Die Weihnachtskrippe, This Sets More Than Decorations in Christmas

At Dome St. Stephan, Passau.

At home.

Everyone has own way to celebrate Christmas, including putting up decorations on their home. This is not necessity, but memorable on Christmas. The interested thing on my memory is about Die Weihnachstkrippe, in Deutsch or the Nativity scene which described unique and awesome beyond the story as written in Bible.

This scene may be used to represent of the first century when Jesus was born. They placed on figures based on the characters such as Joseph, Maria and Jesus in the manger as the main persons. Several figures can be added depend on cultures or inspired by church.

It can be unique of theme to feature a drama of Jesus birth in every place which celebrates Christmas such as church, house, market, school, institutions, etc. The tradition is only to be reminder that Jesus was born in simply, humble and poor.

How ever you celebrate Christmas nowadays, Der Weihnachtskrippe or the crib of Jesus birth is the effort to promote the meaning of Christmas. We can recognize this as symbol in different meaning for different people. For me, this means more than decorations in Christmas.

 

***
Die Weihnachtskrippe adalah potongan adegan kelahiran Yesus Kristus yang biasa ditampilkan di Gereja Katolik atau rumah-rumah mereka yang merayakan Natal. 

Meski bukan keharusan, namun banyak juga dari mereka yang ingin menghadirkan kisah Natal dalam figur model seperti yang tertulis dalam Alkitab. Ini seperti diorama yang menampilkan representasi abad kesatu dari kelahiran Sang Juruselamat.

Dalam tradisi di rumah saya, kami biasa menempatkan diorama ini sebelum Natal hingga nanti jatuh Epiphany, sekitar dua minggu setelah Natal.

Minggu Advent Ketiga di Jerman: 6 Hal Pernak-pernik Natal

Shopping center.

Christmas almost comes now. Today is began third of Sunday Advent that meant in traditionally Catholic to rejoice on the spiritual preparation for Christmas on the coming of Our Lord. We are intense to prepare all things in related Christmas celebration as personally and communally to be busy and hectic as well as the expected Christmas.

In following article, I written in Bahasa Indonesia that explains how to prepare all things in connecting with Christmas in Germany. We tend to focus these weeks, what are obvious such as shopping, gathering with family and friends in Christkindlmarkt, putting up decorations then continued to plan up holiday season in New Year.

****

In Bahasa Indonesia

Dekorasi Natal di tempat publik.

Hari minggu ini sudah memasuki Minggu Advent ketiga, semua orang sudah terlihat sibuk mempersiapkan Natal. Mulai dari berbelanja di supermarket hingga menyiapkan pernak-pernik di rumah.

Mayoritas penduduk Jerman merayakan Natal, bahkan libur untuk hari kerja perkantoran, sekolah, dan kuliah/kursus sebelum Natal hingga melewati Tahun Baru. Segala pernak-pernik sudah marak dijual sejak akhir Oktober lalu. Dekorasi Natal pun meramaikan semua tempat publik seperti pusat perbelanjaan, restoran bahkan kelas saya pun tak luput dari dekorasi Natal.

Berikut hasil pengamatan saya selama di sini:

1. Berbelanja

Parcel di supermarket.

Tak hanya di Indonesia saat orang sibuk berbelanja menjelang hari raya, di Jerman juga. Sabtu lalu saat saya dan suami pergi ke salah satu mall, kami tidak dapat tempat parkir. Begitulah! Berbelanja bisa identik dengan kebutuhan berhias diri semisal pakaian dan alas kaki. Toko dan tenant di mall memberikan diskon untuk menarik atensi pembeli.

Berbelanja lain bisa juga untuk hadiah orang lain. Natal juga dirayakan dengan memberikan hadiah kepada orang yang dikasihi atau orang yang dikenal. Itu sebab banyak juga kemasan pernak-pernik dibungkus menyerupai kado. Misalnya kosmestik, parfum, cokelat dan sebagainya.

2. Christkindlmarkt atau Pasar menjelang Natal

Salah satu Christkindlmarkt yang dikunjungi.


Salah satu sudut keramaian di Christkindlmarkt.



Beberapa kali saya juga membahas pasar menjelang Natal ini yang sudah dimulai sejak minggu terakhir November. Selain menyediakan kebutuhan Natal bagi warga, sebenarnya pasar ini menjadi ajang keriaan warga untuk bertemu satu sama lain. Ini bisa dikatakan pasar rakyat.

Keindahan kemerlap lampu warna-warni di gelap malam menambah keindahan pasar ini. Christkindlmarkt adalah simbol masyarakat Jerman memeriahkan Natal. Ini juga terlihat indah kala malam hari, semacam pasar malam.

3. Menghiasi ruangan dengan dekorasi Natal

Dekorasi Natal yang dijual.

Bunga ini juga identik dengan dekorasi Natal di Jerman.

Der Krippe.



Dekorasi Natal tak hanya menghiasi area publik. Rumah-rumah di Jerman diwarnai berbagai hiasan dekorasi Natal. Apa saja? Der Krippe yakni gambaran Natal berisi drama kelahiran Yesus Kristus. Pohon Natal (Der Christbaum) dengan berbagai hiasannya. Hingga berbagai dekorasi menghiasi seluruh rumah dengan lampu berhias kerlap kerlip. Tak hanya rumah saya yang berhias, namun juga kelas tempat saya belajar juga diwarnai hiasan dan dekorasi Natal.

4. Menyediakan kue Natal

Contoh kue-kue yang dijumpai di supermarket. 

Kue buatan sendiri.



Hari raya di Indonesia identik dengan kue-kue, begitu pun di Jerman. Berbagai kue dan pengananan tersedia di berbagai supermarket. Tak hanya itu, mereka yang punya kepandaian membuat kue juga sudah mulai sibuk membuatnya seperti ibu mertua saya. Dia sudah membuatkan kue-kue tersebut sejak dua minggu lalu.

5. Acara televisi program istimewa Natal

Sebagaimana hari raya yang identik dengan hari libur bersama keluarga maka program televisi di Jerman pun tak luput dari tayangan istimewa. Tayangan istimewa bertemakan Natal atau film-film box office menghiasi layar televisi. Iklan televisi bertemakan Natal juga mendominasi program tayangan. Sepanjang perjalanan dengan mobil saya juga mendengarkan radio sering memutar lagu-lagu Natal. Semua meriah.

6. Program liburan 

Hari raya juga identik dengan keriaan liburan bersama keluarga di tempat istimewa. Ini pula yang disebut sebagai peak season, ketika semua harga bisa terkesan lebih mahal dari waktu hari biasa. Hotel penuh dipesan orang. Transportasi umum pun mahal karena orang hilir mudik di hari libur. Natal di Jerman seperti dimanfaatkan sebagai tradisi kebersamaan bersama keluarga secara istimewa. Liburan adalah salah satu cara mereka melewatkannya.

Demikian hasil pengamatan saya di Jerman. Hari Raya Natal menjadi meriah bukan hanya milik umat Kristiani saja. Natal menjadi tradisi dan bagian gaya hidup pada sebagian orang. Apalagi Natal selalu dirayakan menjelang Tahun Baru yang tentu menjadi musim liburan bagi semua orang di dunia.

Semoga bermanfaat!

A Gift from A Good Friend in Nicholas Day

Saint Nicholas.

The wrapped chocolate figure of Saint Nicholas.


Do you know Saint Nicholas? Since I was a kid in Indonesia, I only knew “Sinterklas” as Saint Nicholas who always brings a lot of gifts for children on Christmas Day.

Last week, I have got a gift from colleague in class. He gave me a special gift due to Saint Nicholas day. In Germany we known “der Heilige Nikolaus” or “der Nikolaustag” that aimed to celebrate Saint Nicholas in traditionally Catholic Church over the most Catholic region, Bavarian. The characters of Saint Nicholas is identified as Santa Claus who always brings gifts to good person during Christmas season.

This custom happening in Germany is on 6th December that festives Saint Nicholas through giving a gift to good friends or colleagues. What do they give commonly? The most they give you ‘something sweet’ such as chocolate. That’s why you can find many chocolates in figure of Saint Nicholas in supermarket recently. The other options, they may give special gift that happened to me last week.

According to the legend in Bavaria, children put the wishing letter that contains something gift on their socks or shoes. They believe Saint Nicolas will respond to meet up their wishing when they behave as good kids. I have no idea that could be associated with giving a gift to good friends or colleagues.

In my paper gift, I have got a wrapped chocolate figure of Saint Nicholas and novel in Deutsch word. I figured out this good friend really known that I am still learning deutsch as Germany language. Unfortunatelly, I didn’t give him a gift because I have no idea regarding Saint Nicholas Day. As I knew, I will give a gift later on Christmas day to certain and special person such as spouse, family and best friends.

So, do you have any experiences in connecting with Santa Claus? Share your idea in comments!

*****

In Bahasa Indonesia

Hadiah dari teman baik.

Cokelat berbentuk Sinterklas dijual di supermarket.



Tanggal 6 Desember dalam tradisi Gereja Katolik adalah perayaan Santo Nikolaus. Di Jerman, tradisi perayaan Santo Nikolaus menjadi sesuatu yang istimewa. Nama perayaan ini disebut “der Heilige Nikolaus” atau “der Nikoloustag”. Mengingat figur ini identik dengan Sinterklas, sosok yang selalu muncul di kala Natal tiba.

Apa yang anda ingat tentang Sinterklas?

Di Indonesia, saat saya masih kecil. Orangtua selalu membawa saya ke perayaan Natal khusus anak-anak di Gereja. Dimana saya dipertemukan dengan figur Sinterklas yang terkenal baik hati. Dia selalu menyiapkan hadiah asalkan saya berjanji bisa menjadi anak yang baik.

Kembali ke legenda di Jerman. Di Jerman, anak-anak sibuk menyiapkan surat kepada Santo Nikolaus dan menyelipkannya di kaus kaki atau sepatu. Mereka berharap bahwa Santo Nikolaus akan memenuhi harapan mereka asalkan mereka sudah menjadi anak yang baik. Alhasil saya mendengar teman-teman saya di sini sibuk membantu anak-anak mereka menyiapkan perayaan Santo Nikolaus di sekolah, terutama di taman bermain (TK).

Namun saya juga tidak menyangka, seorang teman kelas memberikan saya hadiah. Di dalam tas hadiah bergambar Santo Nikolaus itu, saya mendapatkan cokelat yang terbungkus figur Santo Nikolaus dan sebuah novel yang dibungkus indah. Mungkin teman saya tahu bahwa saat ini saya sedang belajar bahasa Jerman.

Apa yang diharapkan orang-orang Jerman, terutama di wilayah Bavaria yang mayoritas memeluk Katolik? Mereka berharap sesuatu yang manis seperti cokelat. Itu sebab saya menemukan ragam cokelat di supermarket sejak akhir November. 

Tak hanya cokelat, anda juga bisa memberikan sesuatu yang lain seperti yang saya dapatkan. Bahkan suami saya juga mendapatkan hadiah dari rekan kerjanya, cokelat dan krim cukur untuk pria.

Bagaimana pengalaman anda yang lain soal hadiah di hari Natal?

Christkindlmarkt: Pasar Menjelang Natal di Jerman Untuk Donasi

Keriuhan orang di salah satu Christkindlmarkt.

Berbagai kedai makanan dan minuman tersedia.

Christkindlmarkt dibuka usai misa berakhir.

Kedai sovenir atau hadiah.

Ada juga jual buku atau pembelian kupon untuk donasi sosial.

Atau hanya sekedar bertemu dan menyapa teman dan tetangga satu sama lain.


Jika anda berpikir Christkindlmarkt, pasar menjelang Natal hanya untuk area bisnis, itu tidak benar. Pasar menjelang Natal diadakan di tiap kota untuk merayakan kebersamaan menjelang Natal sekaligus memenuhi segala kebutuhan orang-orang mempersiapkan Natal. 

Memang Christkindlmarkt berawal dari pasar musiman, yang secara tradisional menjadi ciri khas bahwa Natal akan tiba di Jerman. Itu sebab tiap kota secara meriah menyelenggarakannya untuk berinteraksi silahturahmi satu sama lain dalam satu kota. Ternyata dibalik itu, ada tujuan sosial juga, tidak seperti pasar yang mencari keuntungan semata.

Ketika pilihan datang ke Christkindlmarkt di malam hari belum terwujud. Usai pulang misa dari Gereja minggu lalu, saya dan suami datang lagi di kota lain. Usai memberikan berkat penutup, Pastor mengajak seluruh umat untuk datang halaman dekat Gereja, menyaksikan dan berpartisipasi di Christkindlmarkt

Apa yang terjadi?

Christkindlmarkt diselenggarakan oleh Gereja Katolik setempat dalam rangka pencarian dana sosial. Jadi gerai yang dibuka dikhususkan untuk kegiatan amal. Ada kedai makanan, kedai minuman, kedai dekorasi Natal, kedai buku-buku hingga kedai hadiah Natal. Lengkap!

Kali ini saya memang datang di siang hari. Kemeriahan Christkindlmarkt lainnya, diupayakan dalam kemerlap malam hari di tengah dingin salju.

Winterlicher Blatsalat und Consumè vom Steinpilz: Makan Malam Kreasi Natal ala Hotel (1)

Pohon cemara berhias atribut Natal di hotel.

Pilihan menu istimewa dalam daftar di sini.

Suatu kali saya dan suami makan malam di hotel dalam edisi menjelang Natal. Pastinya ada menu berbeda yang ditawarkan ketimbang makan di rumah. Perbedaannya tentu soal rasa dan tampilan yang menggiurkan. Menarik mata dan sensasi rasa!

Dalam edisi menjelang Natal, pilihan di buku menu pun istimewa. Begitu istimewanya sehingga saya akan membuatnya berseri dua bagian. Jadi saya mendapatkan empat sajian mulai dari minuman dan roti pembuka hingga makanan penutup. 

Minuman pembuka.

Roti di awal, toppingnya adalah butter.

Untuk kali pertama yang saya muat adalah salat dengan nama lengkapnya yang keren, kleiner Winterlicher Blattsalat in Kürbiskerndressing mit gerösteten Nüssen. Ini adalah sejenis salat di musim dingin dengan dressing seperti biasa mayonnaise dan taburan kacang sebagai topping. Rasanya sudah pasti enak.

Jadi salat dan roti disajikan sebagai makanan pembuka bersama minuman alkohol sesuai pesanan. Namun saya bisa memesan minuman tanpa alkohol juga, seperti air mineral favorit saya tentunya. Tamu juga bisa memesan soft drinks sesuai keinginan jika suka. Tips pertama yang didapat, makanlah salat sebagai hal pertama bukan sebagai penutup!

Salat yang dimaksud.

Puas makan salat, pramusaji datang lagi mengambil piring salat dan menata meja makan. Layaknya hal yang perlu diperhatikan dalam table manner. Kali ini pramusaji menempatkan sendok sup di atas meja. Pikiran saya pun langsung terbayang bahwa makanan selanjutnya pasti berkuah.

Selang beberapa lama, pramusaji datang lagi membawa sajian berbeda. Semangkuk kecil roulade dengan kuahnya yang berwarna kecoklatan. Nama makanan selanjutnya adalah Consumè vom Steinpilz mit Sherry und Pistazien-Crèpe-Roulade. Lengkap! Dari asal nama maka makanan ini semacam roulade daging. Rasanya hangat di tenggorokan, apalagi di luar suhunya minus 2 derajat. 

Rouladesuppe yang dimaksud.

Di mangkuk hanya tersedia dua roulade namun cukup mengenyangkan. Kuahnya menyegarkan membuat siapa pun ingin menikmati makanan ini perlahan demi perlahan. Tips kedua, seni menikmati makanan adalah makanlah perlahan-lahan dan kunyah selama mungkin!

Pramusaji datang dan bertanya rasa makanan. Saya pun sigap menjawab dalam bahasa Jerman bahwa makanan ini enak. Mereka pun tersenyum senang sambil merapikan alat makan saya. Makanan selanjutnya akan segera dihidangkan.

Nantikan edisi kedua makanan ini!❤