya tampak biasa saja. Kemudian penjelasan juru mudi sekaligus pemandu wisata dalam boat tour memperkuat dugaan mitos tersebut. Hal ini sebagai informasi agar anda tidak heran setibanya di jembatan ini, mungkin ada pasangan yang berciuman sebagai tanda kasih dan mempercayai mitos ini. Mitos bagi pasangan yang berciuman di bawah jembatan ini maka cinta mereka abadi.

10. Shopping Centre

Sebagian gang berbelanja yang selalu ramai.

Tempat terakhir diperuntukkan bagi pecinta shopping atau berbelanja yang luas dengan berbagai merek dunia. Anda bisa dipuaskan untuk memilih barang kesukaan anda di sini dengan tetap memperhatikan anggaran yang tersedia di dompet anda. Tak hanya berbelanja, anda bisa mengamati lalu lalang orang dengan menikmati secangkir kopi dan pancake Holland yang enak di kafe di sini.

Have a nice day!

Amsterdam (7): Begijnhof, Kisah Desa Tradisional di Pusat Kota

Sebagian besar didominasi bangunan abad 17 dan 18.
Ini area yang tidak boleh dimasuki turis.
Tak ada penjelasan siapa patung ini, mungkin ini adalah Cornelia Arents, the beguinage yang tidak mau dimakamkan di dekat gereja protestan. Tampak belakang adalah gereja protestan.

Jika di Seoul ada desa tradisional Namsangol Hanok village seperti yang pernah saya tuliskan sebelumnya, maka di Amsterdam bisa jadi punya Begijnhof yang letaknya juga di pusat kota. Saya mengetahuinya setelah saya dan suami berkunjung ke Amsterdam Museum. Letaknya yang menjorok ke dalam memang tak mudah ditemukan. Begitu masuk ke dalam dalam, anda dilarang berisik dan membuat kegaduhan.

Baca: Desa tradisional di kota Seoul

Begijnhof dinyatakan muncul sekitar abad 14 dimana warga Belanda masih religius dan termasuk penganut Katolik taat, seperti yang tampak di sini. Di desa ini hidup banyak perempuan yang memilih untuk selibat, seperti biarawati yakni mereka memilih tidak menikah dan mengabdikan diri untuk Tuhan dan sesama. Tetapi mereka sesungguhnya bukan biarawati karena mereka tidak mengambil sumpah. Begitu saya membacanya di papan informasi. Sebagian rumah-rumah di sini dibangun pada abad pertengahan dan sedikit mengalami perbaikan. Apalagi Beginjhof pernah mengalami kebakaran. Ada satu rumah yang diperbaiki juga tahun 1950-an.

Sebagaimana anda tahu bahwa abad 15 muncullah gerakan Luther yang mengawali perubahan dalam gereja Katolik. Gerakan protes Luther yang berasal dari Wittenberg, Jerman terhadap gereja memberi pengaruh hingga ke Belanda. Sempat terdengar, abad 16 terjadi reformasi gereja di Belanda sehingga sebagian besar warga beralih menjadi penganut gereja Lutheran. Banyak warga Belanda tak lagi menjadi penganut ajaran katolik, tetapi tidak untuk sekelompok warga yang tinggal di Beginjhof. Sebagai informasi, Belanda bagian utara didominasi warga Kristen Protestan dan warga di bagian selatan didominasi warga Katolik.

Baca: Mengunjungi gereja All Saints, tempat Luther menempelkan 150 Thesisnya

Penduduk di Begijnhof menamakan diri sebagai ‘the beguinage’ memilih bertahan di desa itu dan terisolir. Mereka mempertahankan gereja katolik yang ada di situ. Sekilas kapel yang terletak di nomor 31 seperti rumah biasa, dikarenakan mereka ingin menyembunyikannya. Munculnya gerakan reformasi gereja menyebabkan Beginjhof punya gereja protestan juga. Kini ada dua gereja, yakni gereja katolik dan gereja protestan. Ada yang menjuluki gereja ini adalah gereja tersembunyi karena umumnya gereja selalu tampak terlihat dan terbuka.

Salah satu dinding rumah warga.
Gerbang masuk yang di atas pintu tampak prasasti batu Santa Ursula, sebagai pelindung.
Gereja protestan.
Kapel, yang keseluruhan adalah bangunan asli abad 16, bangunan paling tua di situ.

Tercatat orang terakhir ‘the beguinage’ wafat sekitar tahun 1970. Meski tak ada lagi orang asli Begijnhof, tetapi masih ada sampai sekarang 108 perempuan yang memilih tetap tinggal dan merawat desa itu. Itu sebab, orang yang datang diminta untuk tidak buat kegaduhan. Turis boleh melihat-lihat, berfoto dan berdoa di dalam gereja juga.

Ini menjadi spot foto bagi turis karena desa ini masih terdapat bangunan Houten Huys, tipe bangunan di Belanda pada abad pertengahan. Di tengah keriuhan pusat wisata Amsterdam, ternyata ada Begijnhof yang memberi ketenangan. Mereka sengaja menciptakan suasana batin yang damai, terisolir dari hiruk pikuk kota Amsterdam.

Selamat berhari Minggu bersama keluarga!