Gartenzwerge, Dekorasi Patung Lelaki Kurcaci Bertopi di Kebun Orang Jerman

Gartenzwerge modelnya bermacam-macam, salah satunya yang sedang membawa gerobak seperti ini.

Berkebun itu bukan seberapa luasnya lahan yang dimiliki, melainkan ini adalah aktivitas yang dilakukan penuh cinta, tentunya pada tanaman yang dirawatnya. Begitu pelajaran yang saya alami dari keseharian orang-orang di sini. Berkebun itu adalah proses untuk menikmati hasil yang dikehendakinya. Ternyata totalitas berkebun itu tampak dari kebiasaan orang di sini mulai dari perlengkapan berkebun, bibit tanaman yang dipilih, rumah khusus untuk berkebun sampai pula dekorasi berkebun.

Berbicara soal dekorasi berkebun, saya mendapati figur yang hampir serupa di sebagian besar kebun-kebun orang Jerman. Figur ini berupa patung kurcaci dengan aneka pose yang biasanya diletakkan di kebun mereka. Kurcaci ini adalah seorang pria tinggi sekitar tiga puluh senti meter bertopi segitiga dan berjenggot, yang disebut sebagai Gartenzwerge. Hiasan ini konon telah ada sekitar tahun 1800-an hanya dimiliki orang kaya karena menjadi simbol kelas sosial yang tampak dari kebun-kebun mereka.

Dekorasi kurcaci dimunculkan kembali sekitar tahun 1960-an ketika minat berkebun semakin tinggi. Ada yang berpendapat, gartenzwerge itu lebih dari sekedar dekorasi yang ditempatkan di kebun. Katanya, ini semacam simbol keberuntungan agar terhindar dari hal buruk yang menimpa kebun mereka. Itu bisa berarti hama yang mengganggu tanaman, pencuri atau hal buruk lainnya yang menyebabkan ketidakberuntungan.

Gnome, julukan lain dari patung kurcaci itu pun berawal dari cerita rakyat. Semacam dongeng yang mengatakan bahwa gnome pun penghuni bumi dan penjaga alam. Bentuknya saja seperti kurcaci, yang konon memang jadi legenda rakyat yang telah ada beratus-ratus tahun lalu di Eropa. Legenda itu tak hanya di Jerman loh, beberapa negara mengakui keberadaan para kurcaci itu.

Dekorasi kurcaci di kebun orang Jerman bentuknya bisa bermacam-macam seiring dengan perkembangan jaman. Tidak harus berdiri saja, ada yang seperti foto di atas, dia tampak mendorong gerobak. Lambat laun dekorasi kurcaci dibuat menghibur, lucu dan menggemaskan yang ditempatkan di kebun. Bentuknya yang lucu itu membuat saya tersenyum terhibur bila melihatnya.

Bila musim dingin tiba, patung kurcaci ini dibungkus atau disingkirkan sementara di gudang. Saat mulai musim semi seperti sekarang, gartenzwerge dikeluarkan lagi bersama dekorasi kebun lainnya. Jadi sebenarnya dekorasi berkebun orang Jerman itu ada macam-macam. Itu semua kembali pada selera orang masing-masing. Mungkin saja, ada orang di sini yang juga tak suka memiliki dekorasi berkebun. Who knows!

Musim Semi Tiba, Pelajari 5 Hal Berkebun Untuk Pemula Seperti Saya

Bibit tanaman mulai dijual di supermarket, tanda musim semi sudah dimulai.

#StayAtHome#WirBleibenZuHause#

Hari Jumat lalu (20/3) adalah hari pertama dimulainya musim semi di Jerman. Itu artinya musim dingin pun sudah berlalu dan berganti musim yang baru. Tiap musim punya kelebihan dan kekurangannya sendiri. Namun pergantian musim selalu disambut gembira agar kehidupan baru yang lebih baik segera berlanjut. Meski wabah corona masih melanda Jerman, tetapi banyak orang optimis ini akan segera berlalu seiring pergantian musim.

Kami masih berdiam di rumah sampai batas waktu ditentukan. Ada banyak ide bisa dilakukan di rumah seperti mencoba berkebun. Jangan bayangkan berkebun seperti layaknya profesional yang menghasilkan panen nantinya berlipat-lipat! Berkebun yang saya maksud adalah untuk pemula yang nantinya hanya dikonsumsi untuk kalangan sendiri.

Oleh karena itu, teknik berkebun untuk pemula perlu diperhatikan. Siapa tahu anda bisa seberuntung saya bisa menikmati panen tomat cherri atau cabai, sehingga tidak perlu membelinya lagi. Anda juga bisa mencoba tanaman lain seperti tanaman yang digunakan buat masakan. Ada basilikum, seledri atau daun schnittlauch, yang bisa digunakan untuk bahan masakan.

Ilustrasi. Menikmati hasil panen itu rasanya sesuatu yang luar biasa.

1. Berkebun itu bukan sekedar isi waktu luang

Awalnya saya berpikir bahwa berkebun itu mudah, hanya tancapkan tanaman yang dikehendaki atau sering saja menyirami tanaman. Ternyata tidak seperti itu. Berkebun itu tetap perlu ‘hati’ artinya kita mengerjakannya dengan penuh cinta, bukan sekedar isi waktu lowong. Jika kita ingin hasil maksimal dalam berkebun, maka lakukan juga dengan penuh cinta.

Berkebun itu seperti menikmati waktu bersama tanaman yang disayangi. Anda bisa bayangkan berkebun seumpama kita memelihara hewan peliharaan. Semua diperlukan dengan penuh cinta. Berkebun itu bisa dijadikan profesi, tetapi saya kali ini menekankan berkebun sebagai hobi atau kebiasaan baru di rumah. Bukan untuk mengisi waktu luang, tetapi hasil berkebun tentu dinikmati sendiri dan lebih sehat lagipula.

2. Tentukan dimana lokasinya

Berkebun tentu butuh lahan untuk tanaman yang dikehendaki. Tak penting seberapa luas lahan yang anda miliki, yang penting niatnya untuk berkebun. Anda bisa manfaatkan halaman belakang rumah untuk ditanami atau balkon rumah yang tak luas. Intinya, lokasi dan luas lahan menentukan juga tanaman yang dikehendaki.

Tak punya lahan untuk ditanami, bukan berarti anda tak bisa berkebun. Ada teknik moderen yang bisa disiasati, misalnya tanaman dengan pot seperti tanaman basilikum atau seledri yang bisa diletakkan di pot di dapur. Sewaktu-waktu tanaman ini bisa langsung dimanfaatkan. Ada juga tanaman gantung untuk menghiasi beranda rumah. Bunga hidup yang bisa diletakkan di dalam rumah pun bisa termasuk dalam kegiatan berkebun.

3. Beli bibit dan pilih tanaman yang dikehendaki

Mulainya musim semi bisa tampak dari ketersediaan bibit tanaman yang dijajakan di rak supermarket. Tak perlu ke supermarket khusus untuk membeli bibit tanaman, supermarket di sini menyediakannya. Berbagai bibit tanaman tersedia dengan mudahnya. Atau tanaman yang sudah berpot bisa diperoleh sesuai selera dan kebutuhan.

Tak hanya dijual dengan harga terjangkau, bibit tanaman terkadang diberikan secara cuma-cuma kepada pelanggan supermarket. Itu yang saya alami di sini. Atau bibit tanaman juga diberikan gratis sebagai kampanye cinta bumi. Keren ‘kan!

4. Rajin untuk merawat kesuburan tanaman

Tidak semua tanaman itu punya perawatan yang sama. Tidak perlu juga menjadi ahli tanaman untuk berkebun. Anda perlu rajin merawatnya sesuai kebutuhan tanaman. Bila anda membeli bibit tanaman atau tanaman berpot di sini maka selalu tersedia petunjuk informasi bagaimana merawatnya dengan baik. Seperti berapa banyak anda harus menyiramnya, jangkauan sinar matahari hingga perlunya pupuk agar bisa tetap subur.

Bila anda tidak memiliki informasi perawatan, anda bisa bertanya kepada petugas yang menjualnya. Biasanya mereka adalah orang yang mumpuni dan dibekali pengetahuan untuk merawat tanaman.

5. Konsisten dan komitmen bila ingin hasilkan tanaman yang dikehendaki

Untuk mendapatkan hasil yang dikehendaki, bersabarlah! Segala sesuatu itu butuh proses untuk memperoleh hasilnya. Oleh karena itu, anda perlu konsisten dan komitmen untuk merawatnya mulai dari bibit hingga menjadi tanaman yang dikehendaki. Ini adalah kunci bagi pemula yang memulai berkebun seperti saya.

So, apakah anda sudah mulai tertarik berkebun seperti saya?