11 Tahun, 820 Hari: Sering Menulis Tiap Hari, Ini 7 Keseringan Dampaknya

Selamat bergabung di aplikasi wordpress yang ke-11!
Sudah 820 Hari, blogging tiap hari!

Menulis setiap hari itu menjadi tantangan tersendiri buat saya selama 820 hari. Padahal saya sudah memulai sejak 11 tahun lalu bergabung di wordpress, aplikasi yang menyalurkan hobi menulis saya. Namun kebiasaan rutin menulis baru beberapa tahun belakangan ini. Seandainya 11 tahun lalu saya sudah menulis tiap hari tentu sekarang saya sudah menghasilkan sekitar empat ribuan artikel. Sayangnya, itu tidak terjadi demikian.

Dahulu pekerjaan saya di Indonesia adalah sebagian traveling ke pelosok nusantara untuk bekerja. Tak terbayang berapa banyak tempat dan artikel yang bisa saya kumpulkan sekarang. Menyesal? Saya sangat menyesal tidak bisa menyisihkan kesibukan pekerjaan dahulu dengan menulis. Kini saya tahu betapa pentingnya menulis tiap hari untuk aktualisasi diri. Saya merasakan self-esteem yang tumbuh positif melalui kebiasaan ini.

Artikel ini bukan yang pertama yang menjelaskan manfaat menulis tiap hari dan tantangannya. Saya sudah mengulas sebelumnya, yang bisa anda cek di blog ini.

Kali ini saya membahas apa sih dampaknya menulis tiap hari selama 820 hari, yang saya rasakan. Sering menulis itu menyebabkan keseringan pada hal lain. Apa saja?

1. Sering Baca

Apakah anda berpikir saya tahu segala hal lewat semua ide yang saya tulis? Saya tahu tentang banyak hal ketika saya membutuhkannya untuk memperkaya data artikel saya. Artikel saya memang tidak berhubungan dengan persoalan pribadi, sehingga saya harus mencari informasi yang melengkapi artikel yang hendak ditulis. Mengapa begini? Mengapa begitu? Lewat membaca, saya menjadi tahu sesuatu yang mendasari atau latar belakang tentang sesuatu hal. Ada yang mengatakan membaca dulu kemudian menulis, tetapi bagi saya membaca dan menulis harus dilakukan beriringan atau sejalan.

2. Sering Bertanya

Mengapa mereka melakukan itu?” atau “Apakah benar di Tiongkok itu ada hari lajang?” dan sebagainya pertanyaan-pertanyaan saya pada beberapa kenalan saya berbeda bangsa di sini. Kebiasaan bertanya itu ternyata melatih berpikir kritis saya. Misalnya, saya bertanya bagaimana membuat makanan ini dan itu kepada orang lain. Jika anda hidup di negeri perantauan dan tidak mengenal akrab, anda tak mungkin bergosip dan membicarakan orang lain. Tentu berdiskusi soal kebiasaan, makanan hingga budaya itu membuat hidup saya makin kaya.

3. Sering Cari Tahu

Ada yang memanfaatkan kecanggihan smartphone itu untuk terhubung dengan orang lain yang berada jauh di sana, ada yang selfie, ada yang menjadi social media addicted atau ada pula yang menjadi vlogger. Semantara saya memanfaatkan smartphone untuk menyimpan ide menulis dan memotret apa yang saya lihat. Lewat smartphone, saya mencari tahu tentang ide menulis yang hendak saya kembangkan. Dunia kini seluas dua jari, anda bisa mencari tahu begitu mudahnya. Jika stuck menulis, segera cari tahu ide menarik untuk ditulis.

4. Sering Penasaran

Menulis tiap hari itu membuat saya penasaran pada banyak hal di dunia ini. Saya penasaran terhadap sesuatu hal sehingga ini melatih saya untuk menulis. Menulis tiap hari itu memunculkan rasa penasaran. Besok saya akan menulis apa. Bulan depan, apa yang akan saya tulis. Saya penasaran dengan suatu tempat, suatu makanan atau sesuatu hal, hanya karena saya harus menulis tiap hari.

5. Sering Berpendapat

Menulis tiap hari itu melatih keterampilan linguistik seseorang, itu yang saya rasakan. Ini bisa menjadi alasan, saya begitu mudah mengungkapkan pendapat saya ketika berdiskusi atau berjumpa dengan orang lain. Keterampilan lingustik itu membuat saya cakap berpendapat tentang sesuatu ide, bukan menggosip ya.

6. Sering Berpikir Terstruktur

Bahwa seberapa banyak orang memahami sesuatu, ketika dia sering berpikir terstruktur. Ia akan mudah menuliskan atau menyampaikan hal yang mudah dicerna dan terstruktur. Apa yang menyebabkannya? Menulis tiap hari melatih otak untuk menyampaikan sesuatu secara tertulis, yang berhubungan satu sama lain sehingga menjadi struktur artikel. Kebiasaan baik ini tentu mendorong saya untuk berpikir terstruktur dalam kerangka berpikir (=logical frame) yang sering tentang sesuatu hal.

7. Sering Punya ‘Me Time’ buat menulis

Hal terakhir yang menjadi keseringan saya adalah memiliki waktu sendiri untuk menulis. Saya tahu bahwa saya punya aktivitas lain yang juga sama penting atau lebih penting dari sekedar menyalurkan hobi menulis. Namun kebiasaan menulis tiap hari melatih saya untuk meluangkan waktu sendiri untuk menulis. Jika ditanya apa ‘me time’ saya? Menulis dan membaca adalah ‘me time’ saya yang tak terpisahkan.

Menulis tiap hari itu adalah soal memilih bagaimana memanfaatkan waktu luang. Target saya adalah menggenapi artikel sampai hari ke-1.000 menulis tiap hari. Semoga saya berhasil melampui 180 hari lagi menulis tiap hari.

Anda sendiri bagaimana?

Ketika Orang Berhenti Ngeblog, Barangkali Ini Alasannya

Tak ada yang dapat menebak seorang yang menjadi blogger bisa begitu konsisten dan bertahan hingga bertahun-tahun lamanya. Atau justru sebaliknya, kita juga tak bisa menebak ketika seseorang berhenti ngeblog dan tidak ingin posting artikel lagi. Siapa yang bisa menebak jalan cerita kehidupan, termasuk kehidupan blogging. Ada yang mendapatkan penghasilan dan menjadikannya pekerjaan, namun ada pula yang menjadikan blog sebagai media pengisi waktu lowong, suka-suka dan hanya menyalurkan hobby. Semua itu sah-sah saja.

Ketika seorang kenalan menyimak artikel demi artikel saya yang konsisten hari ke hari, kemudian dia menyarankan kepada saya untuk menjadi youtuber. Apa itu? Saya tahu bahwa perkembangan dunia teknologi komunikasi yang semakin canggih membuat siapa saja bisa berperan sebagai video maker.

Sepuluh tahun lalu itu adalah bagian pekerjaan yang saya lakukan, kini bisa dilakukan siapa saja. Dahulu saya memang wajib membuat video singkat untuk mendokumentasikan laporan program yang saya liput. Ibarat saya harus membuat visualisasi lalu kemudian dimuat di youtube. Link video disertakan dalam laporan berbahasa Inggris. Itu dulu.

Ketika teman tadi menyarankan saya membuat konten video, saya hanya menyanggah bahwa saya punya hobby menulis dan membaca. Alih-alih itu memberikan peluang penghasilan, blogging hanya pekerjaan sampingan yang dilakukan tiap hari. Namun jika saya berhenti menulis di blog dan membuat vlog, bisa jadi mungkin alasan orang berhenti blog saat ini. Beralih dari Blogger menjadi Vloger adalah satu alasan yang menyebabkan orang berhenti menulis.

Alasan lain orang berhenti blogging adalah bisa jadi sibuk dengan aktivitas utama. Aktivitas utama bisa bermacam-macak mulai dari bekerja, urusan rumah tangga hingga kepentingan pribadi. Itu artinya blogging memang aktivitas sampingan, sementara orang yang mengaku ‘the blogger’ adalah mereka yang mendedikasikan waktu untuk blogging sebagai aktivitas utama.

Di sisi lain, blogger yang mumpuni ternyata telah berhasil mengumpulkan artikel demi artikel yang dimuat di blognya. Lalu dia menyusunnya dengan baik sehingga menjadi buku. Ada kenalan blogger yang berhasil merilis buku, buah pikirannya selama di blog. Pada akhirnya dia pun berhenti menulis di blog. Alasan ini bisa jadi masuk akal, berhenti jadi blogger karena sudah berhasil menerbitkan buku.

Ada lagi bagi mereka yang berhenti blogging dikarenakan rasa bosan, tak menemukan kesenangan dalam blogging, jenuh atau tampak frustrasi. Tak ada yang bisa menebak perasaan emosional ini bisa muncul yang mendorong seseorang tak lagi ngeblog atau berhenti menulis. Jika ini terjadi, sebaiknya berhentilah blogging. Menulis itu harus dalam keadaan menyenangkan.

Alasan terakhir yang membuat orang berhenti blogging adalah sakit dan kondisi fisik yang tidak memungkinkan. Poin ini rasanya tak perlu dijelaskan lagi.

Apakah anda menemukan alasan lain dimana orang berhenti dari dunia blogging yang belum dijelaskan di atas?

5 Siasat Tetap Menulis (One Day One Post) Kala Traveling

Ilustrasi.

One day one post (ODOP) adalah istilah para blogger untuk tetap aktif tiap hari satu artikel. Begitu pun yang saya lakukan selama lebih dari 750 hari untuk eksis menulis dan membagikan pendapat dan pengalaman lewat blog ini.

Konsisten dan komitmen untuk muncul dengan berbagai tema artikel ternyata tidak mudah. Ini dia tantangan one day one post, sebagaimana yang pernah saya ungkapkan di link ini. Karena saya berpikir ada manfaat yang bisa diperoleh jika saya tetap menulis dan bagikan di blog. Manfaat materi memang tak sebesar dibandingkan kepusan batin bahwa hobi saya menulis tersalurkan dengan baik.

Sejalan dengan upaya ODOP saya bagikan siasat yang saya lakukan agar bisa tetap blogging selama traveling. Sejujurnya ODOP sambil traveling itu bukan hal mudah karena kita berada dalam situasi yang tidak biasa seperti kondisi internet, situasi perjalanan atau rasa lelah seharian plesiran. Berdasarkan pengalaman tersebut, saya buatkan 5 siasat hasil praktik pribadi.

1. Punya “Bank Tulisan”

“Bank Tulisan” adalah julukan saya untuk draft tulisan atau ide/konsep yang muncul untuk menjadi artikel. Sebelum berangkat traveling, saya sudah punya beberapa artikel yang ditabung di “Bank Tulisan” dan sewaktu-waktu dapat saya tarik dan keluarkan menjadi artikel.

Bank Tulisan juga sering saya manfaatkan saat saya tidak punya banyak waktu menulis karena saya lelah di perjalanan atau program acara traveling terlalu padat. Di Bank Tulisan juga saya menyimpan ide atau konsep yang saya temukan selama traveling. Ide menulis muncul manakala saya melihat minuman atau makanan yang menarik dan berbeda untuk diulas. Ide lainnya misalnya tempat tujuan traveling yang baru saja dikunjungi. Saya simpan semua di Bank Tulisan.

Saat saya sedang tak ada kegiatan di malam hari atau saat senggang di perjalanan, saya sempatkan mengembangkan ide dan konsep yang ada di Bank Tulisan. Saya lengkapi dengan informasi lainnya, termasuk foto yang sesuai dan bertanya pada beberapa orang untuk menunjang artikel saya.

2. Riset dan cari tahu

Kebiasaan ODOP itu bukan hal mudah manakala anda tidak sedang di rumah. Oleh karena itu, saya mencari tahu destinasi wisata yang dipilih agar kebiasaan ODOP tetap bisa saya lakukan. Misalnya, apakah hotel atau tempat saya menginap tersedia koneksi internet?

Tahun lalu saya traveling ke sekian negara di Eropa, internet di smartphone saya tidak mengalami hambatan. Jika saya harus upload artikel, internet di benua biru memang tidak bermasalah. Saya tetap bisa melakukannya. Namun ada kalanya traveling ke suatu tempat, jangkauan internet tentu menjadi masalah.

Cari tahu yang lain misalnya, perbedaan waktu. Tiap jam sekian di Jerman tentu saya konsisten upload 1 artikel. Saya ingin tetap konsisten jam tayang artikel. Alhasil riset dan cari tahu bisa membantu saya rutin ODOP.

3. Jaringan internet

Seperti yang diuraikan di atas, ketersediaan internet adalah hal yang mendukung atau menghambat melakukan ODOP. Di beberapa tempat wisata ada yang menerapkan biaya ekstra untuk internet yang memadai. Namun segi keamanan dan kenyamanan perlu juga diperhitungkan agar rutinitas ODOP bisa dilakukan.

Beruntungnya fasilitas pasca bayar yang difasilitasi Telekom dari Jerman memungkinkan saya tetap terhubung internet. Telekom yang saya gunakan bekerjasama dengan provider lokal negara tujuan traveling lalu saya hanya kirim kode SMS untuk mengaktifkan kuota internet. Meski biayanya sedikit lebih mahal dibandingkan biaya ekstra dari hotel, namun saya merasa puas bisa tetap rutin ODOP.

4. Siapkan smartphone untuk segala hal

Jika dahulu saya harus membawa laptop kemana pun saat traveling maka kini smartphone bisa melakukan ODOP dengan mudah. Melalui telepon pintar, saya bisa terhubung pada notes dan kamera yang super canggih. Saya harus cekatan dengan dua jari ketika tour guide sedang menjelaskan lokasi atau informasi wisata. Tangan saya pun segera sigap ambil foto sana sini. Kadang jika saya malas mengetik, saya rekam apa yang saya alami selama traveling agar saya tidak lupa.

Telepon pintar memang memudahkan semuanya. Itu seperti menunjukkan bahwa ODOP bisa dilakukan asalkan saya berniat menekuninya. Memang saya belum menjadi “the blogger” tetapi kecintaan saya menulis memberi saya banyak manfaat. Membaca dan menulis itu adalah dua hal yang tak terpisahkan. Kini tambah lagi, membaca, menulis sambil traveling itu pengalaman seru.

5. Seriuslah mengerjakannya

Terakhir, semua kembali pada keseriusan seseorang yang menekuni ODOP untuk jangka tertentu. Saya sendiri ingin mencapai seribu hari meski terkadang ada banyak tantangan. Misalnya, saya harus siap jam 2 pagi dini hari untuk traveling ke suatu kota, sementara jam sekian saya harus upload artikel. Pada jam tersebut, saya berada dalam perjalanan dan susah terjangkau internet. Saya tetap melakukan ODOP hanya saja waktunya tidak konsisten. Itu menandakan saya serius menekuni ODOP meski ada hambatan ini dan itu.

Semoga bermanfaat!

5 Manfaat Blogging Tiap Hari di Hari ke-700

Beberapa hari lalu, akhirnya saya menembus 700 hari menulis tiap hari di blog. Ada rasa bangga bercampur haru karena saya tak menyangka bahwa saya bisa berhasil mengumpulkan ide untuk menulis setiap hari dan memasukkan menjadi jurnal di blog ini. Menulis memang bukan perkara mudah pun sulit. Semua itu berawal dari niat dan minat. Dengan begitu, saya terbiasa mendokumentasikannya menjadi sebuah artikel tiap hari dengan rutin.

Saya bermimpi, seribu hari untuk blogging tiap hari. Meski saya benar-benar sibuk, tetapi sepanjang internet tersedia maka saya usahakan blogging dalam waktu yang konsisten. Bagaimana pun blogging tiap hari itu ternyata bermanfaat loh. Saya sudah merangkum manfaat yang saya rasakan sebagai berikut di bawah ini.

1. Lebih kreatif

Apakah anda percaya bahwa blogging tiap hari itu membuat kreatif? Bayangkan saja, saya harus memikirkan konten apa saja yang perlu saya siapkan dan tampilkan dalam blog. Bukankah itu kreatif namanya? Belum lagi, saya mesti mengkreasikan ide untuk menjadi artikel agar menarik pembaca. Bukankah itu kreatif? Saya juga harus berpikir agar pembaca itu tidak bosan, dengan mengkreasikan ide yang berbeda tiap hari. Bukankah itu kreatif?

2. Lebih banyak membaca

Membuat artikel yang enak dibaca dan menambah wawasan itu ternyata tak mudah. Saya dihadapkan pada informasi yang perlu saya pelajari terlebih dulu. Misalnya, saya membahas kuliner ini dan itu maka saya perlu mencari tahu mulai dari bahan masakan hingga pengolahannya. Atau saya ingin mengulas tempat yang baru saja saya kunjungi dalam traveling. Saya perlu informasi tambahan yang diperlukan untuk memperkaya artikel yang ditulis. Itu semua hanya perlu dilakukan dengan membaca. Jadi blogging tiap hari tanpa membaca itu rasanya mustahil. Jika ingin membaca lebih banyak lagi, lakukan blogging tiap hari.

3. Punya rasa ingin tahu yang tinggi

Blogging tiap hari itu juga membuat saya penasaran pada banyak hal. Karena blog saya ini adalah blog yang berisi macam-macam tema maka saya pun punya rasa ingin tahu pada macam-macam hal pula. Terhadap makanan yang berasal dari suatu negara misalnya, saya bertanya pada pramusaji. Atau saya bertanya pada kenalan saya lainnya di sini yang berasal dari negara yang sama seperti kuliner yang saya bahas. Rasa ingin tahu itu terdorong atas niat saya blogging tiap hari. Saya tidak bisa merasa “masa bodoh” dengan ide A, B, C yang hendak ditulis. Rasa ingin tahu memperkaya artikel yang ditulis.

4. Meningkatkan keterampilan linguistik

Kecerdasan linguistik didefinisikan sebagai kemampuan berpikir dalam kata-kata dan menggunakan bahasa yang mengekspresikan dan memahami yang kompleks. Tentang kecerdasan linguistik, saya pernah mengulasnya di link ini. Kecerdasan linguistik itu perlu dan penting di era komunikasi yang sedang canggih sekarang. Salah satu cara meningkatkan kecerdasan linguistik adalah blogging tiap hari, agar pesan yang terkomunikasikan lewat tulisan benar-benar diterima dengan baik oleh pembaca.

5. Berpikir logis dan berbicara terstruktur

Blogging tiap hari itu melatih penalaran logis yang mengasah otak untuk menangkap sebab akibat dari ide yang ditulis. Menulis tiap hari juga melatih penalaran abstrak yang dialami menjadi sebuah artikel agar dapat dicerna oleh pembaca. Blogging juga membantu berbicara terstruktur akibat terbiasa menyusun ide-ide yang runut, terstruktur dan kompleks kadang-kadang. Blogging tiap hari bermanfaat untuk melatih saya menjadi penulis, reviewer dan editor bersamaan sekaligus.

Bagaimana pengalaman anda blogging?

5 Tips Agar Artikel Blog Disukai

Saya memulai aktivitas blogging sejak tahun 2008 atau genap sepuluh tahun lalu. Meski begitu, aktivitas rutin tiap hari menulis artikel baru memasuki hari ke 645.

Kesukaan saya menulis bermula sejak saya masih duduk di bangku sekolah dasar. Saya masih berumur sepuluh tahun kala itu, ayah saya memberi hadiah buku untuk dijadikan jurnal harian. Di situ saya senang menulis, termasuk puisi dan cerita pendek. Hal menarik lainnya, saya suka bertukar buku saya pada teman sekolah lainnya yang sama-sama gemar menulis. Di situ saya belajar satu sama lain gaya menulis tiap orang itu berbeda-beda.

Tidak berhenti di situ, pekerjaan saya juga dituntut untuk menulis seperti membuat siaran pers, laporan, berita, buku, bahkan dokumentasi lain yang berhubungan dengan proyek pekerjaan. Dari pengalaman menulis, saya belajar banyak hal dalam mengelola blog pribadi. Capaian saya terakhir, artikel saya bisa disukai dalam satu hari lebih dari sekian ratus kali. Itu suatu hal luar biasa!

Saya pun merangkum tips agar artikel blog anda disukai.

1. Cari judul yang bombastis

Ada orang senang membaca judulnya saja, tanpa membaca keseluruhan artikel. Namun ada juga orang yang senang membaca cepat dan menyimak artikel keseluruhan. Ada blogger yang buat judul begitu fantastis tetapi secara keseluruhan isi artikel tidak menceritakannya dengan baik. Namun ada juga blogger yang menulis artikel bagus tetapi salah menuliskan judul sehingga pembaca tak peduli. Apa pun itu, tiap orang punya karakternya masing-masing dan saya menghargai itu. Hanya saja agar artikel anda dilirik, cari judul yang mungkin membuat orang penasaran.

Contoh dari blog saya adalah mitos kasih kado minyak wangi. Artikel ini tidak pernah keluar dari top pages and articles. Selalu ada saja orang yang membaca, padahal isinya biasa saja, pengalaman saya memberi sovenir minyak wangi pada rekan kerja. Meski ada blogger yang memberi tanda suka hanya 10 tetapi artikel ini paling disukai untuk dikunjungi. Atau artikel 5 langkah lakukan wawancara yang tak pernah keluar dari top articles yang dikunjungi.

Begitulah.

Namun bayangkan dengan artikel saya yang lain yakni kekuatan pikiran membantu hidup bahagia. Artikelnya bisa dicek di sini. Di situ memperlihatkan ada lebih 100 blogger yang suka. Mengapa? Judulnya bombastis tetapi isinya padat dan singkat.

2. Pilih tema yang memang sedang kekinian

Membuat artikel itu bisa berdasarkan tema. Saya suka membuatnya selang-seling bergantian agar pembaca tidak bosan. Artikel tidak melulu soal kuliner, saya buat juga ulasan traveling atau saya cari tema kekinian berdasarkan opini. Misalnya waktu dunia sedang dilanda piala dunia, maka saya menuliskan sudut pandang berbeda dari kekalahan tim favorit saya. Tema kekinian yang lain adalah 7 alasan mengapa saya suka traveling. Meski blogger tak banyak memberikan like, artikel itu dibuat saat belum ada sistem like, tetapi artikel tersebut terbukti banyak dicari sebagai alasan kekinian orang suka traveling.

3. Tulis pengalaman unik yang mungkin tidak dialami kebanyakan orang lain

Ada banyak orang punya cerita dalam hidupnya. Cerita keseharian saya menjadi lebih sering dituliskan ketika saya mengenal Jerman, seperti saat saya jatuh cinta di artikel ini. Banyak sekali perempuan yang berbagi cerita dan komentar yang tak terduga menurut saya. Lainnya, saya menuliskan makanan yang dikumpulkan secara berseri agar orang tahu apa saja kuliner di sini. Atau pengalaman saya saat berbelanja, tiba-tiba alarm berbunyi yang membuat saya malu. Artikel ini juga banyak dibaca. Bisa jadi ada saja orang mengalami hal yang sama.

Tuliskan apa pun itu pengalaman anda, yang lucu hingga menginspirasi. Karena bisa saja artikel anda sumber informasi dan edukasi bagi mereka yang memerlukan. Jika anda mampu menuliskan pengalaman biasa menjadi luar biasa, bukankah itu kebanggan.

4. Sertakan gambar

Saya selalu menyertakan artikel itu dengan foto. Ulasan tentang kuliner maka pasti dengan foto makanan yang diulas. Kunjungan ke suatu tempat pun demikian, hanya saja saya memang tidak mengambil foto candid orang. Jika itu masuk dalam foto, saya buat blur demi kepentingan privasi. Foto itu bukan hanya membuat cerita anda menarik, tetapi juga menjadi ilustrasi dari apa yang anda sampaikan. Saya punya bank foto yang memuat apa yang saya ceritakan di blog. Kini sudah ada smart phone yang bisa menjadi kamera canggih. Dulu saya masih memanfaatkan kamera DSLR saya untuk disisipkan di artikel.

5. Blogwalking itu perlu

Terakhir tips dari saya adalah hukum alam. Anda memberi maka anda mendapatkan. Kunjungi para follower anda atau blogger yang sudah memberikan like. Lagi-lagi, blogwalking itu perlu. Jangan minta saya berkomentar di blog orang lain karena aktivitas harian saya banyak. Saya senang membaca keseluruhan ketimbang baca judulnya saja. Jadi saya berkomentar saat saya punya waktu baca keseluruhan artikel dan bilamana perlu.

Sekian tips saya di sela-sela aktivitas harian saya. Semoga ini membantu anda!

5 Aktivitas Atasi Malas Blogging

Di hari ke 582 menulis di blog tiap hari tiba-tiba membuat saya bosan. Saya yang biasanya lincah mengetik buah pikiran, langsung terhenti seketika dan bingung mengatasi kegalauan hati. Sebenarnya untuk apa tiap hari blogging? Itu pertanyaan saya yang muncul. Adakah pembaca yang tertarik dengan artikel yang saya tulis? Itu pertanyaan selanjutnya. Tiba-tiba muncul rasa malas. Saya malas. Titik.

Wajarkah? Hal lumrah ketika pekerjaan blogging bukan yang utama tetapi terkesan profesional. Saya beranikan untuk blogging tiap hari meski aktivitas harian saya segudang. Saya ingin menjadi “the blogger” meski selama ini hanya sebatas “a blogger” karena saya suka menulis. Ini semacam candu untuk dilakukan tiap hari. Namun siapa yang bisa melawan rasa malas muncul?

Siasat yang saya lakukan untuk atasi rasa malas blogging, yakni:

1. Membersihkan rumah

Entah mengapa saya terinspirasi dengan ayah saya. Jika dia sedang menghadapi tumpukan pekerjaan, dia memilih membersihkan dan merapikan rumah atau ruang kerjanya. Alasannya, sederhana. Aktivitas ini membuat pikiran lebih rileks meski secara fisik lebih lelah. Lagipula saya merasa nyaman bekerja dalam kondisi keteraturan, bersih dan indah dilihat. Dari aktivitas membersihkan rumah, saya terkadang mendapatkan inspirasi ide menulis di blog. Karena saya sedang tidak ada mood untuk menulis, saya melakukan banyak hal di rumah dengan bersih-bersih, menata ini dan itu atau melakukan pekerjaan rumah tangga yang tiap hari belum tentu bisa dilakukan. Setelah suasana rapi dan bersih, saya jadi mood menulis.

2. Membaca

Saya bisa membaca buku atau versi digital. Membaca seperti aktivitas yang memberi saya banyak imajinasi dan wawasan. Saya bisa membaca apa saja, umumnya dalam bahasa Jerman untuk melatih kosakata saya. Terkadang saya membaca dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Itu sebanding, banyak membaca akan memotivasi saya untuk blogging berbagai ide. Tema blogging saya memang tidak spesifik sehingga hasil membaca bisa langsung diterapkan pada blog untuk dibagikan.

3. Menonton

Ide ini memang bukan hobi saya. Namun menonton televisi di sini menjadi bagian dari latihan berbahasa saya. Menonton program televisi di Jerman mengasah otak berpikir dan analisa. Program televisi di sini bisa dipilih mulai dari program yang menghibur, menginformasi hingga mengedukasi. Aktivitas menonton juga menyenangkan pikiran saya yang sedang merasa jenuh blogging. Saya bisa menonton berita, talkshow atau program kuis.

4. Ngobrol dan diskusi

Dari ketiga ide di atas, ini ide yang jitu juga mengusir rasa malas blogging. Teman-teman saya di sini berasal dari multi bangsa yang membuat saya mengenal kebiasaan dan tradisi mereka yang menarik. Berbicara dan diskusi dengan mereka adalah hal yang menyenangkan. Ini membuat saya ingin membagikannya menjadi cerita di blog. Bahkan saya mendapatkan pengalaman bijaksana yang mencerahkan. Bukankah ini membangkitkan saya untuk blogging?

5. Memasak

Ide terakhir tentu anda bisa lihat dari jurnal memasak saya di blog ini. Saya bisa mengkoleksi berdasarkan kunjungan kuliner atau kreasi sendiri. Sejujurnya saya tidak punya hobi memasak. Tetapi aktivitas memasak itu sama seperti meracik tulisan dalam blog. Anda harus tahu bahan dan langkah menulisnya agar terasa “lezat” untuk dibaca. Dari pengalaman saya memasak, saya jadi ingin membagikannya menjadi artikel di blog.

Kesimpulan

Malas bisa menyerang siapa saja, termasuk blogger pemula, blogger amatiran atau blogger profesional. Semua kembali pada niat anda untuk tetap eksis menulis dan menulis.

TGIF, Thanks God It’s Final. “Every Day Posting” on 500th Days

Today I have got a notification by WordPress that my blog challenging “every day posting” is succesfully done on 500th days. This is amazing to share my daily life experiences through personal blog. Sometimes my minds was stuck on mother language as primary blog language because I was been expat and have been speaking in German and English to others as usual. Somehow I am keen on writing to share as part of life. Perhaps someone at out there is interested to know what they didn’t know yet.

Every day I wake up and alert my self to upload one post what I have provided it yet. I comitted to post my blog at 7 – 8 am in Germany Time. Anything at all on day, I have to warn my self to upload my blog. If I have problem with internet such as I was on traveling so on, I keep to search out one place which provides WIFI service. So now you understand why I have late upload post.

As seen I have a lot of things to do every day. I must finish my study in Germany while I am focus to be part-time job worker. To organize my daily activity I should to set up some drafts a week and may called those “Bank Data” then. When I was lazy either busy, I will take my “bank data” to be blogging. Bank data consist of writings or photos that I have made before. I have some few minutes to review my draft before updating. That’s why you found my post in typo or unclearly sentences. I checked my post then when I have chance on breakfast or lunch.

Back to typo or eror gramatic, I’d prefer to blog in my mother language. I am not yet perfect to be English woman or “Deutsch frau” to explain everything in my blog. However writing in my mother language is easy option to avoid gramatic proof read. It could be a solution when you want to blog every day, but stuck on gramatic. Choice the easy way, write as you can think it fun. My opinion, writing must be easy and fun, not pressure!

Check or control my post is also important. I don’t want to frustrate my readers seeing my blog indistinct. So spare my time every day is not only blogging, but controlling what it is done. When all seems fine, I do blog walking or reply the comments. The next advice, keep in touch with readers is also important meanwhile I am busy.

The last tips, I am ought to care around such as events, news, moments or anything what it happenned. It could be inpired me to ready up draft or ilustration. As blogger I have smart phone to connect with camera or notes documentation what I have seen by.

Thus blogging is simple way as my thought over 500 days. I keep to run this challenging so on.

At least I thank all of readers to stopping by at my blog. Thanks for your support!

10 Tahun di WordPress, Lima Alasan Untuk Bertahan

Minggu lalu, wordpress memberi kejutan informasi bahwa blog saya sudah memasuki usia sepuluh tahun. Ya, saya sudah memulai blogging sejak tahun 2008 meski sempat vakum beberapa tahun. Baru aktif kembali, empat tahun belakangan ini. Alasannya, saya senang menulis. Dengan menulis, membantu saya berpikir lebih terstruktur dan sistimatis.

Pengalaman sepuluh tahun menulis di wordpress, apa saja yang diperoleh?

1. Menyediakan banyak fitur yang memudahkan blogger pemula.

Ketika saya mencari platform yang tepat untuk menyalurkan hobi menulis, rekan kerja saya menyarankan untuk mencoba wordpress. Padahal waktu itu, usia wordpress baru menginjak lima tahun. Saya yang pemula sebagai blogger, merasa dimudahkan untuk membuat blog saya tampak profesional. Sebagai amatir blogger, wordpress memberikan kemudahan untuk langsung digunakan. Saya pikir, gratis pula untuk menyalurkan hobi menulis pertama kali. Itu yang menarik dan membuat saya bertahan hingga sekarang.

2. Blogging dimana saja

Hal yang menyenangkan dari wordpress adalah platform ini bisa digunakan praktis, tak harus berhadapan dengan laptop atau komputer. Saya bisa mengunduhnya di smartphone kemudian mengetik buah pikiran saya atau apa yang sedang saya alami. Meski saya membuat blog di Indonesia, wordpress tetap mudah digunakan ketika saya pindah dan berada di luar negeri. Kecuali ketika saya berada di Tiongkok, postingan saya sempat membutuhkan waktu untuk diterbitkan. Bisa jadi ini sesuai kebijakan dan prosedur pemerintah setempat. Selebihnya, saya tetap mudah menyalurkan hobi menulis saya di mana saja tanpa kesulitan.

3. Layanannya yang responsif jika ada kesulitan/masalah

Pernah suatu kali, saya sedang di Prancis dan memerlukan bantuan tim customer service dari wordpress. Mereka pun dengan sigap menjawab pertanyaan saya dan cepat menangani apa yang jadi keluhan saya. Lagi pula platform ini dijamin aman dari serangan spam.

4. Ada penghasilan tambahan jika mau

Sudah lebih dari satu tahun, blog yang awalnya gratis ini dibuat menjadi konten berbayar. Saya pikir ini baik juga untuk menjadi tambahan penghasilan. Beberapa kali, saya mendapatkan tawaran untuk kerjasama dan secara ekonomi menguntungkan. Seharusnya lebih menguntungkan lagi jika saya bisa menulis di blog dalam bahasa Inggris. Persoalannya, saya tidak ingin kehilangan bahasa ibu saya karena kondisi saya yang menetap di luar negeri. Lagi-lagi wordpress juga menyediakan terjemahan. Jika ada pembaca tak paham apa yang saya tulis, mereka bisa membuat alih bahasa.

5. Terhubung dengan banyak blogger seluruh dunia

Alasan terakhir, apa yang membuat saya juga tetap bertahan di wordpress? Saya mendapatkan banyak teman, sesama blogger dari penjuru dunia. WordPress menghubungkan saya dengan sesama blogger yang punya kesamaan minat tema artikel atau hanya sebagai pembaca saja. Blogwalking itu menjadi ide yang menarik untuk saling memperkaya pertemanan atau tema artikel yang ditulis.

Bagaimana dengan anda sendiri?

Tantangan Menulis Tiap Hari di Blog dan Tipsnya

Developing a daily writing habit is actually needed a lot of efforts. Many times my mind was stuck on theme nor idea to write and posting its day to day. I committed to write up in daily until certain period of time. That is really hard part. Yes, make it practice and routine daily writing can be the challenging. It leads me to explain five challengings the daily writing based on my experience. At least, the necessary thing is to make it writing as fun activity. Do you? Please share your minds if any😉

Happy Sunday!❤



Menulis setiap hari di blog itu seperti naik bianglala. Namun pastinya menyenangkan. 

Apakah anda suka menulis? Apakah anda ingin menulis jadi kebiasaan anda? Jika ya, bagaimana jika memulai menulis setiap hari? Pastinya tidak mudah. Banyak tantangan yang harus dihadapi setiap hari bagi mereka yang memulai satu hari satu artikel. 

Saya memulai blog tahun 2008, sepuluh tahun lalu. Namun saya sempat pasif dan tidak produktif lagi. Sekarang saya menyesal juga mengapa saya tidak rajin mendokumentasikan kunjungan kerja saya ke pelosok tanah air saat saya masih bekerja di Indonesia dulu. Bisa jadi sekarang blog saya sudah penuh. 

Tak ada kata terlambat, saya benahi blog dan dirampingkan dengan membuang artikel tidak penting dan bersifat pribadi. Alhasil, saya ketagihan menulis setiap hari. Meski demikian, ini tidak mudah. Setelah sepuluh tahun maka saya baru mengumpulkan 970-an artikel. Dulu tidak ada follower, sekarang saya baru tahu bahwa saya sudah diikuti seribu blogger. 

Anyway, apa saja tantangan menulis tiap hari?

1. Rasa Bosan 

Siapa sih yang tidak pernah mengalami rasa bosan dalam hidup, termasuk menulis? Bosan dikarenakan rutinitas yang monoton dan tanpa akhir. Saya pernah memulai dengan satu hari hampir 9 artikel berbeda. Lalu saya ubah menjadi 2 artikel setiap hari selama 7 bulan. Makin lama saya sibuk dan tidak mungkin memenuhi dua artikel satu hari. Akhirnya saya memastikan diri untuk membuatnya satu hari satu artikel. One day one post. Bosan itu wajar. Bosan itu normal. Bosan bisa terjadi pada siapa pun, bahkan seorang penulis profesional sekalipun

Tips:

Jika bosan melanda, saya cari aktivitas lain “bukan menulis” agar rasa bosan saya hilang. Saya berjalan melihat pemandangan alam, mendengarkan suasana sekitar atau membaca. Intinya jangan paksakan diri untuk menulis jika anda memang sedang tidak mood. Menulis itu harus menyenangkan. Bukan hanya untuk pembaca saja tetapi diri sendiri.

2. Kehabisan ide menulis 

Jika anda punya blog bertema khusus mungkin segalanya akan lebih mudah. Artinya ide tulisan tidak jauh dari tema blog misalnya blog perjalanan, blog keluarga, blog otomotif, blog gaya hidup dan seterusnya. Nah, blog gado-gado seperti saya memiliki keunggulan dan kekurangan sekaligus. Di satu sisi, saya bebas menentukan ide menulis. Sementara di sisi lain, saya pun mulai kehilangan ide menulis dan bahan untuk ditulis. Kehilangan ide menulis itu lagi-lagi adalah hal yang wajar. Saya pernah ikut kursus menulis yang didanai kantor. Dikatakan bahwa kehilangan ide menulis disebabkan saya sedang tidak fokus untuk menulis. Mungkin ada masalah pekerjaan atau pikiran yang mengalihkan sementara untuk tidak bisa menulis. Sekali lagi, kehilangan ide menulis itu wajar juga dialami oleh mereka yang profesional menulis sekalipun.

Tips

Jika anda ingin mencoba satu hari satu artikel maka siapkan satu minggu 10 artikel. 10 Artikel tersebut bisa jadi masih draf kasar dan memang belum selesai dituliskan. Ketika terlintas sebuah ide untuk dituliskan, simpan dalam draf atau tulis dalam kertas. Jadikan itu semacam bank tulisan! Saat anda kehabisan ide menulis, anda bisa cek “bank” anda mana yang bisa dikeluarkan dan siap dijadikan artikel. Ide menulis itu bisa datang kapan saja dan dimana saja. Yang diperlukan adalah kemampuan anda mengolahnya menjadi sebuah tulisan yang menarik pembaca. Siapa sangka, saya sering mendapatkan ide menulis di ruang kecil toilet pribadi di rumah. Itu contoh bahwa ide menulis bisa datang kapan saja dan dimana saja.

3. Kurang produktif dan kreatif

Siapa bilang menulis itu mudah? Susah sekali saat baru memulainya. Khawatir salah atau penulisan yang tidak sesuai dengan aturan tanda baca, struktur kalimat dan sebagainya. Bahkan menulis setiap hari saja bisa jadi menjadi tantangan bahwa artikel yang ditulis membosankan dan tidak kreatif. Kata teman saya yang bekerja di media, menulis traveling itu menarik minat orang membaca. Lalu apakah saya harus traveling setiap hari? Tentu tidak. Saya bisa saja pergi ke negara lain yang berjarak beberapa jam dari tempat tinggal saya. Wong, dekat. Hanya saja, saya tidak mungkin melakukan itu semua. Kurang produktif dan kreatif dihadapi oleh mereka yang setiap hari harus berhadapan dengan dunia tulis menulis. 

Tips

Tak ada pengalaman yang sia-sia dan tidak menarik di dunia ini. Cara anda mengalami dan saya mengalami pastinya berbeda. Meski kita sedang sama-sama belajar naik sepeda. Jadi tuliskan apa pun yang menurut anda kurang produktif dan kreatif. Anda tidak pernah tahu bahwa apa yang anda tuliskan itu bermanfaat dan membuka sisi lain yang tidak diketahui orang lain. Anda boleh saja melakukan blog walking, tetapi jangan mengubah gaya anda menulis! Gaya setiap orang dalam mengekspresikan pengalaman dan pendapat itu yang menarik. 

4. Sibuk dengan aktivitas lain 

Siapa bilang saya rajin menulis di blog tiap hari karena tidak punya kerjaan? Saya punya segudang pekerjaan yang lebih banyak dilakukan ketimbang di Indonesia. Namun orang terdekat saya, yakni suami mendukung aktivitas menulis yang saya lakukan. Sibuk dengan aktivitas lain bukan berarti anda berhenti menulis yang jadi bakat anda ‘kan? Jika menulis adalah minat anda, sempatkanlah kala anda memang punya waktu lowong. 

Tips

Setiap orang punya 24 jam yang sama. Artinya anda punya kesempatan yang sama untuk memulai melakukan aktivitas menulis jika anda suka dan berminat. Minta orang terdekat memahami minat dan bakat anda menulis, mereka dengan senang hati pasti mendukung. Menulis itu aktivitas positif dan menyenangkan. Sediakan waktu setidaknya satu jam setiap hari untuk menulis atau menuangkan gagasan. Simpan pula ide-ide menulis dalam bank tabungan tulisan. Saat aktivitas anda sedang padat semisal saya lelah, saya ada ujian atau saya sibuk dengan urusan rumah tangga maka saya ambil tabungan ide di bank saya. Jika sepuluh tahun lalu saya menulis hanya bisa dilakukan lewat laptop, kini saya bisa melakukannya lewat aplikasi telepon genggam. Mudah dan praktis. Apalagi foto-foto untuk melengkapi ilustrasi tulisan saya, kini sudah bisa terhubung langsung. Lagi-lagi saya punya bank foto juga sehingga karya saya semakin menarik pembaca.

5. Menulis jadi rutinitas

Bagaimana caranya menulis menjadi kebiasaan sehari-hari? Rasanya itu tidak mudah. Membangun kebiasaan baik dan positif itu perlu niat dan dukungan orang terdekat. Jika anda berniat dan berminat, selalu ada celah yang memungkinkan anda jadi terbiasa. Anda bisa meminta dukungan orang terdekat maka mereka mengerti dan memahami kebaikan dari menulis. Menulis bagi saya semacam ekspresi diri. Ketika ada orang sibuk dengan media sosial, saya tetap suka menulis. Ketika ada orang sibuk membuat video blog, saya tetap ingin menulis. Lagi-lagi saya hanya ingin menuangkan apa yang saya pikirkan. 

Tips

Siapa pun anda dan apa pun profesi anda, sejarah sudah mencatat bahwa tulisan mampu menginspirasi bahkan mengubah dunia. Jadikan menulis sebagai kebiasaan yang bertujuan. Tanpa motivasi dan minat maka menulis menjadi keterpaksaan.

Kesimpulan

Sebagaimana yang saya tulis di atas, saya bermaksud memberi semangat pada diri sendiri agar tidak bosan dan tetap menjadi kebiasaan. Saya seperti memiliki “alarm pribadi” yang jadi pengingat untuk menulis. Saya punya tujuan hingga periode tertentu untuk melakukannya setiap hari. Anda sendiri bagaimana?

Selamat berhari Minggu!