Ekspresi Pengalaman Beriman Lewat Lukisan? Temukan di Gnadenkapelle, Ältoting

Salah satu lukisan yang menyentuh, mereka selamat saat serangan bom melanda Jerman di perang dunia pertama dan perang dunia kedua.
Lukisan lain dimana orangtua yang berhasil mendapatkan keturunan.
Dan anda akan melihat dinding kapel dipenuhi ucapan syukur lewat media lukisan.
Tak terhitung jumlahnya.

Bulan Oktober menjadi salah satu bulan yang dirayakan gereja katolik untuk melakukan devosi kepada Bunda Maria. Itu sebab banyak umat katolik seluruh dunia menyempatkan diri berdoa rosario hingga berziarah dalam waktu ini. Saya pun tak ketinggalan menyempatkan diri berziarah ke Black Madonna, Ältoting. Ini bukan kali pertama, sehingga anda bisa mencari di kolom kata kunci, kunjungan saya ke Ältoting sebelumnya.

Kompleks ziarah Ältoting telah ada lama di Bavaria, Jerman sejak abad 15. Lokasi kompleks ziarah ini menjadi begitu fenomenal ketika banyak peziarah yang merasa doanya terkabulkan. Menurut saya, ini adalah pengalaman iman yang dirasakan berbeda-beda bagi tiap orang. Ada yang menyebutnya mujizat dan ada pula yang menyadarinya sebagai bagian dari pengalaman beriman.

Ada peziarah yang mengekspresikan pengalaman iman dengan memikul salib ini berjalan keliling kapel.
Gnadenkappelle Ältoting.

Berkaitan dengan pengalaman beriman, ada sisi menarik dari kapel Black Madonna di sini. Saya sudah mendatangi tempat-tempat ziarah umat katolik, meski belum semua di seluruh dunia. Di kapel ini saya menemukan seluruh dinding kapel dipenuhi lukisan para peziarah yang merasa terkabul ujud doanya. Bahkan saya rasa pengelola tidak sanggup lagi memajang luapan ekspresi umat yang doa-doanya terkabul lewat media kanvas ini.

Lukisan ini sudah sejak lama menjadi media pengalaman beriman bagaimana orang yang meyakini bahwa Tuhan itu ada. Contohnya ada lukisan yang menggambarkan bagaimana mereka diselamatkan ketika Jerman mendapat serangan bom perang dunia pertama (PD 1) dan perang dunia kedua (PD 2). Satu keluarga melukiskan bagaimana Bunda Maria menyelamatkan mereka saat PD 1 dan PD 2. Lain lagi, lukisan yang bercerita Bunda Maria menyelamatkan nyawa dia saat terjadi kecelakaan pada tahun sekian. Lukisan lain, ada kelompok turis Jerman yang diselamatkan Bunda Maria saat berlibur di Thailand Selatan tahun 2004 kala terjadi Tsunami hebat yang meluluhlantakkan beberapa negara, termasuk sebagian Indonesia.

Saya yang mengamati lukisan-lukisan tersebut tertegun sesaat, apakah ini mujizat atau keajaiban dalam hidup?

Lukisan lain juga memperlihatkan bagaimana orangtua bersyukur berhasil mendapatkan keturunan yang diimpikannya.

Tak jauh dari kapel, saya melihat beberapa orang duduk dan membuat sketsa di kanvas. Sesekali mereka memperhatikan kapel dan mulai menggambar. Mereka duduk tenang mencari inspirasi. Bisa jadi mereka pun telah terkabul doanya dan sedang mengekspresikan pengalaman mereka.

Terkadang ada hal dimana kita merasa bahwa apa yang kita minta kepada Tuhan itu mustahil, tetapi di sini saya melihat bahwa segala sesuatunya itu mungkin asalkan kita beriman. Itu sebab saya katakan ekspresi pengalaman beriman di sini menjadi bukti nyata bahwa Tuhan tidak pernah ditinggalkan saat manusia kehilangan harapan.

“Menschen lebt mit Hoffnung” kata pastor pemimpin ibadat saat para peziarah memadati kapel ini. Manusia hidup dengan harapan. Karena harapan membuat hidup menjadi bermakna dan tidak sia-sia.

Apa pun ekspresi pengalaman beriman anda kepada Tuhan, percayalah bahwa harapan itu selalu ada. Di tempat ziarah ini saya belajar harapan tetap ada, asalkan anda datang padaNya.

Selamat berhari Minggu!

Advertisements

Altötting, Jantung Bavaria Jerman (1): Black Madonna dan Hati Raja Ludwig II di Gnadenkappelle

Salah satu lukisan di kapel.

Black Madonna replika yang saya beli di toko sovenir.

Black Madonna replika di kartu pos sebagai sovenir.

Welcome December!!!

Jika Perancis punya Lourdes, Italia punya Vatikan dan Portugal punya Fatima maka Jerman punya Altötting, tempat ziarah bagi umat Katolik.

The chapel of Grace atau Gnadenkappelle.

Petunjuk larang mendokumentasikan gambar selama di dalam kapel.

Suasana dinding bangunan dipenuhi berbagai lukisan kreasi banyak orang sebagai ungkapan pengalaman iman.

Bagaimana orang melukiskan pengalaman iman mereka lewat lukisan atau foto? Indah!

Jangan tanya berapa jumlah lukisan ini! Ini semacam pengalaman iman yang diekspresikan lewat lukisan menghiasi sekitar kapel.

Altötting menjadi terkenal sebagai jantung kota Bavaria, negara bagian Jerman. Mengapa? Karena di kapel ini terdapat hati Raja Bavaria, Ludwig II yang disimpan dalam guci perak sebagai bentuk penghormatan kepadanya. Saya tidak tahu diletakkan dimana, saya baru mengetahuinya setelah keluar dari kapel. Lagipula saya tidak bisa ambil gambar selama di dalam kapel, ada larangan di pintu masuk kapel. 

Anda tahu siapa Raja Ludwig II? Silahkan kembali pada cerita Kastil Neuschwanstein yang pernah saya pos sebelumnya.

Baca https://liwunfamily.com/2014/02/24/kastil-dongeng-cinderela-jerman-munich-neuschwanstein/

Beratus tahun lamanya, orang berziarah ke sini sebagai tempat religius untuk menghormati Bunda Maria, yang dikenal dengan sebutan Black Madonna atau dalam Bahasa Jerman disebut “Die schwarze Madonna.” Patung Bunda Maria Hitam yang bisa disebut begitu dalam Bahasa Indonesia, adalah sebuah patung kayu Bunda Maria yang memiliki makna spriritualitas bagi umat Katolik.


Sejak tahun 1250, tempat ini sudah dibuka sebagai tempat pencarian spiritualitas yang datang ke Jerman. Diyakini sering ada mujizat terjadi bila berdoa di sini. Itu sebab anda menemukan berbagai orang dengan segala kebutuhan dan keinginan yang datang dan memohon rahmat melalui perantaraan Black Madonna ini.

Berawal dari kisah seorang ibu yang berduka karena anaknya tak terselamatkan di sungai karena tenggelam. Si ibu pun membawa anaknya dan berdoa di hadapan patung Black Madonna kemudian anaknya berhasil terselamatkan. Cerita berbagai mujizat juga menyebar ke banyak orang yang mengalami kesaksian setelah berdoa di sini. 

Mereka pun datang membuat lukisan dan membuat kreasi menghiasi kapel ini. Kapel yang disebut Chapel of Grace atau Gnadenkapelle, telah menyimpan berbagai misteri kehidupan bahwa Tuhan hadir menolong mereka yang datang kepadaNya. Itu sebab nama kapel ini, The Chapel of Grace atau Gnadenkappelle.

Ada petunjuk larangan dokumentasi di depan pintu kapel. Selain untuk menjaga kekhusukkan orang berdoa, tentu ini sebagai bentuk penghormatan kepada mereka yang datang untuk berdoa. Karena kapel yang tak luas, anda perlu antri satu per satu untuk berdoa dan masuk ke dalam. Di dalam terlihat banyak benda-benda rohani berkilau emas dan sebagian terkena asap kebakaran.

Dinding kapel.

Sisi lain dinding kapel.

Lukisan yang berhasil saya rekam.

Sederhana, namun menyentuh.

Apa yang terjadi?

Diceritakan pada tahun 900 ada sekelompok orang yang datang membakar kapel ini dan biara di sekitar. Hampir seluruh bagian tak terselamatkan, hanya patung Black Madonna yang selamat meski terbuat dari kayu dan benda-benda rohani seperti yang anda saksikan di dalam kapel. Meski terbuat dari kayu, namun patung tersebut tidak terbakar hanya terlihat warna hitam menyelimuti seluruhnya. Itu sebab dinamakan Black Madonna. Ini adalah bukti mujizat pertama. Selebihnya banyak orang datang berdoa melalui perantaraan Bunda Maria dan memohon keajaiban dalam hidup mereka.

Kapel ini juga menjadi saksi tragedi kemanusiaan periode 1939-1945. Dan Bunda Maria melindungi umatNya. 


Kapel ini menjadi destinasi utama ziarah jutaan umat Katolik dari seluruh dunia tiap tahun. Tak heran, tempat ini tak pernah sepi untuk menerima mereka yang datang dengan berbagai kebutuhan dan keluh kesah. 

Setiap orang punya pengalaman spiritual yang disebut sebagai keajaiban atau mujizat atau apa lah dalam hidupnya. Dan saya pun mengalaminya melalui pengalaman iman dalam hidup. 

Saat datang ke dalam kapel ini, ada aura magis yang membuat siapa saja merasa bermakna dalam hidup bersama Tuhan. Tidak bisa diungkapkan tetapi itu benar terjadi. Itu sebab tidak ada dokumentasi di dalam.

Nantikan cerita saya yang lain di Altötting!❤