Begini Hubungan Bersejarah Hungaria dengan Bavaria, Jerman

Prasasti batu yang ditulis dalam dua bahasa, kiri bahasa Hungaria dan kanan bahasa Jerman.
Biara tampak depan.

Suatu kali seorang teman asal Hungaria bertanya letak suatu biara di Bavaria, Jerman. Alasannya dia tertarik mengunjungi biara tersebut yang masih berkaitan dengan sejarah bangsanya. Setelah dilakukan pencarian, akhirnya kami menemukan Kloster Niedernburg. Sudah lama biara ini tidak digunakan lagi, namun bagi turis yang datang maka tempat ini menjadi salah satu destinasi wisata.

Jika merunut ke pengalaman di Hungaria, anda pasti tahu Dom St. Stephan yang megah di kota Budapest. Silahkan cek artikelnya di sini! Bahwa nama katedral tersebut diambil dari nama Raja Hungaria I, Santo Stephan, yang juga diakui sebagai orang kudus dalam tradisi gereja katolik.

Baca https://liwunfamily.com/2018/01/20/basilika-santo-stephan-budapest-hungaria-7/

Beliau diangkat menjadi Raja Hungaria I, dengan simulasi pengangkatannya berupa patung di depan gedung parlemen Hungaria, di Budapest yang terlihat cantik itu. Beliau diangkat oleh Paus pada tahun 1000 Masehi.

Figur Raja Stephan I mendapatkan topi pengangkatan sebagai raja oleh Paus. Ditemukan di depan gedung parlemen di Budapest.

Baca https://liwunfamily.com/2018/01/05/10-tempat-wisata-yang-wajib-dikunjungi-budapest-hungaria-3/

Kemudian Sang Raja menikahi putri dari Bavaria, Jerman. Beliau bernama Gisela, putri bangsawan dari Bavaria. Dapat dikatakan Gisela adalah keponakan dari Raja Otto I. Mereka menikah tahun 995 Masehi. Pernikahan ini juga menandai hubungan diplomatik antara Eropa Barat dan Eropa Timur di masa itu. Karena kepiawaian Raja Stephan I maka Hungaria dikenal sebagai jalur perdagangan dan ziarah. Dia juga dikenal meningkatkan penyebaran ajaran kristiani di Hungaria saat itu.

Figur Gisela yang digambarkan sebagai Ratu Hungaria dan Abdi Tuhan.
Tak jauh dari makam Gisela.
Lambang Gisela yakni mahkota di kanan dan salib di kiri.
Di sini Sang Ratu Hungaria, Gisela dimakamkan.

Raja Stephan I bisa dikatakan “Founder of Hungary” karena kehebatannya membangun bangsa. Dalam usia ke 68 tahun, Raja Hungaria I wafat. Usia isterinya, Gisela saat itu masih muda. Dia pun meminta diri untuk pamit dari istana kerajaan dan menepi di biara Nierdernburg tahun 1060. Biara ini yang menjadi tujuan wisata dari teman saya asal Hungaria dan sekelompok turis yang saya ceritakan di awal.

Gisela dikenal sebagai Ratu Hungaria sekaligus pelayan Tuhan. Setelah suaminya wafat, ia membaktikan diri di biara ini sehingga biara ini berkembang baik. Suaminya dimakamkan di Dom St. Stephan sedangkan beliau memilih di biara Nierdernburg, di Bavaria. Banyak orang mengagumi kesalehan hidup Gisela.

Biara ini terletak di kota tua Passau. Di sini anda melihat makam Ratu Hungaria tersebut. Menurut tour guide, banyak orang Hungaria yang paham sejarah mencari letak biara dan makam sang ratu.

Pernikahan putri Gisela dari Bavaria dengan Raja Stephan dari Hungaria mendatangkan sejarah baru bagi Hungaria. Itu sebab dikatakan ada hubungan antara Bavaria, Jerman dengan Hungaria. Biara yang dibangun sekitar abad 11 ini telah menyimpan sejarah dalam peradaban manusia.

Eingelszell, Biara Trappist Satu-satunya di Austria

Tampak luar.

Berada di pinggir sungai Donau dari Jerman, Austria kemudian arus sungai berujung di Laut Hitam.

Perjalanan di hari minggu, sepi. Itu sebab di Jerman dan Austria menyebut hari minggu sebagai ‘Ruhetag’ atau Restday.

Kemana anda menghabiskan akhir pekan bersama keluarga? Karena tak ada tujuan, saya dan suami menyusuri perbatasan Jerman – Austria dan mungkin kami bisa sightseeing ke tempat menarik lainnya.

Rute yang panjang selama perjalanan, mungkin saya ceritakan bagian per bagian saja.

Ada hal menawan mata saat menyusuri sungai Donau dari Jerman hingga ke Austria. Pemandangan di kedua sisi begitu indah. Keindahan pun tampak menjulang dari kejauhan yakni menara Gereja Katolik yang indah. Ini berbeda dari gaya arsitektur yang pernah saya bahas sebelumnya.

Baca https://liwunfamily.com/2017/12/15/passau-jerman-kota-bertemunya-tiga-sungai-nan-indah/

Gereja Katolik ini berada dalam komplek biara trappist yang katanya hanya satu di Austria. Gaya bangunan Gereja yakni rococo, yang memang jika diperhatikan agak mirip dengan gaya arsitektur baroque pada umumnya.

Baca https://liwunfamily.com/2017/12/21/mengamati-gaya-arsitektur-gereja-katolik-di-bavaria-jerman-gaya-baroque-1/

Kata rococo dipopulerkan di Perancis pada akhir abad 18. Istilah ini merujuk bukan pada bangunannya tetapi lebih pada detil ornamen yang menghiasi Gereja. Hal ini bisa dilihat pada ukiran di kursi umat semacam hiasan palem atau tanaman merambat. Di sini saya juga melihat di langit-langit antara kapel dan pintu masuk. Saya juga melihat ornamen tanaman merambat pada bilik pengakuan dosa di dalam Gereja. Terlihat detil, mewah dan sempurna.

Tampak dalam.

Orgeln atau organ, alat musik yang juga dilingkupi ornamen tanaman merambat.

Ornamen gaya rococo tampak jelas di bilik pengakuan dosa.

Sebagai perayaan genap 200 tahun, pada tahun 1786, perusahaan besar alat tulis yang sudah mendunia, Faber-Castell memberikan orgeln (organ) untuk memeriahkan perayaan misa. Ini diberikan langsung oleh Alexander Graf von Faber-Castell. Memang tak jauh letaknya dari Gereja, ada pabrik alat tulis tersebut di situ.

Selain beberapa hal yang disebutkan di atas, dalam Gereja masih tersimpan baik relikui Santo Faustus. Nama santo ini dirayakan setiap tanggal 28 September. Relikui. Santo Faustus lahir pada abad 4. Dia adalah pujangga Gereja, pengkotbah yang ulung dan penganjur berdirinya banyak biara. Semasa hidupnya, ia dikenal dengan saleh. Itu sebab mengapa Gereja ini menghormati dan menempatkan relikuinya di sini.

Bangku umat.

Relikui Santo Faustus.


Pabrik Faber-Castell yang letaknya tak jauh dari situ.

Di Austria, biara ini katanya satu-satunya biara trappist, yang menekankan pada kehidupan biara yang tidak terlalu terhubung dengan dunia luar. Para biarawan/wati biasanya menghabiskan sepanjang hari dengan berdoa, meditasi dan bekerja. Salah satu pekerjaan yang menarik di biara ini adalah perkebunan anggur. Banyak wisatawan datang di musim panas mampir sebentar membeli karya pekerjaan mereka.

Begitulah, tempat lain akan dilanjutkan berikutnya. Semoga bermanfaat!

Menginap di Biara? Pengalaman Menarik Bila Datang ke Roma, Italia

Sudut kota Roma saat senja.

Indahnya kota Roma.

Bangunan apartemen di kota Roma.

Indah ya!

Seorang Biarawan tampak belakang. 

Anda tidak diwajibkan ikut misa harian bila menginap di biara. Namun ada pelayanan misa setiap hari jika menginap di biara.

Ketika saya memutuskan untuk pergi ke Roma, saya pun mulai cari informasi tentang penginapan. Dari berbagai informasi didapatkan bahwa turis paling banyak menginap di dekat stasiun Roma Termini. Alasannya, wilayah ini termasuk area backpacker. Kedua, wilayah ini dekat dengan sarana transportasi yang terhubung langsung ke bandara atau tempat lain seperti kota atau negara lain.

Referensi hotel pun mulai saya cari di sekitar stasiun pusat Roma Termini. Namun banyak pula mengatakan bahwa wilayah ini tak aman, banyak copet dan terlihat kumuh. Akhirnya saya mencari lokasi lain yang mungkin lebih baik.

Ada satu pencarian yang mengatakan menginap di biara. Di kota Roma banyak sekali biara ditemukan. Apa itu biara? Tempat tinggal para biarawan-biarawati. Kini biara pun bisa menjadi pilihan rekomendasi untuk menginap. Beberapa teman yang pernah menginap di biara berpendapat bahwa fasilitas di biara seperti tempat tidur, sarapan pagi, kamar mandi lengkap seperti layaknya di hotel berbintang. Namun anda tidak bisa berbuat keributan di sini. Dalam biara harus tertib, sopan dan tidak melakukan kebisingan. 

Hal menarik jika anda tinggal dalam biara adalah anda bisa ikut misa kudus yang diselenggarakan tiap hari. Lalu anda juga bisa mengamati kehidupan para biarawan-biarawati. Tak perlu khawatir para biarawan-biarawati tidak mengecek keyakinan beragama mereka yang datang menginap. Mereka senang juga bila diajak berdialog tentang berbagai hal setelah anda meminta kesediaan mereka.

Oh ya, ini mungkin jadi pertimbangan anda bila menginap di kota Roma. Ada beberapa situs penginapan yang tidak memasukkan pajak menginap dalam kuitansi pembelian hotel. Di Italia anda harus membayar pajak hotel.

Jika demikian, anda tetap membayar pajak sebesar 3€ per orang per malam. Misal anda telah membayar 1 kamar double untuk dua orang sebesar 60€ per malam. Anda tetap membayar 6€ untuk dua orang selama 1 malam. Pembayaran dilakukan di muka saat anda check in di hotel.

Bagaimana jika menginap di biara? 

Di beberapa negara di Eropa menawarkan untuk menginap di biara. Ini bisa menjadi alasan keagamaan karena turis bisa ikut serta mengikuti misa kudus setiap hari yang diselenggarakan di biara. Atau alasan kedua, ekonomis. Artinya dengan harga terjangkau, turis bisa mendapatkan sarapan pagi. Bahkan ada juga beberapa biara yang menyediakan akomodasi sekaligus untuk makan siang dan makan malam. Tergantung kebijakan masing-masing biara. Karena anda menginap di biara maka anda perlu menjaga kesopanan termasuk menghormati fasilitas dan sarana tempat ibadah. Ikuti peraturan yang ada, misal tidak membuat keributan setelah jam 10 malam.

Pertimbangan menginap di biara:

  1. Harga terjangkau dibandingkan di hotel apabila anda berpergian dalam grup.
  2. Bangunan bergaya gothik sehingga bisa untuk dijadikan spot berfoto. 
  3. Jika suka ketenangan dibandingkan hotel ala backpacker, anda bisa memilih penginapan di biara. Pastinya tenang alias tidak berisik.
  4. Dipastikan anda dapat sarapan pagi.
  5. Anda juga bebas memilih pembayaran termasuk anda bisa booking dulu dan melakukan pembayaran setelah anda tiba di sana.

Bagaimana? Jika tertarik, silahkan temukan situs penginapan menginap di biara seperti monasterystays, monasterybooking dsb.