CERPEN (50): Kopi yang Tak Pernah Manis

Ini adalah Reblog dari artikel fiksi yang sudah tayang sebelumnya pada 7 September 2015. “Zwei Kaffee, bitte!” seru abang teman baikku. Abang datang mengajakku ngobrol di warung kopi. Meski warung kopi ini sederhana, entah mengapa ia memuji racikan kopi tempat ini. “Ok!” sahut sang pelayan yang sepertinya sudah terbiasa menerima order dari abang. Bisa jadi … Continue reading CERPEN (50): Kopi yang Tak Pernah Manis

CERPEN (49): Rahasia Resep Perkawinan Ala Kue Coklat Nenek

Ini adalah Reblog dari artikel berjudul sama yang sudah tayang pada 8 September 2015. "Semua rahasia kelezatan kue cokelat terletak pada peraciknya bukan pada wadah, bahan atau takaran yang diberikan. Jika ingin berhasil membuat kue cokelat pastikan bahwa peraciknya membuatnya dengan sabar dan sepenuh hati." Sore itu aku berkeinginan membuat kue cokelat yang disukai oleh … Continue reading CERPEN (49): Rahasia Resep Perkawinan Ala Kue Coklat Nenek

CERPEN (48): Menemukan Kedamaian di Siang Bolong

Ini adalah Reblog yang sudah tayang dengan judul sama pada 9 September 2015. Seorang oma duduk di hadapanku siang itu. Ia seperti memerlukan bantuan untuk menulis sesuatu di kartu pos yang akan ditulisnya. Aku memang sedang berada di kantor pos yang menjadi landmark kota. Aku mampir sebentar untuk mengambil gambar yang menurutku menarik untuk dijadikan … Continue reading CERPEN (48): Menemukan Kedamaian di Siang Bolong

CERPEN (45): Jika Anda Pernah Gagal, Mungkin Anda Perlu Ubah Caranya

Ini adalah Reblog dari artikel dengan judul sama dan sudah tayang pada 30 November 2015. Satu bulan lagi, tahun akan berganti. Tidak terasa perjalanan yang sudah dilalui, hari demi hari, bulan demi bulan dan kini sudah di penghujung tahun. Kira-kira apa yang sudah dicapai dari niat dan harapan yang kita lambungkan di awal tahun? Adakah … Continue reading CERPEN (45): Jika Anda Pernah Gagal, Mungkin Anda Perlu Ubah Caranya

CERPEN (43): Gantungkan Cita-cita Setinggi Langit

Setiap Sabtu saya tayangkan ulang cerita pendek yang sudah ditayangkan sebelumnya dengan judul sama pada 9 Januari 2016. Tiba-tiba pintu kamarku diketuk. "Ayo bangun, nak. Apa kamu tidak sekolah?" tanya ibu dari luar kamar. Ibu langung masuk kamarku yang memang tidak terkunci. "Bergegas berangkat ke sekolah, kamu bisa bareng dengan abangmu." "Ibu, mengapa aku harus … Continue reading CERPEN (43): Gantungkan Cita-cita Setinggi Langit

CERPEN (42): Balon-balon yang Pergi Bersama Masa Lalu

https://i.postimg.cc/zXp9DMq4/1.png Ilustrasi.   Setiap Sabtu saya tayangkan ulang cerita pendek yang sudah ditayangkan sebelumnya dengan judul sama pada 17 Januari 2016. "Cup. Cup. Sudah berhenti nangisnya," seru ibu mengelus bahuku. Aku terisak sesaat menghentikan tangisku. Aku tersenyum. "Ibu tahu apa yang kau butuhkan. Ini!" kata ibu sambil menyerahkan dua balon warna kesukaan padaku. Aku tertawa … Continue reading CERPEN (42): Balon-balon yang Pergi Bersama Masa Lalu

CERPEN (41): Mengapa Kenyataan Tak Seperti Rencana?

Setiap Sabtu saya tayangkan ulang cerita pendek yang sudah ditayangkan sebelumnya dengan judul sama pada 10 September 2014 Anak: "Ibu, mengapa kenyataan tidak berjalan sesuai rencana?" Ibu: "Mungkin kau lupa berdoa ketika merencanakannya, anakku.” Anak: "Oh tentu tidak, Bu. Aku berdoa selalu setiap pagi dan malam hari. Aku pergi ke gereja setiap minggu. Tetapi mengapa … Continue reading CERPEN (41): Mengapa Kenyataan Tak Seperti Rencana?

CERPEN (40): Jangan Pernah Menjanjikan Sesuatu yang Belum Jadi Milikmu!

Setiap Sabtu saya tayangkan ulang cerita pendek yang sudah ditayangkan sebelumnya dengan judul sama pada 29 Mei 2016. Jangan pernah menjanjikan sesuatu yang belum jadi milikmu! Aku membaca tulisan yang tertempel di dinding apartemen milik teman baikku ini. Kalimat tersebut terukir indah di sebilah papan berhias sebagai penghias dinding. Tulisan tersebut tampak menohok karena tepat … Continue reading CERPEN (40): Jangan Pernah Menjanjikan Sesuatu yang Belum Jadi Milikmu!

CERPEN (39): “Tujuanmu Ada di Depan, Bukan di Belakang”

Ini adalah reblog dari artikel yang sama dan sudah tayang pada 14 Februari 2016. ______________ Aku terus melangkah menyusuri bibir pantai senja itu. Sayup-sayup angin melipir terasa di wajahku. Tak aku hiraukan ketika seseorang memanggil namaku untuk kembali. Percuma! "Tetaplah melangkah ke depan! Jangan pernah berjalan mundur ke belakang! Mungkin tapak kaki yang kau pijak … Continue reading CERPEN (39): “Tujuanmu Ada di Depan, Bukan di Belakang”

CERPEN (38): Mengasah Kesempatan menjadi Impian

Ini adalah reblog dari artikel yang sama dan tayang pada 2 Desember 2014. ________________________ Aku sengaja membawa ibu ke vila terpencil yang jauh dari kebisingan kota agar bisa menikmati ketenangan bersama. Aku mengundang ibu menikmati secangkir teh dan kue buatannya. Kami duduk di balkon arah taman sambil berbincang hangat mengenai berbagai topik. Kadang aku begitu … Continue reading CERPEN (38): Mengasah Kesempatan menjadi Impian

CERPEN (37): Kapankah Masalah Akan Berhenti?

Ilustrasi. Ini adalah reblog dari artikel sebelumnya yang tayang pada 1 Juni 2016. __________________________________________________________ Seorang anak kecil datang pada ibunya dan bertanya, “Ibu, kapankah masalah akan berhenti?” Ia begitu sedih melihat ibunya menangis menatap jendela. Segera ibunya melap tangis dengan kedua tangannya. Ibunya sadar, anaknya memperhatikannya sedari tadi. Lalu ibu berbalik menghampiri anak kecil itu untuk menenangkannya. … Continue reading CERPEN (37): Kapankah Masalah Akan Berhenti?

CERPEN 35: Katak Belajar Keluar dari Kotak Sampah

Ilustrasi. Ini adalah reblog dari artikel yang sudah tayang pada 19 Agustus 2010. __________________________________________________________ Suatu kali, saya menemukan seekor katak dalam kamar hotel dimana saya sedang menginap untuk tugas kantor. Saya paling takut dengan binatang apapun jenisnya. Meski tidak sampai phobia tetapi reaksi spontan saya menghindar, berlari, mencari sesuatu untuk mengusirnya atau mencari bantuan untuk … Continue reading CERPEN 35: Katak Belajar Keluar dari Kotak Sampah

CERPEN (34): Rahasia Kemenangan Itu Cuma Bersyukur dan Puas, Jangan Ingin Lebih!

Ilustrasi. Ini adalah reblog dari artikel yang sama dan sudah tayang pada 8 Agustus 2017. __________________________________________________________ Ketika mobil melaju ke area perbatasan negara Vietnam-Kamboja, di situ aku melihat beberapa kasino yang megah seperti layaknya hotel berbintang. Pemandangan ini kontras dengan bangunan lain di sekitar itu seperti rumah penduduk yang sederhana, jauh dari kemegahan. Makan siang … Continue reading CERPEN (34): Rahasia Kemenangan Itu Cuma Bersyukur dan Puas, Jangan Ingin Lebih!

CERPEN (33): ‘Jika Benar itu Bisa Kalah, Tetapi Benar Tak Mungkin Salah’

Ilustrasi. Ini adalah reblog dari artikel sebelumnya yang tayang pada 13 September 2017. __________________________________________________________ Dialog ibu dan anak: Anak : Ibu, mengapa semua orang ingin menganggap dirinya benar? Ibu : Mengapa kau berpikir demikian, nak? Anak : Aku berusaha menjelaskan bahwa aku tidak salah saat menabrakkan sepeda ke bapak itu tadi di jalan menuju pulang … Continue reading CERPEN (33): ‘Jika Benar itu Bisa Kalah, Tetapi Benar Tak Mungkin Salah’

CERPEN 32: Cari Jalan Lain atau Pecahkan Batu Itu!

Ilustrasi. Ini adalah reblog dari artikel yang sudah tayang pada 12 Maret 2016. Seorang pemuda bermimpi agar dapat melamar gadis pujaannya yang berada di seberang desa. Ia mendapatkan firasat bahwa gadis pujaannya tersebut memenuhi impiannya tentang pasangan hidup yang selama ini sudah dinantikannya. Gadis pujaannya itu tak lama lagi akan dipersunting pemuda lain, pilihan orangtuanya. … Continue reading CERPEN 32: Cari Jalan Lain atau Pecahkan Batu Itu!

CERPEN (31): Apa yang Anda Pikirkan Tentang Masa Lalu?

Ilustrasi Ini adalah reblog dari artikel sebelumnya di sini, yang tayang pada 24 Mei 2016. _____________________________________________________________________________________________ Rinai hujan turun di luar, aku duduk sore itu bersama ayahku di teras belakang rumah. Dia membawa kue cokelat buatan ibu dan sepoci teh manis hangat. Ia menuangkan teh itu dalam cangkirku. “Ini buatmu, nak” katanya padaku. Aku mengangguk perlahan … Continue reading CERPEN (31): Apa yang Anda Pikirkan Tentang Masa Lalu?

CERPEN (30): Burung Takut Terbang

Cara untuk mengatasi masalah terkadang harus berada pada titik yang paling tinggi, menyulitkan dan berisiko, namun disitulah kita memiliki keberanian. (Anna Liwun) Ilustrasi. Ini adalah reblog dari artikel sebelumnya yang sudah tayang pada tanggal 29 September 2010 di link berikut. __________________________________________________________________________________ Seekor burung ragu-ragu untuk terbang. Ia merasa bahwa belum cukup umur seperti burung-burung lain … Continue reading CERPEN (30): Burung Takut Terbang

CERPEN (28): Mengapa Kita Berbagi?

Ilustrasi. Ini adalah reblog dari artikel sebelumnya yang sudah tayang di link ini pada tanggal 28 Mei 2016. ________________________________________________________________________________________________________ “Ini buatmu!” kata anak kecil berambut sebahu, berbando merah dan berbaju atasan putih dengan rok lipit merah selutut kepada teman berseragam sama. Ia kemudian duduk di sebelah temannya yang diberi cokelat. “Terimakasih Anna” sahut temannya sambil … Continue reading CERPEN (28): Mengapa Kita Berbagi?

CERPEN (27): “Buat Orang Lain Bahagia itu Baik, Tapi Lebih Baik Kamu Juga Layak Bahagia”

Ilustrasi. Ini adalah reblog dari artikel yang tayang pada 6 Januari 2017 di link ini. _______________________________________ Aku terdiam sejenak saat ia mengatakan bahwa hubungan kami tidak bisa berlanjut. Oh Tuhan, aku baru mengenalnya kini ia ingin memutuskannya segera. Entah apa yang ada di benak pria itu. “Dengar Anna. Aku tak mungkin melanjutkan hubungan ini. Kau … Continue reading CERPEN (27): “Buat Orang Lain Bahagia itu Baik, Tapi Lebih Baik Kamu Juga Layak Bahagia”

CERPEN (25): Menanti Jawaban Doa

Ilustrasi. Ini adalah reblog dari artikel https://liwunfamily.com/2014/08/25/menanti-jawaban-doa/ sebelumnya yang tayang pada 25 Agustus 2014. ---------------------- Di suatu kisah diceritakan seorang perempuan yang setiap hari datang berdoa kepada Tuhan melalui doa Novena yang didoakan selama sembilan hari berturut-turut. Hanya satu pintanya, “Saya ingin Tuhan memberikan saya kupu-kupu yang indah pada bunga yang kupunya ini.” Dengan tekun … Continue reading CERPEN (25): Menanti Jawaban Doa

CERPEN 24: Ketika Tuhan Beri Taman Indah, Saat Kita Meminta Setangkai Bunga

Ilustrasi. Ini adalah reblog dari artikel sebelumnya yang tayang pada 16 Januari 2017 di link ini. Seorang perempuan muda datang pada seorang tukang pembuat taman yang bijak. Dia berkata "Hei bapak pembuat taman, saya ingin memiliki bunga yang paling indah sedunia. Bisakah kau buatkan untukku setangkai bunga saja tetapi yang paling indah? Karena aku belum … Continue reading CERPEN 24: Ketika Tuhan Beri Taman Indah, Saat Kita Meminta Setangkai Bunga

CERPEN (23): “Tidak Ada yang Bisa Menghakimi Masa Lalu Karena Kau Pemilik Masa Depan”

Ilustrasi. Ini adalah reblog dari artikel yang sudah tayang pada 29 Juni 2017. -------------—--—– Aku berdiri di tepi pelabuhan, memandang ferry yang berbayar menjauh menuju seberang. Entah berapa lama sudah aku tak pulang kampung. Aku rindu rumah. Aku rindu bau sawah. Aku rindu rasa embun di pagi hari. Aku rindu bersedekap merasakan hawa sejuk pegunungan. … Continue reading CERPEN (23): “Tidak Ada yang Bisa Menghakimi Masa Lalu Karena Kau Pemilik Masa Depan”

CERPEN (21): Maukah Kau Berbagi Kopi denganku Setiap Pagi?

Ilustrasi. Ini adalah reblog dari artikel sebelumnya yang sudah tayang di sini pada tanggal 17 Februari 2017. –———–———–———–——— Sumpah, aku tak minum kopi. Bau kopi di pagi hari membuatku mual. Aku bahkan hampir muntah saat ayahku membuat kopi untuknya. Setelah aku mengaku tak kuat minum kopi apalagi mencium aromanya, ayah beralih suka minum teh tiap … Continue reading CERPEN (21): Maukah Kau Berbagi Kopi denganku Setiap Pagi?

CERPEN (51): Inspirasi Kue Coklat di Bulan Oktober

Ilustrasi. Ini adalah reblog dari cerita sebelumnya yang sudah dimuat pada 1 Oktober 2017 yang bisa diklik pada link yang ditautkan. *** Siang itu ibu mengundangku untuk datang menjenguknya. Maklumlah di usia ibu yang tak lagi muda, ibu meminta bantuanku untuk membuatkan kue coklat. Katanya, ia sudah tak sanggup mengaduk adonan kue coklat. Meski kue … Continue reading CERPEN (51): Inspirasi Kue Coklat di Bulan Oktober

CERPEN (20): Cinta dalam Sepotong Pizza

Ilustrasi. "Was denkst du, Anna?” tanyanya. Apa yang kau pikirkan. Aku mendengarnya jadi terkejut. Aku tak percaya bahwa pria ini mengajak makan malam keluar. Oh, sulit rasanya membujuk pria Jerman ini makan di luar. Dia memilih masak dan makan di rumah, ketimbang makan di restoran. Aku gugup menjawabnya “Nicht”. Tidak ada yang aku pikirkan. Aku … Continue reading CERPEN (20): Cinta dalam Sepotong Pizza

CERPEN (19): Kidung Cinta Pangeran Kodok

Ilustrasi. Ini adalah reblog dari link pada 05.09.2010 yang bisa dicek pada link yang ditautkan. Rupa wajah yang tak setampan Romeo dalam Shakespeare. Mata yang tajam seperti elang dengan sorot seperti surya di pagi hari. Sesungging senyum seperti wangi bunga di pagi hari, meluluhkan hati. Wanita mana yang tak terpesona oleh mata dan senyum yang … Continue reading CERPEN (19): Kidung Cinta Pangeran Kodok

CERPEN (18): Jadi Orang Baik Sudah Cukup, Nak

Ilustrasi. Ini adalah reblog dari link pada 21.07.2017 yang sudah dimuat sebelumnya. "Memang penting menjadi yang terbaik dalam apa pun, nak” kata ibuku di sela-sela pembicaraan lewat telpon sore itu. “Namun kebanyakan orang lupa saat menjadi terbaik, mereka bukan orang yang baik,” lanjut ibu. Iya juga sih. Aku mengamini ucapan ibu sore itu. Sore waktu … Continue reading CERPEN (18): Jadi Orang Baik Sudah Cukup, Nak

CERPEN (17): Jadilah Terbaik Untuk Diri Sendiri, Bukan Buat Orang Lain!

Ilustrasi. Ini adalah reblog dari artikel sebelumnya yang bisa dicek di link ini. Aku pejamkan mata saat aku ingat peristiwa itu. Oh Tuhan, aku sudah melakukan segalanya dengan sempurna. Apa yang kurang? Rintihku dalam hati. Tak terasa air mata menetes di pipi. Aku hapus air mata dengan kedua tanganku saat ibu menghampiriku. “Ada apa sayang?” tanya … Continue reading CERPEN (17): Jadilah Terbaik Untuk Diri Sendiri, Bukan Buat Orang Lain!

CERPEN (16): Jadi Orang Baik, Rahasia Panjang Umur Oma Isabel

Ilustrasi. Jadilah manusia yang berguna setidaknya tidak berbicara buruk dan menyakiti hati orang lain! Ini adalah reblog dari artikel 04.12.2016 yang bisa dibaca di link ini. Demikian kalimat bijaksana meluncur dari seorang perempuan tua yang sudah melewati seabad usianya. 102 tahun, wow! Aku terkejut sekaligus kagum padanya. Ditemui di panti jompo, nenek yang bernama Isabel … Continue reading CERPEN (16): Jadi Orang Baik, Rahasia Panjang Umur Oma Isabel

CERPEN (15): Teruslah Berlari!

Ilustrasi. Ini adalah reblog dari link pada 29 Januari 2014. Alkisah diceritakan ada seorang yang memiliki fisik kecil, terlihat begitu lemah tapi bersemangat untuk ikut lomba lari di desanya. Ibunya melarang si anak untuk tampil ikut serta dalam lomba. Namun si anak tetap nekad dan gigih untuk bisa memenangkan putaran lomba lari tersebut. Sebelum lomba, … Continue reading CERPEN (15): Teruslah Berlari!