4 Alasan Berkunjung ke Budapest. Mau Tahu?

wp-image-679459984

 

This post is regarding the reasons to visit Budapest, Hungary. No regret that I recommend to visit and explore the beautiful city. The first reason, I think Budapest had been connected in one of old cities in the world. As known, the culture and ancient civilization civilization in here has been still exist since 2 BC.

The next reason talks about the style of architectures the building around city. I’d like to watch in detailed how the amazing buildings and statues in the center of city. 

Surely I must acknowledge that I like to explore the local culinary. I found the gastronomy tour that offered by agent that been started up exclusive place and expensive until street foods and priceless. Amazing!

The last, I recommend to try out spa and sauna that had found 15 spots in Budapest. No doubt that tourists should like to come in every season that been always available occasions relaxing in here.

*** In Bahasa Indonesia ***

Berkali-kali membahas Budapest memang tak habis, karena menawarkan pesona bagi mereka yang penasaran dengan keindahan kotanya. Saya pun baru tahu jika Hungaria adalah salah satu negara tertua di Eropa. Menarik sekali!

Dibalik itu semua, tentu anda juga penasaran mengapa banyak turis senang datang ke Budapest. Saya merangkum hasil pengamatan saya berikut.

1. Alasan sejarah

wp-image-388694448

Jejak sejarah ditemukan bahwa sudah ada kehidupan jaman Batu Tua sekitar abad 2 sebelum masehi di sini. Itu artinya sudah ada kehidupan di sekitar dua sisi sungai danube. Setelahnya berkembang peradaban manusia mulai dari kebudayaan romawi di sekitar Buda, hingga pendirian kerajaan monarki.

Masih juga tersimpan di sudut kota, bahwa kerajaan Otoman Turki pun pernah menjadikannya koloni. Bahkan dari sisi pendidikan, kota ini sudah mendirikan universitas sebagai sentra mengali ilmu di abad 18. Berangsur-angsur Budapest juga menjadi saksi sejarah pada perang dunia dan sempat mengalami krisis ekonomi. Jika anda datang ke Budapest, tiap sisi di sentra kota menyimpan sejarah masa lalu yang masih dijaga dengan baik. Menarik ‘kan!


2. Bangunan arsitektur

wp-image-245202031

wp-image-1301004262

 

Jika anda menyempatkan datang ke Aquincum, di sana masih terpelihara situs koloseum sama seperti di Roma. Ini semacam amphiteather, yakni pertunjukan gladiator pada masanya. Ini adalah bukti peninggalan arsitektur kebudayaan romawi.

Gaya bangunan lain juga dipenuhi bergaya gothic atau neo-gothic seperti pada gedung parlemen yang indah itu. Tak hanya itu, kota ini juga dipenuhi bangunan bergaya renaisance seperti pada Basilika Santo Stephanus dan gedung opera.

Di sudut lain, anda juga bisa menyaksikan keindahan gaya baroque. Gaya ini didominasi oleh bangunan Gereja Katolik, seperti Gereja Santa Anna di Margaret Island. Bangunan baroque yang menarik mata lainnya adalah the Royal Palace.

Lihat betapa kota ini indah dipenuhi berbagai gaya arsitektur yang cantik! Ada pula gaya arsitektur klasik yang juga sama cantiknya. Salah satu bangunan bergaya arsitektur klasik seperti pada Hungarian National Museum.

3. Wisata kuliner atau gastronomi

wp-image-964941421

Di sini anda setidaknya mencoba goulash yang sudah mendunia. Lalu setiap paket tur yang ditawarkan, ada selipan wisata kuliner juga. Kota ini juga dipenuhi berbagai kedai restoran dan kafe dengan romansa suasana yang indah. Untuk mencicipi kuliner lokal, saya sarankan anda datang ke Central Market Hall. Ini semacam pasar tradisional yang megah.

Saat saya dan suami datang untuk bertemu kolega suami di sini, rasanya percuma kami bawa hadiah wine karena konon di sini adalah salah satu tempat mencicipi wine terenak di dunia. Jika anda penyuka wine, anda harus coba juga. Oh ya, tak perlu khawatir jika penasaran dengan wisata kuliner karena ada beberapa paket tur wisata kuliner di sini.

4. Spa-Sauna dunia

Jika anda datang ke Budapest, setidaknya sediakanlah satu hari untuk rileks di permandian air panas. Anda tidak akan menyesal datang ke Budapest hanya untuk itu. Bahkan di Budapest sendiri ada 15 tempat spa dan sauna terkenal yang bisa dicoba. Nikmatilah hari-hari anda di Budapest dengan mencobanya.

Itu tadi empat alasan hasil pengalaman dan pengamatan kami selama di Budapest. Semoga membantu anda untuk mendapatkan gambaran soal wisata di sana. Selamat berkunjung!

Advertisements

Basilika Santo Stephan: Budapest, Hungaria (7)

 

wp-image-913643132
Tampak depan.

 

Sisi lain Basilika.

 

 

 

Sisi dalam dari langit-langit Basilika yang indah.

 

 

 

Basilika didekasikan untuk Raja Hungaria I seperti dalam informasi di atas.

 

 

Bangunan fenomenal yang mudah dikenal dan dijumpai di Budapest adalah Basilika Santo Stephanus. Sebagai katedral yang memiliki bangunan megah bergaya Neo-klasik, Basilika ini menjadi salah satu destinasi wajib dikunjungi di sini. Entah berapa jumlah umat Katolik di Hungaria namun katanya Paus, pemimpin Gereja Katolik selalu menyempatkan untuk adakan misa di sini.

Ini tempat pertama yang kami kunjungi karena letaknya yang dekat dengan penginapan kami. Lagipula kami beruntung datang kala masih tersedianya pasar Natal. Kemeriahan pasar yang digelar menjelang akhir tahun berada di depan lapangan Basilika.

Berdasarkan informasi tour guide, nama Santo Stephanus berasal dari Raja Hungaria I, Stephan. Kini Basilika ini adalah Gereja Katolik terbesar ketiga di Hungaria.

Saat kami memasuki Basilika, petugas jaga meminta kami mematuhi aturan. Karena bagaimana pun kita harus menghormati orang yang berdoa dan menjaga kekhusukkan. Selain itu, silahkan masukkan uang sukarela, nilainya 200 HUF bahkan boleh lebih jika mau.

Seperti layaknya di beberapa Basilika yang saya kunjungi, di sini begitu pun lukisan dan benda-benda rohani yang mempesona. Karena sore hari di kala musim dingin begitu gelap, kami sulit mendokumentasikannya. Cahaya Basilika begitu minim. Di sini juga, organnya begitu menawan.

Untuk melihat keindahan kota Budapest, anda bisa menaiki kubah Basilika dengan tangga atau lift. Sayangnya kami tiba tidak punya kesempatan melakukannya.

Synagoga Terbesar di Eropa dan Komunitas Yahudi: Budapest, Hungaria (6)

Synagoga Dohany.

 

Synagoga Dohany dengan menaranya yang menjulang tinggi.

 

 

Penawaran wisata.

 
Budapest adalah salah satu kota yang memiliki komunitas Yahudi terbesar di Eropa Tengah. Itu sebab di Budapest ada tawaran paket tur untuk mengenal lebih dekat komunitas Yahudi dan tempat-tempat bersejarah yang sangat penting bagi perkembangan keyakinan mereka.

Sebagaimana yang saya ceritakan sebelumnya tentang legenda sepatu di sungai Danube, di Budapest di masa lalu juga dihuni komunitas bangsa Yahudi. Namun pada dasarnya, Hungaria menganggap agama atau keyakinan seseorang adalah hal yang pribadi. Saya jadi ingat teman asal Hungaria di Jerman pun tak pernah bertanya keyakinan kami, begitu pun sebaliknya.

Baca https://liwunfamily.com/2018/01/08/legenda-sepatu-di-pinggir-sungai-danube-budapest-hungaria-4/

Sebagai bukti banyaknya populasi kaum Yahudi di Budapest, anda bisa mendatangi synagoga atau tempat ibadah bagi mereka yang memeluk keyakinan Yahudi. Begitu megah dan menawannya synagoga (zsinagòga) maka tempat ini dijadikan objek wisata. Salah satu destinasi paket sightseeing city yang ditawarkan. 

Tak hanya menawan saja, synagoga di Budapest ini diklaim merupakan yang terbesar di Eropa. Berada di pusat kota dan area turis menyebabkan banyak wisatawan pun datang menyambanginya. Seperti mereka pun datang mengunjungi Basilika St. Stephan.

Namanya synagoga Dohany yang dibangun antara tahun 1854 – 1859 oleh seorang arsitek Austria. Disebut terbesar karena mampu menampung umat hingga tiga ribu orang. Menaranya yang tinggi menjulang, begitu mudah dikenali di Budapest.

Untuk menunjukkan keberadaan komunitas Yahudi dan sejarahnya, ada tawaran paket wisata untuk mengunjungi tempat-tempat esensial seperti museum, pemakaman orang Yahudi, pusat kebudayaan hingga restoran yang menawarkan sajian istimewa. Jika tertarik, wisata dimulai dari synagoga Dohany dengan pilihan terbatas yang lebih murah atau pilihan komplit dengan harga lebih mahal. Ada harga spesial juga untuk mahasiswa.

Semoga bermanfaat!

A Romantic Night Tour on the Danube: Budapest, Hungary (5)

Parliament building at the evening.

 

Buda castle and chain bridge.

 

Glühwein or mulled wine to be enjoyed warm during trip.

 


We got offering ticket to have boat tour in the evening. During winter season, the route starts two times on 5 PM and 6.30 PM at boat stops. This tour aims to experience beautiful river both sides parliament building and the historical places around plus Margaret Island. This is a such idea to load potential romantic view on boat together.

During trip on boat, we had tour guide who could speak well in English and Deutsch. This tour was approximately one hour to exploring the river sides.

No wonder when people impressed with parliament building in the evening than the day. The other sides was Margaret Islands that contained fully church and monastery in gothic architectures style.

If you have more budget, you can arrange with agent tour to have river cruise tour. I recommend boat tour in the night when all buildings around river seem sparkling and glowing. The interesting thing must be trying in Budapest is night tour on boat.

In detailed a short trip, please find the video below

 

The next video,

 

In Bahasa Indonesia

Rekomendasi perjalanan romansa malam hari di sungai Danube

Saya mendapatkan gambar tentang gedung parlemen di Budapest di kala malam hari. Gambar menunjukkan gedung itu begitu indah dengan sorot lampu berkilauan. Padahal di siang hari, gedung bergaya arsitektur gothic tersebut tidak terlalu mencolok keindahannya.

Setelah paket tur malam dengan kapal ferry termasuk dalam paket 26€ maka saya dan suami bergegas menuju ke dermaga. Ada dua jadwal yakni jam 17.00 dan 18.30 waktu setempat. Jadwal ini hanya untuk musim dingin seperti sekarang karena waktu siang terasa lebih pendek.

Hal menarik lainnya kami dapatkan sepanjang perjalanan bahwa pemandu wisata selama di perahu bisa berbahasa Inggris dan bahasa Jerman dengan baik. Kami sungguh mendapatkan penjelasan baik seputar gedung-gedung di sisi sungai. Tak hanya itu, perjalanan dengan kapal juga menyelusuri pulau kecil bernama Margareth, yang terletak di antara kota Buda dan Pest.

Di Pulau kecil ini, kebanyakan didominasi biara dan gereja bergaya gothic. Tak banyak tempat populer di sana. Ada hotel dan juga taman yang indah terlihat dari sisi kapal. Semuanya begitu indah di malam hari. Terlihat romantis di atas kapal.

Oh ya, tak perlu khawatir juga jika kedinginan. Di kapal ini juga tersedia kafe sederhana. Saya berhasil membeli glühwein yang rasanya cukup enak juga, berharga 2€. Rute perjalanan dengan kapal memakan waktu selama sejam. Namun ini tidak mengecewakan karena benar-benar indah.

Jika anda punya anggaran wisata yang lebih, ada baiknya anda juga bisa menyusuri kapal wisata yang terlihat megah dan mewah. Bisa jadi anda menikmati makan malam romantis dengan pasangan di sana.

Saya merekomendasikan jika anda datang ke Budapest, silahkan memilih menyaksikan keindahan kota Budapest di sisi sungai Danube. Ini indah sekali!

10 Tempat Wisata yang Wajib Dikunjungi: Budapest, Hungaria (3)

Heroes square, landmark kota Budapest.

 

Begini serunya menikmati paket sightseeing city yang ditawarkan pihak hotel, kami tidak perlu berlelah-lelah membawa mobil sendiri atau berjalan kaki. Di Budapest, kami memang tak ada pengalaman naik bus atau kendaraan umum lainnya. Padahal jika dilihat, kendaraan umum seperti trem itu menarik buat bergaya di foto. Sayangnya, kami melewatkan itu semua.

Berikut kami bagikan tempat wisata yang berhasil dikunjungi di Budapest.

1. Basilika St. Stephan

Basilika St. Stephan, berdekatan dengan area pasar Natal di sekitarnya.



Basilika St. Stephan adalah wajib dikunjungi karena memilik arsitektur yang megah. Tak ada informasi yang pasti berapa jumlah pemeluk agama di Hungaria. Menurut tour guide kami, identitas agama adalah hal yang pribadi di Hungaria. Jika kita melamar kerja, tak perlu mencantumkan agama. Namun pastinya, bila Paus pemimpin agama Katolik singgah ke Budapest maka beliau pasti menyelenggarakan misa di sini.

Beruntungnya kami saat tiba di Budapest, di dekat Basilika ada pasar Natal yang meriah. Saya berusaha mengupload video berdurasi 3 menit tentang pertunjukkan instrumen lampu di depan Basilika yang bertemakan Natal, namun sayangnya tak bisa karena kapasitas internet yang belum memadai.

Untuk memasuki Basilika, pengunjung memberikan sukarela atau 200HUF per orang. Di sini seperti layaknya Basilika lainnya, dipenuhi berbagai benda-benda rohani yang indah.

Bila anda mengunjugi Basilika St. Stephan sebaiknya anda datang tidak di waktu sore sekitar jam 16.00 di musim dingin. Karena di dalam Basilika gelap, hanya cahaya beberapa lampu saja. Datanglah siang hari sehingga anda bisa menyaksikan keindahan di dalam! Untuk toilet umum, ada di samping Basilika dengan membayar 250 HUF. Sebagai tempat ibadah, taati dan patuhi apa yang menjadi aturan di dalam!

 

2. Heroes square (Hősök tere)

Tempatnya selalu ramai untuk berfoto.

 

Indah ‘kan di kala senja!

 

Heroes square bagi saya merupakan tempat yang wajib dikunjungi saat ke Budapest. Pertama, tempat ini gratis alias tak berbayar. Kedua, tempat ini menarik untuk dijadikan spot foto. Terbukti, tempat ini selalu ramai pengunjung hanya untuk berfoto. Ketiga, alangkah indah jika pengambilan foto dilakukan kala matahari hampir terbenam. Selain itu, di kedua sisi dari tempat ini ada bangunan yang indah. Di sisi kanan adalah Palace of Art dan di sisi kiri adalah Museum of Fine Arts.

Heroes square adalah monumen bersejarah dan menjadi icon bagi kota Budapest. Ini sebagai tempat yang penting bagi bangsa Hungaria untuk menghormati jasa para pahlawan mereka. Ini boleh dibilang sebagai alun-alun kota Budapest dan juga landmark kota. Konon, tempat bersejarah ini selesai dibangun pada tahun 1900. Setiap patung di tempat ini memiliki makna tersendiri.
3. Castle Garden Bazàar (Vàrkert Bazàrban)

Naiklah ke atas maka anda akan melihat kota Pest di seberang sungai!

 

Instagramable ‘kan?

 

Tempat ini berada di sisi Buda dari kota Budapest. Bangunan ini sungguh indah menurut saya, tidak hanya karena arsitekturnya saja yang menarik namun lokasinya berhadapan di depan sungai Danube. Awalnya, bangunan ini replika dari bazaar atau pusat perbelanjaan di sisi kota Pest. Seiring berjalannya waktu, bangunan ini malah seperti tidak sesuai dengan tujuannya semula. Memang bangunan ini sendiri berada di kaki Buda Castle.

Di sekitar tempat ini, banyak kafe dan restoran eksklusif yang menawarkan romansa suasana pinggir sungai Danube. Saya malah lebih suka dengan spot foto dari tentara raksasa yang mengambil tema perang di sisi luar. Rupanya patung berada di lokasi gedung exhibition.

Jika anda suka museum dan tempat bersejarah, tempat ini wajib dikunjungi. Siapkan kamera anda untuk memotret keindahan di sekitarnya. Selain itu, tempat ini memerlukan energi yang cukup untuk mendaki ke atas. Pastikan alas kaki anda nyaman untuk berjalan!

4. Parlament (Parliament)

Dari kejauhan, seberang sungai.

 

Dari dekat.

 

Patung atas jelas, seorang pria menunggang kuda. Patung bawah menurut informasi tour guide, Paus pemimpin Gereja Katolik memberikan topi kehormatan kepada Raja Hungaria. 

 

Gedung parlamen di Budapest menjadi daya tarik tersendiri saat malam hari. Cahayanya yang berkilau keemasan seperti menampilkan gedung ini berlapis emas. Sesungguhnya tidak, saat saya mendapati gedung parlemen ini di siang hari. Gedung ini bergaya neo-gothic dan menjadi bangunan termegah, terluas dan tertinggi di Budapest.

 

5. Buda Castle (Vàr)

Melihat kerumunan orang menuju kastil membuat kami mengurungkan niat ke atas. Kesan mereka yang mengunjungi kastil, tempatnya berkesan sekali.

 

Kastil berkubah baroque dari kejauhan.

 

Bangunan ini tak sempat kami jejaki karena dua kali berturut-turut kami datang selalu kedapatan penuh dan padat pengunjung. Padahal saya tertarik dengan keterkaitan sejarah di masa lalu antara kerajaan Hungaria dengan Jerman di abad pertengahan. Oh ya, bangunan ini juga menjadi warisan dunia yang diakui UNESCO.

Dari kejauhan,  bangunan tempat tinggal Raja Hungaria ini terlihat seperti bergaya baroque. Dari penelurusan informasi dikatakan, bangunan ini selesai dibangun pada tahun 1265. Sempat terjadi beberapa kali renovasi, namun tetap Kastil ini menjadi bangunan terindah di Budapest.

Jika anda tertarik dengan kastil ini, sebaiknya anda mendaftarkan di paket tur khusus dan terpisah. Tentu untuk mengunjungi tempat ini, anda perlu membayar tiket masuk yang tak murah. Namun pastinya kastil ini benar-benar indah.

6. Great Market Hall (Fővàm tèr)

Cari sovenir khas Hungaria? Di sini tempatnya!

 

Great market hall adalah pasar terbesar di kota Budapest dan menjadi salah satu pasar rakyat termegah. Bangunan yang memiliki tiga lantai ini bercirikan neo-gothic pada tampak luar. Konon bangunan ini sudah ada sejak abad 19 dan menjadi destinasi wisata favorit turis yang datang ke Budapest. Apalagi yang dicari selain sovenir dan kuliner Hungaria yang dapat anda temukan di sini.

Pasar ini tutup di hari minggu seperti layaknya di Jerman dan Austria. Siapkan kantong belanja bila anda ingin membeli sesuatu di sini!

7. Citadella

Patung liberty, berfigur sosok perempuan.

 

Citadella (kanan) seperti benteng pertahanan.

Citadella berasal dari kata Hungaria yang berarti benteng. Kami tiba di sini dengan suami untuk berganti bus dan melanjutkan wisata selanjutnya. Tempat ini sebenarnya adalah benteng pertahanan yang berada di atas bukit dan dibangun untuk kepentingan militer.

Namun bagi saya yang menarik adalah Liberty statue.  Patung ini berada di sini. Patung ini berupa figur seorang perempuan dengan kedua tangan menengadah ke atas memegang daun palem. Ini adalah simbol kebebasan dan kemerdekaan. Lokasi ini berada di kota Buda dan di atas bukit. Pastikan anda perlu alas kaki yang nyaman untuk menanjak.

8. Margaret Island (Margit hìd)

Berada di jembatan penghubung antara kota Pest dan Margaret Island.

 

Berada di Margaret Island.

 

Pulau kecil ini terletak di tengah sungai Danube. Anda akan melihat keindahannya di malam hari dengan mengikuti river boat tour. Dari informasi tour guide dikatakan terdapat gereja Katolik yang indah karena dulunya di pulau kecil ini terdapat biara. Saya tidak menyadari sepenuhnya bila berada di Margaret Island karena letaknya yang seperti berdekatan.

9. The chain Bridge (Szèchnyi Istvàn tèr)

Jembatan gantung yang indah.

 

Jembatan ini merupakan penghubung kedua kota, Buda dan pest dari sisi barat dan timur. Ini semacam gantung yang megah dan indah di bawah kaki kastil Buda. Jembatan memiliki konstruksi yang menawan dan menjadi jembatan permanen pertama yang menghubungkan Budapest.

10. Opera

Gedung opera utama.

 

Gedung opera yang lain.

 

Hungaria adalah negara kedua di Eropa yang masih mempertahankan gedung pertunjukkan opera di saat banyak orang moderen meninggalkannya. Negara pertama yang masih mempertahankan pertunjukkan opera tentu saja Perancis. Jika suka, anda bisa sesekali melihat pertunjukan opera dan menyesuaikan dengan jadwal kunjungan anda di sini.

Sebelumnya baca dulu dulu saran dari kami jika ke sana. 

Baca https://liwunfamily.com/2018/01/03/10-saran-berkunjung-budapest-hungaria-2/

Apakah anda tertarik mengunjungi kota Budapest? Semoga bermanfaat!

Spicy Sartèsburger ala McDonalds: Kuliner Budapest, Hungaria (5)

Pesanan kami di McDonalds.

 

Burger biasa namun sausnya luar biasa. Ini Hungaria!

 

Murah sekali 1000 HUF sudah bisa makan berdua, dibandingkan kami makan di restoran beberapa kali. 

 

 

Kami juga makan di Burger King. Di bon ini ada kode pembuka pintu toilet.

 

 

Restoran McDonalds berada di gedung seberang. Bagus ya!

 

Tak hanya jajanan lokal yang dicoba oleh kami di Budapest, saya dan suami pun mencicipi dua gerai restoran cepat saji di sini. Kami mencoba Burger King dan McDonalds. Meski kemasannya mirip di seluruh dunia namun pastinya ada yang membedakannya dan disesuaikan dengan rasa kuliner lokal.

Untuk Burger King, kami tak sempat merekam dengan foto karena begitu antusias menikmati makanan. Maklum saja, tangan kami juga sibuk mengecek internet untuk destinasi wisata selanjutnya karena WIFI yang tersedia di Burger King. Belum lagi, ini juga jadi alasan untuk mampir karena kami berdua ingin menumpang toilet. Seperti biasa kode pintu toilet ada di ujung bon pembayaran makanan. Begitulah!

Selanjutnya untuk McDonalds, kami mendapati restoran ini pun dipadati oleh banyak orang sehingga kami harus berebut tempat duduk di saat jeda makan siang. Bagusnya ada pramusaji di luar kasir yang mendatangi tiap pelanggan untuk mencatat pesanan secara otomatis. Ini jadi lebih mudah dan cepat mengantri.

Ide ini mungkin bisa ditiru di Indonesia saat antrian di depan kasir untuk memesan makanan sudah mulai menumpuk. Ada pramusaji yang berjalan menghampiri pelanggan dan membuat pesanan otomatis.

Spicy Sartèsburger ini memiliki rasa yang unik dan pastinya tidak didapatkan di negara lain. Karena menggunakan saus paprika dengan citarasa lokal, seperti makan goulasch saja. Selain burger dan sedikit sayuran, tentu sausnya ini yang menggugah rasa pelanggan. Tak hanya itu, makanan ini murah sekali. Dengan membayar 500HUF maka saya sudah mendapatkan minuman, kentang goreng dan burger. Ini setara dengan 3€ menurut saya.

Tempatnya juga asyik untuk berfoto dan melepas rehat setelah berjalan seharian penuh. Lagi pula di sini anda juga bisa mendapatkan gratis internet.

Thai Leves Ràkkal & Olasz Paradicsom Leves Mozzarellàval: Kuliner Budapest, Hungaria (4)

Shrimp soup atau Thai Leves Ràkal.

 

Dua cappucino.

 

Nasi Jasmin.

 

 

Tempatnya asyik untuk nongkrong.

 

 

Ini bonnya, bisa bayar dengan Euro.

Menyusuri kuliner di Budapest tak ada habisnya. Begitu banyak tempat nongkrong yang asyik untuk menghabiskan romansa malam. Kami berhenti di area turis, namanya La Lucia Wok & Grill di Vàci utca 25, Budapest. Rasanya kami berdua ingin sesuatu yang hangat seperti kopi dan sup melewati dinginnya malam di sini.

Dengan ramah kami disambut oleh pramusaji. Senangnya di Budapest, hampir semua pramusaji yang kami temui bisa berbahasa Inggris sebagai pengantar. Bahkan kami juga sering mendapati pramusaji berbahasa Jerman saat tahu kami dari Jerman. Menarik ya!

Kami berdua pesan cappucino, suami pesan yang agak besar sementara saya cukup cangkir kecil. Cappucino di sini berasa seperti di Italia, Baristanya paham sekali meracik kopi. Kami cukup menghangatkan tubuh di sini karena di luar suhunya benar-benar dingin dan berangin.

Suami pesan sup yang ditulis berasal dari Italia, namanya Olasz Paradicsom Leves Mozzarellàval. Ini semacam sup hangat bersaus tomat dan keju mozarella di dalam. Kesan suami, rasanya cukup enak. Ya, saya percaya saja karena suami tak seperti biasanya menawari saya untuk mencicipi makanannya. Bisa jadi supnya benar enak.

Pesanan saya adalah sup juga tetapi dari Thailand. Saya sudah katakan sebelumnya bahwa saya rindu ingin makan nasi. Suami pun memenuhi permintaan saya. Syukurlah, kafe ini menyediakan nasi juga meski saya harus membayar lebih untuk seporsi nasi Jasmin. Biasanya sup khas Thailand yang saya pesan disajikan dengan roti, namun permintaan khusus dari saya pun bisa dipenuhi oleh pramusaji.

Sup dari Thailand ini semacam kari hijau yang berkuah santan, namanya Thai Leves Ràkal. Ini semacam shrimp soup dimana terdapat beberapa potong udang, irisan jamur dan irisan bawang merah besar yang berkuah santan kari. Mungkin saya sudah rindu masakan Asia atau saya juga lapar sehingga bagi saya, makanan ini enak sekali. Terbayar sudah niat makan nasi di sini.

Tempatnya yang asyik dan makanannya yang enak tentu membuat siapa saja betah berlama-lama di kafe tersebut. Seperti biasa, ada WIFI gratis dan layanan toilet. Kode membuka toilet ada di bawah struk pembayaran. Begitulah di beberapa negara Eropa, anda perlu membayar dan mendapatkan kode untuk membuka pintu toilet.

PS: Saya lupa mengambil foto pesanan suami karena begitu asyiknya menikmati makanan saya.

Bagaimana menurut anda?

10 Saran Berkunjung: Budapest, Hungaria (2)

 

Sungai Danube membelah kota Buda dan Pest.

 

Jembatan penghubung kota Budapest.
wp-image-679459984
Cantiknya di malam hari. Siapa pun ingin berkunjung ke sini.

Budapest adalah ibukota negara Hungaria yang terkenal elok karena dilalui oleh sungai Danube atau Donau. Sungai ini juga melalui Passau, Jerman. Tak hanya itu, kota ini populer dengan arsitektur bangunannya yang indah dan terkenal di Eropa. Kota ini sendiri dihuni oleh dua puluh persen dari total penduduk Hungaria.

Baca https://liwunfamily.com/2017/12/19/passau-germany-2-kota-persinggahan-para-turis/

Sungai Danube membelah kota Buda di sisi satu dan pest di sisi lain. Setelah tiba saya baru tahu bahwa ini adalah gabungan dua kota yang dilalui oleh sungai Danube. Jika mengacu pada sejarah, peradaban manusia dimulai di wilayah yang subur di dekat sungai. Ya, di sini perpaduan kebudayaan romawi dan celtic tumbuh. Hungaria adalah salah satu negara tertua di Eropa. Wow!

Saya dan suami berkunjung dengan berkendara mobil dari Jerman. Kami sempat berpindah hotel sehingga kami bisa mengenali kehidupan di Budapest selama di sana.

Berikut sarannya:

Mata uang Hungaria.

(1). Hungaria menggunakan mata uang Hungarian Forints (HUF). Sebagai contoh, kami menukar uang 50€ di penukaran uang maka kami dapat 15.400 HUF. Itu artinya 1€ setara dengan 308HUF. Di beberapa restoran dan kafe, ada yang menerima transaksi dalam bentuk Euro. Namun umumnya, mereka ingin pembayaran dalam mata uang mereka. Lagipula anda sangat perlu HUF bilamana anda membayar toilet umum, berbelanja di supermarket atau membayar tiket parkir mobil.

 

Kotak Hijau adalah toilet umum berbayar.

 

(2). Mengacu pada pengalaman menggunakan toilet di tempat wisata, Budapest tak ubahnya di kota-kota besar di Eropa. Budapest menggunakan layanan toilet umum berbayar. Untuk WC dengan pintu otomatis, anda harus punya uang 250HUF. Namun jika ada petugas kasir yang berjaga, kisaran toilet berbayar antara 150HUF sampai 250HUF. Mau yang gratis? Saya pernah menumpang di Kafe atau restoran cepat saji. Namun anda harus membeli sesuatu terlebih dulu lalu bon pembayaran biasanya tersedia kode untuk membuka pintu WC.

 

wp-image-287559774
Perhatikan papan informasi berwarna merah sebagai halte pemberhentian sightseeing city tour!

 

 

Tidak semua bus dilengkapi WIFI, namun setiap bus menyediakan layanan bahasa dengan headset atau tour guide berbahasa Inggris.

 

(3). Kota Budapest begitu luas dan banyak tempat yang layak dikunjungi. Kami berencana hanya sebentar namun rupanya kami perlu berlama-lama untuk menjelajahi banyak tempat. Saran saya, anda bisa ikut paket sightseeing city untuk 48 jam. Kami membayar 26€ atau setara dengan 8.000HUF per orang. Selain mendapatkan headset dalam 25 bahasa, anda bisa berkeliling kota dan mengunjungi tempat wisata yang ditawarkan. Dalam beberapa bis, ada yang menyediakan layanan WIFI untuk umum. Ingat, selama di bus ini kita dilarang berdiri atau harus duduk di kursi yang tersedia, tidak boleh makan/minum, tidak boleh merokok dan minuman alkohol juga harus menjaga kebersihan dalam bus.

wp-image-1788339951
River boat tour menyusuri sungai Danube di malam hari. 

(4). Beberapa tempat ada yang harus membayar tiket masuk, namun ada pula yang tidak perlu membayar. Ada pula yang membayar sukarela seperti saat kami masuk ke Basilika St. Stephan. Namun paling menarik adalah jika anda ikut paket seperti yang saya ceritakan di atas maka anda akan mengikuti river boat tour. Di sini kita bisa menyaksikan keindahan Budapest kala malam hari menyusuri sungai Danube.

 

Taksi berwarna kuning atau sepeda sewa berwarna hijau. Sesuaikan dengan kocek anda!

 

 

Ini juga sepeda sewa yang menggunakan aplikasi telepon pintar.

 

(5). Selama di Budapest, kami tidak mengenakan kendaraan umum. Kami lebih banyak mengikuti bus hop on hop off dan berjalan kaki. Moda transportasi di Budapest ada bermacam-macam seperti bis, tram, taksi hingga sepeda yang bisa disewa. Menariknya, sepeda ini semacam menggunakan aplikasi dan otomatis bisa digunakan.

Mesin otomatis parkir berbayar.

(6). Karena kami menggunakan kendaraan pribadi, Budapest menyediakan mesin otomatis pembayaran parkir. Lahan parkir begitu terbatas di Budapest, mobil-mobil diparkir di pinggir jalan. Untuk pembayaran satu hari misalnya dikenakan biaya 200HUF. Setelah anda membayar, anda wajib menempelkannya di dekat kaca mobil depan. Jika anda ketahuan tak membayar parkir, mobil anda akan diderek oleh petugas dan mendapatkan surat tilang. Mayoritas pemilik mobil di Hungaria sudah menggunakan stiker berbayar yang tertempel di kaca depan mobil mereka.

wp-image-1140656817
Ice-skating di dekat Heroes Place.

(7). Budapest juga terkenal dengan spa atau thermal untuk berendam. Anda bisa mendatangi area pusat kota. Di situ terdapat thermal terbesar dan menarik wisatawan untuk rileksasi. Jadi siapkan pakaian renang dan handuk jika ingin melakukannya di Budapest! Jika tidak, mungkin anda tertarik main ice-skating di luar.

 

Mall terbesar di Budapest dengan arsitektur yang indah.
Central Market Hall atau Fővàm tèr.

(8). Untuk berbelanja, di Budapest terdapat area butik ternama di dunia hingga mal. Saran saya, jika anda ingin ke mal maka bisa berkunjung ke Bàlna, shopping center. Ada juga Great Market Hall (Fővàm tèr) sebagai pasar tradisional dan terbesar. Di sini anda bisa membeli sovenir khas Hungaria atau mencicipi penganan lokal.

(9). Selama di Budapest, anda wajib mencicipi kuliner mereka yang juga terkenal dengan rasa paprikanya. Selain goulasch dengan berbagai variasi, Hungaria menawarkan wisata gastronomi di Budapest. Makanannya menurut saya bercampur antara gaya Austria dengan mediterania.

(10). Alangkah indah dan panjang waktu berwisata di musim panas. Di musim dingin saat kami datang, kami merasa waktu gelap sudah mulai sejak jam 4 sore. Jam 7 atau 8 malam, kota Budapest pun sudah sepi dan sunyi. Belum lagi kondisinya jadi lebih dingin semisal mengikuti river boat tour di malam hari. Datang di musim dingin maka anda perlu menyiapkan pelindung tubuh dari kepala hingga alas kaki yang super hangat dan nyaman.

Semoga bermanfaat!

Smoked Salmon with Potatoes, Glühwein dan Crepes, Jajanan Pasar Natal: Kuliner Budapest, Hungaria (3)

Smoked Salmon with Potatoes.

Masih ingatkah anda artikel tentang salmon grilled yang saya jumpai di Christkindlmarkt di Jerman?

Baca https://liwunfamily.com/2017/12/22/finnischer-lachsgrill-ikan-salmon-yang-dipanggang-makanan-khas-jerman-22/

Setibanya di Basilika Santo Stephanus, kami melihat pasar Natal serupa seperti di Jerman. Pasarnya begitu megah dan terlihat eksklusif yang dijadikan pasar rakyat yang meriah. Banyak turis datang menikmati sajian kuliner atau membeli berbagai pernak-pernik khas Hungaria.

Salah satu yang membuat kami lapar adalah kedai yang terlihat banyak asap dan letaknya tepat di depan lapangan basilika. Kedai tersebut menjual salmon yang dipanggang dan beberapa sajian lainnya. Kami menyukai ikan dan sengaja berhenti di situ untuk mencicipinya. Meski harganya lebih mahal saat kami beli di Jerman.

 

Petugas pemanggang salmon benar-benar paham bagaimana membuat tekstur ikan yang sesuai. 

 

Pramusaji menuangkan potongan kentang bersisian dengan salmon panggang.

 

 

Nikmat sekali!

Saat pramusaji memenuhi permintaan kami, dia meletakkan irisan salmon yang dipanggang dan masih berasa panas di selembar piring kertas. Dia bertanya, apa yang dikehendaki selanjutnya? Pilihannya roti ciabatta atau kentang. Kami pilih kentang yang diolah dengan cara ditumis dan diberi bawang bombay serta daun seledri yang ditaburi sedikit. Rasa kentang ini juga enak sekali. 

Kentang tersebut diletakkan bersisian dengan salmon panggang. Porsinya yang lumayan besar cukup buat saya dan suami. Lagipula saat membayar, kami terkejut juga mendapati harganya yang lumayan mahal yakni sekitar 15€. Meski saya membayar dengan mata uang Hungaria, namun rasanya sajian ini lebih mahal saat kami dapati model sajian yang sama di Jerman hanya sekitar 10€.

Harga mahal namun rasa yang lezat cukup membuat kami senang juga. Sepertinya si pemanggang salmon tahu betul bagaimana membuat tekstur daging salmon enak dan tidak hangus. Enak sekali! Sedangkan jika memilih smoked salmon dengan roti ciabatta harganya jauh lebih murah. Untuk menikmatinya cukup diberi siraman lemon sedikit. Enak sekali meski tak banyak bumbu yang digunakan.

 

wp-image-1858705261
Pfannkuchen atau crepes.

 

 

wp-image-1710999197
Glühwein.

 

 

wp-image-1953881364
Kedai yang menjual di pasar Natal.

 

Selain salmon with potatoes, ada lagi crepes dan glühwein. Crepes, semacam Pfannkuchen di Jerman. Di sini hanya tepung, telur dan air sedikit. Lalu dipanaskan di wajan datar hanya beberapa menit.

Di Indonesia, jajanan ini dijual menjadi makanan populer di pusat perbelanjaan. Di Indonesia, crepes lebih krispi sedangkan di sini lebih lembut, mungkin bahan yang digunakan berbeda.

Isian crepes bisa bermacam-macam sesuai selera. Saya paling suka cokelat saja atau ditaburi madu juga boleh. Ini bisa jadi jajanan kaki lima yang mudah dijumpai di Eropa. Anda bisa mensontek gaya saya membuatnya di sini.

Baca https://liwunfamily.com/2017/09/24/jangan-hanya-tahu-makan-crepes/

Untuk minumannya, ternyata ada juga glühwein di sini. Saya lupa berapa harganya dalam mata uang HUF, namun kira-kira harganya sekitar 3€. Tak perlu deposit gelas seperti layaknya di pasar Natal di Jerman. Mereka menuangkan glühwein dalam gelas bermaterial sekali pakai.

Glühwein menjadi minuman hangat dan terbaik disajikan saat musim dingin seperti sekarang di sini.

Demikian hasil perburuan kuliner di pasar Natal. Pastinya masih ada lagi sajian kuliner lain yang ditemukan di Budapest. 

Semoga bermanfaat!

Christmas Market still Exist in here: Budapest, Hungary (1)

Christmas just passed away a week ago but we are still celebrating until 6th January every year in according to Catholic Liturgy. When we were on vacation in Budapest during few days, we stopped by awhile in Christmas Market that held near Basilica Sint Stephan. This market seems huge in order to the most of tourists visited to look around and trying local cuisine.

The attractive things is shown up to visitors when Basilica perfomes the lights and instruments by thema Christmas season. The duration is for 3-4 minutes to perform spectacular lights. Every visitors can see how adorable the sparkling nights around Basilica’s hall.

Here there are photos such as down

Basilica St. Stephan.

In front of the hall of Basilica.

The Nativity of scene.

Christmas market around.

Some visitors enjoy food and beverages that found by booths of market.

Punch and mulled wine booth.


Who is this? No information around.