Hal Menarik tentang Pria Jerman


Apa yang terbayang dari anda bila bertemu pria Jerman pertama kali? Apa yang anda pikirkan bila berkencan dengan pria Jerman? Apakah anda sedang menjalin hubungan dengan pria Jerman? Apakah anda memimpikan pria Jerman sebagai pasangan hidup?

Jika pria-pria yang berasal dari Italia, Perancis atau Spanyol kerap dipandang romantis, pintar merayu dan bahkan seksi menurut pendapat kebanyakan perempuan berdasarkan survei di Inggris, lalu bagaimana dengan pria Jerman?

Berikut hasil pengamatan dan pengalaman saya:

1. Tepat waktu/Disiplin dalam hal waktu
Bila kita kencan dengan pria Jerman, mereka akan selalu datang tepat waktu. Mereka lebih memilih menuggu di awal 25 menit misalnya, daripada terlambat 5 menit. Mereka akan menganggap kita tidak sopan jika kita terlambat datang. Jadi jika kencan dengan pria jerman, harap diingat datang tepat waktu. Lalu, jika mengajaknya keluar pergi “nongkrong”, mereka tidak paham. Buat mereka harus ada tujuan yang jelas, sehingga mereka lebih memilih di rumah. Dialognya bisa diganti, “Let’s have a coffee outside” misalnya.

2. “Gila kerja”
Boleh dibilang Jerman adalah negeri para pria, hal-hal yang berbau “teknik”, “inovasi”, dan eksakta meski Jerman tidak pernah mengenal perbedaan pria dan wanita. Saya melihat pria Jerman sibuk dengan aktivitas pekerjaannya atau “gila kerja”. Tetapi jika libur atau akhir pekan tiba, mereka akan khusus memprioritaskan waktunya buat keluarga dan orang yang disayang. Jadi jangan mudah menaruh curiga bila pacar sedang tidak bisa dihubungi, itu artinya mereka sibuk bekerja. Mereka cukup mampu membedakan ranah pekerjaan/bisnis dengan urusan personal/keluarga.

3. Serius dan tidak suka humor
Bila bertemu di awal, mereka memiliki tampang serius dan tidak senyum. Namun, jika anda berhasil memikatnya dijamin mereka juga akan ramah pada anda juga. Mereka juga punya selera humor yang tak banyak. Mereka akan senang jika anda berinisiatif untuk bersikap humoris dan punya segudang cerita konyol. Dijamin hubungan kalian tidak akan “garing”.

4. Tidak romantis
Deutschland adalah negri bagi para pemikir dan pujangga. Goethe salah satunya. Romantis itu relatif meski tidak seperti pria Perancis dan Italia, tetapi pria jerman punya cara tersendiri untuk menunjukkan sisi romantisnya. Tak melulu soal kata-kata atau puisi cinta, memasakkan makanan di hari Valentine atau membantu anda membersihkan rumah bisa jadi romantis menurut mereka.

5. Beer Lovers
Sebagai negeri pembuat bir terkenal di dunia, Jerman punya lebih dari 300 jenis bir. Buat mereka bir adalah minum yang bisa dinikmati kapan saja, tua atau muda, musim panas atau musim dingin. Mereka pun merayakan tradisi minum bir massal yang dikenal “Oktoberfest”. Bir di Jerman juga murah untuk wilayah daratan Eropa. Bir adalah minuman lokal mereka. Sebagai pencinta bir, pria Jerman pun ingin juga menghargai bir lokal buatan negara lain. Selera mereka tentang bir patut diacungi jempol.

6. Suka Sepakbola (Fussballverrückt)
Masih ingat dong artikel saya sebelumnya jika Jerman layak juara dunia FIFA 2014 untuk ke-4 kalinya? Super! Minum bir sambil nonton bola adalah sebagian besar aktivitas pria Jerman yang dilakukan di kala senggang. Hampir di setiap kota bermunculan klub sepakbola. Coba nonton film “Der Ganz Grosse Traum” tentang awal kisah sepakbola di Jerman. Dalam Bundesliga, Klub favorit Jerman berlaga di lapangan, anda akan banyak mengenal klub sepakbola selain Bayern München. Nasionalisma pria Jerman memang patut diacungi jempol, apalagi jika soal sepakbola.

7. Ekonomis dan praktis
Bukan kikir atau pelit, pria Jerman tahu bagaimana kebutuhan soal uang. Mereka adalah orang yang praktis dan efisien dalam membelanjakan barang. Bahkan sampai ada survey pasar yang menyebutkan pria Jerman termasuk pelit dalam mengeluarkan uang untuk keperluan valentine. Mereka tidak akan menghamburkan uang hanya untuk hadiah pacarnya tetapi mereka akan membeli parfum, coklat dan hadiah lainnya bagi pasangan hidupnya, isterinya. Jadi buat apa beli hadiah mahal jika nanti putus. Mungkin begitu prinsipnya, itu analisa saya. Lalu mereka akan belikan hadiah istimewa jika anda sudah resmi jadi isteri/pasangan hidupnya.

8. Sosis dan roti
Jika ditanya pada orang jerman yang sedang berada di luar Jerman, apa yang dirindukan dari Deutschland? Jawabnya pasti roti dan sosis. Ya, Jerman memiliki aneka jenis sosis. Hampir tiap hari mereka akan makan roti dan sosis. Pria Jerman suka mengkonsumsi roti ditambah kopi/teh saat sarapan pagi.

9. “Dingin”
Sebagai perempuan, anda memang harus berinisiatif terlebih dulu terhadap pria jerman. Dalam hal asmara, pria jerman tidak cukup ahli untuk merayu. Sehingga hal ini bisa dikatakan pria jerman termasuk “dingin” terhadap perempuan. Jadi anda harus cukup kreatif untuk menghangatkan hubungan anda agar tidak hambar dan kemudian bubar. Rajinlah menambah wawasan anda sebab pria Jerman senang diajak diskusi.

10. Pemalu
Meski seorang pria jerman ini naksir berat dengan anda, mereka tidak mudah mengatakannya pada anda. Di belahan dunia barat yang lain, mungkin kita masih bisa menemukan pria yang berinisiatif berkenalan, mengobrol duluan dan mengajak kencan tetapi tidak untuk pria jerman. Jika anda sudah menyadari signal-signal cinta sebaiknya bantu arahkan dia untuk percaya diri menyatakannya.

11. Jujur
Pria Jerman adalah orang yang jujur meski kadang kejujuran menyakitkan hati anda. Mereka suka bicara apa adanya. Dalam hal perasaan, jika dia sudah menyatakan kekaguman dan keinginan untuk jadi pacar anda, itu artinya dia jujur kepada anda. Jika dia sudah siap membina rumah tangga dan jujur menyatakannya, anda adalah segala-galanya untuknya.

12. Tidak banyak bicara
Pria Jerman dikenal sebagai orang pemikir dan senang diajak diskusi. Namun mereka lebih suka mendengarkan agar mereka punya waktu untuk mengenal karakter perempuan yang diincarnya lewat topik pembicaraannya. Jadi siapkan banyak bahan bacaan agar tidak “mati kutu” dan “nyambung” saat diajak bicara. Tunjukkan jika anda juga pandai dan punya banyak wawasan.

Seluruh poin di atas hanya sebagai gambaran umum, tidak untuk digeneralisasikan. Ini hanya kecenderungan agar anda yang sedang mengincar pria Jerman dapat mempersiapkannya. Pelajari karakter dan budayanya, niscaya anda akan mengatakan, Deutschland über alles. So, siapkan diri anda buat pria Jerman incaran ya!

Advertisements

Bussi-Gesellschaft: Cium Persahabatan ala Orang München

Tiba hari yang ditunggu, saya janjian sama mahasiswa Indonesia yang sedang studi di Jerman, kebetulan lagi mampir di LMU München untuk beberapa bulan. Kami bertemu di Galerieinkazentrum, seperti pusat perbelanjaan untuk makan siang sambil ngobrol. Pas mengenali perawakan orang Indonesia, langsung dari jauh kami sudah saling tersenyum. Ups, dia langsung menempelkan pipi kanan kiri cipika cipiki. Kaget dong. Kan baru saling kenal, kok langsung nyosor gitu ya secara dia ‘kan mahasiswa, bukan mahasiswi. Lalu hal ini juga terjadi ketika pertama kali berjumpa dengan teman saya orang Jerman pas di Airport, dia pun melakukan hal yang sama pada saya.
Nah, akhirnya dia pun bercerita kebiasaan masyarakat high society di sini dimana mereka akan saling cipika cipiki baik perempuan maupun pria. Saya pun suka mengamati hal tersebut saat mereka saling berjumpa satu sama lain di tempat publik seperti Hauptbahnhof atau stasiun kereta. Atau saat mereka berjumpa di Mall atau Restoran mereka juga akan melakukan hal yang sama. Hal ini juga sempat jadi bahan diskusi saya dengan teman kelas asal Inggris, dia pun kaget dengan gaya mereka yang dikenal “Bussi-Bussi” atau “Bussi-Gesellschaft”.

Bussi adalah julukan untuk cipika cipiki atau check-kissing sedangkan Gesellschaft” dapat diartikan “society”. Jadi bussi-bussi semacam cium persahabatan masyarakat disini. Namun sepertinya tidak semua di Jerman mengenal “Bussi-bussi” karena seperti teman saya asal Saxony, dia malah tidak paham cium persahabatan ini. 

Mungkin cukup populer “Bussi-bussi” terjadi hanya di München saja. Atau cukup juga mereka menyebut “Bussi” saja sudah dipahami sebagai cium persahabatan. Ada juga yang bilang bahwa “Bussi” adalah the bavarian dialect for kiss.

Jadi jangan heran jika datang berkunjung ke München dan menemukan mereka saling cipika cipiki baik pria maupun wanita.

Kartu “In Memoriam”

image

image

(Atas: Tampak muka Kartu “In Memoriam” almarhum Opa Mertua. Bawah: Tampak muka Kartu “In Memoriam almarhum Oma Mertua yang masih tersimpan. Sumber foto: Dokumen oribadi)

Baru-baru ini saya sedih kehilangan Opa Mertua yang meninggal dalam keadaan damai di usianya yang sudah 94 tahun. Saya salut juga bahwa hidup Opa melebihi prediksi Dokter yang semula mengatakan bahwa kemungkinan Opa hanya bertahan hingga dua bulan sementara prediksi ini disampaikan saat Desember 2013 lalu. Jadi bisa dibayangkan Opa Mertua bisa bertahan hingga tujuh bulan, meski kondisi fisiknya makin menurun makin lama.

Meski kondisi pendengarannya sudah menurun dan fisiknya sudah renta tetapi Opa Mertua selalu aktif berkarya hingga usia 92 tahun. Baru dua tahun belakangan, Ia harus hidup di atas kursi roda.

Usia Opa Mertua setahun lebih tua dibandingkan dengan Nenek saya yang sampai sekarang masih sehat dan tinggal di Flores. Sejak kecil saya tidak pernah punya Opa atau Kakek, jadi meski kebersamaan saya dengan Opa Mertua tak lama tetapi Opa Mertua mengajari saya tentang perjuangan dan kegigihan hidup. Opa Mertua konon juga pejuang jaman perang dunia dulu bahkan hingga hijrah ke negara Eropa Timur. Usai perang, Opa Mertua kembali ke Jerman. Begitulah cerita suami.

Oh ya, sebelum misa pemberkatan jenazah yang diadakan di Gereja terdekat, para kerabat diberi kesempatan melayat dan mengunjungi keluarga besar suami yang sedang berduka sampai dengan tiga hari. Sementara itu ternyata ada yang menarik, yakni Kartu “In Memoriam” yang kemudian dikirimkan kepada keluarga dan kerabat sebagai kenang-kenangan.

Kartu “In Memoriam” ini bertuliskan kalimat-kalimat indah seperti misalnya, ayat-ayat kitab suci. Di dalam kartu akan ada foto dari mereka yang meninggal. Di sisi dalam satunya lagi, ada nama, tanggal lahir, tanggal wafat dan kalimat puitis lainnya.

Berikut adalah kutipan indah dari kartu tersebut:

“Alles hat seine Zeit – es gibt eine Zeit
Der Freude, eine Zeit der Stille
Eine Zeit des Schmerzes
Eine Zeit der Trauer und
Eine Zeit der dankbaren Erinnerung”

Opa Mertua pun dimakamkan satu makam dengan Oma Mertua yang sudah meninggal lebih dulu saat Oma berusia 80 tahun. Begitulah cinta. Bahkan sampai maut memisahkan mereka, Opa Mertua masih ingin bersatu dengan Oma Mertua.

Saya tidak tahu apakah tradisi pemberian kartu “In Memoriam” berlaku di seluruh Jerman? Kebetulan suami berasal dari Bayern, Jerman Selatan. Di Indonesia sendiri beberapa kali peringatan arwah kepada mereka yang sudah meninggal juga diwujudkan dalam bentuk beberapa sovenir, seperti Mug, Bookmarker yang pernah saya terima tetapi belum pernah kartu “In Memoriam”.

Menurut wikipedia, kartu “In Memoriam” adalah sebuah kartu ucapan yang dicetak sebagai peringatan untuk acara tertentu seperti saat komuni pertama dan pernikahan yang berkaitan dengan sakramen bagi umat Katolik. “In Memoriam” berasal dari bahasa latin yang artinya mengenang. Namun kartu ini juga biasa dikaitkan dalam upacara kematian dan pemakaman. Di dalam kartu ini ada ayat kitab suci, doa dan informasi peristiwa dari pembuatan kartu. Konon diketahui muncul pertama kali di Belanda pada abad 17.

Geburtstag: Tradisi Hari Ulang Tahun di Jerman

 

 

wpid-img_20151005_011309.jpg
Dokumen pribadi.

 

Sewaktu kuliah dulu, dosen saya yang baru pulang studi dari Jerman cerita pengalamannya selama di Jerman. Menurut beliau, orang Jerman sangat menghargai tradisi perayaan ulang tahun untuk seseorang. Meski sederhana dan tak mewah tetapi sepertinya perayaan ulang tahun sangat berarti, tak sekedar potong kue dan tiup lilin semata. Jadi mereka yang dikenal dengan baik bagi orang Jerman, pertama-tama mereka akan mengucapkan ulangtahun saat tiba waktunya.

Berikut saya mau sampaikan tradisi perayaan ulang tahun dari beberapa pengamatan dan bacaan seputar tradisi perayaan ulang tahun di Jerman.

1. Jangan memberi ucapan sebelum hari ulang tahun yang sebenarnya karena dianggap akan membawa ketidakberuntungan!

Pernah suatu kali saya sampaikan ucapan ulang tahun ke teman saya asal Amerika. Setelah saya email, saya dapat kiriman balik dari teman saya ini bahwa saat itu bukan hari ulang tahunnya. Saya salah tanggal rupanya. Langsung saya email lagi dan sampaikan maaf. Saya juga tulis bahwa di Jerman akan dianggap kurang beruntung jika menyampaikan ucapan ulang tahun sebelum hari ulang tahun sebenarnya. Lalu dia balas email saya kembali bahwa menurut dia sebagai orang Amerika, pengucapan ulang tahun sebelum waktunya bukan masalah penting dan tidak berkaitan dengan ketidakberuntungan. Teman saya ini memaafkan. Nah, jadi beda budaya beda cara pandangnya. Jadi silahkan ucapkan ulangtahun pada waktunya supaya elok dan pantas. Jika perlu pasang reminder di Hp supaya membantu mengingat.

2. Ucapkan selamat ulang tahun yang umum dan biasa diucapkan seperti “Herzlichen Glückwunsch!”  atau “Alles gute zum Geburtstag!”

Cukup buat anda yang pemula menyampaikan, “Alles gute zum geburtstag”. Jika mau terkesan formal, ucapan dapat menjadi seperti, “Ich gratuliere zum Geburtstag” Istilahnya dapat diterjemahkan menjadi “Congratulations ya untuk hari ulangtahun Anda!” Jika sudah paham bahasa Jerman, silahkan perkaya lagi ucapannya. Alangkah indah jika kita bisa menyampaikannya dalam bahasa Jerman.

3. Lagu yang dinyanyikan saat ulangtahun biasa seperti berikut ini:
“Zum Geburtstag viel Glück!
Zum Geburtstag viel Glück!
Zum Geburtstag liebe ANNA (tambahkan nama yang berulangtahun)
Zum Geburtstag viel Glück!”
Itu syairnya dengan nada “Happy Birthday to you” (folk song english version) yang biasa kita nyanyikan hanya diganti menjadi lirik dalam bahasa Jerman.

4. Perayaan ulangtahun tergantung selera masing-masing.

Untuk mereka yang suka pesta, biasanya mereka menyelenggarakan pas sore sebelum ulang tahun. Lalu setelah jam 12 malam, diadakan acara tiup lilin dan “make a wish” kemudian pesta dilanjutkan lagi sampai larut malam. Namun pada umumnya acara ulang tahun bersama keluarga itu yang terutama seperti makan bersama atau sekedar “kaffee/tee und kuche” di pagi/sore hari.

5. Perayaan ulangtahun bagi anak-anak sangat istimewa di Jerman.

Anda masih ingat perayaan ulang tahun saat dulu masih kanak-kanak? Saya merayakan ulang tahun setiap tahun hingga umur dua belas tahun. Orang tua saya sangat perhatian untuk setiap ulang tahun anaknya. Nah, perayaan ulang tahun anak-anak, Kinderfeste, konon menurut sejarah berasal dari negeri Jerman. Di rumah dari anak yang sedang berulangtahun (Geburtsatgkind) akan dihiasi dengan berbagai dekorasi untuk menandainya. Hal yang unik adalah si Guru di sekolah tidak akan memberikan pekerjaan rumah yang jadi tugas sekolah pada anak yang sedang ulang tahun. Anggap saja jadi “Raja” atau “Ratu” sehari. Geburtstagkind dirayakan hingga anak berusia dua belas tahun.

6. Kue sudah pasti harus ada saat ulangtahun di Jerman.

Seperti biasa ulang tahun, pasti akan ada kue ulang tahun dan lilin. Lilin bisa sesuai dengan jumlah umur yang dirayakan, semua tergantung mereka yang merayakannya. Kue ulangtahun hanya simbol, tidak melulu kue tart.

7. Mereka yang ketahuan ulangtahun harus traktir teman/rekan kerjanya.

Di Jerman juga ada kebiasaan traktir kolega kerjanya jika kedapatan sedang berulangtahun. Sebaiknya pertimbangkan kocek di dompet, bila tak cukup sebaiknya jangan mengumbar tanggal ulangtahun anda pada teman-teman anda! Ini sekedar lelucon saja jika anda tak ingin membayar bill makanan atau bir/kopi di restaurant saat makan siang, misalnya.

8. Kado ulangtahun untuk orang istimewa harus ada.

Jika orang terdekat anda ulang tahun, tak ada salahnya anda memberikan kado sebagai ungkapan cinta (geburtstagsgeschenke). Tak harus mahal, setidaknya anda bisa memberikan tanda mata seperti umumnya misalnya coklat, parfum, bunga, buku, dsb. Tentunya pemberian anda tersebut akan dihargai oleh mereka yang sedang berulangtahun. Oh ya, kado yang diberikan juga tidak boleh dibuka sebelum hari ulang tahun yang sebenarnya. Tabu menurut mereka. Ayah dan ibu mertua memberikan besaran uang yang untuk saya dan setiap anaknya apabila berulangtahun. Lumayan!

9. Dialek ucapan ulangtahun beragam sesuai areanya, termasuk Bayerisch.

Konon ada berbagai kalimat ucapan selamat ulangtahun yang bervariasi sesuai dialek antar region di Jerman sendiri. Contohnya di Bayern, ucapannya terdengar menjadi, “Ois Guade zu Deim Geburdstog!”

10. Tak mesti ada, tetapi dulu ada periode tertentu saat ulangtahun harus diselenggarakan secara istimewa seperti usia 30 tahun, dst.

Ada perayaan ulang tahun tertentu yang dirayakan secara meriah bila mencapai usia 30, 50 dan 80 tahun. Di beberapa region di Jerman akan dikenal istilah pada pria yang berulangtahun di usia tersebut dengan, “Der Abrahamstag” Anda ingat ‘kan Bapa segala Bangsa dalam kitab suci, Bapa Abraham? Nah, menurut tradisi usia lima puluh ke atas tersebut dikenal pria sudah bermartabat dan lebih bijaksana seperti Bapa Abraham. Sedangkan di beberapa tempat diyakini pria yang genap berusia 30 tahun dan masih lajang maka diminta untuk menyapu tangga di ruang publik yang mudah terlihat dan bisa dijangkau oleh perempuan lajang lainnya yang melihat dan menaruh simpati. Tradisi ini belum pernah saya lihat, boleh percaya atau tidak.

Satu hal yang perlu diingat orang Jerman sangat menyadari makna pentingnya keluarga (family oriented) sehingga perayaan ulang tahun juga menjadi momen kebersamaan mereka bersama keluarga, orang-orang yang dikasihi.

Well, good to know!

Mahlzeit: Lebih dari “Selamat Makan”

 

image
(“Guten Appetit!!!” adalah ungkapan selamat menikmati makanan dalam bahasa Jerman. Sumber foto: Dokumen pribadi)

 

 

Salah satu kebiasaan yang lucu sewaktu berada di Jerman saat orang Jerman mengatakan “Mahlzeit”.  kemudian saya bingung meresponsnya. Saya juga pernah menemui teman saat makan siang dan beberapa rekan kerjanya seperti berseru, “Mahlzeit”. Mereka akan menyebutnya bila waktu makan tiba. Memang “Mahlzeit” jika diterjemahkan dari asal katanya dimaksudkan “waktu makan tiba”. Lalu apa bedanya “Guten Appetit” yang kadang juga biasa saya ucapkan untuk orang-orang terdekat saya saat makan tiba?

Oh ya, orang Jerman terkenal santun bahkan untuk memberi ucapan pada makanan, mereka punya ungkapan tersendiri seperti ucapan “Selamat Makan” yang sangat jarang kita sampaikan dalam bahasa Indonesia. Untuk “Mahlzeit” konon katanya bila diucapkan berbeda dapat diartikan sebagai ucapan yang negatif dan tidak lagi soal makanan.

Kebanyakan mereka sebut “Mahlzeit” saat makan siang tiba, sambil meninggalkan ruang kerja beberapa orang bisa mengatakannya. Atau bila kita sering bertukar gambar makanan secara online maka di seberang sana, dia akan menyahut ke saya “Mahlzeit Schatz”. Akhirnya penasaran saya pun cari informasi di internet setelah saya tak puas bertanya pada orang Jerman langsung.

Mahlzeit adalah salam orang Jerman, bentuk pendek dari salam yang lebih formal, “Gesegnete Mahlzeit” (istilah kuno, die Mahlzeit diterjemahkan waktu makan namun bisa juga menjadi “Blessed food” atau makanan penuh rahmat). Di Jerman sendiri penyebutannya jadi bisa bervariasi misalnya di bagian utara, mereka akan mengatakan “Mahlzeit” sambil meninggalkan ruang kerja bila waktu makan siang tiba seperti ingin berkata “Hallo semua, saya mau makan loh. Waktu makan telah tiba.”

Tetapi sebagai pendatang dan orang yang tertarik belajar budaya, dia tidak menyampaikan makna “Mahlzeit” dalam konteks negatif. Bagus juga sih!!! Saya juga tidak pernah cerita yang negatif tentang budaya saya, biar belajar sendiri. Dalam hal negatif di internet dikatakan “Mahlzeit” dalam nada sinis bagi mereka yang tak suka hal ini bisa terdengar kasar dan tak berpendidikan. “Mahlzeit!” juga dapat digunakan sebagai komentar sarkastik tentang sesuatu yang tidak beres.

Saya hanya tahu, “Guten Appetit!!” yang dimaksudkan “Enjoy your meal!!!” atau dalam bahasa Indonesia biasa saya ucapkan “Selamat Makan!!”. Beberapa referensi mengatakan “Mahlzeit” dikatakan pada orang yang sudah anda kenal akrab. Bagi pembelajar seperti saya, sebaiknya “Guten Appetit” sudah cukup.

Referensi lain mengatakan “Mahlzeit” adalah ucapan makan sebagai bentuk ungkapan saat waktu makan tiba meski anda sebenarnya tidak akan makan. Bedanya “Guten Appetit” disampaikan lebih formal. Ada juga yang bilang “Mahlzeit” hanya dikatakan selama periode tengah hari, jadi tidak tepat untuk makan malam.

Nah, biasanya saat saya mengirimkan gambar makanan yang terlihat lezat dan menarik pada si dia, saya akan berseru “Guten hunger mein Schatz!!!” untuk membuatnya “mupeng” dan sekedar kelakar saja. Sebagai Pemula belajar budaya dari hal-hal yang santun dan sederhana saja dulu daripada berucap lalu membuat orang kecewa dan salah.

Vatertag: Hari Ayah dan Para Lelaki di Jerman

 

image
(“Viel Spass am Vatertag!! Prost” Sumber foto: Dokumen pribadi)

 

 

Jika hari Ibu dirayakan juga di Indonesia dan di Jerman, tetapi tidak untuk hari Ayah dan perayaan kaum lelaki. Di Jerman, ada Vatertag yakni perayaan hari Ayah dan para lelaki yang diperingati setiap tahunnya pada saat kenaikan Tuhan Yesus. Sedangkan hari Ibu dirayakan setiap minggu kedua di bulan Mei. Tentu baik hari Ayah maupun hari Ibu sama-sama jatuh pada hari libur sehingga hari itu menjadi hari bagi keluarga.

Secara global, sejarah hari Ayah tak jauh berbeda dengan hari Ibu. Jika dalam tradisi Kristen Awal, Gereja menghormati Bunda Maria sebagai Ibu para Bangsa maka hari Ayah dijadikan sebagai perayaan Santo Yusup.

Setiap negara pun memiliki sejarah dan tradisi yang beragam dalam merayakannya.

Bagaimana sejarah dan perayaan hari Ayah di Jerman yang jatuh setiap hari Kenaikan Tuhan Yesus Kristus ke surga?

Perayaan Vatertag atau Hari Ayah di Jerman mulai dirayakan pada abad pertengahan sebagai prosesi keagamaan menghormati “Gott den Vater” pada Hari Kenaikan Tuhan Yesus ke Surga, yakni empat puluh hari sesudah Paskah. Kemudian pada abad ke-17, Vatertag mulai dijadikan sebagai hari keluarga untuk menghormati peran ayah dalam keluarga. Secara bertahap perayaan ini pun menjadi perayaan nasional.

Di tahun 1920 Vatertag sebagai perayaan hari Ayah dan para lelaki diidentikkan dengan minuman bir yang menjadi citra bangsa Jerman. Sejak saat itu, di Jerman hari Ayah dianggap hari para lelaki untuk bersenang-senang menikmati keriyaan bersama entah minum bir, tur bersama atau menikmati sepanjang malam untuk kumpul dan pesta. Oleh karena itu Vatertag juga kadang disebut Herrntag atau Mannertag.

Kita dapat menjumpai beragam aktivitas Saat Vatertag ini. Sebagian bisa melakukan perannya sebagai Ayah untuk kumpul dalam keluarga. Sebagian lagi menikmati bersama para lelaki lain dengan nongkrong di pub/bar sepanjang malam. Ada pula yang melakukan tur dalam kelompok kecil para lelaki seperti keliling kota atau hikking.Tak semua identik Vatertag dengan mabuk-mabukkan, ada yang memang memanfaatkan hari libur dengan wisata keluarga. Karena jadinya terhitung seperti “long weekend”.

Menarik ya jika Ayah dan Ibu dapat berbagi peran bersama membangun nilai-nilai keluarga di masa kini yang sudah rapuh oleh kecanggihan teknologi dan modernisasi. Tak ada ilmu khusus untuk belajar jadi Ayah. Ayah yang baik adalah ayah yang mengerti yang terbaik untuk anak dan keluarganya.

“Alles liebe zum schönen Vatertag Schatz. Viel Spass!!! Prost!!!”

 

Aberglaube am Hochszeitstag: Takhayul Perkawinan

 

image
(Muda-mudi berpasangan sedang melakukan atraksi di pusat kota München. Sumber foto: Dokumen pribadi)

 

 

 

 

Jika anda bilang hanya orang Indonesia atau Asia saja yang percaya mitos, anda salah besar. Saya salah satunya yang berpikir bahwa orang Jerman tidak percaya takhayul. Ternyata salah, mereka juga mempercayai mitos karena mereka adalah bangsa yang masih menjunjung tinggi budaya dan adat istiadat.

Seperti yang terucap dalam peribahasa para orang tua dulu, dimana bumi berpijak, disitu langit dijunjung, artinya dimanapun kita, kita wajib menghormati budaya yang kita tempati. Jadi terima segala bentuk budaya dan tradisi yang berlaku. Namun tidak semua orang Jerman punya pemikiran dan pendapat yang sama tentang mitos. Sama seperti orang Indonesia, tentang mitos boleh percaya atau tidak.

Malam sebelum pernikahan, konon katanya pengantin pria dan perempuan tidak boleh bersama dalam satu ruangan karena pertanda tak baik. Dalam bahasa Jermannya dikatakan “In der Nacht vor der Hochzeit sollen Braut und Bräutigam nicht in einem Zimmer übernachten. Das wäre kein gutes Omen für die Zukunft.”

Saya pikir di Indonesia juga berlaku hal yang sama. Saya ingat betul bagaimana Om dan Tante saya terpisah sebelum mereka nikah keesokan harinya.

Ketika dulu rekan kerja saya heboh dengan fitting gaun pengantin, saya pun ikutan jadi orang yang sibuk memberikan komentar tentang gaun putihnya. Saya berangkat bersama calon suami dari teman saya untuk melihat gaunnya. Sementara ini berbeda bila di Jerman. Ada kepercayaan bahwa pengantin pria tidak harus melihat gaun pengantin yang akan dikenakan perempuan saat upacara nikah nanti. Dalam bahasa Jerman diterangkan begini, “Der Bräutigam soll das Hochzeitskleid nicht vor der Trauung sehen.” Jadi daripada terancam batal tidak menikah lebih baik urungkan saja niat si calon suami yang penasaran itu.

Selanjutnya biasanya di akhir upacara nikah, Pengantin akan melempar buket bunga ke arah tamu yang datang. Mereka yang berhasil menangkap akan menjadi pengantin berikutnya. Dalam bahasa Jerman dikatakan, “Wirft die Braut nach der Trauung ihren Brautstrauß in die Schar der Hochzeitsgäste, so wird jene als nächste heiraten, die ihn auffängt.”

Saya pikir di Indonesia juga banyak yang melakukan tradisi demikian. Meski saya tidak termasuk beruntung mendapatkan lemparan buket bunga. Saya malah berusaha mencuri bunga melati yang dipakai pengantin perempuan. Kata orang-orang tua di Jawa biar saya segera menyusul menikah.

Oh ya, setelah menikah cincin kawin akan diletakkan di jari manis tangan kanan. Ketika saya berbincang dengan teman WNA Amerika, cincin kawin dapat diletakkan dimana saja. Tidak masalah. Malah banyak pula yang tidak memakai cincin kawin. Itu sih sengaja. Saya sendiri melihat teman saya yang menikah di Indonesia juga bebas meletakkan cincin kawin. Rekan kerja saya dulu malah tidak suka pakai cincin kawin sampai saya tidak tahu kalau dia sudah tak lajang lagi.

Di Jerman ada mitos yang mengatakan jika cincin kawin sampai hilang maka perkawinan akan berakibat buruk dan sial selamanya. Walah!!!

Semoga perkawinan langgeng hingga Opa dan Oma.

Sumber bacaan:

http://www.jahresfeste.com

Muttertag: Hari Ibu

image
(Sumber foto: Dokumen pribadi)

 

Jika di Indonesia merayakan hari Ibu setiap tanggal 22 Desember setiap tahun, berbeda dengan di Jerman dan beberapa negara lain seperti USA, Australia, Denmark, Finlandia, Italia, Swiss, Turki dan Belgia yang merayakannya setiap minggu kedua di bulan mei.

Perayaan hari Ibu memang memiliki tradisi dan sejarah tersendiri sehingga dijadikan sebagai hari nasional yang dirayakan sebagai bentuk apresiasi terhadap perempuan dan kaumnya. Tradisi merayakan hari Ibu bermula dari penduduk Yunani Kuno yang menghormati Dewa Rhea di musim semi. Kemudian tradisi penghormatan kepada Ibu juga dirayakan oleh umat Kristen Awal untuk menghormati Bunda Maria sebagai Bunda Yesus usai perayaan Paskah.

Di Inggris sendiri sejak abad 13 sudah dikenal tradisi “Mothering Sunday”, kemudian Tentara Inggris membawa tradisi ini hingga ke USA. Sempat terhenti perayaan ini oleh para koloni Inggris di USA.

Adalah Anna Jarvis, seorang Guru di Philladelphia menghidupkan kembali tradisi perayaan hari Ibu di USA sehingga menjadi hari nasional dari pertemuan para ibu. Pada tahun 1907, Anna Jarvis memulai gerakan Hari Ibu nasional untuk menghormati para Ibu entah yang masih hidup atau yang sudah meninggal dalam rangka membantu proses penyembuhan usai Perang Sipil.

Pada tahun 1911, Hari Ibu telah menyebar secara nasional dan dirayakan di hampir setiap negara bagian di USA. Kemudian Presiden Woodrow Wilson di tahun 1914 menyatakan hari Minggu kedua bulan Mei sebagai hari libur nasional untuk menghormati ibu. Kini di USA perayaan hari Ibu menjadi populer dan tradisi komersil yang menguntungkan bagi dunia industri seperti pemberian kartu ucapan, hadiah dan makanan.

Bagaimana perayaan hari Ibu di Jerman?

Di Jerman, perayaan hari Ibu (Muttertag) secara khusus sudah dimulai dari tahun 1922 yang diawali dengan iklan “Hormatilah Ibu”. Namun perayaan di awal ini memang lebih banyak dijadikan industri komersil toko-toko bunga. Mungkin hadiah bagi para ibu saat itu adalah “Katakan dengan Bunga”.

Berkembang di tahun 1930, NAZI memperkuat tradisi untuk mengapresiasi dan mengenang jasa para ibu di Jerman dengan perayaan hari Ibu. Kemudian ditetapkanlah hari minggu kedua di bulan Mei sebagai hari Ibu di Jerman.

Pada Hari Ibu, para ibu dapat bersantai sementara keluarga mereka mengurus persiapan makanan dan membersihkan rumah. Anak-anak juga memberikan hadiah kecil bagi para ibu. Hal ini juga dimanfaatkan oleh dunia industri terutama toko bunga, toko cokelat dan berbagai hadiah lainnya seperti kartu ucapan, buku-buku dan voucher menjadi hadiah populer menjelang hari Ibu.

Kini hari Ibu telah dirayakan di seluruh dunia bahkan lebih dari 50 negara, meskipun tidak semua negara merayakannya pada hari yang sama. Di Meksiko dan mungkin sebagian Amerika Latin, Hari Ibu dirayakan pada tanggal 10 Mei setiap tahun. Di Thailand, dirayakan pada tanggal 12 Agustus, yang bertepatan dengan ulang tahun Ratu saat itu. Sedangkan di Indonesia diperingati setiap 22 Desember.

Hari istimewa ini menjadi apresiasi dan prestasi khusus bagi para Ibu sehingga perlu dirayakan sebagai motivasi dan stimulus peran ibu dalam keluarga. Meski para ibu menolak perhatian khusus dan hadiah-hadiah namun hari Ibu memberikan makna tentang pentingnya arti keluarga dan mengingatkan kembali nilai-nilai berharga seperti pertemuan keluarga, komunikasi orangtua dan anak, komunikasi ibu dan ayah serta perhatian yang penuh kasih. Di era digital ini, semoga perayaan hari Ibu tidak melulu ucapan elektronik semata kepada Ibu tetapi bagaimana apresiasi tulus terwujud lewat kontak nyata.

” Ich könnte dir viele Sachen sagen, wie sehr du mir geholfen hast, indem du immer für mich da warst! Aber die beiden wichtigsten Worte sind: “Dankeschön!” Alles liebe zum Muttertag!!!”

Selamat Hari Ibu!!!

Untuk rekomendasi hadiah dapat dilihat disini https://liwunfamily.wordpress.com/2014/01/31/hadiah-buat-mama/

Sumber bacaan:

http://www.officeholidays.com

http://en.m.wikipedia.org

http://www.muttertag-2014.de

Pernikahan dan Usia Harapan Hidup di Jerman

image
(Suasana sedang ada karnaval di München. Sumber foto: Dokumen pribadi)

Cinta bisa datang kapan saja, tak pandang kebangsaan maupun usia seperti pepatah bilang “Liebe macht blind”, cinta itu buta. Mungkin hal itu yang mendasari ketertarikkan saya mempelajari budaya jerman dalam kaitan “marriage and life expectancy”. Meski menikah adalah soal jodoh namun cinta juga menumbuhkan harapan, termasuk soal hidup. Itu pemikiran sederhana saya.

Rupanya baik di Amerika Serikat maupun Eropa Barat memiliki kesamaan soal seleksi pasangan hidup dimana rata-rata pria lebih memilih usia pasangan hidupnya terpaut 2 sampai 3 tahun lebih muda. Namun yang perlu diperhatikan dari studi Max Planck Institute for Demografi Research di Rostock (MPIDR), Jerman adalah baik pria maupun perempuan yang sudah menikah rata-rata memiliki usia harapan hidup lebih baik dibandingkan yang belum menikah.

MPIDR merupakan lembaga penelitian tentang struktur dan dinamika populasi dengan fokus pada isu-isu relevansi politik seperti perubahan demografi, penuaan, kesuburan, redistribusi pekerjaan selama hidup, dll. MPIDR adalah salah satu badan penelitian demografis terbesar di Eropa dan terkenal secara internasional sebagai Jerman Research Society.

Menurut penelitian Sven Drefahl yang dirilis MIPDR dalam siaran pers pada Mei 2010 dikatakan bahwa perempuan yang menikahi pria terpaut usia 7-9 tahun lebih muda akan memiliki risiko kematian sebesar 20 persen. Artinya bahwa, usia harapan hidup seorang perempuan bergantung pada perbedaan usia suaminya, terlepas dari apakah ia lebih muda atau lebih tua darinya.

Bagaimana dengan pria? Pria akan memiliki risiko kematian berkurang 11 persen bila menikahi istrinya 7-9 tahun lebih muda. Meski katanya, perempuan cenderung lebih melakukan seleksi kesehatan terhadap pasangan hidupnya.

Bagaimana di Jerman? Saya belum melakukan penelitian tetapi saya sering menemukan Opa Oma yang masih mesra bergandengan tangan dan hidup mandiri (https://liwunfamily.wordpress.com/2014/02/14/kalimat-romantis-bahasa-jerman/). Sewaktu belajar budaya Jerman, guru di lembaga kursus bilang bahwa tingkat harapan hidup orang Jerman tergolong tinggi.

Data menunjukkan bahwa harapan hidup membaik di Jerman. Pada tahun 2012, data demografi menunjukkan rata-rata usia harapan hidup orang Jerman adalah usia 81.00 tahun. Di tahun yang sama, usia harapan hidup perempuan adalah 83,30 tahun sedangkan untuk laki-laki adalah 78,60 tahun.

Well, meskipun jodoh dan maut adalah kehendak Tuhan tetapi menarik bagi saya untuk memahami misterinya.

Sumber bacaan:

http://www.demogr.mpg.de/en/news_press/press_releases_1916/marriage_and_life_expectancy_1813.htm

http://countryeconomy.com/demography/life-expectancy/germany

Peran Domestik Perempuan Jerman

image

Ilustrasi, pusat kota Munich. Sumber foto: Dokumen pribadi.

Jatuh cinta pada negeri Tante Merkel ini membuat saya belajar banyak tentang budaya dan tradisi mereka, salah satunya peran domestik perempuan (tradisional). Dari membaca buku sana sini dan literatur, akhirnya memang ada semacam pemahaman peran domestik perempuan jerman.

Sebagaimana layaknya perempuan-perempuan pada umumnya rupanya di masa lampau, urusan perempuan jerman tidak jauh dari perihal “dapur” dan “anak” juga mengenai pemahaman nilai-nilai moral.

Dikenal dengan konsep 3K, Kinder (=Anak) ; Küche (=Dapur); dan Kirche (= Gereja). Dari asal kata saja sudah dapat dipahami bahwa perempuan diharapkan dapat merawat anak, memasak dan berurusan soal “rohani” atau nilai moral bagi keluarga. Sebagai negara yang memiliki penduduk mayoritas Katolik dan Kristen, tentu perempuan jerman di masa lampau diharapkan terlibat dalam menanamkan nilai-nilai moral melalui “Gereja” dalam keluarga. Itu pendapat saya. Tak heran, kita mudah menemukan gereja di setiap sudut jerman.

Rupanya pemahaman 3K di awal abad 19 ini tak berlangsung lama dan ditinggalkan perlahan-lahan. 3K menjadi Kinder; Küche; Kammermusik (=Chamber Music). Peran “Kirche” telah digantikan seiring perkembangan jaman usai perang dunia kedua dan pergerakan kaum feminis yang marak di jerman saat itu.

Saat saya menanyakan konsep 3K ini kepada pria jerman seusia saya, mereka malah tidak tahu. Jadi mungkin konsep ini sudah tidak lagi populer. Saya juga melihat bahwa perempuan jerman sekarang telah berbeda seiring berkembangnya konsep 3K modern yakni, Kinder, Küche dan Karrier (=Pekerjaan).

Saya jadi ingat pesan Ibu di Indonesia. “Nak, betapa pun hebatnya pendidikan dan pekerjaanmu, ingatlah kodratmu sebagai perempuan.” Mungkin maksud ibu saya, saya tidak meninggalkan peran sebagai perempuan, tidak hanya melahirkan anak tetapi juga merawat anak, rumah dan keluarga. Itu pemahaman sederhana saya.

Jadi ingat kalimat teman dari Filipina di kelas kursus bahasa Jerman, yang menikah dengan Pria Jerman. Dia bilang begini, “Whatever your background as woman, your education and your job position, you still woman. A wife and a mother.” Hmmm..