Festival Budaya, Gäuboden Volkfest 2019 di Straubing

Musim panas adalah musim perhelatan festival budaya yang hampir di adakan di tiap kota di Bavaria, wilayah tempat tinggal saya sekarang. Puncak festival budaya nanti saat Oktoberfest, akhir September di Munich. Volkfest, biasa disebut demikian dalam bahasa Jerman merupakan perayaan keriaan warga dengan bernyanyi, makan bersama, bermain dengan berbagai atraksi hiburan yang tersedia hingga menikmati bir yang membuat warga rileks berkumpul bersama. Itu adalah hasil pemahaman dan pengamatan saya selama ini.

Baru-baru ini saya dan suami datang ke Gäuboden Volkfest yang diselenggarakan tiap tahun di Straubing. Tahun ini sudah digelar sejak tanggal 9 sampai 19 Agustus di lokasi yang bernama Gäuboden di Straubing. Volkfest yang juga masuk terbesar di Bavaria, selain Oktoberfest juga berisi pameran. Pameran sendiri tidak hanya soal budaya Bavaria itu sendiri, ada juga kerajinan, industri rumahan hingga teknologi yang bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari. Total ada 16 gedung pameran disediakan panitia. Pengunjung pun puas, termasuk saya. Menurut saya, ini memang acara budaya terbesar setelah Oktoberfest.

Seperti biasa, jika acara Volkfest seperti ini anda akan menemukan banyak orang mengenakan pakaian tradisional untuk perempuannya adalah drindl dan laki-laki mengenakan celana lederhose. Tiap harinya ada berbagai macam hiburan yang disediakan panitia yang membuat pengunjung tak pernah sepi. Ini tampak dari ribuan mobil terparkir dan banyaknya bis yang difasilitasi untuk melayani pengunjung. Kami saja sulit mencari lokasi parkir karena begitu penuh di saat wiken dan hari libur.

Agar menarik bagi semua kalangan, tentu ada hiburan warga yang meriah terutama bagi anak-anak dan remaja melalui wahana permainan yang moderen dan menggembirakan. Tersedia aneka kuliner khas Bavaria, restoran dan kafe yang melayani pengunjung. Bagi para ibu seperti saya bisa membeli aneka perlengkapan rumah tangga dan hasil makanan industri rumahan. Lengkap!

Bagaimana sejarah Gäuboden Volkfest ini sebenarnya?

Dikutip dari laman http://www.bavaria.by yang menyatakan bahwa acara ini telah ada sejak tahun 1812. Ini merupakan festival budaya terbesar kedua di Bavaria. Dahulu ini menjadi acara pameran hasil produksi pertanian tahunan di sekitar Bavaria. Namun berangsur-angsur keikutsertaan pengisi pameran beragam, seperti tahun ini saja ada pameran produksi industri rumahan dan aneka teknologi yang membantu meringankan pekerjaan rumah tangga sehari-hari.

Advertisements

Malam Budaya Italia, Kuliner dan Kesenian yang Seru Dinikmati

Lagu berbahasa Italia yang dinyanyikan membuat pengunjung bergoyang caca.

Siapa pernah berkunjung ke Italia, setidaknya percaya bahwa kuliner di Italia itu lezat dan enak semua. Saya pernah mengulas kuliner Italia di link ini, saat saya berada di Italia yang dikenal dengan makanan-makanan enak di dunia. Syukurlah saya tidak sampai lama berlibur ke sana karena saya khawatir baju-baju yang saya bawa sudah tidak muat lagi.

Menikmati makanan khas Italia di Jerman bukan hal aneh. Anda akan mudah menemukan gerai pizza atau restoran khas Italia hampir di tiap kota di Jerman. Sejak kedatangan orang-orang Italia sebagai pekerja tamu di Jerman di era tahun 1950-an maka budaya Italia seperti melekat di sini. Tak hanya itu, Italia juga menjadi destinasi wisata saat orang-orang di sini ingin pergi berlibur.

Lihat antrian orang membeli pizza!

Dengan alasan di atas, digelar acara malam budaya Italia sekaligus untuk memeriahkan malam musim panas yang panjang baru-baru ini dilaksanakan di kota Pocking, Bavaria. Acara ini meriah yang diikuti berbagai kalangan tua, muda bahkan anak-anak. Begitu meriahnya acara ini karena diiringi aktivitas berbelanja hingga jam 22.00 malam hari. Ya, Pocking sendiri memang dijuluki Einkaufsstadt yang berarti Kota Pusat Belanja.

Tentunya malam budaya diiringi aneka kuliner Italia yang bisa dibeli di tempat. Pizza itu sudah pasti ada di sini. Aneka pasta dan bruschetta pun bisa anda jumpai. Makanan lain seperti crepes dan tiramisu juga tersedia di booth makanan manis. Makanan lain yang tak kalah menariknya adalah flammkuchen yang bentuknya mirip pizza dan dipanggang juga.

Flammkuchen.
Crepes.

Tampak antrian tiap booth makanan mengular. Sementara gerai es krim yang juga terbuat dari gelato khas Italia juga tak pernah surut pembeli. Pengunjung semakin padat manakala ada tayangan hiburan seperti grup band yang membawakan lagu berbahasa Italia. Pengunjung pun diajak berjoget caca, khas masyarakat Italia.

Di sudut pintu masuk dan keluar tampak booth biro perjalanan yang menawarkan paket liburan ke Italia. Ini seperti ide yang menarik untuk memperkenalkan publik tentang budaya dari negara tertentu seperti Italia dengan kuliner, lagu bahkan kesempatan berlibur. Mungkin saya hanya mengenal pizza saja, padahal ada banyak hal yang bisa diperkenalkan dari Italia.

Bagaimana menurut anda?

Tiga Hambatan Berbicara Bahasa Asing

 

Ilustrasi.

 

Speaking foreign language in this time is not a life style, but the needs to understand the world. As expat, I have to do it. In the past I heard speaking foreign language is talent. You have no talent, it isn’t able to learn easy. 

Now in order to speak foreign language, forget it your talent! When you would really love to learn it, you could!

In refering my experience, I have some barriers to speak as usually to others. These barriers are detailed in Bahasa Indonesia as my mother language. 

To be advices, I need your comments if you are also learning foreign language in this time. 

*** 

Menguasai banyak bahasa di dunia adalah suatu keunggulan dalam berelasi dan bahkan menambah pundi-pundi penghasilan. Semakin terbukanya jalur orang bermigrasi dari satu tempat ke tempat lain, dari satu negara ke negara lain tentu membuka kemungkinan untuk menguasai bahasa asing, disamping bahasa ibu.

Kursus bahasa asing pun berjamur. Buku-buku belajar bahasa asing pun diciptakan. Kursus metode online pun ditawarkan. Ini semua memicu kemudahaan untuk bersegera belajar bahasa asing.

Bahasa asing yang dulu mungkin untuk sekedar gaya hidup. Kini bahasa asing pun menjadi kebutuhan.

Berdasarkan pengalaman pribadi yang sedang mempelajari bahasa asing. Berikut alasan yang menghambat orang berkomunikasi dalam bahasa asing.

(1). Hambatan Kepribadian

Hambatan kepribadian adalah hal yang utama menghambat seseorang berbahasa asing. Hambatan ini seperti pemalu, tak percaya diri hingga karakteristik lain yang menjadi identifikasi kepribadian. Mereka yang memiliki pribadi tertutup, tak suka bergaul dan berkomunikasi dengan orang asing nyatanya menjadi lambat berbahasa asing. Karena mereka cenderung tak melatih diri berbahasa asing. 

Kepercayaan diri adalah modal utama berbicara bahasa asing. Jangan pikirkan grammatik atau tata bahasa yang dipakai! Sebagai pemula belajar bahasa asing, saya dituntut untuk percaya diri saat mengungkapkan pendapat. Hal terpenting niat dan minat berkomunikasi secara terbuka. Jangan biarkan hambatan kepribadian membuat anda lambat menguasai bahasa asing!

(2). Hambatan Psikologi

Siapa pun ingin terkesan berkomunikasi sempurna seperti berbicara dalam bahasa ibu! Namun nyatanya itu tak mudah. Hambatan psikologi adalah alasan kedua yang menantang saya berbicara bahasa asing. Hambatan itu seperti ketakutan dan kekhawatiran tentang struktur atau tata bahasa.

Ketidakpercayaan diri pun bisa muncul saat belum menguasai banyak kosakata bahasa asing. Ketika saya harus berbicara dengan orang asing dalam bahasa asing terkadang kurang percaya diri pun muncul bahwa saya sulit menjelaskan. Alasannya saya tak punya kosakata yang sesuai.

(3). Hambatan budaya

Hidup di luar sebagai expat dan mengenal banyak orang dari multi etnis dan ras bukan hal yang mudah. Kecenderungan etnosentris, mengagungkan bangsa sendiri kerap masih terjadi. Jadi terbayang saja, teman yang sama-sama expat berbicara bahasa asing sering dianggap lelucon karena aksen dan dialeknya yang lucu.

Tak hanya itu, sebagian orang Asia seperti saya mengalami pengucapan yang tak jelas atau salah untuk kata yang menggunakan huruf umlaut (ö, ü, ë). Hal ini berdampak secara psikologis sehingga menjadi hambatan berkomunikasi.

Demikian pengalaman pribadi tentang bagaimana hambatan terjadi saat berkomunikasi bahasa asing. Apakah anda pernah mengalami hal serupa?

Christkindlmarkt: A Christmas Market in Sparkle Night in Germany

As promised, this post meant to watch the pretty night during Christmas market. This is recommended to festive in sparkling nights. I have no words again to describe this market.

May those pictures uploaded that tell you more!

1. Entrance of a market.

2. The chocolate center.

3. German cuisine.

4. Nativity Scene or Weihnachten krippe in deutsch words.

5. The German tradition of Winter drinking. 

6. Crowds of people streamed in Christmas Market. 

7. Chilling out in Germany’s Christmas market.

8. A choir performance concert.

9. Coffee snack bar.

10. A Christmas gift shop displays.

The idea about Christkindlmarkt, please be found in links below:

  1. https://liwunfamily.com/2017/11/30/movember-christmas-markets-in-everywhere-pasar-menjelang-natal/
  2. https://liwunfamily.com/2017/12/09/christkindlmarkt-pasar-menjelang-natal-di-jerman-untuk-donasi/
  3. https://liwunfamily.com/2017/12/09/gluhwein-minuman-khas-di-musim-dingin-di-jerman/
  4. https://liwunfamily.com/2016/12/05/pasar-tradisional-khas-natal-di-jerman/

5 Alasan Berkunjung ke Roma, Italia

Kota Roma dari atas Castle San’Angelo. Tampak di seberang adalah Basilika Santo Petrus.

Mesin otomatis untuk membeli tiket metro, di dalam stasiun Roma Termini.

Kota Roma sudah ada dalam buku sejarah yang saya pelajari di sekolah dulu. Ini berarti kota ini termasuk kota tua. Seingat yang saya pelajari, kota Roma memiliki tata kota yang mengagumkan peradaban kala itu. Wajar saja banyak bangsa lain datang mempelajari perkembangan tata kota Roma yang sudah cukup maju pada jamannya. Di Roma pula banyak nama populer bermunculan seperti Julius Caesar yang dikenal dengan kepemimpinannya.

Saat saya ngobrol dengan staf hotel, tempat saya menginap. Dia bercerita ada salah seorang tamunya bertanya dimana letak shopping center karena ingin membeli barang dari merek ternama. Kata staf hotel “Anda salah besar jika datang ke Roma untuk berbelanja. Ini bukan tempatnya!” So berdasarkan cerita staf hotel, berikut lima alasan mengapa orang datang ke Roma.

Apa saja?

1. Alasan keagamaan

Basilika Santo Petrus di Vatikan.

Di Roma ada Vatikan, negara privat ini memang negara dalam negara. Ini negara istimewa yang menjadi pusat kekristenan berabad-abad lamanya. Kemudian kini Vatikan hanya menjadi tujuan ziarah bagi umat Katolik. Di sini pula tempat tinggal dan kewenangan Sri Paus yang menjadi pemimpin tertinggi umat Katolik dan dipercaya menggantikan Santo Petrus, salah satu dari Rasul Yesus Kristus.

Tak hanya Vatikan yang menjadi tujuan bagi umat Katolik. Di kota Roma bertebaran konggergasi dan organisasi biarawan-biarawati. Juga beberapa Basilika yang dibangun megah dan indah menjadi tujuan ziarah lain seperti Basilika Santa Maria di pusat kota Roma. Banyak gereja yang dibangun megah sebagai tempat beribadah dan memuji Tuhan. Rasanya layak bila disebut turis datang untuk alasan keagamaan. Ini pula yang sering saya jumpai dalam iklan di Indonesia bahwa Roma sekaligus Vatikan menjadi tujuan kunjungan keagamaan. 

2. Alasan sejarah 

Lihat saja situs ini sebagai sisa peradaban kejayaan Romawi yang pernah ada!

Sebagaimana yang dikisahkan tentang peradaban kota Roma yang dimulai dari Sungai Tiber di tengah kota Roma. Di sini pula awal berdiri Roma sebagai pusat kebudayaan latin pada masa itu. Bahkan anda akan menemukan banyak situs peninggalan sejarah yang masih terpelihara untuk menunjukkan kejayaan kekaisaran Romawi. Sebut saja Kaisar Julius Caesar yang dikenal ahli dalam pemerintahan. Ini sebab tata kota Roma begitu memukau termasuk pembangunan arsitekturnya. 

Jika menonton film yang berkaitan kerajaan romawi misalnya anda bisa menemukan sejarah ribuan tahun lalu sebelum masehi kala masih banyak orang memuja dewa-dewi di kota ini. Ya, Pantheon yang dijadikan kuil untuk menyembah dewa masih terawat rapi hingga sekarang di kota ini. Atau Colloseum sebagai tempat gladiator berduel, masih bisa dikunjungi bahwa dulu tempat ini dijadikan adu kehebatan dan kekuatan antar manusia. Bahwa dulu sejarah yang dimulai ribuan tahun lalu sebelum dan sesudah masehi lengkap di sini. Tentu pecinta sejarah tak akan melewatkan kesempatan untuk berkunjung dari satu museum ke museum lainnya di sini.

3. Alasan kuliner

Ristorante atau restoran dalam bahasa Italia, di salah satu pusat kota.

Ketika saya membaca novel ‘Eat, Pray and Love’ lalu menontonnya kini saya sadar bahwa tokoh utama mengalami kenyamanan dan kenikmatan sajian makanan di Italia. Mengapa tidak? Kuliner di Italia itu semua enak. Di pusat Italia seperti kota Roma, anda bisa menemukan sebaran kuliner yang mungkin sudah membumi di Indonesia. Sebut saja pizza, pasta, es krim hingga tiramisu yang pasti pernah anda rasakan di Indonesia. Datang ke sini seolah saya ingin merasakan semua kuliner itu secara otentik. Rupanya lidah saya pun tidak protes pada semua masakan yang disajikan dengan penuh cinta dari para koki. Biasanya saat saya traveling, saya butuh adaptasi untuk rasa makanan lokal yang ditemukan. Di Italia, saya benar-benar jatuh cinta dengan kulinernya!

4. Alasan budaya dan bahasa

Salah satu peninggalan berciri Baroque, Fontana Di Trevi.

Di sini berkembang kebudayaan latin sebagaimana yang tersampaikan dalam sejarah. Di sini pula ada bahasa Italia dan bahasa Latin untuk dipergunakan di Vatikan. Roma yang dibangun sejak ratusan tahun lalu sebelum masehi pernah menjadi pusat kekaisaran romawi. Kebudayaan yang berkembang dalam seni arsitektur tumbuh di sini, tentu terlihat dari pahatan dan bangunan. Ada dua aliran di sini, Renaissance dan Baroque. Anda pasti terkagum-kagum bahwa bangunan itu masih ada hingga kini. Di sini pula pernah berkembang rezim fasisme antara tahun 1922-1943 yang bisa anda temukan dokumentasinya di Museum Nasional. 

5. Alasan seni

Salah satu lukisan.

Lukisan lain yang ditemukan di Castle San’Angelo.

Siapa tak kenal penyanyi bersuara emas seperti Josh Groban, Pavarotti atau Andrea Bocelli atau grup band Ill Divo. Kesemuanya bernyanyi dengan ciri khas suara emas yang tiada duanya. Lepas dari seni suara, ada seni lukis yang memukau dunia. Siapa pun berdecak kagum melihat lukisan mewarnai setiap Gereja dan Basilika, indah dan sempurna. Itu sebab di kota Roma ada sejumlah institut dan akademi untuk seni yang terkenal di dunia.

So, demikian lima alasan mengapa perlu berkunjung ke kota Roma. Ada pendapat?

Rahasia Kopi Ada di Tangan Si Pembuat. “It Comes From your Heart”

Kopi espresso yang dibuatkan spesial untuk saya karena penasaran dengan rahasia kopi mereka.

Mesin kopi milik hotel.

Dua cappucino yang membuat saya jatuh cinta pada kopi lagi.

“I love your cappucino. Could you tell me how to make it?” tanya saya pada staff hotel di Roma. Dia sudah membuatkan saya dua kali cappucino untuk sarapan pagi ini. Bahkan saat meminta cappucino kedua kalinya, perempuan mungil seperti saya ini, tersenyum dan menjawab dengan senang hati. Sebenarnya meracik kopi bukan pekerjaannya, namun dia belajar untuk menjadi bagian dari pekerjaannya. 

“I just learned how to make it. This is my pleasure if you like my coffee,” kata staf hotel itu lagi seraya memberikan dua cappucino untuk saya dan suami.

Ketika jam sarapan sudah mulai tutup, jam 09.30 waktu Roma maka staf pun memperhatikan apa yang diperlukan lagi buat para tamunya. Keperluan saya pun belum selesai bertanya rahasia kopi buatan mereka. Selama beberapa hari di Roma, saya jatuh cinta dengan kopi buatan mereka.

“You know there are two ways to make a good coffee. First, it depends on your branding coffee. We have the best coffee in the world. We called ‘Illy.’ If you find Illy in cafe, it means that cafe has the best coffee from Italy,” kata staf hotel menjawab pertanyaan saya. Menarik ya! 

Karena rasa penasaran saya tentang kopi. Dia melihat dua kopi di depan mata pun telah habis diminum, dia tawarkan lagi espresso. Hah! Saya khawatir bermasalah dengan maag saya jika meminum kopi dengan kadar kafein terlalu tinggi. Namun semoga tidak ada masalah apa pun. Dia bawakan dua cangkir kopi espresso untuk saya dan suami.

“Before explaining the second ways and the secret, you must try this caffee” tawar dia sembari memberikan dua kopi espresso. Rasa kopi esspresso itu seperti meminum wine. Minumnya hanya sedikit atau porsi kecil namun rasa kafeinnya mampu bertahan hingga tiga sampai empat jam di lidah. Aroma kopinya begitu kuat saat saya mencium. Betul saja! Di lidah rasa kopi ini masih ada hingga beberapa lama. 

Meminum espresso itu memang hanya porsi kecil. Sesungguhnya khasiat kopi bila anda tidak mencampurkan kopi dengan apa pun juga seperti gula atau susu. Rasa kopi asli adalah pilihan utama bahwa kopi itu sesungguhnya tanpa rasa.

“The second ways, you must know how procedure to make a good coffee. We have special coffee machine” jelasnya kepada kami. Kami pun termangut-mangut masih ‘mabuk’ dengan rasa espresso pagi itu. Bayangkan ini pertama kali saya minum espresso. Puji Tuhan, perut saya tidak bermasalah setelah meminumnya!

“Above all, how to make the best coffee actually. This” kata dia sambil menunjukkan tangan di bagian dada. “The secret comes from your heart. You ensure you do it the best. Do it with love!” 

Pelajaran kopi yang menarik pagi ini dari orang Italia. Coba deh anda buat kopi sambil mengumpat atau dalam keadaan marah, apakah kopi berasa nikmat? Kopi yang dibuat dengan penuh cinta akan selalu membuat anda terkesan.

Tak peduli seberapa canggihnya mesin kopi atau seberapa enaknya biji kopi namun apa lah daya jika pembuat kopi tidak melakukannya dengan penuh cinta. Jika anda membuat kopi dengan cinta, maka mereka yang meminumnya akan jatuh cinta seperti saya saat ini di Roma. 

Para pembuat kopi di Italia akan selalu bangga jika mereka mampu menyajikan kopi terbaik kepada pelanggannya. Mereka suka jika anda puji kopi buatannya. Meminum kopi di Italia itu bisa lebih dari sekali setiap hari. Kebiasaan minum kopi di Italia bukan sekedar gaya hidup. Minum kopi di Italia adalah budaya. 

Ini budaya yang tercipta karena tradisi bahwa kopi lebih sekedar minuman. Kopi adalah gairah hidup setiap hari. Slurput, nikmat sekali! ☕

Suka Kopi? Masukkan Ini Dalam Daftar Kuliner Saat di Roma, Italia

Dua orang dengan selera kopi berbeda, kiri adalah espresso dan kanan adalah cappucino. Nikmati di kafe tertua di Roma, Italia yang konon sudah ada sejak 1922.

Dua cappucino pagi ini dari hotel membuat saya tergila-gila. Enak sekali.

“Uno Caffé, Uno Cappocino” kata si pramusaji saat saya dan suami memesan kopi setelah lelah berkeliling seharian. Itu maksudnya pramusaji di kafe mengatakan satu kopi espresso dan satu cappucino. Kaffeetrinken pun dimulai. Letak kafe tak jauh dari Spanish Steps, salah satu lokasi wisata populer di Roma. 

Kafe ini letaknya sejajaran dengan butik ternama jika suka shopping. Namun sayangnya saya hanya ingin berhenti sejenak menikmati secangkir kopi sekaligus numpang ke toilet. 

Kopi dari hotel yang juga rasanya mantap. Kiri adalah cappucino dan kanan adalah espresso. 

Hotel tempat kami menginap khas Italia dengan kopinya yang mantap.

Secangkir cappucino sudah saya dapatkan hari ini dua kali. Pertama saya dapatkan saat sarapan di hotel, tempat kami menginap. Saat kami memesan hotel, banyak testimoni tamu-tamu hotel sebelumnya yang berpendapat bahwa kopi di hotel ini enak sekali. Katanya “Anda tak akan menyesal menginap di sini karena anda puas menikmati kopinya yang enak.” Begitu kata salah satu tamu dalam testimoninya. 

Benar saja saya tergila-gila dengan cappucinonya. Enak sekali! Suami saya pun berpendapat hal yang sama untuk segelas espresso yang dipesannya. Luar biasa kopi yang diracik di Italia. Begitu pun hal yang sama saat kami memesan kedua kalinya di kafe pada sore hari. Segelas espresso dan segelas cappucino berasa nikmat sekali. 

Hal menarik dari kopi yang bisa ditemukan di sini:

  • Semua cangkir kopi berukuran kecil dari biasa yang saya temukan di luar Italia. Segelas espresso memang selalu bercangkir kecil. Di sini lebih kecil lagi, seperti meminum sesuatu yang berharga dan mantap. Cappucino pun demikian. Cangkir cappucino juga lebih kecil dari cangkir normal yang biasa saya minum di luar Italia. Cappucino bisa dipesan ukuran normal seperti yang saya pesan atau ukuran besar (XL) dengan harga double.
  • Katanya sih tidak menyebut espresso saat memesan kopi espresso. Karena memang dalam menu mereka sebut hanya un caffé saja. 
  • Budaya minum kopi sepertinya menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di Roma. Jadi anda tinggal pilih kafe dengan mudahnya. Bahkan habis makan siang pun mereka tetap minum kopi. Luar biasa!
  • Anda juga mesti mencoba latte macchiato atau caffé macchiato, namun sayangnya saya lebih pilih cappucino.
  • Meski Roma yang saya singgahi cuacanya cerah dan cenderung lebih panas dari Jerman, namun kopi sebaiknya dipesan dalam keadaan panas. Katanya orang Roma senang membasahi bibir mereka dengan kopi yang panas. 
  • Minum kopi setelah makan siang boleh dilakukan namun tidak meminum kopi dengan susu. Katanya lagi si koki yang memasak akan tersinggung mengapa anda belum kenyang dengan makanan yang mereka sajikan? Memang makanan yang dipesan di Ristorante, restoran dalam bahasa Italia, memang luar biasa enak menurut saya.

Begitulah, sekedar cerita dari Italia, membuat saya paham bahwa tiap negara punya kisah sendiri tentang kopi. Jika anda berkunjung ke Italia, amati dan alami gaya meminum kopi khas mereka. Saya jatuh cinta dengan racikan kopi di sini.

Apakah anda punya pengalaman lain tentang gaya minum kopi?

5 Alasan Mengapa Saya Suka Minum Kopi?

Life begins after coffee. 

Obrolan kopi memang selalu menarik untuk menjadi bahan tulisan saya. Seolah-olah kopi memberi filosofi dalam kehidupan menurut saya. Menikmati kopi seperti menikmati momen hidup saat itu juga. Bahkan kopi jadi solusi kala mood saya turun saat bekerja. Meminum kopi adalah keseharian yang saya temukan pada orang-orang sekitar saya.

Lalu saya tertarik dan bertanya juga pada mereka, mengapa mereka suka minum kopi? Jawabannya bervariasi. Mungkin anda sebagai penikmat kopi menemukan salah satu alasan di bawah, berikut ini:

  • Karena rasa kafein di dalam kopi yang disukai.

Kopi mengandung kafein yang lebih tinggi dibandingkan teh, bahkan teh hitam sekalipun. Teh hitam maksudnya teh pekat dengan 1 teabag setara untuk 3 gelas teh. Kadar kafein dalam kopi dipercaya membangkitkan semangat seseorang sehingga banyak orang beralasan sarapan harus dengan secangkir kopi. Kafein merupakan senyawa kimia dari kafeina, yang ditemukan oleh seorang ilmuwan Jerman.

Baca: https://liwunfamily.com/2015/11/22/apakah-perempuan-yang-sedang-hamil-boleh-minum-kopi/

  • Karena aroma kopi yang memikat dan menggugah selera.

Jika saya sudah membuat kopi di kantor, satu atau beberapa orang teman pasti akan bergabung bersama saya untuk minum kopi bersama. Saat saya tanya mengapa? Mereka mencium aroma kopi yang saya buat. Secara psikologis indera penciuman berpengaruh untuk menentukan selera makanan atau minuman. Aroma kopi memang selalu menggugah rasa. Dari aroma kopi anda juga bisa menentukan varian dan asal kopi. Itulah uniknya aroma kopi.

  • Karena keluarga saya peminum kopi.

Keluarga adalah pengalaman pertama dalam kehidupan. Saya belajar minum kopi ketika ibu saya meminum kopi setiap pagi. Lalu suami juga meminum kopi tiap pagi. Rupanya kebiasaan meminum kopi saat sarapan karena budaya meminum kopi dari ayah, ibu dan seluruh anggota keluarga. Salah satu hadiah yang saya terima saat berkeluarga di Jerman adalah mesin pembuat kopi. Budaya minum kopi yang tumbuh dalam keluarga juga menentukan kebiasaan minum kopi.

  • Karena meminum kopi membuat saya relax.

Saat saya merasa workload di kantor bertambah atau ada tugas-tugas yang harus diselesaikan yang menyebabkan saya tegang dan tertekan maka kopi jadi ide yang menarik. Ternyata tidak hanya saya, beberapa rekan di kantor juga sering membuat kopi bersama di pantry hanya untuk membuat relax. Jadi bilamana stress menyerang dan tumpukan masalah dalam pikiran anda, segera buat kopi! Dijamin kopi bisa membuat relax.

  • Karena kopi menghilangkan rasa kantuk.

Alasan ngopi agar tidak mengantuk mungkin ini yang sering saya lakukan. Ini bukan iklan permen kopi. Namun seketika ide meminum kopi bisa terlintas kala rasa kantuk menyerang. Kopi dipercaya mampu mengusir rasa kantuk sementara waktu buat sebagian orang. Rupanya kafein dalam kandungan kopi juga bisa mengusir kantuk.

Baca: https://liwunfamily.com/2014/05/12/tak-bisa-tidur-kenali-penyebabnya/

Jika anda tidak bisa menemukan alasan di atas, kira-kira apa alasan anda meminum kopi? 

Dari lima alasan di atas, namun sebenarnya minum kopi menjadi bagian dari gaya hidup yang sudah ada sejak jaman dulu. Ini yang melatarbelakangi munculnya kafe sebagai tempat berkumpulnya orang menikmati rasa kopi. Seperti di Indonesia budaya minum kopi juga sudah ada sejak dulu. Ingat ‘kah minum kopi ala warung kopi?

Alasan terakhir yang menjamur pada generasi milenial pada kebiasaan minum kopi adalah bagian gaya hidup. Jadi mereka mewakili kebiasaan kekinian minum kopi dengan gaya metropolis. Jika dulu minum kopi cerminan orang-orang tua, kini berubah karena citra kopi sebagai bagian dari gaya hidup kekinian.

Baca:  https://liwunfamily.com/2018/09/26/6-manfaat-mengejutkan-minum-kopi-yang-perlu-diketahui/

Bagaimana menurut anda?