Menikmati Jalan Bebas Hambatan di Benelux yang Bebas Biaya

Papan petunjuk di jalan tol di Belanda.

Berpetualang menggunakan jalur darat menjadi pilihan jika saya hendak pergi berlibur bersama suami. Pasalnya, kami bisa menikmati pemandangan indah dipenuhi kehijauan pengunungan, langit biru dan danau atau sungai yang bersih. Pilihan transportasi darat di eropa bisa menggunakan kereta api yang fasilitas dan servisnya terbaik di benua biru. Pilihan lain transportasi adalah mengendarai kendaraan sendiri. Ini yang menjadi cerita selanjutnya melalui jalan bebas hambatan di negara Benelux.

Negara Benelux adalah sebutan tiga negara berdekatan secara ekonomi dan geografis dan juga kebetulan bertetangga dengan Jerman, yakni Belanda, Belgia dan Luxemburg. Ketiganya sudah saya kunjungi dengan berkendara, meski pun kami harus berlelah-lelah dan fokus menyetir demi keselamatan. Namun kelebihannya tentu saja ada. Kami bisa mengatur kemana dan kapanpun kami suka. Kekurangannya juga ada seperti diliputi rasa lelah berkendaraan. Kami juga perlu mempertimbangkan biaya parkir yang tak murah. Tentang biaya parkir, saya buat artikel terpisah.

Cerita saya berkendara dan melewati jalan bebas hambatan seperti di Austria, Slovenia, Slowakia, Hungaria dan Kroasia misalnya. Di negara-negara yang saya sebutkan itu kami harus membeli vignette, yakni bea tol untuk menggunakan jalan bebas hambatan. Vignette itu semacam stiker ditempel di kaca depan, itu berlaku seperti Austria, Slovenia, Slowakia, Hungaria dan Swiss. Vignette ini berlaku untuk periode tertentu. Kecuali di Kroasia, jalan tol seperti layaknya di Indonesia. Ada pos jaga untuk memberi tiket dan menerima pembayaran.

Memasuki jalan tol dalam kota di Brussels, Belgia.

Berada di jalan tol di Luxemburg.

Selain vignette tersebut di atas, kami juga memikirkan biaya lagi jika pengendara melalui jalur “maut” yakni terowongan yang dibangun khusus dan canggih biasanya untuk mempercepat perjalanan. Sedangkan di Jerman, kami tidak perlu membayar biaya tol alias gratis. Ini sama seperti kami berkendara ke negeri tetangga, Ceko. Di sini pun tidak ada biaya tol. Sedangkan di Prancis, ada biaya khusus untuk melewati jalur “maut” yang hanya berada di area tertentu.

Itu tadi hanya pengantar saja. Bagaimana kita berkendara di tiga negara yakni Belanda, Belgia dan Luxemburg?

Jalan tol di Jerman sebagian besar tidak ada batas maksimum kecepatan, kecuali bila kita disarankan misalnya masuk tol dalam kota, batas akhir jalan tol, jalur perbatasan negara dan sebagainya. Di situ kita disarankan untuk mengurangi kecepatan sesuai petunjuk lalu lintas yang tertera. Sebaliknya jalan tol di tiga negara tersebut punya batas maksimal berkendara. Sepanjang jalan tol di Belanda misalnya hanya boleh kecepatan 120 Km/jam. Begitu pun di dua negara tetangganya, tak jauh berbeda.

Jalan tol gratis di tiga negara ini tidak berlaku untuk kendaraan seperti bis atau truk yang beroda lebih dari 4 dan membawa barang. Jalan tol di Jerman begitu mudah ditemui rasthof atau rest area dalam bahasa Inggris. Ada juga toilet umum, tempat parkir dan pom bensin. Di tiga negara tersebut tidak begitu banyak. Mungkin ketiga negara tersebut tidak seluas Jerman.

Oh ya, motor yang disyaratkan juga bisa memanfaatkan jalan tol. Jalan tol juga memiliki jalanan yang mulus dengan rambu-rambu lalu lintas jelas. Tak ada jalan berlubang. Pengguna kendaraan merasa puas dengan sistim jalan tol ini.

Sebagai pertimbangan, jarak berkendara dari Amsterdam ke Brussels sekitar dua jam saja. Jarak dari Brussels ke Luxembourg city pun sekitar 2 jam. Itu semua pasti melalui jalan tol. Lancar jaya ‘kan.

Bagaimana menurut anda?

Brussels, Belgia (1): Christmas Market Masih Ada Sampai Awal Januari dan Light Festival yang Menawan

Pohon natal besar.
Diorama kelahiran Yesus, atau die Krippe dalam bahasa Jerman.
Konser musik di pasar natal.
Kemeriahan orang menikmati pasar natal.

Setelah saya mampir di Antwerpen dan menikmati kemeriahan pasar natal maka saya melengkapi kemeriahan selanjutnya di ibukota Belgia, Brussels. Masih dalam suasana natal hingga 6 Januari 2020, liturgi Gereja Katolik merayakannya pada tanggal tersebut adalah Hari Raya Tiga Raja atau dalam bahasa Jerman disebut Heilige Drei Könige. Itu sebab kebanyakan pekerja mengambil cuti libur sampai Senin (6/1) karena hari ini masih menjadi hari libur di Jerman. Begitu pun pasar natal yang sudah berakhir sebelum natal di Jerman tetapi sebagian negara Eropa ada yang masih menggelarnya sampai awal Januari atau sebelum Hari Raya Tiga Raja.

Belgia adalah contoh negara yang masih menggelar kemeriahan pasar rakyat tahunan ini mulai awal Desember hingga awal Januari tahun berikutnya. Christmas Market di Brussels serupa dengan kota Antwerpen dan kota lain di Belgia yang berakhir sampai 5 Januari 2020. Saya memilih datang ke Christmas Market terbesar di Belgia, yakni pusat kota, Grote Markt hingga ke Grand Palace. Menurut saya, Brussels punya Christkindl Markt terbesar karena kuliner yang dijajakan pun dari berbagai belahan negara Uni Eropa. Saya bisa mendapati jajanan dari negeri Balkan misalnya. Tentang jajanan atau street foods, saya buat di artikel terpisah.

Lokasinya luas dan dilengkapi ice skating yang menjadi wahana keluarga. Di Antwerpen saya tidak berhasil menemukan ice skating tetapi di Brussels, saya menemukannya. Jajanan kuliner yang tersedia pun beraneka ragam. Sebagai kota pemerintahan Uni Eropa, jajanan pasar natal juga dipenuhi dari berbagai negara. Untuk jajanan, saya tulis terpisah. Ragam sovenir dan pernak-pernik natal pun lengkap. Aneka minuman alkohol, minuman hangat, minuman dingin hingga es krim pun ada.

Ada tenda-tenda makan dan duduk bagi pengunjung yang besar menyebabkan pasar natal ini tak sepi pengunjung dari sore hingga tengah malam. Konser natal yang dibawakan sekelompok musik pun membuat suasana semakin ramai. Ini gratis! Ditambah semarak Brussels Light Festival Show di sekitar pasar natal membuat suasana semakin mempesona.

Saya pun ikut bingung memilih jajanan yang begitu banyak dan hasrat untuk mencobanya. Harganya pun lebih terjangkau. Aneka cokelat pun memikat mata dan wajib dicoba jika kita berada di Belgia. Cokelat dikemas dengan aneka kreasi dan rasa yang memanjakan lidah siapa saja. Aroma olahan cokelat di kedai pasar natal membuat saya semakin tergoda.

Ice skating.
Brussels Light Festival.

Lights show di pertokoan dan pusat perbelanjaan.
Restoran dan jalan-jalan pusat kota dipenuhi keindahan iluminasi.
Indahnya!

Tak lengkap Christkindlmarkt tanpa datang ke kandang natal yang menampilkan drama figur kelahiran Yesus Kristus. Die Krippe ditempatkan di area Grand Palace, yang menjadi sentra perhatian turis. Kandang besar berisi diorama natal menarik atensi wisatawan untuk berfoto. Di tengah stadthall terdapat pohon natal besar dan tinggi yang meriah dan menawan. Tentu spot ini tidak ketinggalan buat siapa saja untuk berfoto ria. Meski cahaya temaram namun suasana permainan cahaya menjadi pesona tersendiri.

Saya bersyukur saat datang di kala Brussels Light Festival. Area tiap gang Grote Markt dipenuhi permainan iluminasi cahaya yang menarik. Tak lupa area Grand Palace yang menambah iluminasi dan instrumen bersamaan yang menarik para wisatawan. Anda bisa menyimaknya di cuplikan singkat video yang terekam. Keren!

Cuplikan Natal di Brussels.

Antwerpen, Belgia (1): Kemeriahan Pasar Natal yang Tak Ingin Terlewatkan

Lokasi wisata utama kota Antwerpen menjadi Christmas Market.
Lokasinya dekat Katedral Antwerpen, yang juga sedang direnovasi.
Katedral tampak muka.
Meriah dan ramai.

Masih dalam suasana natal dan tahun baru, saya bagikan kemeriahan pasar natal yang sudah berakhir di beberapa tempat. Di Jerman pasar jelang natal sudah selesai dua atau tiga hari menjelang tanggal 25 Desember, Hari Raya Natal itu sendiri. Ini diterapkan juga di negara lain seperti saat saya berkunjung ke Zürich, Swiss dan Amsterdam, Belanda. Sementara ada sebagian negara yang masih menggelar pasar natal seperti di Budapest, Hungaria yang pernah saya sampaikan sebelumnya. Atau di Wina, Austria yang juga masih menggelar Christkindlmarkt di depan Istana Schonbrunn. Rupanya Belgia masih menggelar pasar natal sampai awal Januari tahun berikutnya.

Dari Rotterdam, Belanda kendaraan kami melaju sekitar satu setengah jam lebih menuju Antwerpen, Belgia. Kami berpikir untuk berhenti di Antwerpen untuk mengetahui keindahan kota tersebut. Sayangnya hari sudah gelap, meski kami tiba masih sekitar jam 5 sore. Ini musim dingin setelah hari raya natal berlalu. Kami segera mencari lokasi parkir umum di pusat kota. Tiga puluh menit parkir umum untuk mobil berbayar 2€, letak parkiran dekat dengan Grote Markt, pusat kota.

Begitu keluar parkir, kami melihat banyak orang lalu lalang menuju ke Altstadt atau sekitar katedral. Lokasi ini disebut Grote Markt dalam bahasa setempat dimana banyak butik, area pertokoan pusat perbelanjaan dan menariknya pasar natal masih berlangsung. Christmas market di Antwerpen masih berlangsung sampai 5 Januari dan kami tak ingin melewatkannya. Suami saya tahu bahwa saya ingin mencoba kuliner yang meriah di sini.

Di dekat Katedral, jangan lewatkan die Krippe yakni kandang natal yang berisi figur drama kelahiran Yesus Kristus. Sebagaimana di Jerman, die Krippe biasanya berada di dekat Katedral, Dom atau Gereja utama pusat kota. Selain itu beranjak ke halaman gereja, terdapat instrumen yang dihiasi dekor bertema khusus yang membangkitkan suasana magis. Di situ terdapat restoran eksklusif bagi wisatawan menikmati sajian lokal, dengan suasana lampu temaram.

Christmas Market di Belgia menawarkan ice skating yang menjadi wahana keluarga, anak-anak dan remaja senang menikmatinya. Di Antwerpen saya tidak menemukannya tetapi di Brussels, saya mendapati area ice skating yang berdekatan dengan Christmas Market. Ini yang membedakan Christmas Market di Belgia dengan negara lainnya.

Kandang natal atau disebut die Krippe.
Kiri adalah mistletoe raksasa yang dihiasi cahaya kebiruan yang membuat banyak orang berdiri di bawahnya.
Ini adalah mistletoe raksasa.
Api unggun elektrik raksasa, tempat orang duduk menghangatkan diri.
Kios yang menjual pernak-pernik natal.

Ada berbagai booth yang menjual aneka kebutuhan natal, pernak-pernik natal dan musim dingin hingga kuliner yang sayang jika dilewatkan. Ini seperti umumnya Christmas Market. Namun di sini kami bisa menemukan api unggun besar elektrik dengan tempat duduk yang bisa menghangatkan orang-orang yang menikmati dinginnya malam. Tak kalah menariknya adalah mistletoe raksasa yang didesain mengagumkan. Riuh orang lalu lalang membuat semarak pasar natal ini.

Hal menarik lainnya adalah permainan cahaya dari lampu yang bersamaan dengan instrumen yang membuat suasana semakin indah. Cahaya yang indah dari lampu kelap-kelip membuat banyak orang berfoto. Di sini ternyata ada photo booth juga yang membuat orang bisa berselfie ria. Meski natal baru saja berlalu, namun di sini anda masih bisa menyaksikan semaraknya sebelum Hari Raya Tiga Raja atau dalam bahasa Jerman, Heillige Drei König.

Lalu kuliner apa saja yang saya nikmati di Christmas Market Antwerpen, simak cerita selanjutnya.