Ketika Kebohongan Terjadi, Kejujuran Akan Membuktikannya Sendiri

Judul ini terinspirasi dari sebuah film yang saya tonton di sini. Film berbahasa Jerman ini menceritakan tentang seorang pria yang dipenjara atas tuduhan perkara yang sebenarnya tidak dibuatnya. Seorang perempuan rekan kerjanya, menginginkan posisi pekerjaan yang dijabat pria ini. Hingga akhirnya, perempuan ini membuat sebuah cerita kebohongan yang menyebabkan pria ini dipenjara selama lima tahun. Ada saksi yang bisa membuktikan bahwa pria ini tak bersalah, malangnya saksi ini meninggal tiga hari setelah perempuan ini melaporkan pria ini ke polisi.

Siapa yang bisa menerima pil pahit kehidupan?

Siapa yang bisa menerima kenyataan bahwa sesungguhnya kita tidak bersalah sedangkan tak ada orang lagi yang bisa mempercayainya?

Bersandar kepada siapa ketika seluruh dunia seolah percaya pada cerita si pembohong?

Hanya kemarahan dan jiwa yang berontak yang terjadi pada pria yang sebenarnya tak bersalah ini. Ia merelakan dirinya dipenjara, dihakimi rekan kerja bahkan dijauhi isteri dan anaknya. Begitulah ulah pembohong yang bisa menghancurkan karir, keluarga dan harapan hidup seseorang.

Rupanya salah seorang rekan kerja dari pria tak bersalah ini mencari tahu dari kebohongan-kebohongan kecil yang dibuat wanita pembohong yang telah menjerumuskan pria malang itu ke dalam penjara. Akhirnya cerita terkuak kembali bahwa sesungguhnya perkara itu tak pernah ada, hanya kisah bualan dari seseorang yang menginginkan jabatan di kantor. Akhirnya pria tak bersalah ini dibebaskan setelah hampir tiga tahun mendekam di penjara. Pil pahit itu harus diterima hanya karena sebuah kebohongan besar yang dilakukan seseorang.

Kebohongan itu tidak hanya menyakitkan bahkan menyandera pria ini dalam penjara, tidak bersama isteri dan anak yang ditinggalkannya dalam tahun-tahun dia dipenjara. Film ditutup dengan kebebasan pria ini dari perkara yang tak dibuatnya. Dia merasa lebih bahagia daripada sebelum dia dipenjara. Begitu bahagianya, dia mengalami sakit jantung tiba-tiba saat dia mengendarai sepeda. Dia pun pada akhirnya meninggal dunia.

Mengapa seseorang berbohong? Silahkan cari jawabannya di sini.

Pesan moral dari film tersebut ada banyak, tergantung bagaimana penonton bersikap. Ada nilai kehidupan selain kejujuran seperti keluarga, persahabatan, kerjasama, keadilan, dan sebagainya. Namun bagaimana pun kejujuran itu tak ternilai harganya. Ketika kebohongan terjadi, kejujuran akan membuktikannya sendiri. Tuhan itu melihat dari awal hingga akhir. Ia tak pernah menutup mata.

Selamat berhari Minggu!

5 Alasan Mungkin Kita Berbohong

Dalam hidup mungkin kita pernah berbohong. Kita bisa menyebutnya berbohong kecil atau berbohong besar tergantung pada situasi dan lawan bicara. Bagi orang awam seperti saya bisa jadi sulit menebak apakah seseorang berkata jujur atau sedang berbohong. Namun satu yang pasti bahwa kebohongan itu pasti bisa dideteksi dari ekspresi wajah dan mata seseorang.

Pepatah mengatakan bahwa mata adalah jendela hati, benar adanya. Bahkan ada yang mengatakan bahwa jika seseorang sedang berbicara bohong atau tidak jujur maka dapat dikenali dari matanya. 

Meski saya percaya bahwa setiap orang itu unik dan berbeda di seluruh dunia, namun ekspresi orang itu di seluruh dunia adalah sama. Ketika seorang, apa pun ras dan suku bangsanya, merasa sedih atau senang pada dasarnya bisa dikenali dari ekspresi wajahnya. Demikian juga berbohong.

Itu pula sebab saat seorang aktor menunjukkan kebohongan, sutradara pun menginginkan ekspresi yang mendalam dari wajah dan mata si artis.

Bagi mereka yang adalah pembaca kebohongan begitu mudah menebak apakah target berkata jujur atau bohong. Karena bagaimana pun berbohong akan mudah dideteksi dari ekspresi wajah dan mata mereka.

Berikut pengalaman saya berhadapan dengan sebagian orang yang akhirnya kedapatan berbohong.

1. Menutupi kesalahan
Kebohongan dilakukan karena sebuah kesalahan. Kita pastinya tak sempurna dan pernah berbuat kesalahan. Karena tidak ingin mengatakan kesalahan yang sebenarnya, kebohongan pun dilakukan.

2. Keuntungan pribadi
Sebagian lainnya terpaksa membuat kebohongan untuk kepentingan pribadi semisal berbohong soal usia. Keuntungan ini dilakukan dengan berbohong agar bisa diterima dan sesuai dengan kondisi yang berlaku. Apakah anda pernah melakukannya?

3. Keuntungan ekonomi
Di pihak lain, ada pula mereka yang berbohong agar mendapatkan keuntungan finansial. Terpaksa berbohong agar mendapatkan keinginan yang diharapkannya. Dalam soal bisnis untung-rugi misalnya, bukan tidak mungkin bisa saja berbohong dilakukan.

4. Membantu orang lain
Sementara ada pula kebohongan dilakukan karena ingin membantu yang lain. Belas kasihan, solidaritas persahabatan dan persaudaraan kerap menjadi landasan agar bohong bisa dilakukan. Ini semua dimaksudkan agar bisa menolong orang lain yang kesusahan.

5 Niat jahat
Kebohongan selanjutnya yang berhubungan dengan tingkat kriminalitas misalnya. Mereka yang ditangkap karena melakukan kejahatan, bisa saja berbohong agar menguatkan alibi bahwa mereka tak bersalah. Atau mereka yang berbohong karena niat jahat pada orang lain.

Begitulah uraian yang jadi pendapat saya. Pastinya kebohongan kecil yang dilakukan terus menerus bisa menjadi besar. Pepatah mengatakan kebohongan akan menghasilkan kebohongan lainnya. Ada pendapat?