Brussels (8): Sushi Shop, Pilihan Makanan Selera Asia di Central Station

Stasiun utama di kota Brussels.

Sebagai kota metropolitan dan multi etnis, begitu mudahnya menemukan makanan yang dikehendaki di Brussels. Sebagai turis, anda bebas memilih makanan apa yang dikehendaki sepanjang anda punya anggaran untuk itu. Seperti misalnya, saya ingin makan selera asia saat itu dan suami mengabulkan permintaan saya. Karena saya tidak ingin makan dalam porsi yang banyak maka saya berpikir mungkin ada imbiss, semacam kedai asia seperti di Jerman.

Jika anda berada di Brussels dan mungkin ingin makan selera asia dalam porsi yang tak besar maka anda bisa menyambangi sushi shop yang tersebar di sini. Salah satu sushi shop yang kami sambangi berada di Brussels Central Station. Ini semacam stasiun utama kereta api yang super sibuk di ibukota Belgia ini. Tentu anda bisa berfoto dan menjadikannya destinasi wisata juga. Stasiun ini juga menarik disambangi loh.

Sushi salmon.

Baca: How to make simple sushi

Setelah menimbang makanan apa yang hendak disantap, pilihan saya jatuh pada sushi salmon dan nasi sate ayam ala Jepang. Seperti yang anda lihat, ini nikmat sekali. Dan memang ini bukan pertama kali saya mengulas sushi di blog ini. Bahkan saya pernah membuat sushi sendiri dengan sushi maker yang dibeli di Jerman. Anda juga perlu tahu perbedaan sushi dengan gimbap yang mirip dan berasal dari Korea Selatan.

Sushi salmon ini rasanya sederhana hanya nasi sushi dan salmon asap yang memang sudah matang. Di Jerman salmon ini disebut geraucht lachts yang biasa terjual di supermarket sebagai makanan ready to eat. Ini smoked salmon yang memang super enak dan biasanya kami menikmatinya dengan roti dan acar bawang merah. Jika di Jepang bisa dibuat sushi salmon maka di Jerman bisa dibuat sandwich salmon.

Yakitori, sate ayam dan nasi.

Selanjutnya adalah nasi dan sate ayam. Ini mungkin tak asing lagi di Indonesia. Eits, tapi pasti ada yang berbeda dengan yakitori asal negeri matahari terbit ini. Saya membeli yakitori sudah siap disantap, hanya saja ini bisa dihangatkan di microwave di tokonya langsung. Itu tergantung si pembeli karena saya ingin makanan hangat. Dan pramusaji sekaligus kasir langsung menawarkan diri memasukkannya di microwave.

Persamaan yakitori dengan sate yakni keduanya menggunakan bilah bambu. Sementara sate dalam kuliner negara lain misalnya biasa menggunakan bilah metal. Persamaan lainnya adalah keduanya sama-sama dipanggang dalam bara api layaknya sate yang kita kenal. Satu lagi, yakitori pun dinikmati dengan saus kecap. Ini sama seperti sate bersaus sambal kacang plus kecap.

Yakitori disajikan dengan kecap manis atau asin, yang disesuaikan dengan selera pembelinya. Jika sate yang kita kenal bisa untuk berbagai daging yang dikehendaki, sementara yakitori hanya menggunakan daging ayam fillet saja. Yakitori pun dinikmati begitu saja setelah matang atau dengan nasi putih seperti yang saya beli.

Brussels (7): Sensasi Minuman Setengah Meter di Pasar Malam Hingga Cokelat Panas

Minum schnaps setengah meter yang menjadi keseruan di pasar malam, Brussels.
Kedai ‘wine’ Belgia.
Glühwein.
Cokelat panas.

Menyusuri pasar malam yang digelar saat musim dingin saat tahun baru di Brussels memang mengasyikkan. Bagi mereka pecinta foto selfie, ada banyak spot bisa dijadikan lokasi. Indahnya Brussels Light Show plus keriaan orang menyusuri dinginnya malam bersamaan pasar malam menambah semarak traveling saya dan suami kali ini. Saya belum mau beranjak kembali ke hotel, meski malam semakin dingin. Kami putuskan menikmati suasana pasar malam.

Seperti yang anda lihat, saya merekam warna-warni tiap tenant pasar malam yang indah. Menariknya tenant ini tidak hanya berisi kuliner saja, ada berbagai kerajinan tangan sebagai home industry yang juga dijajakan. Namun saya fokus pada tenant kuliner saja, termasuk minuman. Di Brussels mereka menjual kuliner dari berbagai negara partisipan Uni Eropa dan negara lain. Saya bisa melihat kuliner dari negeri Balkan, misalnya.

Oh ya dibalik keramaian pasar malam, ada pemandangan menarik dimana kelompok orang begitu riuh berlomba bertepuk tangan menyemangati. Penasaran kami pun mendekat untuk memastikan apa yang terjadi. Rupanya terjadi kompetisi minum schnaps sepanjang setengah meter aneka rasa. Mulai dari membawanya agar gelas-gelas kecil tersebut tidak tumpah hingga bagaimana mereka menghabiskannya dalam hitungan detik.

Schnaps aneka rasa sepanjang setengah meter memang lagi kekinian di Brussels dan Zurich. Ini saya lihat dari promosi yang ditawarkan pada tiap tenant yang menjual kuliner malam di musim dingin. Bahkan ini bisa menjadi sovenir yang bisa dibawa pulang juga loh. Saya melihatnya di toko sovenir di stasiun utama di Zurich, Swiss.

Tak cuma schnaps, ada juga glühwein yang sudah lama saya kenal di Jerman. Glühwein ini memang tersedia di benua biru hanya pada musim winter saja, untuk menghangatkan tubuh. Glühwein juga ada di Belanda, Belgia dan Swiss. Kami memesannya pula untuk mengusir dinginnya malam saat itu.

Pecinta wine, silahkan merapat ke kedai wine rasa Belgia. Anda bisa menikmati sensasi minum wine sambil menonton keramaian lalu lalang orang.

Kedai makanan asal Balkan.
Kedai sovenir.
Kedai sosis asal Jerman.

Belgia itu menawarkan sensasi rasa cokelat yang benar-benar lezat di mulut. Di Antwerpen saya memesan susu cokelat panas dan Brussels juga. Minuman cokelat panas mereka memang benar-benar nikmat. Anda bisa memesannya, lalu membayar deposit gelasnya sehingga harganya menjadi 4€. Setelah anda selesai minum, gelasnya dikembalikan dan anda mendapatkan uang deposit gelas kembali.

Bagi petualang kuliner, anda bisa terpuaskan dengan berbagai pilihan rasa di sini. Aneka minuman dan kuliner lengkap bisa dicoba. Jangan lupa berfoto dan pajang pose kuliner di Brussels di media sosial! Karena begitu banyak spot foto memikat yang bisa juga dicoba.

Brussels (6): Suka Tokoh Kartun Smurf? Di Sini 4 Tempat Menemukannya

Smurf 1 di pojok galeri hotel Hilton.
Smurf 2 di pojok galeri hotel Hilton.

Bagi pecinta film kartun tentu anda mengenal tokoh Biru yang bernama Smurf. Ya, tokoh ini digemari bukan hanya di kalangan anak-anak dan remaja saja, rupanya banyak juga orang dewasa yang suka dengan tingkah polah Smurf yang lucu dan menggemaskan.

Brussels adalah surga bagi penggemar Smurf di seluruh dunia. Di sini anda bisa dapatkan mural di pusat kota, museum hingga aneka sovenir bertemakan Smurf dengan mudahnya. Anda bisa berfoto dengan latar belakang mural Smurf atau mencari tahu sejarah keberadaan Smurf. Bahkan anda bisa membeli berbagai pernak-pernik tentang Smurf dan bisa dibawa pulang sebagai kenang-kenangan.

Smurf diperkenalkan ke publik oleh seniman asal Belgia, yang dikenal Peyo pada tahun 1958 sebagai komik berkarakter lucu. Semakin dikenal publik, Smurf pun diperluas dalam film layar lebar, serial terlevisi, iklan, game bahkan juga boneka. Smurf diangkat dalam film layar lebar tahun 1980-an. Kini banyak orang di dunia menjadi penganggum tokoh kartun ini. Sebagai penggemar, Brussels adalah tempat meluapkan kegembiraan pada Smurf dan menemukan karakternya yang asli lewat empat tempat berikut yang berhasil saya kunjungi.

1. Hilton Brussels Grand Palace

Pojok SMURF di galeri hotel.

Tempat pertama tentang Smurf yang bisa anda datangi adalah hotel Grand Hilton. Hotel eksklusif ini berada di seberang Grand Palace dan Central Station. Di sebelah hotel terdapat kafe dimana mungkin anda bisa menikmati secangkir kopi dan kue cokelat yang lezat.

Setelah anda memasuki pintu utama, tanyakan kepada petugas jaga bila anda ingin melihat galeri Smurf. Semisal di musim winter ini, hotel ini menyajikan edisi Smurf yang berbeda.

Kami berdua datang di pojok kiri setelah kafe, dekat dengan lobby. Di situ anda akan melihat lemari kaca yang mewah menempatkan tokoh Smurf dengan figur yang berbeda. Hotel ini mengapresiasi seniman pencipta Smurf dan menyediakan galeri tersebut di situ. Anda akan menemukan penjelasannya di lemari kaca tersebut.

2. Museum Kartun

Tampak depan museum dan di belakang adalah toko sovenir penjualan Smurf.

Lokasi kedua bagi penggemar Smurf adalah museum yang disediakan pemerintah di area turis untuk dikunjungi. Tepat di depan museum terdapat patung Smurf di atas jamur yang melambangkan karakternya, berbalut cat putih. Banyak turis senang berfoto di depan patung besar Smurf tersebut. Bersiaplah mengantri untuk berfoto dan selfie di sana.

Letak museum kartun berada di belakang pabrik cokelat atau berjalan kaki sekitar 900 meter dari Grand Palace. Di museum ini anda akan terpuaskan dengan berbagai informasi seputar Smurf dan Tin Tin. Ada kafe, toko penjualan sovenir dan perpustakaan dan berbagai aktraksi hiburan yang disukai anak-anak. Bagi pecinta komik, di sini keingintahuan anda akan terpuaskan. Tentu, anda harus membeli tiket masuk sebelum menjangkau semua itu.

3. Mural di pusat kota

Mural dinding kota, tempat banyak orang berfoto.

Brussels pun tersedia beberapa spot comic strips, termasuk tokoh Smurf. Strips komik Smurf berada di jantung kota Brussels. Anda bisa menyimaknya satu per satu. Kami hanya mendatangi salah satunya mural comic strips yang letaknya tak sampai lima menit berjalan kaki dari Central Station. Dinding mural ini pun tak jauh pula dari Hotel Hilton yang saya sebutkan di nomor 1.

Dinding mural Smurf ini terbuka untuk umum. Siapa pun senang berfoto di area ini. Gratis. Sebaiknya anda juga tidak menyentuh area dinding mural, cukup diperhatikan saja. Ada beberapa strip Smurf yang bisa anda nikmati di Brussels, saya mengambil salah satunya saja yang memang tak jauh dari Grand Palace.

4. Toko Sovenir Smurf

Poster SMURF yang dibeli di toko sovenir.

Lokasi terakhir dimana anda bisa membelinya seperti merchandiser Smurf maka anda bisa mendatangi toko sovenir yang khusus menjualnya. Letaknya berada di sebelah Museum Cartoon. Kami membeli poster Smurf untuk dibawa pulang. Tetapi di sini ada banyak pilihan bagi penggemar Smurf, mulai dari gantungan kunci, magnet holder, boneka, hiasan hingga poster dan sebagainya.

Apakah anda suka juga dengan tokoh Smurf?

Brussels (4): Pernah Coba Makan Kerang Rebus Bersamaan Kentang Goreng? Ini Makanan Wajib

Pesanan datang, menu aslinya adalah “mosselen met frite” seperti yang anda lihat.
Lebih dekat dengan kentang rebus rasa seledri.

Datang ke Brussels maka perlu wajib coba makan mussels, yang katanya masih satu famili dengan kerang. Makanan ini begitu mudah dijumpai di restoran-restoran pusat kota yang jadi incaran turis. Awalnya saya tak percaya mengapa saya harus mencoba kuliner ini di Brussels? Atas saran kenalan asal Belgia yang sekarang hijrah ke Jerman. Ternyata menu ini memang menjadi saran untuk turis mencobanya.

“Moules-frites” adalah nama kuliner yang dipesan. Ada juga yang menuliskannya “mosselen met frite” yang intinya adalah sama. Moules atau mussels merupakan satu famili dengan kerang. Entah bagaimana makanan ini menjadi kuliner yang perlu dicoba di Brussels. Bahkan tradisinya adalah menikmatinya pun dengan kentang goreng kemudian minum bir asal Belgia. Itu sudah!

Baca: 4 Kulineran wajib dicoba di Brussels

Sebenarnya kerang rebus bukan hal baru buat saya. Di Jakarta dulu ada jajanan kerang rebus berbumbu kunyit. Di Belgia mussels direbus dengan seledri. Tak ada bau amis untuk kuliner ini. Hanya saja buat saya, porsi ini cukup besar dan mengenyangkan. Apalagi menikmati kerang bersama kentang goreng. Luar biasa mengenyangkan.

Seperti biasa, suami pesan ini.
Saya pesan sup tomat juga.

Itu pun saya masih memesan sup tomat karena saya merasa kedinginan dan tak enak badan saat itu. Kebayang bahwa porsi makan malam saya benar-benar puas. Sementara suami saya memesan bir Belgia untuk menyantap “mosselen met frite” yang menjadikan ini menu hal istimewa sebagai turis di Brussels.

Ngomong-ngomong anda tahu bahwa kerang itu sumber protein yang tinggi dan rendah kalori loh. Makanan ini kaya zat besi dan mineral. Umumnya resep kerang rebus di Brussels itu bercampur kuah seledri. Orang di sini menyebutnya herbs soup. Saya suka juga menu ini karena ini tidak amis. Cukup kenyang buat kami berdua.

Menikmati moules itu memang jadi ide wajib kulineran bila berkunjung ke Brussels, Paris dan Amsterdam. Ada banyak restoran di sini yang menyajikan citarasa yang enak khas western food untuk membuat famili kerang ini begitu enak disantap. Bahkan hal ajaib menurut saya adalah menikmati moules dengan kentang rebus. Apa jadinya? Silahkan datang dan coba langsung jika anda bertandang ke Brussels!

Brussels (5): 5 Gereja Katolik yang Mempesona di Sentra Turis

Gereja di area Royal Palace, Brussels.
Bagian dalam The ‘Our Lady of Assistance’ Church, dengan tabernakelnya begitu indah dekat altar.
Gereja Santo Nikolaus yang diperkirakan berusia hampir satu abad.

Hari ini adalah hari raya Rabu Abu, yang dirayakan umat katolik di seluruh dunia. Di Jerman, istilah Rabu Abu disebut ‘Aschermittwoch‘ yang menandai dimulainya masa prapaskah. Karnaval dan festival yang meriah kemarin sudah berakhir dan ditutup dengan faschingsdienstag. Apa yang disebutkan di atas adalah tradisi gereja katolik. Kini saya ajak anda menyelami lima gereja katolik yang letaknya di pusat kota Brussels dan menjadi sentra turis.

Kami sengaja tak memilih sightseeing tour agar kami bisa bebas memilih kemana kaki kami melangkah di pusat kota. Tak terasa bahwa kami telah mengunjungi lima gereja yang berada di pusat kota, yang menjadi destinasi wisata bagi para turis. Gereja yang sudah berusia ratusan tahun ini ternyata masih mengagumkan, bahkan masih menyimpan magnet untuk membawa turis berkunjung. Ada yang sekedar berfoto karena begitu indah, ada yang melihat-lihat tetapi ada pula yang berdoa. Setidaknya kami tidak lupa berkunjung ke rumah Tuhan.

1. The church of St. James on Coudenbourg

Tampak kejauhan.
Ditandai dengan patung Raja Leopod I yang menunggang kuda.
Tampak dalam gereja yang megah.

Gereja pertama yang wajib dikunjungi adalah gereja bergaya neo klasik khas gereja katolik. Semula saya berpikir ini adalah kastil atau bangunan seperti museum, ternyata ini adalah gereja. Karena di depan bangunan ini adalah seorang ksatria yang sedang menunggang kuda. Siapakah dia? Apakah ada kaitan antara ksatria ini dengan gereja? Kami pun menyebrangi dan segera memasuki pintu utama.

Berdiri di area royal palace, gereja ini dibangun pada abad 18. Setelah dibangun, gereja ini menjadi biara dan paroki dengan mengambil santo pelindung, Santo James. Namun gereja ini pun tak luput dari pergolakan perang saat Revolusi Prancis terjadi. Kemudian gereja dikembalikan lagi seperti fungsi semula sebagai gereja katolik di dekat istana, dimana umat bisa datang dan berdoa. Lihat saja, ruangnya begitu megah, bahkan untuk tim paduan suara yang bernyanyi di sini begitu lapang. Bendera negara Belgia tampak tergantung di langit-langit.

Rupanya kstaria yang menunggang kuda yang diabadikan di depan gereja adalah Raja Leopod I yang mengambil sumpah menjadi penguasa tahun 21 Juli 1831. Informasi ini tertera di prasasti di bawah patung. Anda harus berhati-hati mengambil foto di dekat tugu kstaria ini. Letaknya di sentra jalan dan menjadi lalu lalang tram, bis dan kendaraan sehingga anda perlu memeriksa saat sepi jalanan untuk berfoto.

2. The ‘Notre-Dame’ Church

Tampak depan.

Gereja kedua yang kami datangi adalah notre-dame Brussels. Sayangnya saya mengambil gambar sudah larut malam dan misa dalam bahasa Prancis sudah dimulai. Jadi saya mengambil gereja tampak depan saja. Meski tak semegah seperti gereja Notre-Dame di Paris, tetapi gereja ini masih aktif melayani umat.

Di depan pintu, tertera informasi bahwa gereja ini disebut ‘Die Notre-Dame du Finistéré Kirche’ yang dibangun pada abad 18 dan mengalami beberapa kali perbaikan. Gereja ini bertuliskan ‘finis terrae’ diambil dalam bahasa Latin berarti ‘di ujung bumi’ untuk membedakan gereja Notre-Dame lain yang juga ada di Brussels juga. Gereja ini tak sepenuhnya bergaya arsitektur Baroque, ada pula Neo Klasik.

3. The ‘Our Lady of Assistance’ Church

Tampak kejauhan.
Menaranya tampak jelas.
Kubah gereja.

Gereja ketiga yang juga menjadi destinasi wisata turis di Brussels adalah gereja katolik Santa Maria Pembantu Abadi, begitu bila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Namun ada pula yang menyebutnya gereja Notre-Dame juga atau tepatnya Church of Notre-Dame de Bon Secours. Gereja ini tampak depan terdapat relief ziarah menuju tempat ziarah Compostela, di Spanyol. Tempat ziarah impian suatu saat nanti.

Abad 12 gereja ini sudah berdiri sebagai gereja bergaya arsitektur Baroque dan banyak dikunjugi umat. Seiring dengan berjalannya waktu, gereja diubah menjadi bergaya renaissance pada abad 17. Gereja ini pun tak luput dari serangan perang kala itu. Namun gereja tetap berdiri tegak menaungi umatnya. Tabernakel dekat altar begitu indah, pun patung Bunda Maria pelindung gereja. Gereja ini masih aktif untuk berdoa dan tempat menyelenggarakan misa.

4. The Saint Nicholas Church

Figur Santo Nikolaus.
Diorama kelahiran Yesus.
Dalam gereja.

Gereja keempat juga masih aktif untuk melayani umat. Bahkan saya dan suami sempat berlama-lama di gereja ini untuk berdoa dan sekedar mencari kesunyian di tengah hiruk pikuk pusat kota. Meski gereja ini tak besar tetapi ini membuat kami betah di dalam. Gereja ini disebut juga Basilika Santo Nikolaus. Tak disangka gereja katolik di sentra turis ini semua masih aktif dikunjungi umat dan tempat ibadah.

Diperkirakan gereja ini telah ada abad 11 Masehi, dengan mengambil santo pelindung Nikolaus. Kemudian abad 14 gereja direnovasi bergaya gothik. Gereja indah ini menjadi korban perang pada tahun 1600-an. Renovasi dan perbaikan kembali dilakukan terutama bagian depan gereja dan bertahan hingga sekarang.

5. Saint Michael & Gudula Cathedral

Begitu megahnya gereja ini, saya sampai tidak bisa mendokumentasikan keseluruhannya.

Katedral Brussels adalah gereja tak sempat saya singgahi dan hanya sekedar berada di luar gereja. Padahal gereja ini benar-benar berkesan dari interior hingga eksteriornya. Tempatnya tepat di area pusat turis dan dekat pasar sentral. Eksteriornya menakjubkan dan megah. Lihat saja kaca jendela gereja ini terpatri baik. Tak hanya banyak orang senang duduk di sekitar luar gereja, burung gereja tampak senang bertebangan bahkan elang hinggap di atas gereja.

Abad 9 katedral ini semula hanya kapel yang dibangun untuk menjadi rumah ibadah. Tak terasa pertumbuhan jumlah umat membuat gereja ini berkembang menjadi katedral yang megah. Pada abad ke-13 katedral dibangun total dengan gaya arsitektur gothik. Jika anda ingin tahu keindahan kota Brussels, datanglah tiap Sabtu minggu kedua dan keempat dimana anda bisa naik ke atas menara puncak gereja.

Memang rumah Tuhan tak luput dari traveling kami. Sejenak kita bisa berdiam diri hanya untuk menemukan makna perjalanan yang sedang dilakukan. Benar bahwa selalu ada yang menarik berada di rumah Tuhan.

Selamat memasuki masa prapaskah bagi anda yang memperingatinya!

Brussels (3): Cara Memikat Pelanggan Restoran Ini Bisa Ditiru

Restoran selera asia di Brussels.
Restoran yang menyajikan menu sea food.
Contoh kreasi wafel ini juga menarik.

Waktu makan siang tiba. Saya dan suami masih berputar di area pusat kota yang menjadi destinasi wisata. Saya bermaksud untuk mengunjungi satu lokasi tempat lagi sebelum makan siang, tetapi godaan-godaan dilalui yang membuat saya takluk. Godaan itu adalah kami melewati restoran yang menawarkan aneka macam sajian sesuai selera. Suami saya masih bisa menahan diri, sementara saya semakin tergoda setelah melihat food presentation di depan restoran. Oh No!

Tak hanya saya, beberapa turis asal Asia tampak berhenti memperhatikan tampilan makanan yang mencitrakan menu restoran. Tentu saja makanan-makan tersebut visualisasi dari menu restoran. Ini adalah palsu, meski sekilas anda melihatnya seperti menu makanan asli yang menggairahkan dan menggoda saya. Namun ada juga beberapa kedai jajanan yang menyajikan food presentation itu adalah makanan sungguhan. Ini dimaksudkan agar turis dan orang yang tertarik dapat langsung mengerti makanan yang dipesan.

Saya adalah orang yang bertipe visual. Jika saya melihat daftar menu makanan dan hendak memesan, saya butuh waktu sejenak untuk membayangkan seperti apa makanan yang akan dipesan. Nah, food presentation yang dibuat restoran dan kedai makanan ini sangat membantu orang bertipe visual seperti saya. Betul ‘kan, akhirnya saya tergoda untuk mampir dan menikmati makan siang.

Ide food presentation memang bukan kali pertama saya jumpai. Di Asia pun saya pernah menjumpainya sebagai bagian dari strategi marketing. Saya pun pernah menyaksikan program televisi yang membahas industri rumahan yang berbisnis food presentation. Industri ini tak mudah karena membutuhkan ketrampilan menata dan membuat dekorasi yang tak mudah. Ada sisi seni dan kuliner di sini.

Banyak restoran yang juga mencoba cara ini agar pembeli datang ke lokasi usaha mereka. Selain itu food presentation meminimalisir komunikasi antara pramusaji dengan pembeli, karena pembeli sudah mendapatkan gambaran makanan yang hendak dipesan. Apalagi lokasi usaha di sekitar area turis misalnya, hambatan bahasa bisa diminimalisir setelah pembeli tahu apa yang hendak dipesannya.

Strategi membuat food presentation bukan tanpa alasan. Jika anda memajang makanan yang tampilannya menarik dan menggairahkan di media sosial saja, bukan tidak mungkin anda tertarik. Suatu studi (2012) menyatakan visualisasi makanan akan memicu hormon di otak yang membuat anda ingin mencobanya atau merasa lapar.

Oleh karena itu, rasa makanan untuk pertama kali bagi orang yang belum tahu makanan tersebut adalah nomor kedua. Pertama, orang tertarik mencobanya setelah melihat bagaimana penampilan makanan yang begitu menarik itu. Tak hanya itu, tampilan contoh makanan ini bisa menjadi ukuran kualitas rasa makanan yang hendak dipesan.

Ada pendapat?

Brussels (2): 4 Makanan Wajib Dicoba di Ibukota Belgia

Anda akan tahu mengapa wajib mencoba kentang goreng mereka?
Cokelat wajib menjadi buah tangan anda berkunjung ke Belgia.

Brussels adalah ibukota Belgia yang letaknya menjadi sentra dari Eropa Barat. Brussel begitu diminati karena lokasinya yang mudah dijangkau dari Amsterdam, Belanda atau Paris, Prancis. Rasanya tak mungkin melewati Brussels, jika kita sudah menjajaki Eropa Barat. Brussels menawarkan traveling yang berbeda lewat peninggalan bangunannya hingga kulinernya.

Berikut adalah empat kuliner di Brussels yang saya kulik setelah saya dan suami berkunjung ke sana. Boleh dikatakan empat kuliner ini wajib anda coba jika anda berkunjung ke sini. Anda bebas memilih ata mencoba dimana atau merek yang mana, asalkan itu di Brussels. Empat kuliner ini mudah tersedia di setiap sudut pusat kota yang jadi sentra turis.

1. Wafel

Kedai yang jual wafel yang selalu diminati.
Lihat tuh kreasi wafel! Memikat ‘kan?

Saya memang tak asing lagi dengan wafel mengingat makanan ini pun sudah saya jumpai di Jakarta, Indonesia pun di negara lainnya. Ngomong-ngomong darimana asal wafel? Sebagian besar orang berpendapat, tak lengkap ke Belgia tanpa mencoba wafel mereka. Ketika kami sudah tiba di Antwerpen, kami tidak sempat mencoba wafel. Tentu, kami pun tak ingin melewatkan kesempatan menikmati wafel.

Wafel itu tidak hanya terpusat pada satu tempat saja di Brussels. Ada banyak tempat yang menjajakan snack ringan. Selain banyak tempat yang menawarkan wafel, banyak pula yang membuat kreasi bentuk wafel. Anda pasti menyukainya. Belum lagi wafel dikemas dengan aneka macam rasa. Rasa asli wafel adalah gula manis saja, tetapi wafel kekinian bisa dilengkapi dengan buah-buahan, aneka selai, cokelat dan sebagainya.

Kami puas menikmati wafel hangat sembari menyelusuri pusat kota Brussels yang dingin kala itu. Begitu puasnya hingga saya lupa mendokumentasikan wafel yang dibeli. Jangan tanya harga wafel pada saya! Saya bukan penjualnya, tetapi ini pasti tidak akan merobek kantong anda.

2. Kentang goreng

Kentang goreng dikemas atraktive.
Untuk sebungkus kentang goreng pun harus antri mengular.
Di lain tempat pun, antrian kentang goreng pun masih sama.

Lagi dan lagi adalah kentang goreng yang sedang menjadi jajanan kekinian, seperti yang pernah diulas sebelumnya. Kentang goreng juga bukan hal baru bagi anda tentunya. Di Indonesia pasti anda pernah mendapati sebungkus kentang goreng. Tetapi apa yang membedakan kentang goreng buatan mereka? Jangan tanya saya lagi, pastinya anda harus mencobanya saat datang ke Brussels.

Jajanan kentang goreng itu tersebar di pusat kota di Brussels. Ada yang menjualnya seperti food truck sembari menyetel musik keren, ada pula yang makan di restoran tetapi ada pula kedai semacam imbiss di Jerman, seperti kios makanan kecil. Sebungkus kentang goreng itu sudah pasti mengenyangkan buat saya yang suka makan dalam porsi kecil. Hangat, renyah dan tambahan saus yang sesuai keinginan itu sudah membuat anda tergiur mencobanya ‘kan.

Baca: Ketika demam kentang goreng menjadi jajanan kekinian.

3. Cokelat

Salah satu pabrik pembuatan cokelat tampak kiri.
Maket cokelat, keren!

Jika orang tahu anda akan ke Belgia, mereka biasanya menyarankan untuk mencoba cokelat dan manisan khas Belgia. Bisa jadi orang yang mengatakan tersebut, meminta buah tangan dari anda yakni cokelat. Itu pula yang saya dapati saat bermalam di Brussels. Jika saya menginap di Jerman misalnya, ada ‘Haribo’ permen buatan Jerman yang diselipkan di kartu ucapan selamat datang di kamar hotel. Sebaliknya, kami mendapati cokelat sebagai ungkapan manis dari pengelola hotel.

Tak hanya dicoba dan dibawa pulang saja, cokelat khas Belgia punya cerita tersendiri. Itu sebab anda tawaran program untuk turis mendatangi pabrik cokelat. Seperti kami mendatangi salah satu pabrik cokelat di sentra turis. Anda bisa melihat bagaimana mereka membuat cokelat yang menarik dan lezat serta anda berkesempatan membelinya untuk dibawa pulang. Cokelat di sini tak hanya rasa manis saja, saya bisa mendapati cokelat rasa buah-buahan, cokelat non alkohol hingga cokelat berasa tiramisu. Wah!

4. Kentang/Siput Rebus

Hmm, tertarik mencobanya?

Makanan terakhir yang mungkin juga tertarik buat anda adalah Brussels Mussels. Ini bukan jajanan kerang rebus seperti yang biasa saya dapati di Jakarta dulu. Brussels menawarkan kuliner mussels yang aduhai nikmatnya lewat sajian ekslusif di restoran. Saya dan suami berkesempatan menikmati makan kerang rebus dengan kentang goreng di salah satu restoran di sentra turis. Cerita soal makanan ini, saya buat terpisah.

Semakin anda penasaran dengan ulasan empat kuliner di atas, semakin anda berpikir kira-kira anda ingin makan kuliner yang mana?

Ketika Amsterdam dan Brussels Dilanda Jajanan Kentang Goreng Kekinian

Antrian di Brussels.
Antrian di Amsterdam.
Sebungkus kentang goreng yang berhasil saya dapatkan.

Ada pemandangan menarik ketika saya berkunjung ke Amsterdam dan Brussels di pusat kota. Ada antrian yang mengular menunggu giliran. Mereka berbaris rapi hanya untuk menikmati sebungkus kentang goreng. Saya mendapati pemandangan ini di pusat kota Amsterdam, area turis tepatnya seperti yang pernah saya ceritakan sebelumnya. Kini antrian yang sama untuk sebungkus kentang pun ada di Brussels. Ajaib!

Baca: 3 Jajanan di Amsterdam yang saya coba

Entah apakah terjadi trend yang sama antara Amsterdam dan Brussels, nyatanya saya mendapati pemandangan serupa di kedai kentang goreng. Saya berpikir, jajanan kentang goreng ini begitu istimewa hingga mengundang orang datang dan mengantri membelinya. Setelah saya amati, pembeli membeli kentang goreng kemudian mereka melakukan foto selfie. “Demam” makan kentang goreng kekinian sedang melanda di sini.

Bagi anda, kentang goreng bukan hal baru. Saya juga! Banyak kuliner yang saya liput dan muat di blog ini juga bercerita tentang kentang goreng, tetapi mengapa kentang goreng? Kentang goreng dalam bahasa Jerman disebut pommes, di sini mereka menyebutnya frite fries. Kentang goreng juga tak asing dijumpai di restoran cepat saji yang berasal dari negeri Paman Sam. Lalu apa istimewanya kentang goreng ini?

Saat malam hari, antrian kedai kentang goreng tampak mengular. Suami saya urung membelinya. Keesokan harinya, pemandangan antrian pun masih tetap sama. Tak hanya itu kedai yang menjual kentang goreng pun di sini mudah dijumpai. Ada yang berpendapat, anda harus membeli kentang goreng A dibandingkan B. Sementara saya sebagai turis tak tahu bagaimana membedakan rasanya.

Merek yang sama seperti di Amsterdam, tetapi kedai kentang goreng ini ada di Brussels.
Mengapa kentang goreng?

Karena penasaran, saya minta suami untuk berhenti di kedai kentang goreng tetapi kedainya harus menyediakan tempat duduk. Ini alasan saya untuk bisa duduk dan menikmati sebungkus kentang goreng. Sementara beberapa kedai kentang goreng lain tidak menyediakan tempat duduk. Pembeli bisa menikmati di tempat sambil berdiri atau dibawa pulang. Sebungkus kentang goreng punya harga bervariasi baik di Amsterdam maupun Brussels. Pastinya harga sebungkus normal itu masih dibawah 5€. Menurut hitungan saya, harga ini sedikit lebih mahal jika saya membeli kentang goreng di warung cepat saji.

Mereka mengklaim, kentang yang dibuat berasal dari kentang dengan kualitas terbaik. Cara mengolah hingga menggoreng kentang goreng itu menjadi rahasia tersendiri. Bahwa kentang goreng terasa renyah dan tak terlalu berminyak. Itu menjadi kesukaan orang-orang di sini. Tak hanya itu, ada saus istimewa untuk menemani kentang goreng kekinian. Pemesan bebas memilih varian saus yang dijual. Jika selama ini saya mengenal saus kentang goreng hanya saus tomat atau mayonnaise saja, mereka punya saus terenak lainnya untuk dinikmati bersama kentang goreng.

Setelah kita mendapatkan sebungkus kentang goreng, jangan lupa berfoto! Foto ini semakin menambah kekinian jajanan yang sedang digandrungi di sini.

Suami saya berpendapat mungkin trend jualan kentang goreng bisa menjadi ide bisnis di Jakarta. Who knows! Ide ini bisa dicoba jika anda tahu bagaimana strategi memasarkannya. Buktinya orang rela antri hanya untuk sebungkus kentang goreng.

Brussels, Belgia (1): Christmas Market Masih Ada Sampai Awal Januari dan Light Festival yang Menawan

Pohon natal besar.
Diorama kelahiran Yesus, atau die Krippe dalam bahasa Jerman.
Konser musik di pasar natal.
Kemeriahan orang menikmati pasar natal.

Setelah saya mampir di Antwerpen dan menikmati kemeriahan pasar natal maka saya melengkapi kemeriahan selanjutnya di ibukota Belgia, Brussels. Masih dalam suasana natal hingga 6 Januari 2020, liturgi Gereja Katolik merayakannya pada tanggal tersebut adalah Hari Raya Tiga Raja atau dalam bahasa Jerman disebut Heilige Drei Könige. Itu sebab kebanyakan pekerja mengambil cuti libur sampai Senin (6/1) karena hari ini masih menjadi hari libur di Jerman. Begitu pun pasar natal yang sudah berakhir sebelum natal di Jerman tetapi sebagian negara Eropa ada yang masih menggelarnya sampai awal Januari atau sebelum Hari Raya Tiga Raja.

Belgia adalah contoh negara yang masih menggelar kemeriahan pasar rakyat tahunan ini mulai awal Desember hingga awal Januari tahun berikutnya. Christmas Market di Brussels serupa dengan kota Antwerpen dan kota lain di Belgia yang berakhir sampai 5 Januari 2020. Saya memilih datang ke Christmas Market terbesar di Belgia, yakni pusat kota, Grote Markt hingga ke Grand Palace. Menurut saya, Brussels punya Christkindl Markt terbesar karena kuliner yang dijajakan pun dari berbagai belahan negara Uni Eropa. Saya bisa mendapati jajanan dari negeri Balkan misalnya. Tentang jajanan atau street foods, saya buat di artikel terpisah.

Lokasinya luas dan dilengkapi ice skating yang menjadi wahana keluarga. Di Antwerpen saya tidak berhasil menemukan ice skating tetapi di Brussels, saya menemukannya. Jajanan kuliner yang tersedia pun beraneka ragam. Sebagai kota pemerintahan Uni Eropa, jajanan pasar natal juga dipenuhi dari berbagai negara. Untuk jajanan, saya tulis terpisah. Ragam sovenir dan pernak-pernik natal pun lengkap. Aneka minuman alkohol, minuman hangat, minuman dingin hingga es krim pun ada.

Ada tenda-tenda makan dan duduk bagi pengunjung yang besar menyebabkan pasar natal ini tak sepi pengunjung dari sore hingga tengah malam. Konser natal yang dibawakan sekelompok musik pun membuat suasana semakin ramai. Ini gratis! Ditambah semarak Brussels Light Festival Show di sekitar pasar natal membuat suasana semakin mempesona.

Saya pun ikut bingung memilih jajanan yang begitu banyak dan hasrat untuk mencobanya. Harganya pun lebih terjangkau. Aneka cokelat pun memikat mata dan wajib dicoba jika kita berada di Belgia. Cokelat dikemas dengan aneka kreasi dan rasa yang memanjakan lidah siapa saja. Aroma olahan cokelat di kedai pasar natal membuat saya semakin tergoda.

Ice skating.
Brussels Light Festival.

Lights show di pertokoan dan pusat perbelanjaan.
Restoran dan jalan-jalan pusat kota dipenuhi keindahan iluminasi.
Indahnya!

Tak lengkap Christkindlmarkt tanpa datang ke kandang natal yang menampilkan drama figur kelahiran Yesus Kristus. Die Krippe ditempatkan di area Grand Palace, yang menjadi sentra perhatian turis. Kandang besar berisi diorama natal menarik atensi wisatawan untuk berfoto. Di tengah stadthall terdapat pohon natal besar dan tinggi yang meriah dan menawan. Tentu spot ini tidak ketinggalan buat siapa saja untuk berfoto ria. Meski cahaya temaram namun suasana permainan cahaya menjadi pesona tersendiri.

Saya bersyukur saat datang di kala Brussels Light Festival. Area tiap gang Grote Markt dipenuhi permainan iluminasi cahaya yang menarik. Tak lupa area Grand Palace yang menambah iluminasi dan instrumen bersamaan yang menarik para wisatawan. Anda bisa menyimaknya di cuplikan singkat video yang terekam. Keren!

Cuplikan Natal di Brussels.