Agustiner Bräu Das Oberhaus, Passau: Rekomendasi Tempat (19)

Bir Radler.
Sup bola daging sapi goreng.
Tempat ini juga menawarkan panorama kota Passau dari atas.

Jika anda datang ke Oktoberfest, pesta bir terbesar di Munich maka anda mengenal nama bir terkenal berikut. Ya, Agustiner Bräu dari München adalah salah satu restoran dan biergarten juga yang cukup populer di Munich. Bahkan restorannya layak dikunjungi seandainya ingin mencicipi kuliner Jerman Bavaria.

Rupanya tak hanya di Munich saja, di Passau pun restoran dan biergarten Agustiner ada. Tepatnya berada di Das Oberhaus, letaknya di atas yang memungkinkan siapa saja bisa melihat keindahan kota passau. Dari tempat ini, kami berkunjung maka bisa terlihat panorama kota Bayerische Venedig, atau Venesia-nya Bavaria.

Suami saya suka sekali dengan bir buatan Agustiner. Katanya rasanya benar-benar enak. Bir mereka telah ada sejak abad 14. Wow! Sementara di Jerman sendiri ada ribuan merek dagang bir dan Agustiner adalah salah satunya. Menikmati bir langsung di biergarten rupanya punya sensasi bir yang berbeda. Pasalnya bir langsung dituangkan dari drum yang masih segar.

Ngomong-ngomong soal panorama kota passau, pengunjung akan disuguhi pemandangan dari teras restoran. Tempatnya nyaman layaknya biergarten. Apalagi saat kami berdua memilih langsung pemandangan di teras restoran. Kota cantik Passau yang terbelah tiga sungai langsung terlihat jelas.

Soal kuliner lain di restoran ini tentu patut dicoba. Saat membuka daftar menu, suami pesan Radler. Sementara saya mencoba sup bola sapi goreng. Namanya klare rindsuppe. Rasanya cukup pas di lidah.

Demikian rekomendasi kunjungan kami ke restoran ini. Semuanya terasa pas di lidah. Pula restoran ini menawarkan panorama keindahan kota dari atas. So, tunggu apalagi jika anda berkunjung ke Passau maka sempatkan mampir.

Pramusaji Biasa? Tapi Tipnya Luar Biasa. Oktoberfest (2)

Foto diambil dari koran lokal (17/9).

Jika datang ke festival di wilayah Bavarian semisal Oktoberfest atau berbagai festival seperti yang saya ceritakan sebelumnya, maka anda akan bertemu para pramusaji di tenda-tenda bir. Kelihatannya pekerjaan pramusaji adalah pekerjaan biasa, membawakan makanan dan minuman bagi pelanggannya. Namun sebenarnya pendapatannya luar biasa loh!

Mereka para pramusaji ini bisa membawakan gelas bir ukuran 1 liter lebih dari 1 gelas. Katakanlah 1 gelas berisi bir 1 liter kira-kira beratnya lebih dari 2 kilo. Pengalaman saya saat suami memesan bir satu liter, saya memerlukan dua tangan untuk mengangkatnya. Mungkin saya terlalu kurus barangkali. Namun para pramusaji di festival bir bisa membawa 4 gelas bahkan lebih. Tercatat pramusaji pemegang rekor dunia, dia mampu membawa 29 gelas. Super!!!

Selain keahlian membawa gelas-gelas bir yang tentu berat, mereka juga harus mengenakan pakaian khas yakni Dirndl bagi perempuan dan celana lederhose bagi pria. Pakaian ini sebagai ciri khas dan identitas mereka sebagai orang Jerman. Lederhose aslinya berbahan kulit sehingga tidak perlu dicuci, cukup dijemur dan menggunakan pembersih khusus. Lederhose ini juga cukup berat, berbeda dengan celana biasa untuk pria. Namun kini banyak juga yang tak berbahan kulit atau kulit sintetis.

Selain keahlian membawa gelas bir, mereka sebagai pramusaji harus ramah terhadap pengunjung dan cekatan. Jika mereka tidak ramah, tentu sebagai pelanggan kita juga males memesan pada mereka. Mereka benar-benar mengandalkan komisi 10% dari pesanan kita. Tentu mereka akan bertanya apa yang kita pesan sehingga ketrampilan berkomunikasi yang baik dan pribadi yang ramah menjadi poin plus sebagai pramusaji. Mereka akan bergerak cepat membawakan pesanan kita dan kembali lagi ke pantry, membawakan pesanan untuk yang lainnya. Luar biasa ‘kan!

Tak cuma itu, ini yang menarik di Jerman. Mereka sebagai pramusaji juga bertugas menjadi kasir. Jadi jika memesan ke mereka, tentu anda harus punya uang cash di tangan. Setiap pramusaji memiliki dompet yang tebal bahkan sepertinya tas pinggang khusus untuk menerima, mengembalikan dan menyimpan uang para pelanggannya. Keren ‘kan! 

Lalu ini yang membuat saya terkagum-kagum kala beredar mitos bahwa seorang pramusaji di Oktoberfest saja bisa membeli mobil setelah berakhirnya festival. Saya pikir tip itu biasa ala kadarnya, sukarela. Ternyata gosipnya pendapatan seorang pramusaji berikut tip bisa menghasilkan 30 ribu Euro di kala Oktoberfest. Teman lain yang mengenal seorang pramusaji di Oktoberfest mengatakan bahwa seorang pramusaji yang dikenalnya bisa mendapatkan tip, hanya tip loh 4 ribu Euro setelah festival berakhir. 

Rejeki orang tidak ada yang tahu. Festival Oktoberfest digelar selama lebih dari 2 minggu. Beberapa festival di Bavarian ada yang digelar hanya beberapa hari. Dan sebagian orang juga memang ada yang melamar sebagai pramusaji seperti ini.

Saya kepengen. Sayangnya saya tidak bisa. Bawa gelas bir satu saja butuh dua tangan. Kalau pecah atau tumpah saat dibawa, pramusaji lah yang harus bayar. Belum lagi kemampuan bahasa tidak hanya Deutsch, tetapi dialek Bayerisch. Apa pula itu? Ceritanya nanti. Ternyata di sini mereka juga ada bahasa lokal yang khas. 

Semoga bermanfaat😁

Karena tidak nyaman mengambil foto, silahkan lihat beberapa pramusaji yang saya rekam dalam festival di sini.