Menikah Karena Cocok, Bercerai Karena Tidak Cocok

Seorang artis yang baru saja naik pamornya telah berhasil diliput media karena akan menikah. “Ya, kami berdua akan segera menikah. Doakan saja ya!” Demikian kata si artis saat diwawancara sebuah televisi. Ketika ditanya awak media, mengapa menikah? “Karena kami cocok.” Itu jawaban si artis lagi.

Lalu beberapa tahun kemudian, televisi menyiarkan lagi bahwa artis ini baru saja menggugat cerai pasangan. Kembali lagi media memberitakan tentang prahara perkawinan si artis ini. Kembali media bertanya apa penyebab perceraian? “Karena tidak ada kecocokan.” Begitulah jawabannya.

Apakah pernikahan itu? Apakah pernikahan menjadi sebuah alasan setelah mendapatkan kecocokan dengan pasangan?

Hal menarik setelah saya menyimak pernyataan artis tersebut, ukuran kecocokan dan ketidakcocokan adalah berdasarkan komunikasi. Jika tidak ada hambatan dalam berkomunikasi dikatakan cocok. Padahal semua orang jelas mengetahui saat ini era komunikasi yang super canggih yang bisa meminimalisir hambatan komunikasi. Lalu ketika komunikasi terhambat, dikatakan ada ketidakcocokan.

Setiap orang selalu punya alasan mengapa memutuskan menikahi pasangan. Cinta adalah dasar utama yang tak bisa dijelaskan dan digambarkan, termasuk dikomunikasikan.

Meski mudah mengatakan bahwa sulit mempraktikkan rumus komunikasi yang  baik dengan pasangan. Pasalnya berpasangan terjadi karena dua individu yang berbeda karakter apalagi budaya dan gaya hidup. Perbedaan tidak memicu kecocokan atau ketidakcocokan tetapi memahami bahwa ada saatnya cocok dan ada saatnya tidak cocok.

Namun bukan berarti cocok berkomunikasi itu menikah lalu ketidakcocokan berkomunikasi lantas bercerai.

So, anda sendiri bagaimana? Ada pendapat?

Advertisements