Grilled Calamari, Cumi Panggang yang Kenyal Enak: Kreasi Sendiri (22)

Hari Senin kemarin menjadi hari libur di sini. Mengingat cuaca cerah, kami pun membuat acara di teras rumah dengan barbeque keluarga. Biasanya kami barbeque daging, namun kali ini saya memilih menu berbeda.

Beberapa waktu lalu, saya penasaran untuk mencoba cumi panggang. Saya baru saja membeli cumi besar di supermarket mengingat harganya yang sedang ada potongan. Saya bingung mengemasnya. Segera saya contek resep masakan ala Italia. Siapa tahu anda berminat mencobanya di rumah.

Bahan yang diperlukan

  1. 500 gram cumi
  2. 2 sendok makan Minyak Zaitun Extra Virgin Bertolli
  3. 2 bawang merah.
  4. 2 siung bawang putih.
  5. Garam dan merica
  6. lemon

Cara membuatnya

LANGKAH 1: Bersihkan cumi-cumi dan lepaskan tentakel, kepala dan tulang belakang. Buang semuanya kecuali tentakel

LANGKAH 2: Bilas isi cumi untuk menghilangkan pasir dan tiriskan dengan baik.

LANGKAH 3: Haluskan bawang putih, bawang merah dan garam juga merica. Tambahkan juga minyak zaitun. Balurkan pada sisi cumi bersamaan.

LANGKAH 4: Kencangkan rongga cumi dengan tusuk gigi. Kemudian tinggalkan di lemari es sampai siap untuk memasak agar bumbu meresap.

LANGKAH 5: Panaskan oven sebelum dipanggang. Masukkan cumi berbumbu dengan panas 150 derajat celcius sampai berwarna kecokelatan. Untuk cumi tidak memerlukan waktu lama untuk dipanggang. Anda juga bisa menggorengnya di wajan dengan sedikit minyak. Masak selama 5 menit dengan api kecil pada dua sisinya.

LANGKAH 6: Beri perasan lemon segar.

LANGKAH 7: Anda bisa sajikan dengan sayuran yang sedikit dipanggang dan kentang goreng.

Selamat mencoba!

Sate Ayam dan Chop-Suey Tintenfisch mit Gemüse: Makanan Asia di Jerman (25)

Sate ayam.

Satee 2 portionen Hühnerfleischspeiß. Begitu nama menu yang saya temukan dalam daftar di salah satu restoran Asia. Ya, sate ayam begitu kira-kira dalam bahasa Indonesia. Hmm, sebenarnya menu ini masuk dalam pilihan sajian untuk anak-anak. Namun bagi saya saat itu adalah ingin makan dengan porsi yang tidak besar. Selain itu, saya sudah lama tidak menikmati sate ayam.

Saat saya memilih makanan itu, suami saya takjub karena itu porsi untuk anak-anak. Namun saya katakan bahwa saya ingin sekali mencicipi sate ayam. Suami pun menyerah. Dia pun memilih menu cah cumi berbumbu chop-suey

Hari minggu begini kami datang ternyata restoran Asia ini begitu diminati oleh banyak orang Jerman di sini. Kami menunggu pesanan dalam waktu setengah jam karena pramusaji tampak sibuk hilir mudik melayani pengunjung. Jika hari minggu maka harga makanan prasmanan atau buffet pun meningkat. Jadi kami berpikir untuk menikmati sajian sesuai daftar menu yang tersedia, tidak prasmanan.

Makanan pertama saya datang yakni sate ayam. Dalam benak saya adalah sate sepuluh tusuk dengan bumbu kacang atau kecap manis. Akhirnya saya menikmati sate ayam dengan versi berbeda. Adalah dua tusuk fillet ayam yang dipanggang. Tak ada bumbu pelengkap seperti bumbu kacang atau kecap manis seperti yang saya pikirkan. Namun saya menikmatinya dengan baik.

Cap cay cumi.

Fortune cookies.

Selang beberapa lama pesanan suami pun datang yakni chop-suey tintenfisch mit gemüse. Ini semacam cap cay sayuran dengan cumi. 

Saya berusaha cari tahu saus chop-suey. Rupanya di Indonesia, makanan dengan dengan selera chop-suey adalah semacam cap cay yang memang populer diperkenalkan di Jakarta oleh para masyarakat Tiongkok peranakan. Saya sering membelinya karena aneka sayuran di dalam. 

Demikianlah kuliner Asia yang ditemukan di sini. Usai menyantap makanan, kami diberi schnaps dan fortune cookies

Tintenfisch mit Gemüse Und Schweinefleisch mit Erdnusssoße: Masakan Asia di Jerman (5)

Mari memasak lagi dengan menu Asia yang ditemukan di restoran Tiongkok di Jerman. Satu masakan yakni ‘Tintenfisch mit Gemüse’ sudah pernah dibahas pada pos sebelumnya. Tetapi kali ini saya akan membahasa bagaimana cara memasak kedua masakan tersebut. Tertarik ya? Kalau begitu, kita lanjutkan!

Baca https://liwunfamily.com/2017/10/31/makanan-asia-di-jerman-3-restoran-china-lucky-seven/

Tintenfisch mit gemüse.

Masakan pertama adalah ‘Tintenfisch mit Gemüse.’ Tintenfisch dalam bahasa Jerman adalah cumi-cumi sedangkan gemüse adalah sayuran. Ini menurut saya semacam cap cay seafood, hanya bedanya seafood diganti menjadi cumi-cumi saja. Untuk memasak cumi-cumi memang perlu kehati-hatian jika tidak ingin rasanya seperti ‘sandal jepit’ rasanya, alias alot saat dimakan. Pilih juga cumi-cumi yang masih terbilang segar. 

Bahan yang diperlukan:

  1. 200 Gram cumi yang sudah dibersihkan dan diiris seperti cincin.
  2. Wortel secukupnya yang sudah diiris.
  3. Daun bawang sudah diiris.
  4. Sayur ambu dalam kemasan.
  5. Brokoli diiris tipis.
  6. Jamur tiram diiris tipis.
  7. Bawang putih dihaluskan.
  8. Bawang bombay iris halus.
  9. Jahe sedikit saja dan iris halus.
  10. Kaldu sayur rasa ayam.
  11. Kecap ikan secukupnya.
  12. Saus tiram secukupnya.
  13. 1 sendok teh tepung maizena.
  14. Minyak sayur secukupnya.


Cara memasak:

  1. Cumi yang sudah dibersihkan dan diiris halus seperti cincin kemudian direndam dalam air panas selama sepuluh menit, kemudian ditiriskan.
  2. Sayur bambu biasanya saya beli dalam kemasan, saat akan digunakan keluarkan dari botolnya lalu tiriskan airnya. Sayuran lain tak perlu banyak, sesuaikan juga dengan selera dan kebutuhan anda.
  3. Panaskan wajan, masukkan minyak sayur. Tumis bawang putih dan jahe terlebih dulu setelah harum masukkan bawang bombay dan daun bawang.
  4. Kemudian masukkan semua sayuran seperti wortel, jamur tiram, sayur bambu dan brokoli. Masak hingga layu. 
  5. Setelah itu, tambahkan kecap ikan dan saus tiram ke dalam tumisan sayur, tutup beberapa saat.
  6. Masukkan cumi dan aduk perlahan.
  7. Beri air sedikit saja, agar mengental tambahkan tepung maizena.
  8. Tambahkan kaldu sayur. Masak beberapa saat. Selesai!

    Schweineflesich mit Erdnussoße, sayuran di dalam tumpukan daging sehingga tidak terlihat.

    Masakan kedua yang akan dibahas adalah ‘Schweinefleisch mit Erdnusssoße’. Karena begitu banyak S, sampai saya memastikan kembali nama menu ini, ternyata memang benar begitu penulisannya. Schweinefleisch adalah daging babi, sedangkan Erdnusssoße adalah saus kacang, seperti bumbu sate rasanya. Lanjut memasaknya, jika anda berkenan mencobanya!

    Bahan yang diperlukan:

    1. 200 Gram daging fillet babi.
    2. 100 Gram sayuran Asia kemasan.
    3. Tepung terigu.
    4. Telur.
    5. Minyak sayur.
    6. Bumbu kacang buatan Asia. 
    7. Garam, gula, merica secukupnya.
    8. Air secukupnya.


      Cara memasak:

      1. Iris tipis daging seperti lembaran. Buat wadah pertama berisi telur yang sudah dikocok. Wadah kedua adalah tepung. Ketiga adalah wajan yang berisi minyak sayur, usahakan minyak merendam semua fillet daging. Celupkan lembaran daging ke wadah pertama kemudian wadah kedua dan selanjutnya digoreng di wajan. Begitu seterusnya. Jika sudah terdapat daging dalam potongan tepung. Singkirkan sementara.
      2. Lanjutkan dengan membuat saus kacang! Masak sedikit air hingga panas kemudian tambahkan saus kacang sesuai kebutuhan. Biarkan saus kacang mengental, beri garam, merica dan gula secukupnya. Masak dua menit dan matikan kompor.
      3. Siapkan wadah, atur sayuran kemasan yang berisi irisan wortel dan tauge di tengah. Tutup sayuran dengan lembar daging bertepung. Siram dengan saus kacang. Selesai!

      Saran penyajian:

      1. Kedua masakan tersebut disajikan dengan nasi hangat.
      2. Untuk menu tintenfisch mit gemüse, bisa disesuaikan dengan sayuran yang disukai misal kapri, kacang polong, kol putih dan lain.
      3. Untuk menu schweinefleisch mit Erdnussoße, dipastikan lembaran daging tidak gosong saat menggorengnya. Sayurannya pun bisa digunakan, bisa juga tidak. Saus kacang biasanya dipesan di toko Asia di Jerman.

      Selamat mencoba!