CERPEN (1): Mata, Mulut, Telinga

Ilustrasi. Berikut adalah Reblog untuk cerita fiksi yang pernah dimuat pada 30 Januari 2014 dan 13 Juni 2020. Cerita ini adalah hasil refleksi dan imajinasi saya. Selamat membaca! Suatu hari Iblis datang hendak menggoda manusia. Ia melihat bahwa orang-orang berikut ini memerlukan bantuannya. Pertama, Iblis datang kepada orang buta. “Hey, aku tahu kau tidak bisa melihat … Continue reading CERPEN (1): Mata, Mulut, Telinga

CERPEN (76): Menikmati Perjalanan Hidup

Ini adalah Reblog dari artikel berjudul sama yang sudah terbit sebelumnya pada 17 Januari 2015. Alkisah ada dua orang murid berkelana menuju perguruan untuk bertemu Guru sejati. Mereka memulai perjalanan langkah demi langkah, hari demi hari, mengarungi lembah dan bukit. Mereka berdua diminta untuk melakukan perenungan selama perjalanan yang mereka tempuh, tak boleh banyak bicara … Continue reading CERPEN (76): Menikmati Perjalanan Hidup

CERPEN (9): Di Bawah Patung Bunda Maria

Ilustrasi. Ini adalah Reblog dari artikel yang pernah dimuat sebelumnya pada 23 November 2008. Waktu menunjukkan pukul 19.10 wib tetapi misa minggu sore belum berakhir. Resah. Itulah yang dirasakan oleh Perempuan itu. Ia pun bergegas membereskan teks misa dan buku Puji Syukur di hadapannya. Perempuan itu berdecak lagi, menggoyang-goyangkan kedua kakinya naik turun, menggumam sambil … Continue reading CERPEN (9): Di Bawah Patung Bunda Maria

CERPEN (72): Kasih Ayah pada Anaknya

  Ini adalah Reblog dari artikel yang pernah dimuat pada 3 September 2017. Anak: Ayah, mengapa aku harus mengikuti keinginan ayah? Ayah: Karena aku adalah ayahmu, sayang. Aku tahu apa yang kau butuhkan untuk masa depan. Anak: Masa depan seperti apa, Ayah? Ayah: Ayah ingin kau menjadi manusia yang berguna bagi orang lain. Jadi saat … Continue reading CERPEN (72): Kasih Ayah pada Anaknya

CERPEN (71): Rahasia Panjang Umur ala Kura-Kura

Ini adalah Reblog dari artikel yang berjudul sama dan sudah terbit pada 15 September 2017. "Kita bisa belajar darimana saja, Anna" kata ayahku. "Hidup ini adalah proses belajar, bahkan dari alam dan binatang yang hidup di sini," kata ayah sekali lagi sembari kami menyusuri kebun binatang. Ibu dan kedua adikku masih tertinggal di belakang, tampak … Continue reading CERPEN (71): Rahasia Panjang Umur ala Kura-Kura

CERPEN (68): Seberapa Tinggi Kita Bermimpi

  Ini adalah Reblog dari artikel berjudul sama yang sudah terbit pada 23 Januari 2015. Ada dua orang murid bertanya kepada gurunya tentang impian. Mereka berdua memperdebatkan seberapa tinggi mimpi harus kita raih dalam hidup. Mereka sepakat untuk mencari tahu kepada Guru Bijak. "Wahai Guru Bijak, kami berdua bingung tentang maksud bermimpi yang guru utarakan … Continue reading CERPEN (68): Seberapa Tinggi Kita Bermimpi

CERPEN (67): Mengapa Kita Sulit Melupakan Orang itu?

  Ini adalah Reblog dari artikel berjudul sama yang sudah ditayangkan pada 25 Januari 2015. Seorang Murid yang punya kenangan masa lalu datang kepada Guru Bijak. "Guru, mengapa aku sulit sekali melupakannya?" tanya Murid cemas kepada Gurunya yang sedang memperbaiki pagar di suatu sore hari. "Ambillah paku ini dan tancapkan pada pagar itu!" perintah Guru … Continue reading CERPEN (67): Mengapa Kita Sulit Melupakan Orang itu?

CERPEN (66): Sekali Lagi Sikap, Bukan Waktu

Ini adalah Reblog dari cerita pendek berjudul sama yang sudah ditayangkan pada 25 Oktober 2015. Percapakan ibu dan seorang anak saat minum teh di sore hari, berikut: Anak : Bu, apa yang paling jahat di dunia ini? Ibu : Apa maksudmu, nak? Anak : Kemarin ibu guru di sekolah mengajarkan bahwa kita tidak boleh sombong … Continue reading CERPEN (66): Sekali Lagi Sikap, Bukan Waktu

CERPEN (65): Mulailah Dari Apa yang Bisa Kau Lakukan!

  Ini adalah Reblog dari artikel berjudul sama yang sudah tayang 19 Desember 2015. Siang itu, seorang anak datang menghampiri ayahnya. Ia bermaksud untuk meminta bantuan ayahnya untuk mengerjakan pekerjaan rumah yang diberikan guru di sekolah. “Ayah, apakah kau sibuk saat ini?” tanya anak tersebut. “Sedikit,” sahut ayah. “Apakah kau bisa membantu pekerjaan rumahku? Aku … Continue reading CERPEN (65): Mulailah Dari Apa yang Bisa Kau Lakukan!

CERPEN (64): Seberapa Berat Bebanmu?

  Ini adalah Reblog dari artikel yang sudah dimuat pada 2 Juni 2016. Ada seorang murid yang datang kepada guru bijaksana. Dia mengeluh tentang beban hidupnya. Menurut si murid, ia sudah tidak tahan lagi. "Guru, saya merasa hidup ini tidak adil. Beban hidup yang saya pikul terlalu berat, sementara adik saya yang punya pekerjaan mapan … Continue reading CERPEN (64): Seberapa Berat Bebanmu?