Kreasi Sendiri (43): Hackfleisch Pfanne mit Gemüse, Tumis Daging Cincang dan Sayuran ala Jerman

Penampakan akhirnya seperti ini. Percobaan pertama.

Masakan Jerman itu sebenarnya sederhana saja baik pembuatannya maupun rasanya. Bagi orang yang suka banyak rempah dan bumbu, tentu akan merasakan perbedaan tersendiri begitu mencicipi masakan di sini. Sebut saja Schnitzel, hanya olahan daging sapi tipis yang dibalut tepung roti dan makanan lainnya seperti yang sudah saya ulas berulang kali di blog ini.

Kreasi berikut yang saya coba di rumah adalah hackfleisch pfanne mit gemuse atau dalam bahasa Indonesia bisa dikatakan ini adalah tumisan daging cincang dan sayuran. Bila melihat penampakannya, ini sedikit mirip goulasch, tetapi pakai daging cincang. Atau bisa dikatakan mirip chilli corn canne tetapi bukan pakai kacang merah dan jagung manis. Baik, langsung saja pada resepnya daripada kita menebak.

Kedua kalinya masak, ditambahkan wortel dan bawang goreng di atasnya. Enak!

Bahan yang diperlukan

  1. 250 gram daging sapi cincang
  2. 300 gram kentang (Speisekartoffeln)
  3. 1 buah Paprika
  4. Pasta tomat
  5. Bubuk paprika
  6. Pasta bawang putih (anda bisa menggantinya bawang putih dihaluskan)
  7. Sedikit tepung
  8. Minyak sayur
  9. Kräuter (rempah-rempah Eropa seperti Thymian)
  10. 2 lembar Daun salam
  11. 250 ml air
  12. Garam dan merica secukupnya

Langkah memasak

  1. Cuci sayuran sebelum dimasak.
  2. Potong-potong dadu semua sayuran yang dikehendaki. Jika anda menggunakan wortel, sebaiknya pakai pemotong wortel agar hasilnya kelihatan sama semua.
  3. Panaskan panci anti lengket, masukkan minyak sayur secukupnya. Masukkan daging sapi cincang. Masak sebentar bersama daun salam.
  4. Masukkan sayuran yang sudah dipotong-potong.
  5. Tambahkan air ke dalam panci.
  6. Masukkan bumbu pasta tomat, bubuk paprika, thymian, pasta bawang putih, garam dan merica.
  7. Biarkan masak selama 30 menit dalam panci dengan api sedang.
  8. Siap disajikan.

Saran penyajian

  • Anda bisa mengganti sayuran sesuai selera anda, seperti wortel, timun jepang, buncis, dan sebagainya.
  • Kami makan ini tak perlu nasi atau roti lagi, tetapi anda bisa kombinasikan dengan nasi atau roti sudah cukup mengenyangkan.
  • Anda bisa tambahkan bawang goreng dan cabai iris bila ingin pedas.

Makanan Asia di Jerman (3): Restoran China ‘Lucky Seven’ 

Aksara dan interior semakin membangun suasana layaknya anda berada di Tiongkok.

Tempatnya nyaman dan bersih. Interior bergaya restoran Tiongkok.

Buku menu.

Suguhan akuarium dengan ikan yang bercorak warna-warni sambil menunggu pesanan datang.

Sup pembuka, pekkingsuppe.

Jasmintee.

Makanan dihangatkan di atas tungku.

Tintenfish Pfanne mit Gemüse.

Mengapa saya pilih nasi goreng lagi ya? Entahlah berikutnya saya mau coba menu lain. 

Rasanya makanan adalah obat penghilang rindu. Ketika saya membayangkan ingin makan nasi dan makanan selera Asia. Tak berapa lama, lamunan saya terbayarkan kala wiken suami ajak ke restoran Asia. Saya pun antusias menyambut ajakan makan siang di suatu China Restaurant di wilayah Niederbayern namanya ‘Lucky Seven.’ Kata suami saya, restoran ini sudah berdiri lama, mungkin lebih dari dua puluh lima tahun lalu. Wow!

Area parkir restoran disatukan dengan supermarket sehingga tergantung seberapa banyak area yang kosong. Lalu interior luar restoran sudah menampakkan bangunan khas Tiongkok, seperti yang pernah saya alami saat di China dulu. Begitu masuk, kami langsung disambut ramah oleh dua orang staf yang menurut suami saya adalah anak dari pemilik restoran. Jadi restoran ini adalah bisnis keluarga. 

Kursi, meja dan interior di dalam restoran semua menggambarkan suasana restoran di Tiongkok. Ini berbeda dari kebanyakan restoran Asia lainnya yang sudah mulai moderen. Lalu ada banyak aksara China yang tertempel di dinding restoran. Semakin membuat kami betah dan merasa seperti ada di Tiongkok, kami mendengarkan lantunan instrumen khas negeri Tiongkok. Kami pun memilih duduk di dekat akuarium besar. Meski cuma makan siang namun suasana restoran terlihat elegan dan ekslusif, itu pemikiran saya.

Baca https://liwunfamily.com/2017/03/01/pengalaman-urus-visa-2017-shenzhen-tiongkok/

Saat memilih menu makanan dalam daftar, wah ternyata harganya tak terbilang melejit. Saya dan suami memilih menu makanan untuk mittagessen, waktu makan siang. Saya pesan nasi goreng yang ditulis di menu ‘Gebraten reis mit Sweinfleisch’ sedangkan suami pilih cah cumi dan sayuran yang ditulis ‘Tintenfish Pfanne mit Gemüse.’ Lalu saya pesan minum ‘Jasmintee‘ yang hangat, pastinya semacam teh panas. Di luar restoran suhunya 11 derajat, jadi saya pikir perlu teh panas. Suami saya pesan ‘Apfelsaftchorle.’

Saya masih membayangkan dinginnya di luar ditambah angin yang kencang, luar biasa! Selang tak berapa lama, datang sup pembuka yakni pekkingsuppe dan minuman sesuai pesanan. Sebagai makanan pembuka, ada 2 pilihan yakni sup atau springroll. Kami sepakat pilih sup karena rasanya yang hangat. Setelah si pramusaji pergi, suami mengatakan bahwa pramusaji, seorang perempuan paruh baya berambut keriting dan berwajah oriental adalah isteri pemilik restoran. Suasana restoran seperti kekeluargaan sekali. Di sekitar banyak pria dan perempuan berwajah kaukasian dan berambut blonde tampak menikmati santapan siang. Pengunjung restoran saat kami datang tampak lumayan banyak juga.

Baca https://liwunfamily.com/2017/10/23/puas-seharian-makan-bebek-gaya-barat-dan-gaya-timur/

Sepuluh menit setelah memesan, datang pesanan kami. Si pramusaji menempatkannya di atas tungku penghangat makanan, dua menu makanan sudah tersedia di hadapan kami. Rasa makanan ini benar-benar nikmat menurut saya dan suami. Kerinduan seolah terbayarkan kala kami berdua sedang ingin makan makanan Asia. 

Menurut kami, restoran ini recommended untuk dicoba bila berkunjung ke wilayah Bayern. Berikut alasannya:

  • Berada di pusat kota dan strategis lokasinya, terutama area parkir yang luas.
  • Makanannya enak dan lezat.
  • Suasana terkesan oriental dan kekeluargaan.
  • Harganya terjangkau.
  • Tempatnya bersih, nyaman termasuk toiletnya. 

Jika anda datang untuk makan siang, maka tamu yang datang mendapatkan sup pembuka gratis. Namun bila datang malam hari untuk makan malam, biasanya anda akan dapat China pflaumenwein, yang menghangatkan tubuh. Jika beruntung di restoran lain ditambahkan fortune cookies. Menarik ya!

Baca https://liwunfamily.com/2017/07/18/ketika-gluckskek-dan-pflaumen-schnaps-jadi-penutup-makanan/

Demikian pengalaman kami. 

Apakah anda punya pengalaman serupa makan di China Restoran?

Baca https://liwunfamily.com/2017/10/13/nasi-goreng-indonesia-digemari-di-luar-negeri-datang-ke-yuen-china-restaurant-di-salzburg-austria/