CERPEN (72): Kasih Ayah pada Anaknya

  Ini adalah Reblog dari artikel yang pernah dimuat pada 3 September 2017. Anak: Ayah, mengapa aku harus mengikuti keinginan ayah? Ayah: Karena aku adalah ayahmu, sayang. Aku tahu apa yang kau butuhkan untuk masa depan. Anak: Masa depan seperti apa, Ayah? Ayah: Ayah ingin kau menjadi manusia yang berguna bagi orang lain. Jadi saat … Continue reading CERPEN (72): Kasih Ayah pada Anaknya

CERPEN (71): Rahasia Panjang Umur ala Kura-Kura

Ini adalah Reblog dari artikel yang berjudul sama dan sudah terbit pada 15 September 2017. "Kita bisa belajar darimana saja, Anna" kata ayahku. "Hidup ini adalah proses belajar, bahkan dari alam dan binatang yang hidup di sini," kata ayah sekali lagi sembari kami menyusuri kebun binatang. Ibu dan kedua adikku masih tertinggal di belakang, tampak … Continue reading CERPEN (71): Rahasia Panjang Umur ala Kura-Kura

CERPEN (68): Seberapa Tinggi Kita Bermimpi

  Ini adalah Reblog dari artikel berjudul sama yang sudah terbit pada 23 Januari 2015. Ada dua orang murid bertanya kepada gurunya tentang impian. Mereka berdua memperdebatkan seberapa tinggi mimpi harus kita raih dalam hidup. Mereka sepakat untuk mencari tahu kepada Guru Bijak. "Wahai Guru Bijak, kami berdua bingung tentang maksud bermimpi yang guru utarakan … Continue reading CERPEN (68): Seberapa Tinggi Kita Bermimpi

CERPEN (67): Mengapa Kita Sulit Melupakan Orang itu?

  Ini adalah Reblog dari artikel berjudul sama yang sudah ditayangkan pada 25 Januari 2015. Seorang Murid yang punya kenangan masa lalu datang kepada Guru Bijak. "Guru, mengapa aku sulit sekali melupakannya?" tanya Murid cemas kepada Gurunya yang sedang memperbaiki pagar di suatu sore hari. "Ambillah paku ini dan tancapkan pada pagar itu!" perintah Guru … Continue reading CERPEN (67): Mengapa Kita Sulit Melupakan Orang itu?

CERPEN (66): Sekali Lagi Sikap, Bukan Waktu

Ini adalah Reblog dari cerita pendek berjudul sama yang sudah ditayangkan pada 25 Oktober 2015. Percapakan ibu dan seorang anak saat minum teh di sore hari, berikut: Anak : Bu, apa yang paling jahat di dunia ini? Ibu : Apa maksudmu, nak? Anak : Kemarin ibu guru di sekolah mengajarkan bahwa kita tidak boleh sombong … Continue reading CERPEN (66): Sekali Lagi Sikap, Bukan Waktu

CERPEN (65): Mulailah Dari Apa yang Bisa Kau Lakukan!

  Ini adalah Reblog dari artikel berjudul sama yang sudah tayang 19 Desember 2015. Siang itu, seorang anak datang menghampiri ayahnya. Ia bermaksud untuk meminta bantuan ayahnya untuk mengerjakan pekerjaan rumah yang diberikan guru di sekolah. “Ayah, apakah kau sibuk saat ini?” tanya anak tersebut. “Sedikit,” sahut ayah. “Apakah kau bisa membantu pekerjaan rumahku? Aku … Continue reading CERPEN (65): Mulailah Dari Apa yang Bisa Kau Lakukan!

CERPEN (64): Seberapa Berat Bebanmu?

  Ini adalah Reblog dari artikel yang sudah dimuat pada 2 Juni 2016. Ada seorang murid yang datang kepada guru bijaksana. Dia mengeluh tentang beban hidupnya. Menurut si murid, ia sudah tidak tahan lagi. "Guru, saya merasa hidup ini tidak adil. Beban hidup yang saya pikul terlalu berat, sementara adik saya yang punya pekerjaan mapan … Continue reading CERPEN (64): Seberapa Berat Bebanmu?

CERPEN (63): Lompatlah Melebihi Dari yang Dipikirkan!

Ini adalah Reblog dari cerita pendek dengan judul sama yang sudah diterbitkan pada 18 Februari 2016. Bruk!!!! Aku terjatuh. Sial, lompatannya begitu bagus, umpatku. Si Bapak Tua ini melompat dengan lincahnya di setiap pijakan batu. Dia tertawa melihatku jatuh. Ia menghampiriku lalu mengulurkan tangannya. "Ayo, kamu pasti bisa!" serunya menyemangati. "Jika kau ingin melompat, lihatlah … Continue reading CERPEN (63): Lompatlah Melebihi Dari yang Dipikirkan!

CERPEN (62): Lihatlah Masalah Dari Berbagai Sudut Pandang!

  Ini adalah Reblog dari artikel berjudul sama yang sudah dirilis pada 9 Maret 2016. Seorang Profesor yang bijak memberi sebuah foto dalam layar yang terpajang di dinding kelas. Ia menunjukkan sebuah foto dan bertanya kepada mahasiswanya. "Ada yang tahu ini gambar apa?" tanyanya. Seorang mahasiswa berkacamata mengacungkan jari dan menjawab, "Bunga, Pak." Professor menggeleng. … Continue reading CERPEN (62): Lihatlah Masalah Dari Berbagai Sudut Pandang!

CERPEN (61): Mengapa Kita Tidak Kaya?

Ini adalah Reblog dari artikel berjudul sama yang sudah tayang pada 10 Juni 2016. "Mama, mama..." teriak Anna yang baru saja tiba di rumah sambil melepas sepatu. Ia segera bergegas melepas seragam sekolahnya di kamar dan menggantinya dengan kaos dan celana pendek khas anak umur 10 tahun. "Eh anak mama sudah pulang," sambut ibunya di … Continue reading CERPEN (61): Mengapa Kita Tidak Kaya?