CERPEN (38): Mengasah Kesempatan menjadi Impian

Ini adalah reblog dari artikel yang sama dan tayang pada 2 Desember 2014. ________________________ Aku sengaja membawa ibu ke vila terpencil yang jauh dari kebisingan kota agar bisa menikmati ketenangan bersama. Aku mengundang ibu menikmati secangkir teh dan kue buatannya. Kami duduk di balkon arah taman sambil berbincang hangat mengenai berbagai topik. Kadang aku begitu … Continue reading CERPEN (38): Mengasah Kesempatan menjadi Impian

Tipe Reality atau Tipe Fantasy: Anda Termasuk Tipe Mana?

"Sayang, apa yang akan kau lakukan jika punya uang satu Triliun?" tanya orang Fantasy. Sahut orang Reality, "Bagaimana saya bisa melakukan apa yang saya mau wong sekarang saya tidak punya uang sebanyak itu?" Fantasy yang mendengar cuma bisa pasrah dan mengeluh, "Ini kan pengandaian. Seandainya kamu punya uang sebanyak itu, apa yang dilakukan?" Reality yang … Continue reading Tipe Reality atau Tipe Fantasy: Anda Termasuk Tipe Mana?

Apa Bukti Kesuksesan Anda?

Dalam suatu reuni, sebagian besar orang senang bisa berjumpa teman lama dan tetap terhubung. Namun sebagian kecil orang bisa jadi memilih tidak datang. Mengapa? Lanjut setiap hari raya, acara kumpul keluarga besar dan bertemu kerabat pastinya tak terlewatkan. Senang bisa berkumpul dan bertemu sanak saudara dalam momen istimewa. Setiap hari raya dijadikan ajang untuk bertemu … Continue reading Apa Bukti Kesuksesan Anda?

Pentingnya Visi Hidup untuk Sukses, Anda Percaya?

Pepatah mengatakan kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda tetapi mengapa kita tidak siap untuk gagal? Padahal kita meyakini bahwa keberhasilan butuh perjuangan dan percobaan berkali-kali, tetapi mengapa kita berhenti di tengah jalan dan menyerah. Jika kita melihat orang sukses, kita ingin mencontohnya tetapi saat mereplikasikannya, mengapa kesuksesan kita berbeda dengan orang tersebut? Jawabannya adalah VISI hidup. … Continue reading Pentingnya Visi Hidup untuk Sukses, Anda Percaya?

CERPEN (32): Cari Jalan Lain atau Pecahkan Batu Itu!

Seorang anak muda bermimpi agar dapat melamar gadis pujaannya yang berada di seberang desa. Ia mendapatkan firasat bahwa gadis pujaannya tersebut memenuhi impiannya tentang pasangan hidup yang selama ini sudah dinantikannya. Gadis pujaannya itu tak lama lagi akan dipersunting pemuda lain pilihan orangtuanya sehingga pemuda ini ingin segera mendapati gadis itu. Ia membawa serta ibunya, … Continue reading CERPEN (32): Cari Jalan Lain atau Pecahkan Batu Itu!

CERPEN (63): Lompatlah Melebihi Dari yang Dipikirkan!

Bruk!!!! Aku terjatuh. Sial, lompatannya begitu bagus, umpatku. Si Bapak Tua ini melompat dengan lincahnya di setiap pijakan batu. Dia tertawa melihatku jatuh. Ia menghampiriku lalu mengulurkan tangannya. "Ayo, kamu pasti bisa!" serunya menyemangati. "Jika kau ingin melompat, lihatlah ruang yang tak ada batunya, bukan batunya!" katanya. Dengan bijak, ia menjelaskan bahwa batu pijakan yang … Continue reading CERPEN (63): Lompatlah Melebihi Dari yang Dipikirkan!

CERPEN (65): Mulailah Dari Apa yang Bisa Kau Lakukan!

Siang itu, seorang anak datang menghampiri ayahnya. Ia bermaksud untuk meminta bantuan ayahnya untuk mengerjakan pekerjaan rumah yang diberikan guru di sekolah. “Ayah, apakah kau sibuk saat ini?” tanya anak tersebut. “Sedikit,” sahut ayah. “Apakah kau bisa membantu pekerjaan rumahku? Aku tidak suka pelajaran matematika ini.” “Mengapa kau tidak suka pelajaran matematika?” tanya ayah sambil … Continue reading CERPEN (65): Mulailah Dari Apa yang Bisa Kau Lakukan!

CERPEN (53): Arti Mimpi tentang Jodoh

Apa yang kau cari sedang mencarimu. Konsep jodoh. Aku datang tergopoh-gopoh menuju meja kerjaku. Aku datang terlambat. Aku menundukkan kepala dan cepat-cepat meraih laptopku untuk mulai bekerja. Aku lihat kanan kiri, rekan kerja sekitar seperti asyik dengan pekerjaannya. Oops, tidak dengan Ratna, si sekretaris bos yang tahu aku datang terlambat ke kantor. Dia tersenyum mengejek. … Continue reading CERPEN (53): Arti Mimpi tentang Jodoh

CERPEN (68): Seberapa Tinggi Kita Bermimpi

Ada dua orang murid bertanya kepada gurunya tentang impian. Mereka berdua memperdebatkan seberapa tinggi mimpi harus kita raih dalam hidup. Mereka sepakat untuk mencari tahu kepada Guru Bijak. "Wahai Guru Bijak, kami berdua bingung tentang maksud bermimpi yang guru utarakan tempo lalu. Guru mengatakan bahwa tidak ada mimpi yang terlalu besar dan tidak ada pemimpi … Continue reading CERPEN (68): Seberapa Tinggi Kita Bermimpi

CERPEN (11): Sukses Menurut ‘Siapa’ atau ‘Apa’

Kala sore rintik di Jakarta, kami bertemu. Saya dan seorang teman lama janjian bertemu di sebuah kedai kopi ternama. Ia mengenakan tampilan kasual yang berbeda dari sebelumnya saya kenal 5 tahun lalu saat masih bersama di kantor dulu. “Apa kabar, Pak? Lama tak bersua.”, sapaku padanya yang terkesan elegan dengan penampilannya. Ia meraih tanganku dengan … Continue reading CERPEN (11): Sukses Menurut ‘Siapa’ atau ‘Apa’