CERPEN (62): Lihatlah Masalah Dari Berbagai Sudut Pandang!

  Ini adalah Reblog dari artikel berjudul sama yang sudah dirilis pada 9 Maret 2016. Seorang Profesor yang bijak memberi sebuah foto dalam layar yang terpajang di dinding kelas. Ia menunjukkan sebuah foto dan bertanya kepada mahasiswanya. "Ada yang tahu ini gambar apa?" tanyanya. Seorang mahasiswa berkacamata mengacungkan jari dan menjawab, "Bunga, Pak." Professor menggeleng. … Continue reading CERPEN (62): Lihatlah Masalah Dari Berbagai Sudut Pandang!

CERPEN (55): Hanya Waktu yang Tidak Bisa Dibeli, Percayakah Anda?

Ini adalah cerita pendek dengan judul sama yang sudah diterbitkan pada link yang ditautkan pada 4 Februari 2012. Sebuah perumpamaan muncul di negeri bijak. Ada sebuah toko yang ramai dikunjungi orang. Banyak orang antri untuk mendapatkan yang diinginkan. Seorang perempuan cantik bangga keluar dari toko itu, Ia berhasil membeli 'kecantikan'. Wajahnya berubah sebagaimana yang diinginkan. … Continue reading CERPEN (55): Hanya Waktu yang Tidak Bisa Dibeli, Percayakah Anda?

CERPEN (54): Dialog Ibu dan Anak yang Bertanya tentang Tuhan

Ini adalah Reblog dari artikel berjudul sama dan sudah tayang pada 29 September 2010. Anak: “Ibu, sebenarnya siapa itu Tuhan?” Ibu: “Mengapa kau mempertanyakan itu, nak?” Anak: “Aku sering mendengar orang berbicara tentang Tuhan. Saat mereka berbicara tentangNya, aku tak melihat sosok Tuhan. Sebenarnya siapakah Dia, ibu?” Ibu: “Tuhan adalah Yang Agung, Yang Ilahi. Rupanya … Continue reading CERPEN (54): Dialog Ibu dan Anak yang Bertanya tentang Tuhan

CERPEN (53): Arti Mimpi tentang Jodoh

Apa yang kau cari sedang mencarimu. Konsep jodoh. Ini adalah Reblog dari artikel yang sama dan sudah tayang pada 2 Oktober 2015. Aku datang tergopoh-gopoh menuju meja kerjaku. Aku datang terlambat. Aku menundukkan kepala dan cepat-cepat meraih laptopku untuk mulai bekerja. Aku lihat kanan kiri, rekan kerja sekitar seperti asyik dengan pekerjaannya. Oops, tidak dengan … Continue reading CERPEN (53): Arti Mimpi tentang Jodoh

CERPEN (52): Pengalaman Itu Mahal Harganya!

Ini adalah Reblog dari artikel berjudul sama yang sudah tayang pada 27 April 2016. Pagi itu, aku bertemu dengan seorang nenek tua di tepian desa. Dia sedang mengambil air di sumur tua milik desa. Sumur tua yang terletak jauh dari keramaian desa, sehingga setiap orang harus berjalan berkilo-kilo untuk menjangkaunya, termasuk nenek tua di sebelahku … Continue reading CERPEN (52): Pengalaman Itu Mahal Harganya!

CERPEN (50): Kopi yang Tak Pernah Manis

Ini adalah Reblog dari artikel fiksi yang sudah tayang sebelumnya pada 7 September 2015. “Zwei Kaffee, bitte!” seru abang teman baikku. Abang datang mengajakku ngobrol di warung kopi. Meski warung kopi ini sederhana, entah mengapa ia memuji racikan kopi tempat ini. “Ok!” sahut sang pelayan yang sepertinya sudah terbiasa menerima order dari abang. Bisa jadi … Continue reading CERPEN (50): Kopi yang Tak Pernah Manis

CERPEN (49): Rahasia Resep Perkawinan Ala Kue Coklat Nenek

Ini adalah Reblog dari artikel berjudul sama yang sudah tayang pada 8 September 2015. "Semua rahasia kelezatan kue cokelat terletak pada peraciknya bukan pada wadah, bahan atau takaran yang diberikan. Jika ingin berhasil membuat kue cokelat pastikan bahwa peraciknya membuatnya dengan sabar dan sepenuh hati." Sore itu aku berkeinginan membuat kue cokelat yang disukai oleh … Continue reading CERPEN (49): Rahasia Resep Perkawinan Ala Kue Coklat Nenek

CERPEN (48): Menemukan Kedamaian di Siang Bolong

Ini adalah Reblog yang sudah tayang dengan judul sama pada 9 September 2015. Seorang oma duduk di hadapanku siang itu. Ia seperti memerlukan bantuan untuk menulis sesuatu di kartu pos yang akan ditulisnya. Aku memang sedang berada di kantor pos yang menjadi landmark kota. Aku mampir sebentar untuk mengambil gambar yang menurutku menarik untuk dijadikan … Continue reading CERPEN (48): Menemukan Kedamaian di Siang Bolong

CERPEN (45): Jika Anda Pernah Gagal, Mungkin Anda Perlu Ubah Caranya

Ini adalah Reblog dari artikel dengan judul sama dan sudah tayang pada 30 November 2015. Satu bulan lagi, tahun akan berganti. Tidak terasa perjalanan yang sudah dilalui, hari demi hari, bulan demi bulan dan kini sudah di penghujung tahun. Kira-kira apa yang sudah dicapai dari niat dan harapan yang kita lambungkan di awal tahun? Adakah … Continue reading CERPEN (45): Jika Anda Pernah Gagal, Mungkin Anda Perlu Ubah Caranya

CERPEN (43): Gantungkan Cita-cita Setinggi Langit

Setiap Sabtu saya tayangkan ulang cerita pendek yang sudah ditayangkan sebelumnya dengan judul sama pada 9 Januari 2016. Tiba-tiba pintu kamarku diketuk. "Ayo bangun, nak. Apa kamu tidak sekolah?" tanya ibu dari luar kamar. Ibu langung masuk kamarku yang memang tidak terkunci. "Bergegas berangkat ke sekolah, kamu bisa bareng dengan abangmu." "Ibu, mengapa aku harus … Continue reading CERPEN (43): Gantungkan Cita-cita Setinggi Langit