Rice Pudding, Manis dan Lembut Jadi Alternatif Sarapan

Rice pudding rasa strawberry.

Pertama kali saya mengenal rice pudding ini justru saat saya menginap di salah satu hotel di Bratislava, Slowakia. Waktu itu, saya melihat etalase makanan untuk sarapan pagi yang disajikan secara prasmanan. Saya pun mengambilnya sedikit untuk mencicipinya, barangkali enak. Itu pemikiran saya. Ternyata saya suka.

Kembali ke Jerman, kenalan asal Slowakia membawakan rice pudding saat bekerja. Katanya ini baik untuk mengganjal perut manakala kami berdua belum sempat makan siang dan masih banyak yang harus dikerjakan. Untuk kedua kalinya, saya mencicipi lagi rice pudding dan rasanya pun tetap sama-sama enak.

Sekarang saya jadi menikmati rice pudding di saat jeda makan pagi dan makan siang. Pasalnya, ini benar-benar nikmat saat ada break aktivitas. Atau ini biasa dinikmati sebagai sarapan pagi. Kandungan karbohidrat pada puding nasi baik untuk sumber energi. Selain itu, puding nasi ini juga rendah kalori karena biasanya susu yang digunakan untuk puding nasi sebaiknya susu rendah lemak. Ini baik dibandingkan produk olahan susu lainnya.

Kenalan asal Slowakia ini menjelaskan puding nasi bisa jadi alternatif alami untuk sarapan pagi jika suka. Dia suka membuatnya sendiri di rumah. Katanya, puding nasi sebaiknya menggunakan bahan alami seperti beras, gula, telur, susu dan sedikit garam. Untuk menambah rasa puding nasi, anda bisa menambahkan kayu manis, madu atau pisang yang dihaluskan. Bahan-bahan alami tersebut sangat baik untuk tubuh tentunya.

Dia menjelaskan pula, pudding nasi bisa disajikan dalam kondisi hangat saat musim dingin tiba. Hal menariknya lagi, pudding nasi bisa disimpan yang kemudian dikonsumsi di kemudian hari jika masih ada stoknya.

Sementara saat ini, saya masih menikmati pudding nasi dengan membelinya. Terbukti di kantin kampus beberapa minggu lalu menyediakan pudding nasi sebagai pilihan menu. Kadang saya juga membeli pudding nasi kemasan di supermarket. Satu mangkuk kecil pudding nasi sudah membuat saya kenyang karena satu cup bisa berisi 300 kalori.

Apakah anda sudah pernah mencoba pudding nasi juga?

Advertisements

Tips Untuk Anda (6): Masak Nasi Basmati Enak Tanpa Rice Cooker

Selama ini saya terbiasa memasak nasi dengan rice cooker. Suatu kali saya terlibat acara masak memasak dengan mahasiswa berbagai bangsa di sini. Saat itu saya belajar bagaimana memasak nasi tanpa rice cooker. Teman mahasiswa asal India dan Turki mengajari saya dengan baik. Akhirnya saya mencoba rasa nasi yang mereka buat itu benar-benar enak.

Pada dasarnya beras yang dijual di sini itu umumnya beras langkorn dan beras basmati. Beras langkorn berasal dari Asia seperti Thailand dan Vietnam. Sedangkan beras basmati sering saya jumpai pada kuliner India dan Timur Tengah.

Beras basmati itu bentuknya lonjong panjang dan berwarna putih bersih. Beberapa kali saya memasak nasi dengan beras jenis ini, ternyata cukup nikmat juga disantap dengan aneka masakan nusantara yang saya masak di rumah.

Cara memasak beras basmati

1. Siapkan beras 500 gram, 2 gelas panjang air, minyak sayur 2 sendok makan dan sedikit sendok garam.

2. Cuci beras sebanyak 2-3 kali sebelum dimasak. Tiriskan dari airnya.

3. Panaskan wajan datar yang cukup besar untuk menampung air dan beras. Atau anda bisa menggunakan panci yang berbahan dasar teflon atau anti lengket.

4. Masukkan minyak sayur, tunggu beberapa saat hingga panas.

5. Masukkan beras yang sudah tiris airnya. Aduk-aduk beberapa saat hingga beras tercampur dengan minyak sayur.

6. Masukkan air sekarang. Masak hingga air mendidih dan berbuih.

7. Tambahkan garam.

8. Setelah air berbuih, kecilkan api hingga tidak ada air lagi di wajan.

8. Nasi menjadi masak ditandai ketika sudah tidak ada lagi air.

Cara lain

1. Cuci beras 500 gram sebanyak 2-3 kali.

2. Panaskan air sebanyak 2 liter. Beri minyak dan garam sesuai takaran di atas.

3. Ketika air mendidih, masukkan beras.

4. Masak beras selama 20-30 menit dengan api sedang.

5. Setelah beras masak, tiriskan airnya sebelum disajikan.

Bagaimana menurut anda?

3 Menu Nasi Mancanegara yang Perlu Anda Tahu

Nasi adalah makanan pokok Indonesia. Nasi bisa dimakan untuk sarapan pagi, makan siang atau makan malam di tanah air. Ini tentu berbeda bagi masyarakat belahan bumi lain yang menikmati nasi bukan sebagai makanan pokok. Bahkan nasi dimasak dan disajikan dengan cara berbeda dari masakan nusantara. Ini bisa menjadi pengobat rindu saat saya ingin makan nasi dengan rasa yang berbeda saat saya sedang tidak berada di Indonesia.

Untuk membuktikannya, saya mencoba tiga menu nasi berikut.

1. Khao phat kung

Jika anda melihat tampilan menu di atas, makanan nusantara apa yang anda kaitkan? Semula saya melihat tampilannya di menu seperti nasi goreng. Itu sebab saya memesannya. Ya, menu ini adalah nasi goreng dari Thailand. Saya memesannya di kota Pilsen, Ceko di salah satu restoran selera asia. Namanya adalah khao phat kung atau dalam bahasa Inggris dikenal shrimp fried rice.

Nasi goreng dari Thailand ini memang berbeda bumbu dengan makanan nusantara. Saya merasa ada rasa asam dan asin bersamaan. Ada nasi yang digoreng, udang, irisan cabai, tauge dan daun ketumbar. Saya terkejut juga ternyata ada irisan lemon di nasi goreng tersebut. Terakhir, saya berpikir topping adalah bawang goreng ternyata kacang goreng.

2. Risotto

Saya memesannya di salah satu restoran ekslusif di Zagreb, Kroasia. Padahal sebagaimana anda tahu bahwa risotto berasal dari Italia. Saya mengenal pertama kali risotto di salah satu restoran italia di Jakarta. Kemudian saya pernah mengupas secara khusus di link ini. Bagaimana rasa risotto yang dinikmati di Kroasia?

Kroasia kaya akan makanan laut yang berasal dari laut Adriatik. Jika anda berkesempatan mampir ke Kroasia, aneka masakan laut bisa anda nikmati di restoran mana saja. Untuk sajian risotto yang saya pesan, terdiri nasi, udang dan cumi-cumi dengan sedikit sentuhan rasa masakan mediterania. Risotto adalah nasi yang berbumbu dan sedikit creamy. Dengan tambahan sea food, rasa risotto berbeda seperti yang pernah saya nikmati sebelumnya.

3. Friekadellen mit Gemüse-sahne-soße

Terakhir adalah makanan nasi dengan bumbu khas masakan Jerman. Jika kedua menu nasi di atas adalah hasil pesanan saya di restoran maka menu terakhir merupakan masakan buatan saya di rumah. Ini berdasarkan hasil percobaan setelah membaca resepnya. Hasilnya, ini mudah dibuat.

Pertama, anda harus membuat bola-bola kecil dari daging sapi yang diberi bumbu garam, merica dan bawang putih. Lalu goreng bola-bola tersebut hingga matang. Kemudian siapkan krim ke dalam sup dan sedikit air. Tambahkan sayuran yang dikehendaki seperti wortel, kacang polong atau jagung manis. Beri sedikit mustard dan kaldu sapi. Masak hingga matang. Makan bersama nasi hangat. Dijamin enak!

Dari ketiga menu di atas, mana yang mungkin anda sukai?