Mengapa Saya Bahagia Makan Jambu Biji?

Selama saya tinggal di Jerman, saya belum pernah menemukan jambu biji. Itu sebab saya senang sekali begitu ke daerah tropis seperti Mesir, mendapati suguhan buah jambu biji.

Setiap hari di Mesir saya mengunyah jambu biji karena sesungguhnya buah ini mengingatkan saya pada memori masa kecil. Saya dan beberapa teman sewaktu masih anak-anak naik ke pohon jambu biji hanya untuk mendapatkan buahnya. Pengalaman saat itu membahagiakan menurut saya.

Sekarang anda tahu bahwa jambu biji membawa kenangan yang membahagiakan saat saya masih anak-anak. Itu alasan pertama.

Masih soal kenangan tentang jambu biji, saya ingat bagaimana orang-orang yang mengasihi saya memberi jambu biji, guava juice yang fresh hingga bentuk kemasan rasa jambu biji pada saat saya terserang sakit demam berdarah. Entah darimana info diperoleh sehingga saya harus mengkonsumsi jambu biji. Setelah itu begitu bahagianya saya bisa sembuh dari sakit.

Lepas dari kenangan, saya langsung menikmati jambu biji tiap hari selama di Mesir. Alasannya, saya belum menemukan guava, nama lain jambu biji di Jerman. Itu sebab tak banyak turis Jerman yang bersama saya saat itu mengunyah jambu biji karena mereka tak mengenal buah ini, termasuk suami saya. Bahkan sebagian turis yang bersama saya mengira ini adalah buah pir karena penampilannya yang mirip. Sebagian lagi, tidak tahu bagaimana menikmati buah eksotis ini karena kita tidak memakan biji di dalam buah ‘kan.

Konon jambu biji memang tidak beredar di Jerman sehingga saya senang mengunyahnya tiap hari selama di Mesir. Lalu saya menceritakan manfaat kebaikan buah jambu biji dan rasanya yang belum pernah dinikmati teman-teman orang Jerman sebagai teman semeja makan. Mereka hanya melongo saat saya menjelaskannya. Saya bahagia karena saya merasa bahwa jambu biji begitu nikmat saya kunyah, sementara yang lain tak tahu jambu biji seperti apa.

Alasan lain, anda pasti setuju bahwa buah jambu biji ini kaya manfaat nutrisi loh.

Di Mesir umumnya buah jambu biji berwarna putih. Sementara di Indonesia saya menemukan ada yang berwarna merah muda dan putih. Karena jambu biji itu kaya kalium yang baik untuk meningkatkan sirkulasi peredaran darah. Kalium pada jambu biji ternyata juga membantu mengendalikan tekanan darah. Itu sebab disarankan untuk mereka yang punya masalah tekanan darah tinggi.

Tentu jambu biji baik dikonsumsi karena banyak mengandung serat yang bermanfaat mengatasi masalah pencernaan.

Segudang manfaat jambu biji tentu membuat saya bahagia. Bagaimana dengan anda?

Advertisements

Zwetschgen, Manisan Buah Plum ala Jerman 

Manisan buah plum buatan sendiri.

Awalnya saya pikir ini semur jengkol, karena penampakannya yang mirip. Rupanya ini manisan buah plum. Pupus harapan makan semur jengkol.

Buah plum memang tak mudah ditemui di Indonesia. Pohon ini lebih mudah ditemukan di Eropa Tengah, termasuk di Jerman. Bahkan saya pun diberitahukan oleh mertua di sini penampakan pohon plum yang besar dan rimbun. Tinggi pohon kira-kira 6 sampai 10 meter dari tanah. Buah plum di sini disebut Zwetschge, karena jamak maka menjadi Zwetschgen.

Saya sempat membahas nama pasar menjadi pasar plum, namun pasar musiman tersebut tak menjual buah plum. Bunga di pohon muncul sekitar bulan April. Pohon berbuah sekitar bulan Agustus – September. Oleh karena itu muncul pasar plum, Zwetschgenmarkt di bulan September. Di Eropa bagian tengah buah plum digemari untuk diselipkan dalam kue. Ada pula yang membuat buah plum sebagai manisan. Makan manisan sebagai pengganti buah bisa dilakukan di sela makan siang.

Baca https://liwunfamily.com/2017/09/18/zwetschgenmarkt-pasar-yang-tidak-jual-plum-lalu-apa/

Kali ini mari kita ulas bagaimana membuat manisan buah plum. Sebenarnya buah plum masih asing bagi saya. Ibu mertua yang membuatkan manisan plum mengatakan buahnya mirip pflaumen. Namun sebenarnya keduanya berbeda. Pflaumen yang pernah saya ulas di sini sudah dalam bentuk minuman yang diimport dari Tiongkok langsung. Saya beli via online karena saya suka setelah mencoba di Chinna Restaurant. Buah Pflaumen warnanya saat dibuka terlihat terang seperti warna merah atau kuning. Sedangkan buah Zwetschgen, buah plum yang kita bahas di sini warnaya setelah dibuka gelap seperti ungu. Ternyata berbeda ‘kan mungkin masih dalam satu familie!

Baca https://liwunfamily.com/2017/07/18/ketika-gluckskek-dan-pflaumen-schnaps-jadi-penutup-makanan/

 

20170716_121810
Buah plum asal Tiongkok yang dijadikan schnaps, minuman beralkohol yang disediakan sebagai complimentary di China Restaurant di Jerman.

 

Buah plum atau pflaumen dari Tiongkok yang sudah dalam bentuk minuman, rasanya menghangatkan badan. 

Suatu kali ibu mertua menawarkan manisan buah plum ini. Katanya ini buatan sendiri. Jadi rasa manis yang terdapat dalam manisan buah plum tidak terlalu manis sesuai kesukaannya. Bahkan saya diminta menambahkan sedikit gula bila masih terasa masam. Mudah cara membuatnya kok, mau tahu?

Cara membuatnya:

  1. Pilih buah plum yang masih baik, tidak terlihat busuk untuk dibuat manisan.
  2. Cuci buah tersebut. Tiriskan buah dari air lalu potong-potong seperti pada gambar.
  3. Masak dalam air dalam panci. Masukkan buah plum yang sudah dipotong-potong tersebut. Tambahkan gula sesuai kesukaan.
  4. Tutup panci dan masak bersamaan hingga 80 derajat panasnya. Masak kira-kira 20-30 menit. Untuk memastikan tingkat kepanasan air, gunakan termometer.

Agar awet berbulan-bulan, masukkan dalam botol gelas.

Jika sudah dingin masukkan wadah dalam botol gelas yang tertutup. Manisan ini bisa hingga berbulan-bulan. Buah plum aslinya masam, dengan dibuat manisan tentu lebih disukai.

Selamat mencoba!

Rote Bete und Süßkirchen: Manisan Ala Jerman yang Menyehatkan

Tidak setiap hari mengkonsumsi daging. Tubuh pun perlu rehat beberapa hari. Lalu makan daging juga diselingi buah atau sayuran.

Jika tak ada buah atau sayuran, bisa juga diganti manisan seperti manisan buah bit atau manisan buah cherry.

Süßkirchen, manisan buah cherry.



Banyak hal yang bisa saya pelajari dari kebiasaan orang Jerman dalam mengkonsumsi makanan setiap hari. Misalnya nih satu minggu full tentu tak baik jika terus menerus makan daging. Jadi pasti ada jeda beberapa hari tidak makan daging. Untuk melengkapi gizi dan nutrisi makanan, kadang diselingi dengan salat atau manisan buah.

Beberapa waktu lalu saya perkenalkan salat mentimun atau salat tomat di sini. 

Baca https://liwunfamily.com/2017/07/11/buat-salad-mentimun-gurkensalat/

Baca https://liwunfamily.com/2017/08/03/masak-zigeunerschnitzel-mit-nudeln-und-tomatensalat/

Sekarang saya perkenalkan manisan buah yang sesungguhnya rasanya tak manis-manis amat seperti permen. Hanya saja untuk menguatkan rasa dari rasa aslinya ditambah gula. Contohnya buah bit. Anda pasti tahu buah yang digolongkan dalam kelompok lobak ini rasanya tak selezat buah pada umumnya. Itu yang saya alami. Dulu saat membuat jus bit dan buah naga bukan hal yang saya suka. Karena mengolah buah bit membuat tangan berwarna merah. Akhirnya saya menyerah!

Buah bit itu bagus buat kesehatan. Selain untuk membuang racun dalam tubuh, buah bit baik untuk menstabilkan tekanan darah dan mencegah anemia. Kandungan antioksidan di dalam buah bit juga mencegah tubuh dari kanker atau tumor. Nah, tentu malas mengolah buah bit atau mengunyah rasanya yang menurut saya tak berasa lezat seperti buah pada umumnya. 

Manisan buah bit atau Rote Bete.

Di Jerman saya mengenal manisan Rote Bete yang dimakan di sela-sela makanan berat dan tak berserat. Rasanya tak seberapa manis dan enak membuat saya suka mengunyahnya. Siasat membuat manisan rote bete cocok juga buat orang yang malas mengolah buah bit tetapi membutuhkannya untuk keperluan nutrisi.

Lanjut manisan yang lain adalah Süßirchen. ‘Kirche’ sendiri diterjemahkan sebagai buah ‘cherry’. Karena kata jamak, sehingga menjadi ‘kirchen’. Buah cherry juga rasanya tak seberapa lezat dibandingkan buah lain. Lagi-lagi itu menurut pendapat saya. Namun saya adalah orang pertama yang berburu cherry jika diletakkan pada kue sebagai hiasan. Buah cherry sebagai hiasan kue sudah dalam bentuk manisan. Namun aslinya buah cherry yang saya dapati di sini kadang manis kadang masam.

Manisan buah cherry atau Süßkirchen.

Begitu pun cherry yang bisa juga dibuat dalam manisan. Manisan cherry dikenal namanya süßkirchen. Segala buah-buahan baik untuk tubuh, termasuk cherry. Kandungan cherry mampu menangkal radikal bebas dan memerangi berbagai kanker dalam organ tubuh. Cherry dikatakan rendah lemak namun tinggi kadar airnya. Itu sebab saya mengunyah süßkirchen saat menyantap daging. 

Rasanya cukup bermanfaat dari kedua buah yang saya tulis di atas. Andai beberapa hari dalam seminggu kita meluangkan waktu untuk menyediakan buah atau manisan tentu tubuh akan berasa fit dan menyehatkan. Setidaknya kedua buah, buah bit dan buah cherry yang aslinya dimakan tak lezat namun dibuat manisan membuat siapa saja suka. Manisnya benar-benar pas dan tidak berlebihan seperti layaknya gula-gula.

Bagaimana pengalaman anda mengkonsumsi buah?