2 Makanan Berbahan Bihun Asal Asia Dinikmati di Eropa

Bihun Laksa dari Malaysia.

Bihun dalam bahasa Jerman disebut glasnudeln. Makanan berbahan bihun biasa saya temukan di kedai selera asia. Saya sendiri belum menemukan makanan lokal yang berbahan bihun. Bihun biasa dijual di toko asia atau supermarket bagian bahan makanan selera asia. Saya suka mengkonsumsi bihun yang kerap bisa menggantikan kebiasaan saya mengunyah nasi. Menurut saya, bihun juga terbuat dari beras.

Menurut kenalan asal Tiongkok, bihun disebut bee hoon. Akhirnya saya berkesimpulan sendiri, ini bisa jadi mengarahkan pada penyebutan orang Indonesia menjadi bihun. Tekstur bihun sendiri seperti lidi dan mudah patah. Saat bihun dimasak, itu menunjukkan rasa yang lembut di mulut dan mudah dipotong dengan gigi.

1. Bihun Laksa dari Malaysia

Seorang teman mahasiswa di sini membuatkan laksa untuk saya dan beberapa teman mahasiswa lainnya. Sebenarnya laksa juga ada di salah satu kuliner nusantara. Namun kali ini saya jelaskan laksa yang banyak dijual di Malaysia dan Singapura. Meski ada beberapa jenis laksa, saya menjelaskan laksa bumbu kari seperti pada gambar di atas.

Laksa bumbu kari ini menggunakan santan. Untuk menikmatinya, ada bihun, tauge, tahu dan daun ketumbar. Laksa seperti ini pernah saya temukan di perbatasan Malaysia dan Thailand. Bumbu yang digunakan teman mahasiswa di sini juga mudah, yakni bumbu kari, sereh, daun jeruk, irisan bawang bombay dan potongan daging ayam fillet. Semua bahan tersebut ditumis, kemudian masukkan potongan ayam. Setelah ayam masak, masukkan santan. Kemudian tambahkan bihun dan lain-lain.

2. Pho xo bao, bihun daging sapi dari Vietnam

Saya membeli makanan ini restoran vietnam di sini. Dari rincian menu memang dijelaskan bahwa masakan ini menggunakan bihun dan daging sapi. Jika menilik penampakkannya di foto atas, ini seperti Pho A tetapi versi bihun goreng.

Untuk bihun goreng dimasukkan setelah daging sapi fillet dan sayuran seleai ditumis. Rasanya pun tak jauh berbeda dengan bihun goreng yang jadi selera nusantara. Perbedaannya, ada daun ketumbar yang menjadi campuran bihun. Lagipula bihun yang lembut menutupi keseluruhan sayuran dan potongan daging sapi seperti tidak terlihat.

So, dari kedua makanan berbahan bihun di atas, manakah yang jadi pilihan anda?

Bihun Daging Sapi ala Thailand: Makanan Khas Asia (37)

Bihun daging sapi ala Thailand.

Membayangkan makan bihun daging sapi ala Thailand, pikiran saya melayang ketika saya makan pad thai yang pernah saya makan di kaki lima di Bangkok. Saya memang berada di restoran selera Asia di Jerman. Nama menu terpampang di meja kasir. Namanya Glasnudeln mit fleisch, yang bisa diterjemahkan bihun dengan daging sapi.

Pad thai yang pernah saya makan juga sejenis bihun, mie yang terbuat dari beras. Ini makanan populer yang mudah ditemukan dari restoran eksklusif hingga kedai kaki lima. Makanan ini bisa dicampur dengan sayuran dan ditambahkan lainnya sesuai selera seperti daging atau makanan laut. Saya pernah mencoba keduanya.

Lalu apa bedanya dengan menu yang saya jumpai di Jerman? Itu pemikiran saya. Berhubung sudah sangat lapar di kala makan siang, keputusan pun langsung dibuat.

Selang beberapa menit, makanan saya sudah diberikan oleh pegawai restoran. Terlihat seporsi besar bihun bercampur daging sapi. Ada tampak aneka sayuran seperti wortel, brokoli, jamur, tauge dan paprika. Lengkap. Rasanya seperti tumisan biasa, tidak terlalu istimewa memang. Namun berhubung sudah lapar, saya tidak lagi mengingat apa saja bumbu penyajinya.

Di restoran ini tersedia pilihan daging yang disukai. Saya pilih daging sapi. Juga bila tak ingin makan daging, pilihan lain adalah dengan udang. Isiannya hampir sama, hanya saja daging sapi digantikan udang.

Bagaimana menurut anda?