Brussels (5): 5 Gereja Katolik yang Mempesona di Sentra Turis

Gereja di area Royal Palace, Brussels.
Bagian dalam The ‘Our Lady of Assistance’ Church, dengan tabernakelnya begitu indah dekat altar.
Gereja Santo Nikolaus yang diperkirakan berusia hampir satu abad.

Hari ini adalah hari raya Rabu Abu, yang dirayakan umat katolik di seluruh dunia. Di Jerman, istilah Rabu Abu disebut ‘Aschermittwoch‘ yang menandai dimulainya masa prapaskah. Karnaval dan festival yang meriah kemarin sudah berakhir dan ditutup dengan faschingsdienstag. Apa yang disebutkan di atas adalah tradisi gereja katolik. Kini saya ajak anda menyelami lima gereja katolik yang letaknya di pusat kota Brussels dan menjadi sentra turis.

Kami sengaja tak memilih sightseeing tour agar kami bisa bebas memilih kemana kaki kami melangkah di pusat kota. Tak terasa bahwa kami telah mengunjungi lima gereja yang berada di pusat kota, yang menjadi destinasi wisata bagi para turis. Gereja yang sudah berusia ratusan tahun ini ternyata masih mengagumkan, bahkan masih menyimpan magnet untuk membawa turis berkunjung. Ada yang sekedar berfoto karena begitu indah, ada yang melihat-lihat tetapi ada pula yang berdoa. Setidaknya kami tidak lupa berkunjung ke rumah Tuhan.

1. The church of St. James on Coudenbourg

Tampak kejauhan.
Ditandai dengan patung Raja Leopod I yang menunggang kuda.
Tampak dalam gereja yang megah.

Gereja pertama yang wajib dikunjungi adalah gereja bergaya neo klasik khas gereja katolik. Semula saya berpikir ini adalah kastil atau bangunan seperti museum, ternyata ini adalah gereja. Karena di depan bangunan ini adalah seorang ksatria yang sedang menunggang kuda. Siapakah dia? Apakah ada kaitan antara ksatria ini dengan gereja? Kami pun menyebrangi dan segera memasuki pintu utama.

Berdiri di area royal palace, gereja ini dibangun pada abad 18. Setelah dibangun, gereja ini menjadi biara dan paroki dengan mengambil santo pelindung, Santo James. Namun gereja ini pun tak luput dari pergolakan perang saat Revolusi Prancis terjadi. Kemudian gereja dikembalikan lagi seperti fungsi semula sebagai gereja katolik di dekat istana, dimana umat bisa datang dan berdoa. Lihat saja, ruangnya begitu megah, bahkan untuk tim paduan suara yang bernyanyi di sini begitu lapang. Bendera negara Belgia tampak tergantung di langit-langit.

Rupanya kstaria yang menunggang kuda yang diabadikan di depan gereja adalah Raja Leopod I yang mengambil sumpah menjadi penguasa tahun 21 Juli 1831. Informasi ini tertera di prasasti di bawah patung. Anda harus berhati-hati mengambil foto di dekat tugu kstaria ini. Letaknya di sentra jalan dan menjadi lalu lalang tram, bis dan kendaraan sehingga anda perlu memeriksa saat sepi jalanan untuk berfoto.

2. The ‘Notre-Dame’ Church

Tampak depan.

Gereja kedua yang kami datangi adalah notre-dame Brussels. Sayangnya saya mengambil gambar sudah larut malam dan misa dalam bahasa Prancis sudah dimulai. Jadi saya mengambil gereja tampak depan saja. Meski tak semegah seperti gereja Notre-Dame di Paris, tetapi gereja ini masih aktif melayani umat.

Di depan pintu, tertera informasi bahwa gereja ini disebut ‘Die Notre-Dame du Finistéré Kirche’ yang dibangun pada abad 18 dan mengalami beberapa kali perbaikan. Gereja ini bertuliskan ‘finis terrae’ diambil dalam bahasa Latin berarti ‘di ujung bumi’ untuk membedakan gereja Notre-Dame lain yang juga ada di Brussels juga. Gereja ini tak sepenuhnya bergaya arsitektur Baroque, ada pula Neo Klasik.

3. The ‘Our Lady of Assistance’ Church

Tampak kejauhan.
Menaranya tampak jelas.
Kubah gereja.

Gereja ketiga yang juga menjadi destinasi wisata turis di Brussels adalah gereja katolik Santa Maria Pembantu Abadi, begitu bila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Namun ada pula yang menyebutnya gereja Notre-Dame juga atau tepatnya Church of Notre-Dame de Bon Secours. Gereja ini tampak depan terdapat relief ziarah menuju tempat ziarah Compostela, di Spanyol. Tempat ziarah impian suatu saat nanti.

Abad 12 gereja ini sudah berdiri sebagai gereja bergaya arsitektur Baroque dan banyak dikunjugi umat. Seiring dengan berjalannya waktu, gereja diubah menjadi bergaya renaissance pada abad 17. Gereja ini pun tak luput dari serangan perang kala itu. Namun gereja tetap berdiri tegak menaungi umatnya. Tabernakel dekat altar begitu indah, pun patung Bunda Maria pelindung gereja. Gereja ini masih aktif untuk berdoa dan tempat menyelenggarakan misa.

4. The Saint Nicholas Church

Figur Santo Nikolaus.
Diorama kelahiran Yesus.
Dalam gereja.

Gereja keempat juga masih aktif untuk melayani umat. Bahkan saya dan suami sempat berlama-lama di gereja ini untuk berdoa dan sekedar mencari kesunyian di tengah hiruk pikuk pusat kota. Meski gereja ini tak besar tetapi ini membuat kami betah di dalam. Gereja ini disebut juga Basilika Santo Nikolaus. Tak disangka gereja katolik di sentra turis ini semua masih aktif dikunjungi umat dan tempat ibadah.

Diperkirakan gereja ini telah ada abad 11 Masehi, dengan mengambil santo pelindung Nikolaus. Kemudian abad 14 gereja direnovasi bergaya gothik. Gereja indah ini menjadi korban perang pada tahun 1600-an. Renovasi dan perbaikan kembali dilakukan terutama bagian depan gereja dan bertahan hingga sekarang.

5. Saint Michael & Gudula Cathedral

Begitu megahnya gereja ini, saya sampai tidak bisa mendokumentasikan keseluruhannya.

Katedral Brussels adalah gereja tak sempat saya singgahi dan hanya sekedar berada di luar gereja. Padahal gereja ini benar-benar berkesan dari interior hingga eksteriornya. Tempatnya tepat di area pusat turis dan dekat pasar sentral. Eksteriornya menakjubkan dan megah. Lihat saja kaca jendela gereja ini terpatri baik. Tak hanya banyak orang senang duduk di sekitar luar gereja, burung gereja tampak senang bertebangan bahkan elang hinggap di atas gereja.

Abad 9 katedral ini semula hanya kapel yang dibangun untuk menjadi rumah ibadah. Tak terasa pertumbuhan jumlah umat membuat gereja ini berkembang menjadi katedral yang megah. Pada abad ke-13 katedral dibangun total dengan gaya arsitektur gothik. Jika anda ingin tahu keindahan kota Brussels, datanglah tiap Sabtu minggu kedua dan keempat dimana anda bisa naik ke atas menara puncak gereja.

Memang rumah Tuhan tak luput dari traveling kami. Sejenak kita bisa berdiam diri hanya untuk menemukan makna perjalanan yang sedang dilakukan. Benar bahwa selalu ada yang menarik berada di rumah Tuhan.

Selamat memasuki masa prapaskah bagi anda yang memperingatinya!

Brussels (3): Cara Memikat Pelanggan Restoran Ini Bisa Ditiru

Restoran selera asia di Brussels.
Restoran yang menyajikan menu sea food.
Contoh kreasi wafel ini juga menarik.

Waktu makan siang tiba. Saya dan suami masih berputar di area pusat kota yang menjadi destinasi wisata. Saya bermaksud untuk mengunjungi satu lokasi tempat lagi sebelum makan siang, tetapi godaan-godaan dilalui yang membuat saya takluk. Godaan itu adalah kami melewati restoran yang menawarkan aneka macam sajian sesuai selera. Suami saya masih bisa menahan diri, sementara saya semakin tergoda setelah melihat food presentation di depan restoran. Oh No!

Tak hanya saya, beberapa turis asal Asia tampak berhenti memperhatikan tampilan makanan yang mencitrakan menu restoran. Tentu saja makanan-makan tersebut visualisasi dari menu restoran. Ini adalah palsu, meski sekilas anda melihatnya seperti menu makanan asli yang menggairahkan dan menggoda saya. Namun ada juga beberapa kedai jajanan yang menyajikan food presentation itu adalah makanan sungguhan. Ini dimaksudkan agar turis dan orang yang tertarik dapat langsung mengerti makanan yang dipesan.

Saya adalah orang yang bertipe visual. Jika saya melihat daftar menu makanan dan hendak memesan, saya butuh waktu sejenak untuk membayangkan seperti apa makanan yang akan dipesan. Nah, food presentation yang dibuat restoran dan kedai makanan ini sangat membantu orang bertipe visual seperti saya. Betul ‘kan, akhirnya saya tergoda untuk mampir dan menikmati makan siang.

Ide food presentation memang bukan kali pertama saya jumpai. Di Asia pun saya pernah menjumpainya sebagai bagian dari strategi marketing. Saya pun pernah menyaksikan program televisi yang membahas industri rumahan yang berbisnis food presentation. Industri ini tak mudah karena membutuhkan ketrampilan menata dan membuat dekorasi yang tak mudah. Ada sisi seni dan kuliner di sini.

Banyak restoran yang juga mencoba cara ini agar pembeli datang ke lokasi usaha mereka. Selain itu food presentation meminimalisir komunikasi antara pramusaji dengan pembeli, karena pembeli sudah mendapatkan gambaran makanan yang hendak dipesan. Apalagi lokasi usaha di sekitar area turis misalnya, hambatan bahasa bisa diminimalisir setelah pembeli tahu apa yang hendak dipesannya.

Strategi membuat food presentation bukan tanpa alasan. Jika anda memajang makanan yang tampilannya menarik dan menggairahkan di media sosial saja, bukan tidak mungkin anda tertarik. Suatu studi (2012) menyatakan visualisasi makanan akan memicu hormon di otak yang membuat anda ingin mencobanya atau merasa lapar.

Oleh karena itu, rasa makanan untuk pertama kali bagi orang yang belum tahu makanan tersebut adalah nomor kedua. Pertama, orang tertarik mencobanya setelah melihat bagaimana penampilan makanan yang begitu menarik itu. Tak hanya itu, tampilan contoh makanan ini bisa menjadi ukuran kualitas rasa makanan yang hendak dipesan.

Ada pendapat?

Brussels (2): 4 Makanan Wajib Dicoba di Ibukota Belgia

Anda akan tahu mengapa wajib mencoba kentang goreng mereka?
Cokelat wajib menjadi buah tangan anda berkunjung ke Belgia.

Brussels adalah ibukota Belgia yang letaknya menjadi sentra dari Eropa Barat. Brussel begitu diminati karena lokasinya yang mudah dijangkau dari Amsterdam, Belanda atau Paris, Prancis. Rasanya tak mungkin melewati Brussels, jika kita sudah menjajaki Eropa Barat. Brussels menawarkan traveling yang berbeda lewat peninggalan bangunannya hingga kulinernya.

Berikut adalah empat kuliner di Brussels yang saya kulik setelah saya dan suami berkunjung ke sana. Boleh dikatakan empat kuliner ini wajib anda coba jika anda berkunjung ke sini. Anda bebas memilih ata mencoba dimana atau merek yang mana, asalkan itu di Brussels. Empat kuliner ini mudah tersedia di setiap sudut pusat kota yang jadi sentra turis.

1. Wafel

Kedai yang jual wafel yang selalu diminati.
Lihat tuh kreasi wafel! Memikat ‘kan?

Saya memang tak asing lagi dengan wafel mengingat makanan ini pun sudah saya jumpai di Jakarta, Indonesia pun di negara lainnya. Ngomong-ngomong darimana asal wafel? Sebagian besar orang berpendapat, tak lengkap ke Belgia tanpa mencoba wafel mereka. Ketika kami sudah tiba di Antwerpen, kami tidak sempat mencoba wafel. Tentu, kami pun tak ingin melewatkan kesempatan menikmati wafel.

Wafel itu tidak hanya terpusat pada satu tempat saja di Brussels. Ada banyak tempat yang menjajakan snack ringan. Selain banyak tempat yang menawarkan wafel, banyak pula yang membuat kreasi bentuk wafel. Anda pasti menyukainya. Belum lagi wafel dikemas dengan aneka macam rasa. Rasa asli wafel adalah gula manis saja, tetapi wafel kekinian bisa dilengkapi dengan buah-buahan, aneka selai, cokelat dan sebagainya.

Kami puas menikmati wafel hangat sembari menyelusuri pusat kota Brussels yang dingin kala itu. Begitu puasnya hingga saya lupa mendokumentasikan wafel yang dibeli. Jangan tanya harga wafel pada saya! Saya bukan penjualnya, tetapi ini pasti tidak akan merobek kantong anda.

2. Kentang goreng

Kentang goreng dikemas atraktive.
Untuk sebungkus kentang goreng pun harus antri mengular.
Di lain tempat pun, antrian kentang goreng pun masih sama.

Lagi dan lagi adalah kentang goreng yang sedang menjadi jajanan kekinian, seperti yang pernah diulas sebelumnya. Kentang goreng juga bukan hal baru bagi anda tentunya. Di Indonesia pasti anda pernah mendapati sebungkus kentang goreng. Tetapi apa yang membedakan kentang goreng buatan mereka? Jangan tanya saya lagi, pastinya anda harus mencobanya saat datang ke Brussels.

Jajanan kentang goreng itu tersebar di pusat kota di Brussels. Ada yang menjualnya seperti food truck sembari menyetel musik keren, ada pula yang makan di restoran tetapi ada pula kedai semacam imbiss di Jerman, seperti kios makanan kecil. Sebungkus kentang goreng itu sudah pasti mengenyangkan buat saya yang suka makan dalam porsi kecil. Hangat, renyah dan tambahan saus yang sesuai keinginan itu sudah membuat anda tergiur mencobanya ‘kan.

Baca: Ketika demam kentang goreng menjadi jajanan kekinian.

3. Cokelat

Salah satu pabrik pembuatan cokelat tampak kiri.
Maket cokelat, keren!

Jika orang tahu anda akan ke Belgia, mereka biasanya menyarankan untuk mencoba cokelat dan manisan khas Belgia. Bisa jadi orang yang mengatakan tersebut, meminta buah tangan dari anda yakni cokelat. Itu pula yang saya dapati saat bermalam di Brussels. Jika saya menginap di Jerman misalnya, ada ‘Haribo’ permen buatan Jerman yang diselipkan di kartu ucapan selamat datang di kamar hotel. Sebaliknya, kami mendapati cokelat sebagai ungkapan manis dari pengelola hotel.

Tak hanya dicoba dan dibawa pulang saja, cokelat khas Belgia punya cerita tersendiri. Itu sebab anda tawaran program untuk turis mendatangi pabrik cokelat. Seperti kami mendatangi salah satu pabrik cokelat di sentra turis. Anda bisa melihat bagaimana mereka membuat cokelat yang menarik dan lezat serta anda berkesempatan membelinya untuk dibawa pulang. Cokelat di sini tak hanya rasa manis saja, saya bisa mendapati cokelat rasa buah-buahan, cokelat non alkohol hingga cokelat berasa tiramisu. Wah!

4. Kentang/Siput Rebus

Hmm, tertarik mencobanya?

Makanan terakhir yang mungkin juga tertarik buat anda adalah Brussels Mussels. Ini bukan jajanan kerang rebus seperti yang biasa saya dapati di Jakarta dulu. Brussels menawarkan kuliner mussels yang aduhai nikmatnya lewat sajian ekslusif di restoran. Saya dan suami berkesempatan menikmati makan kerang rebus dengan kentang goreng di salah satu restoran di sentra turis. Cerita soal makanan ini, saya buat terpisah.

Semakin anda penasaran dengan ulasan empat kuliner di atas, semakin anda berpikir kira-kira anda ingin makan kuliner yang mana?

Antwerpen, Belgia (2): 3 Jajanan di Pasar Natal Wajib Dicoba

Ilustrasi. Minuman cokelat panas dari Belgia itu enak.

Setelah saya membahas Christmas Market di Antwerpen, kini saya membahas kuliner yang wajib dicoba. Mengapa wajib dicoba? Karena ini menjadi makanan khas lokal yang ternyata berbeda rasanya dari kota lain. Lagipula mencicipi jajanan ini seperti kita berbaur dalam keriuhan orang-orang yang menikmati pasar rakyat ini. Dan saya suka ini, menikmati street foods yang khas saat traveling.

Tiga jajanan ini menjadi rekomendasi bila anda berkunjung ke Antwerpen atau Belgia. Meskipun anda bisa mendapatkan di Indonesia atau negara lain, nyatanya tiga jajanan ini memiliki rasa yang khas dan pastinya lebih enak. Kata orang-orang di sini, mereka punya racikan rahasia. Coba saja simak di bawah ini.

1. Fish & Chips

Fillet ikan dibungkus tepung dan saus mayonnaise.

Fish and chips adalah makanan yang sudah populer dan mendunia. Tidak hanya diperkenalkan di restoran saja tetapi kuliner ini bisa dijumpai dengan mudah di Belgia. Itu sebab saya rekomendasikan bila anda berkunjung ke Belgia. Konon mereka menyajikan citarasa saus untuk ikan tepung goreng yang terbaik. Saya membelinya dengan harga 10€ dan sudah cukup membuat kenyang.

Ikan yang digunakan harus ikan segar sehingga teksturnya memang nikmat. Ada yang menyebut ini sebenarnya steak ikan karena ikan diolah dengan crispy and greasy tetapi tasty. Selain ikan berbalut tepung yang digoreng, kadang mereka masih menambahkan kentang goreng yang aduhai nikmatnya. Ini memang ada di negara lain, tetapi fish and chips di Belgia itu berbeda loh.

2. Belgian Hotdog

Meski isiannya sama seperti di Jerman, rasa hot dog ini berbeda loh.

Seharusnya saya membeli waffle di sini tetapi antrian yang mengular membuat saya urung diri. Tenang, saya akan tetap membahas waffle di Brussels nanti. Saya beralih ke hot dong rasa Antwerpen. Ini memang tak istimewa karena modelnya sama seperti di Jerman. Tetapi tunggu sosis Belgia itu punya citarasa yang pasti berbeda dibandingkan negeri tetangga, Jerman.

Jerman adalah negeri yang punya banyak sekali varian sosis, Belgia tidak banyak jenis sosisnya tetapi berbeda dengan Jerman. Soal sosis, Belgia memberi julukan Belgian Hot Dog yakni sosis warna putih dan warna gelap yang dipilih sesuai selera, kemudian dipanggang. Selesai dipanggang, sosis diletakkan di tengah sisipan roti sembari diberi sauerkraut, acar bawang dan mustard. Hmm…

3. Minum Cokelat Panas

Rasa cokelatnya itu beda sekali!
Aneka cokelat Belgia wajib dicoba juga.

Jajanan terakhir yang juga wajib dicoba adalah cokelat Belgia. Belgia terkenal sebagai surga cokelat. Selain kemasan cokelat yang dibuat menarik, ada juga minuman cokelat yang sama enaknya seperti menikmati cokelat batangan. Minum cokelat panas saat musim dingin bisa jadi pilihan, tetapi minum cokelat panas di Antwerpen itu wajib dicoba. Tentang pabrik cokelat sebagai buah tangan, saya ulas saat kunjungan di Brussels.

Meski suasana natal dan tahun baru sudah lewat, bisa jadi rekomendasi kuliner di atas menjadi informasi bila datang ke Antwerpen. Anda sendiri ingin mencoba jajanan yang mana?

Menikmati Jalan Bebas Hambatan di Benelux yang Bebas Biaya

Papan petunjuk di jalan tol di Belanda.

Berpetualang menggunakan jalur darat menjadi pilihan jika saya hendak pergi berlibur bersama suami. Pasalnya, kami bisa menikmati pemandangan indah dipenuhi kehijauan pengunungan, langit biru dan danau atau sungai yang bersih. Pilihan transportasi darat di eropa bisa menggunakan kereta api yang fasilitas dan servisnya terbaik di benua biru. Pilihan lain transportasi adalah mengendarai kendaraan sendiri. Ini yang menjadi cerita selanjutnya melalui jalan bebas hambatan di negara Benelux.

Negara Benelux adalah sebutan tiga negara berdekatan secara ekonomi dan geografis dan juga kebetulan bertetangga dengan Jerman, yakni Belanda, Belgia dan Luxemburg. Ketiganya sudah saya kunjungi dengan berkendara, meski pun kami harus berlelah-lelah dan fokus menyetir demi keselamatan. Namun kelebihannya tentu saja ada. Kami bisa mengatur kemana dan kapanpun kami suka. Kekurangannya juga ada seperti diliputi rasa lelah berkendaraan. Kami juga perlu mempertimbangkan biaya parkir yang tak murah. Tentang biaya parkir, saya buat artikel terpisah.

Cerita saya berkendara dan melewati jalan bebas hambatan seperti di Austria, Slovenia, Slowakia, Hungaria dan Kroasia misalnya. Di negara-negara yang saya sebutkan itu kami harus membeli vignette, yakni bea tol untuk menggunakan jalan bebas hambatan. Vignette itu semacam stiker ditempel di kaca depan, itu berlaku seperti Austria, Slovenia, Slowakia, Hungaria dan Swiss. Vignette ini berlaku untuk periode tertentu. Kecuali di Kroasia, jalan tol seperti layaknya di Indonesia. Ada pos jaga untuk memberi tiket dan menerima pembayaran.

Memasuki jalan tol dalam kota di Brussels, Belgia.

Berada di jalan tol di Luxemburg.

Selain vignette tersebut di atas, kami juga memikirkan biaya lagi jika pengendara melalui jalur “maut” yakni terowongan yang dibangun khusus dan canggih biasanya untuk mempercepat perjalanan. Sedangkan di Jerman, kami tidak perlu membayar biaya tol alias gratis. Ini sama seperti kami berkendara ke negeri tetangga, Ceko. Di sini pun tidak ada biaya tol. Sedangkan di Prancis, ada biaya khusus untuk melewati jalur “maut” yang hanya berada di area tertentu.

Itu tadi hanya pengantar saja. Bagaimana kita berkendara di tiga negara yakni Belanda, Belgia dan Luxemburg?

Jalan tol di Jerman sebagian besar tidak ada batas maksimum kecepatan, kecuali bila kita disarankan misalnya masuk tol dalam kota, batas akhir jalan tol, jalur perbatasan negara dan sebagainya. Di situ kita disarankan untuk mengurangi kecepatan sesuai petunjuk lalu lintas yang tertera. Sebaliknya jalan tol di tiga negara tersebut punya batas maksimal berkendara. Sepanjang jalan tol di Belanda misalnya hanya boleh kecepatan 120 Km/jam. Begitu pun di dua negara tetangganya, tak jauh berbeda.

Jalan tol gratis di tiga negara ini tidak berlaku untuk kendaraan seperti bis atau truk yang beroda lebih dari 4 dan membawa barang. Jalan tol di Jerman begitu mudah ditemui rasthof atau rest area dalam bahasa Inggris. Ada juga toilet umum, tempat parkir dan pom bensin. Di tiga negara tersebut tidak begitu banyak. Mungkin ketiga negara tersebut tidak seluas Jerman.

Oh ya, motor yang disyaratkan juga bisa memanfaatkan jalan tol. Jalan tol juga memiliki jalanan yang mulus dengan rambu-rambu lalu lintas jelas. Tak ada jalan berlubang. Pengguna kendaraan merasa puas dengan sistim jalan tol ini.

Sebagai pertimbangan, jarak berkendara dari Amsterdam ke Brussels sekitar dua jam saja. Jarak dari Brussels ke Luxembourg city pun sekitar 2 jam. Itu semua pasti melalui jalan tol. Lancar jaya ‘kan.

Bagaimana menurut anda?

Brussels, Belgia (1): Christmas Market Masih Ada Sampai Awal Januari dan Light Festival yang Menawan

Pohon natal besar.
Diorama kelahiran Yesus, atau die Krippe dalam bahasa Jerman.
Konser musik di pasar natal.
Kemeriahan orang menikmati pasar natal.

Setelah saya mampir di Antwerpen dan menikmati kemeriahan pasar natal maka saya melengkapi kemeriahan selanjutnya di ibukota Belgia, Brussels. Masih dalam suasana natal hingga 6 Januari 2020, liturgi Gereja Katolik merayakannya pada tanggal tersebut adalah Hari Raya Tiga Raja atau dalam bahasa Jerman disebut Heilige Drei Könige. Itu sebab kebanyakan pekerja mengambil cuti libur sampai Senin (6/1) karena hari ini masih menjadi hari libur di Jerman. Begitu pun pasar natal yang sudah berakhir sebelum natal di Jerman tetapi sebagian negara Eropa ada yang masih menggelarnya sampai awal Januari atau sebelum Hari Raya Tiga Raja.

Belgia adalah contoh negara yang masih menggelar kemeriahan pasar rakyat tahunan ini mulai awal Desember hingga awal Januari tahun berikutnya. Christmas Market di Brussels serupa dengan kota Antwerpen dan kota lain di Belgia yang berakhir sampai 5 Januari 2020. Saya memilih datang ke Christmas Market terbesar di Belgia, yakni pusat kota, Grote Markt hingga ke Grand Palace. Menurut saya, Brussels punya Christkindl Markt terbesar karena kuliner yang dijajakan pun dari berbagai belahan negara Uni Eropa. Saya bisa mendapati jajanan dari negeri Balkan misalnya. Tentang jajanan atau street foods, saya buat di artikel terpisah.

Lokasinya luas dan dilengkapi ice skating yang menjadi wahana keluarga. Di Antwerpen saya tidak berhasil menemukan ice skating tetapi di Brussels, saya menemukannya. Jajanan kuliner yang tersedia pun beraneka ragam. Sebagai kota pemerintahan Uni Eropa, jajanan pasar natal juga dipenuhi dari berbagai negara. Untuk jajanan, saya tulis terpisah. Ragam sovenir dan pernak-pernik natal pun lengkap. Aneka minuman alkohol, minuman hangat, minuman dingin hingga es krim pun ada.

Ada tenda-tenda makan dan duduk bagi pengunjung yang besar menyebabkan pasar natal ini tak sepi pengunjung dari sore hingga tengah malam. Konser natal yang dibawakan sekelompok musik pun membuat suasana semakin ramai. Ini gratis! Ditambah semarak Brussels Light Festival Show di sekitar pasar natal membuat suasana semakin mempesona.

Saya pun ikut bingung memilih jajanan yang begitu banyak dan hasrat untuk mencobanya. Harganya pun lebih terjangkau. Aneka cokelat pun memikat mata dan wajib dicoba jika kita berada di Belgia. Cokelat dikemas dengan aneka kreasi dan rasa yang memanjakan lidah siapa saja. Aroma olahan cokelat di kedai pasar natal membuat saya semakin tergoda.

Ice skating.
Brussels Light Festival.

Lights show di pertokoan dan pusat perbelanjaan.
Restoran dan jalan-jalan pusat kota dipenuhi keindahan iluminasi.
Indahnya!

Tak lengkap Christkindlmarkt tanpa datang ke kandang natal yang menampilkan drama figur kelahiran Yesus Kristus. Die Krippe ditempatkan di area Grand Palace, yang menjadi sentra perhatian turis. Kandang besar berisi diorama natal menarik atensi wisatawan untuk berfoto. Di tengah stadthall terdapat pohon natal besar dan tinggi yang meriah dan menawan. Tentu spot ini tidak ketinggalan buat siapa saja untuk berfoto ria. Meski cahaya temaram namun suasana permainan cahaya menjadi pesona tersendiri.

Saya bersyukur saat datang di kala Brussels Light Festival. Area tiap gang Grote Markt dipenuhi permainan iluminasi cahaya yang menarik. Tak lupa area Grand Palace yang menambah iluminasi dan instrumen bersamaan yang menarik para wisatawan. Anda bisa menyimaknya di cuplikan singkat video yang terekam. Keren!

Cuplikan Natal di Brussels.

Antwerpen, Belgia (1): Kemeriahan Pasar Natal yang Tak Ingin Terlewatkan

Lokasi wisata utama kota Antwerpen menjadi Christmas Market.
Lokasinya dekat Katedral Antwerpen, yang juga sedang direnovasi.
Katedral tampak muka.
Meriah dan ramai.

Masih dalam suasana natal dan tahun baru, saya bagikan kemeriahan pasar natal yang sudah berakhir di beberapa tempat. Di Jerman pasar jelang natal sudah selesai dua atau tiga hari menjelang tanggal 25 Desember, Hari Raya Natal itu sendiri. Ini diterapkan juga di negara lain seperti saat saya berkunjung ke Zürich, Swiss dan Amsterdam, Belanda. Sementara ada sebagian negara yang masih menggelar pasar natal seperti di Budapest, Hungaria yang pernah saya sampaikan sebelumnya. Atau di Wina, Austria yang juga masih menggelar Christkindlmarkt di depan Istana Schonbrunn. Rupanya Belgia masih menggelar pasar natal sampai awal Januari tahun berikutnya.

Dari Rotterdam, Belanda kendaraan kami melaju sekitar satu setengah jam lebih menuju Antwerpen, Belgia. Kami berpikir untuk berhenti di Antwerpen untuk mengetahui keindahan kota tersebut. Sayangnya hari sudah gelap, meski kami tiba masih sekitar jam 5 sore. Ini musim dingin setelah hari raya natal berlalu. Kami segera mencari lokasi parkir umum di pusat kota. Tiga puluh menit parkir umum untuk mobil berbayar 2€, letak parkiran dekat dengan Grote Markt, pusat kota.

Begitu keluar parkir, kami melihat banyak orang lalu lalang menuju ke Altstadt atau sekitar katedral. Lokasi ini disebut Grote Markt dalam bahasa setempat dimana banyak butik, area pertokoan pusat perbelanjaan dan menariknya pasar natal masih berlangsung. Christmas market di Antwerpen masih berlangsung sampai 5 Januari dan kami tak ingin melewatkannya. Suami saya tahu bahwa saya ingin mencoba kuliner yang meriah di sini.

Di dekat Katedral, jangan lewatkan die Krippe yakni kandang natal yang berisi figur drama kelahiran Yesus Kristus. Sebagaimana di Jerman, die Krippe biasanya berada di dekat Katedral, Dom atau Gereja utama pusat kota. Selain itu beranjak ke halaman gereja, terdapat instrumen yang dihiasi dekor bertema khusus yang membangkitkan suasana magis. Di situ terdapat restoran eksklusif bagi wisatawan menikmati sajian lokal, dengan suasana lampu temaram.

Christmas Market di Belgia menawarkan ice skating yang menjadi wahana keluarga, anak-anak dan remaja senang menikmatinya. Di Antwerpen saya tidak menemukannya tetapi di Brussels, saya mendapati area ice skating yang berdekatan dengan Christmas Market. Ini yang membedakan Christmas Market di Belgia dengan negara lainnya.

Kandang natal atau disebut die Krippe.
Kiri adalah mistletoe raksasa yang dihiasi cahaya kebiruan yang membuat banyak orang berdiri di bawahnya.
Ini adalah mistletoe raksasa.
Api unggun elektrik raksasa, tempat orang duduk menghangatkan diri.
Kios yang menjual pernak-pernik natal.

Ada berbagai booth yang menjual aneka kebutuhan natal, pernak-pernik natal dan musim dingin hingga kuliner yang sayang jika dilewatkan. Ini seperti umumnya Christmas Market. Namun di sini kami bisa menemukan api unggun besar elektrik dengan tempat duduk yang bisa menghangatkan orang-orang yang menikmati dinginnya malam. Tak kalah menariknya adalah mistletoe raksasa yang didesain mengagumkan. Riuh orang lalu lalang membuat semarak pasar natal ini.

Hal menarik lainnya adalah permainan cahaya dari lampu yang bersamaan dengan instrumen yang membuat suasana semakin indah. Cahaya yang indah dari lampu kelap-kelip membuat banyak orang berfoto. Di sini ternyata ada photo booth juga yang membuat orang bisa berselfie ria. Meski natal baru saja berlalu, namun di sini anda masih bisa menyaksikan semaraknya sebelum Hari Raya Tiga Raja atau dalam bahasa Jerman, Heillige Drei König.

Lalu kuliner apa saja yang saya nikmati di Christmas Market Antwerpen, simak cerita selanjutnya.