Pfannkuchen, Sejenis Pancake yang Mudah Dibuat: Makanan Khas Jerman (28)

Happy Sunday! 

This post is about recipe how to make pfannkuchen. It also named crepes which is very thin pastry. The easier thing, you can buy crepes set in supermarket then creating your own style inside its together. Through this recipe, my post shown up how to make it simple at home. 

****

Jika di Indonesia, mungkin pancake atau crepes adalah nama sajian kue yang tak asing dan mudah dijumpai. Saya pernah mengulas pembuatan crepes di sini. Nama crepes dimunculkan saat ada jajanan festival yang dijajakan gerai makanan. Entah mengapa disebut demikian.

Namun sebagian masih menganggap makanan ini adalah pfannkuchen dalam bahasa Jerman. Ibu mertua saya biasa membuatkannya untuk hidangan kaffeetrinken. Malahan saya pernah menjumpai di pfannkuchen dicampurkan dalam sop sayuran. Awalnya saya pikir aneh, ternyata tidak. 

Pfannkuchen untuk sop sayuran tentu mungkin tidak berasa manis, tawar. Sedangkan pfannkuchen yang biasa disajikan di jajanan festival berasa manis dengan isian tergantung selera.

Kali ini saya berbagi cara mengolah pfannkuchen yang mungkin bisa ditiru.

    Pertama-tama, jika tidak membeli crepes di pasaran. Berikut cara membuatnya dengan mudah.


    Contoh crepes yang dijual di supermarket.

    Bahan-bahan yang diperlukan:

    • Tepung terigu.
    • Garam.
    • Telur.
    • Susu cair.
    • Sedikit air.
    • Mentega cair yang sudah dilelehkan.
    • Fat/minyak sayur/mentega.

    Cara membuat:

    1. Masukkan tepung terigu, garam, telur, mentega dan susu cair
    2. Aduk dengan kuat. 
    3. Tambahkan air jika perlu. 
    4. Panaskan wajan. Masukkan sedikit saja fat/minyak sayur/mentega, tuang satu sendok sup adonan. 
    5. Masak dalam api kecil hingga sisi bawah berwarna kecoklatan. Lalu angkat dan singkirkan sementara.

    Untuk saus vanila, saya pikir perlu membuatnya sendiri. Ini seperti membuat saus vanila puding. Jika anda kesulitan, saus vanila bisa diisi dengan nutella.


    Bahan-bahan yang diperlukan:

    • Telur.
    • Gula.
    • Susu cair.
    • Vanila essence
    • Sedikit garam.
    • Tepung maizena.

    Cara membuat saus vanilla:

    1. Ambil telur, buang putihnya. Letakkan kuning telur, sedikit garam, tepung maizena dan gula. Aduk yang kuat.
    2. Siapkan panci. Masukkan susu cair.
    3. Tuang adonan pertama ke dalam panci dan masak sambil terus diaduk-aduk. Beri vanila essence.
    4. Beri sedikit tepung maizena lagi, kemudian masak hingga mengental.

    Jika semua bahan sudah lengkap, langsung kita membuat crepes yang dimaksud pada foto.

    Bahan yang diperlukan:

    1. Kulit pfannkuchen yang bisa dibeli di supermarket. Atau anda juga bisa buat sendiri.
    2. Fat/minyak goreng.
    3. Nutella/coklat.
    4. Saus Vanila.
    5. Gula putih tabur.
    6. Krim kue (pilihan).

    Cara membuat: 

    1. Panaskan wajan. Masukkan pfannkuchen atau crepes satu lembar.
    2. Beri sedikit saja nutella di ujung dan lipat menjadi gulungan. Pastikan dengan api kecil agar tidak mudah hangus.
    3. Setelah terbentuk gulungan, angkat dan sajikan di wadah. Begitu selanjutnya. 
    4. Agar menarik dan kaya rasa, siram pfannkuchen dengan saus vanila. Tambahkan nutela cair yang sudah dilelehkan terlebih dulu. 
    5. Anda juga bisa menambahkan krim kue agar menarik dan gula putih tabur di atasnya.


      Selamat mencoba!

      Smoked Salmon with Potatoes, Glühwein dan Crepes, Jajanan Pasar Natal: Kuliner Budapest, Hungaria (3)

      Smoked Salmon with Potatoes.

      Masih ingatkah anda artikel tentang salmon grilled yang saya jumpai di Christkindlmarkt di Jerman?

      Baca https://liwunfamily.com/2017/12/22/finnischer-lachsgrill-ikan-salmon-yang-dipanggang-makanan-khas-jerman-22/

      Setibanya di Basilika Santo Stephanus, kami melihat pasar Natal serupa seperti di Jerman. Pasarnya begitu megah dan terlihat eksklusif yang dijadikan pasar rakyat yang meriah. Banyak turis datang menikmati sajian kuliner atau membeli berbagai pernak-pernik khas Hungaria.

      Salah satu yang membuat kami lapar adalah kedai yang terlihat banyak asap dan letaknya tepat di depan lapangan basilika. Kedai tersebut menjual salmon yang dipanggang dan beberapa sajian lainnya. Kami menyukai ikan dan sengaja berhenti di situ untuk mencicipinya. Meski harganya lebih mahal saat kami beli di Jerman.

       

      Petugas pemanggang salmon benar-benar paham bagaimana membuat tekstur ikan yang sesuai. 

       

      Pramusaji menuangkan potongan kentang bersisian dengan salmon panggang.

       

       

      Nikmat sekali!

      Saat pramusaji memenuhi permintaan kami, dia meletakkan irisan salmon yang dipanggang dan masih berasa panas di selembar piring kertas. Dia bertanya, apa yang dikehendaki selanjutnya? Pilihannya roti ciabatta atau kentang. Kami pilih kentang yang diolah dengan cara ditumis dan diberi bawang bombay serta daun seledri yang ditaburi sedikit. Rasa kentang ini juga enak sekali. 

      Kentang tersebut diletakkan bersisian dengan salmon panggang. Porsinya yang lumayan besar cukup buat saya dan suami. Lagipula saat membayar, kami terkejut juga mendapati harganya yang lumayan mahal yakni sekitar 15€. Meski saya membayar dengan mata uang Hungaria, namun rasanya sajian ini lebih mahal saat kami dapati model sajian yang sama di Jerman hanya sekitar 10€.

      Harga mahal namun rasa yang lezat cukup membuat kami senang juga. Sepertinya si pemanggang salmon tahu betul bagaimana membuat tekstur daging salmon enak dan tidak hangus. Enak sekali! Sedangkan jika memilih smoked salmon dengan roti ciabatta harganya jauh lebih murah. Untuk menikmatinya cukup diberi siraman lemon sedikit. Enak sekali meski tak banyak bumbu yang digunakan.

       

      wp-image-1858705261
      Pfannkuchen atau crepes.

       

       

      wp-image-1710999197
      Glühwein.

       

       

      wp-image-1953881364
      Kedai yang menjual di pasar Natal.

       

      Selain salmon with potatoes, ada lagi crepes dan glühwein. Crepes, semacam Pfannkuchen di Jerman. Di sini hanya tepung, telur dan air sedikit. Lalu dipanaskan di wajan datar hanya beberapa menit.

      Di Indonesia, jajanan ini dijual menjadi makanan populer di pusat perbelanjaan. Di Indonesia, crepes lebih krispi sedangkan di sini lebih lembut, mungkin bahan yang digunakan berbeda.

      Isian crepes bisa bermacam-macam sesuai selera. Saya paling suka cokelat saja atau ditaburi madu juga boleh. Ini bisa jadi jajanan kaki lima yang mudah dijumpai di Eropa. Anda bisa mensontek gaya saya membuatnya di sini.

      Baca https://liwunfamily.com/2017/09/24/jangan-hanya-tahu-makan-crepes/

      Untuk minumannya, ternyata ada juga glühwein di sini. Saya lupa berapa harganya dalam mata uang HUF, namun kira-kira harganya sekitar 3€. Tak perlu deposit gelas seperti layaknya di pasar Natal di Jerman. Mereka menuangkan glühwein dalam gelas bermaterial sekali pakai.

      Glühwein menjadi minuman hangat dan terbaik disajikan saat musim dingin seperti sekarang di sini.

      Demikian hasil perburuan kuliner di pasar Natal. Pastinya masih ada lagi sajian kuliner lain yang ditemukan di Budapest. 

      Semoga bermanfaat!

      Jangan Hanya Tahu Makan Crepes, Apa Sih Itu?

      Crepes buatan sendiri. Lihat kulitnya berbeda dari crepes yang dijual di Indonesia.

      Kulit crepes dijual di supermarket. Lumayan jadi bisa buat di rumah.


      Selalu ada crepes yang jadi jajanan di setiap festival di sini. Dengan variasi isian yang manis, siapkan kocek 4€-5,5€. 

      Saya menyukai crepes kala masih sekolah di Jakarta dulu sering mampir ke Blok M mall. Dengan seragam putih abu-abu, saya mulai suka dengan jajanan ini. Kemudian kuliah pun sambil menyisihkan uang jajan, saya beli crepes juga. Saya suka rasanya yang yummy, bisa dibuat manis atau asin, kadang bisa dibuat juga panas atau dingin. Pokoknya suka deh!

      Nah tahun 2013 saya menginjakkan kaki pertama di Jerman, ada festival digelar di pusat kota München. Tak disangka ada penaganan crepes, wow! Langsung saya ikut antri kala musim dingin saat itu, pas saya lihat harganya 4€. Hmm, bila dibandingkan di Indonesia harga Crepes sekarang sekitar 1€. Namanya kepengen, saya suka sekali mencicipinya. 

      Di belahan bumi lain, sebut di Perancis dan Luxemburg, ternyata makanan ini termasuk street foods loh. Jadi wabah crepes tidak hanya melanda di Jerman saja, rupanya makanan ini cocok dijadikan penganan setelah makan siang dan sebelum makan malam.

      Meski bentuk crepes di Eropa berbeda dengan kebanyakan yang dijual di Indonesia, namun inti adonan tetap sama. Kulit crepes berasal dari tepung terigu, susu dan telur. Setelah dicampurkan dan dikocok, ambil adonan kira-kira satu centong sayur lalu ditaburi di wajan panas yang datar. Sebelumnya beri olesan mentega pada wajan panas tersebut. Kemudian putar adonan memenuhi wajan melingkar, tunggu beberapa saat kemudian jadi kulit crepes.

      Crepes tak ubahnya pancake. Makanan ini bisa diisi dengan berbagai isian yang manis seperti coklat, pisang, selai, sirup mapple, jus lemon atau irisan manisan lain bahkan ice cream. Ada pula isian crepes di Indonesia ditambahkan daging cincang matang dan sayuran sehingga menyerupai kebab. Ini termasuk hot crepes di Indonesia. Namun di Eropa, anda tidak menemukan isian hot crepes seperti di Indonesia, dimana ada irisan daging atau sosis di dalam.

      Makanan Crépes dengan penulisan asli seperti itu, sesungguhnya berasal dari Perancis. Nama crépes berasal dari bahasa Yunani kuno yang berarti ‘frying pan’ mungkin karena dibuat dalam wajan datar yang panas. Ada yang beranggapan crepes sejenis pancake juga.

      Ibu Mertua ternyata bisa juga membuat crepes. Di Jerman crepes dikenal dengan sebutan Pfannkuchen. Katanya isian crepes berupa selai. Namun di berbagai festival di Bavarian, jajanan crepes sering saya jumpai dan mereka tetap menyebutnya crepes. Harga crepes bervariasi dulu tahun 2013 harganya 4€ sekarang di setiap festival ada yang menjual 4€ hingga 5,50€ tergantung isian crepes di dalam. 

      Karena suka dengan crepes, supermaket di sini menjual kulit crepes saja. Bagus juga buat pemula seperti saya yang tak pernah berhasil membuat kulit crepes di wajan panas. Harga kulit crepes per 6 lembar adalah 1,69 €. Saya pikir harga ini masih masuk akal ketimbang saya selalu gagal membuat kulit crepes.

      Silahkan bervariasi untuk isian crepes. Anda bisa gunakan coklat Nutella atau semacamnya. Anda bisa tambahkan irisan pisang juga seperti banana coklat layaknya crepes yang dijual di Indonesia. Hal berbeda kulit crepes di Indonesia sedikit crunchy sementara di sini tidak.

      Semoga bermanfaat!