Sensasi Makan Burger Ikan di Die Manufaktur Burgerei Burger, Dresden: Rekomendasi Tempat (29)

Fisch burger dan pommes.

Tiba di Dresden adalah waktunya makan siang. Setelah suami memarkirkan mobil, kami berjalan menyusuri kota tua yang jadi destinasi turis. Mata kami berkeliling untuk mencari rekomendasi tempat makan. Maklum saja, tiap tempat dipenuhi pengunjung karena ini memang waktu makan siang. Lagipula kami datang di waktu hari libur di Jerman.

Adalah restoran yang mengusung makanan burger dan kreasinya, bernama die Manufaktur Burgerei Burger dan letaknya di seberang gereja Frauenkirche. Kami pun mengambil lokasi strategis dimana kami bisa mengamati lalu lalang turis yang mondar-mandir di altstaadt. Lalu pramusaji datang menawarkan menu untuk dipesan.

Pilihan suami saya adalah menu burger ikan dan kentang goreng. Katanya, dia penasaran makan burger yang berasa ikan fillet. Nama menu yang tertera adalah fisch burger. Sepertinya ada ikan fillet yang diberi bumbu dan dibungkus tepung roti. Dalam lapisan burger ada salad sayuran. Untuk roti burgernya, ada beberapa pilihan sesuai selera pengunjung. Suami pilih roti wijen.

Bila ditilik rasanya, suami suka dengan kreasi burger rasa ikan. Ini memang pertama kalinya dia menikmati burger seperti ini. Terbukti, saya sama sekali tidak mendapatkan percobaan rasa yang biasanya dia tawarkan setiap kami makan.

Böffsteak.

Menu kedua yang saya pilih adalah böffsteak. Ini adalah daging sapi cincang yang dibumbui kemudian dipanggang. Lalu ditutupi dengan telur mata sapi seperti yang anda lihat dalam foto. Ada tambahan rasa yakni beberapa lembar speck atau bacon yang dipanggang kemudian diletakkan di atas steak. Untuk menikmatinya, ada salad home made dari restoran sendiri.

Saya suka juga kreasi steak yang berbeda dari steak yang biasanya saya nikmati. Siapa tahu anda pun berkunjung ke Dresden maka bisa berkunjung ke restoran ini.

Burger “Hans” mit Spanferkel und BBQ Kraut: Makanan Khas Jerman (36)

Lanjut dengan ulasan kuliner ala Jerman, berikut ini dijelaskan hasil kunjungan saya ke sebuah restoran tradisional di sini yang menyajikan burger. Yups, burger memang lebih populer dikenal sebagai makanan cepat saji karena banyak disajikan di gerai cepat saji. Ada yang mengatakan bahkan burger adalah makanan ala Amerika. Namun sesungguhnya di sini ada juga burger juga yang pastinya lebih lezat dan berbeda. Penasaran ‘kan?

Suatu hari di hari Minggu suami ajak makan di luar. Kami pun memilih restoran tradisional yang belum pernah dicoba. Akhirnya pilihan jatuh pada restoran di dekat perbatasan Jerman – Austria. Rupanya kami tidak mendapat tempat parkir dan sepertinya banyak tamu juga makan di situ. Jika memang tersedia tempat dan tak perlu reservasi maka kami lanjutkan pesanan. Itu pemikiran kami.

Masih ada tempat untuk kami di dalam, segera kami pun memesan makanan yang tertera di buku menu. Seperti biasa suami saya lebih memilih sajian yang sudah sekian kali dimakannya. Tak ada yang istimewa dari pesanannya. Sedangkan saya memilih burger ‘Hans’ yang terkesan menarik untuk dicoba. Menurut saya, jarang restoran tradisional yang menyajikan masakan Jerman yang menjajakan burger.

Selang tak beberapa lama, sajian saya dan suami datang. Di piring tersedia burger, kartoffelwedges dan saus tomat. Hmm, terlihat menggiurkan. Burger yang biasa ditemukan di gerai cepat saji berisi potongan daging ham, keju dan mayonnaisse. Di sini tidak. Burger berisikan potongan spanferkel yakni daging babi muda yang memiliki tektur masih lembut lalu dipanggang.

Burgernya sendiri terbuat dari roti gandum yang lembut. Kedua roti dipanggang. Bentuknya juga tak besar namun sesuai dengan ukuran daging di dalam. Untuk menambah citarasa burger diberi saus barberque yang benar-benar enak menurut saya. Tambahan selanjutnya dalam burger adalah salad.

Porsinya cukup besar dan mengenyangkan. Bayangkan menyantap burger plus kentang ini sudah membuat perut kenyang. Namun ini layak jika anda ingin menikmati burger dengan rasa yang berbeda.