Makanan Khas Asia (55): Thailand Sup Santan Daging Ayam dan Gorengan Brokoli

Sup santan daging ayam fillet.
Gorengan brokoli.

Makanan berikut diperkenalkan oleh teman asal Thailand, yang mengundang saya datang ke rumahnya. Ini sebagai undangan balasan dimana saya pernah membuatkannya makanan nusantara.

Bisa dikatakan makanan nusantara memiliki kemiripan dengan masakan Thailand. Saya pun belajar salah satu menu mereka, sup santan daging ayam.

Selain itu, saya mencoba gorengan dari brokoli. Wah!

Ternyata mudah!

Bahan yang diperlukan

  1. Daging ayam fillet
  2. Bawang putih.
  3. Jahe
  4. Daun ketumbar
  5. Santan kelapa
  6. Garam dan merica
  7. Minyak goreng

Langkah memasak

  1. Potong daging ayam fillet menjadi kotak-kotak kecil.
  2. Cincang bawang putih dan jahe sedikit, sesuai selera.
  3. Panaskan wajan, masukkan minyak goreng.
  4. Masukkan potongan daging ayam fillet dan masak sebentar.
  5. Tambahkan bawang putih dan jahe cincang. Masukkan santan.
  6. Beri garam dan merica.
  7. Masak sebentar!
  8. Sajikan dengan irisan daun ketumbar.

Jika tak ada daun ketumbar, anda bisa menggantinya dengan daun bawang.

Sedangkan gorengan brokoli pun mudah. Ini sama seperti membuat gorengan biasa.

Selamat mencoba!

Advertisements

3 Kreasi Daging Ayam yang Tidak Membosankan Ini Bisa Ditiru

Mengolah daging ayam menjadi masakan yang enak bisa jadi mudah, tetapi bagaimana jika daging ayam tersebut diolah dengan bumbu berbeda. Berbeda itu bisa berarti asing bagi saya dan anda, yang memang mengenal masakan nusantara dengan citarasa yang sudah pasti dikenali. Oleh karena itu, saya bagikan tiga kreasi berikut yang bisa dicoba di rumah. Meski masakan berikut sedikit serupa, tetapi rasa dan penampilannya berbeda. Ini bisa kreasi masak daging ayam yang tak membosankan.

1. Ayam Bakar Khas Timur Tengah

Waktu makan siang tiba. Saya pun bergegas menuju kantin kampus. Tak disangka, menu makan siang kali itu adalah ayam panggang. Saya yang sudah membaca daftar menu di website, segera mengantri bersama mahasiswa lainnya di depan etalase makanan.

Tampak menu yang saya ambil adalah nasi kuning dan ayam bakar. Itu pemikiran saya, namun bagaimana rasanya?

Nasi kuning itu di sini dikenal dengan nasi berbumbu kunyit. Mungkin nasi ini memang diolah dengan kunyit dan sedikit rempah sebelum disajikan. Rasa nasi kuning ini tentu berbeda dengan nasi kuning nusantara yang citarasanya ada daun salam, sereh dan santan. Nasi kuning ini berbeda tekstur pun rasanya.

Demikian dengan ayam panggang, yang biasanya saya nikmati ayam panggang kecap atau ayam panggang madu. Justru sebaliknya, ini adalah ayam panggang berbumbu dengan tidak ada rasa manis. Ayam cukup empuk, tetapi ada hal yang membedakannya. Saya pikir mereka tidak membakarnya, melainkan memanggangnya di oven.

2. Salad daging ayam, Vietnam

Makanan kedua adalah salad daging ayam ala Vietnam yang dipesan di restoran khas Vietnam. Ini adalah aneka salad, terdiri atas daun-daun segar yang diberi bumbu segar dan asam, kemudian direndam sebentar agar bumbu menyerap. Sayurannya ada kol, daun mint, tomat cheri, buah zaitun, tauge dan irisan wortel.

Seperti judulnya, salad daging ayam. Daging ayam dimasak terlebih dulu kemudian didinginkan hingga tak berasa panas. Potongan daging ayam diiris lebih kecil kemudian disajikan di atas tumpukan salad. Sebagai dekorasi dan penutup hidangan, ada daun mint yang masih segar sebagai topping.

3. Kari ayam pedas, India

Makanan olahan daging ayam terakhir tentu anda pernah dengar sebelumnya, yakni chicken tika masala. Saya pernah mengulas menu ini di link ini. Namun jika anda melihat kedua foto dengan nama yang sama, maka ternyata keduanya berbeda.

Chicken tika masala yang saya tampilkan sekarang benar-benar berasal dari restoran khas India. Masakan ini super pedas dibuat bagi pecinta makanan kari dan pedas. Level kepedasannya pun bisa diatur sesuai pesanan pembeli. Masakan kari ayam super pedas ini layak dicoba bagi pecinta masakan pedas.

Dari ketiga makanan olahan daging ayam di atas, manakah yang anda suka?

Salad Dada Ayam ala Thailand: Makanan Khas Asia (38)

Salad dada ayam ala Thailand.
Salad dada ayam di restoran Jerman.

Makanan selanjutnya dari Asia yang dibahas berasal dari Thailand. Ada dua model makanan yang sama-sama membahas salad ayam yang pernah dibahas sebelumnya. Dengan begitu anda bisa melihat perbandingannya. Kedua salad dada ayam yang pernah dipesan ala Bavaria, Jerman dan Austria.

Salad dada ayam sebagaimana gambar di atas tak ubahnya yang saya pesan sebelumnya di Austria. Dada ayam dipanggang sebagaimana pesanan saya. Dada ayam fillet diberi hanya diberi garam dan merica. Sementara saladnya terdiri atas aneka sayuran seperti daun salada air, tomat, timun dan wortel yang diberi racikan olive oil dan garam.

Jika salad dada ayam yang sudah dibahas sebelumnya dipesan di restoran tradisional ala Jerman maka salad dada ayam berikut benar-benar dari restoran Asia. Tepatnya salad dada ayam ini dibuat dengan selera Thailand. Dimana semua sayurannya dibiarkan segar dan tanpa dimasak. Sedangkan dada ayam, sudah dipanggang sebelumnya dan dipotong kecil-kecil.

Saya memesannya kala masih musim panas untuk makan siang. Saya pikir salad dada ayam jadi pilihan yang jitu di tengah teriknya matahari di luar dan rasa lapar yang sangat.

Pesanan saya datang sekitar lima belas menit setelah memesannya. Si pramusaji berperawakan Asia datang menyerahkannya. Tampak sepiring besar yang membuat saya berpikir bagaimana menghabiskannya.

Ini adalah aneka sayuran yang terdiri atas salada air, tauge, tomat, timun dan kol. Semuanya dicampur bersamaan dengan kuah salad yang segar, sedikit pedas dan sedikit asam. Begitulah salad ala Thailand. Cabai masih segar dan dihaluskan.

Sementara hanya potongan dada ayam yang memang khusus dimasak. Dada ayam hanya dibumbui sedikit garam kemudian dipanggang beberapa saat hingga kecokelatan. Saat disajikan sayuran yang berbaur kuah asam dan pedas, dicampurkan potongan dada ayam.

Mantap! Tertarik mencobanya?

Grünes Thai Curry, Kari Hijau dengan Daging Ayam: Makanan Khas Asia (36)

Kari Hijau asal Thailand, tanpa santan kelapa.

Makanan kari bila ditelisik di sini bisa berasal dari India, namun bisa juga kari datang dari sajian Thailand. Ternyata perbedaan kari kedua negara tersebut jelas berbeda. Saya melihat perbedaannya, saya kerap mencicipi kari asal Thailand.

Makanan kari asal Thailand umumnya disajikan dengan santan kelapa. Selain itu jika melihat penampakan makanan berkari, biasanya warnanya kuning kemerah-merahan. Pasalnya beberapa kali saya membahas soal kari bahwa warnanya memang berasal dari aneka rempah, termasuk cabai. Namun makanan yang saya pesan berikut, Grünes Thai curry tidak berwarna kuning kemerah-merahan.

Grünes Thai curry merupakan kari hijau dari Thailand dengan tambahan daging ayam. Saya memesannya di warung mahasiswa. Pengelola dan penyajinya adalah mahasiswa berambut pirang. Biasanya kedai dan restoran Asia selalu berwajah dan berperawakan Asia. Dengan ramah mereka menjelaskan bahwa makanan ini pedas. Di sini setiap menu biasanya diberi tambahan informasi jika rasanya pedas. Lantas saya jawab, saya paling suka makanan pedas.

Makanan segera dihidangkan dalam mangkuk besar. Seperti terlihat dalam foto, ada nasi dan aneka sayuran yang tergenang dalam kuah berwarna hijau. Kuah hijau adalah kari hijau yang diberi daun salam dan aneka rempah. Rasanya benar-benar masam dan pedas. Hampir maag saya menderita menyantapnya.

Sayuran yang digunakan adalah irisan kol, timun, wortel, paprika dan daun ketumbar. Makanan ini memang disajikan dengan nasi. Sayangnya saya lebih suka nasi terpisah dari kari. Oh ya, ada kacang tumbuk yang tak halus bercampur di dalam kari. Boleh dibilang seperti karedok atau gado-gado ya?

Jika anda suka asam dan pedas, makanan ala Thailand memang perlu dicoba. Salad memang makanan menyehatkan. Apalagi makanan kari yang saya santap ini tanpa santan kelapa sebagaimana umumnya kari lainnya.

Hühnerfleisch Curry mit Kartoffeln, Memasak Kari Ayam dengan Kentang: Kreasi Sendiri (6)

Apa yang terbayang di benak anda jika makan kari ayam dengan kentang rebus? Bagaimana pun jika menyimak kata ‘kari’ tentu yang terbayang adalah warna masakan yang kuning, bau kunyit, santan dan menyantapnya dengan nasi. Namun kali ini, saya menawarkan kreasi dengan kentang sebagai pengganti nasi.

Pasalnya makanan ini dibuat agar bisa diterima oleh mereka yang menjadikan kentang sebagai makanan pokok. Alhasil kreasi ini ternyata enak juga. Apalagi warna kari yang kuning berpadu dengan kuningnya kentang membuat selera makan menjadi nikmat. Mau coba?

Nama menu berikut adalah Hühnerfleisch curry mit Kartoffeln. Intinya adalah kari ayam dengan kentang. Sengaja saya memilih kentang yang ukurannya mini. Jika anda tertarik mencobanya, boleh dicoba resep sederhana berikut.

Bahan yang diperlukan

  1. Daging ayam fillet.
  2. Kentang ukuran kecil.
  3. Pasta kari.
  4. Santan.
  5. Minyak sayur.
  6. Kaldu ayam.
  7. Air.
  8. Daun salam.
  9. Lengkuas.
  10. Cabai merah.
  11. Bawang merah.
  12. Paprika dan timun (pilihan saja).
  13. Air.
  14. Lengkuas.
  15. Garam, gula dan merica.

Cara memasak

  1. Anda bisa beli kentang kecil kemasan di supermarket. Panaskan air kemudian masukkan kentang hingga masak sesuai petunjuk kemasan. Namun jika tidak ada, kupas kentang. Masukkan kentang dalam panci berisi air hingga terendam semua. Setelah air mendidih, masak hingga kurang lebih 30 menit. Tiriskan airnya dan singkirkan sementara.
  2. Siapkan timun dan paprika. Iris timun dan paprika. Singkirkan sementara.
  3. Potong-potong daging ayam fillet. Haluskan bawang merah.
  4. Panaskan wajan dan masukkan minyak sayur. Masukkan bawang merah yang sudah dihaluskan, cabai merah, lengkuas dan daun salam. Setelah harum, masukkan potongan daging ayam. Masak sebentar dan tambahkan pasta kari.
  5. Tambahkan santan kelapa. Jangan terlalu kental! Saya tambahkan sedikit air dan kaldu ayam. Aduk-aduk dan tambahkan garam, gula dan merica bubuk. Diamkan hingga matang.
  6. Setelah matang, hidangkan kari ayam beserta kentang rebus! Sajikan bersama sayuran paprika dan timun yang masih segar.

Hmmm, bagaimana menurut anda? Perpaduan masakan barat dan timur yakni tak melulu kari selalu dihidangkan dengan nasi.

Selamat mencoba!

Hühnerfleisch Ala Konpao mit Gemüse: Makanan Asia di Jerman (11)

Tumis daging ayam dan sayur dengan saus Konpao.

Makanan berikut ini adalah sejenis cah ayam dengan saus Konpao, yang konon berasal dari salah satu wilayah di Tiongkok, Szechuan. Saya memesannya di restoran China, di Jerman.

Namun jika anda ingin mencoba memasaknya di rumah, silahkan contek informasi di bawah ini!

Bahan yang diperlukan:

  • Daging ayam
  • Minyak sayur
  • Telur,  ambil putihnya saja.
  • Kecap manis.
  • Jahe diiris tipis.
  • Paprika.
  • Bawang Bombay diiris halus.
  • Wortel yang diiris halus.
  • 2 Siung bawang putih dan cincang halus.
  • Cuka beras
  • 3 daun bawang
  • 50 kacang yang sudah disangrai

Langkah memasak:

  1. Potong ayam menjadi kotak-kotak kecil.
  2. Rendam ayam dalam campuran yang terdiri atas garam, kecap, cuka beras, dan putih telur.  Aduk merata sebelum direndam. Diamkan selama 15-30 menit.
  3. Campur bahan untuk sausnya dengan baik.
  4. Panaskan wajan, tuangkan minyak ke dalam.
  5. Tumis paprika, bawang putih dan jahe sampai aroma tumbuh.
  6. Tambahkan daging ayam dan wortel ke dalam tumisan. Masukkan cuka beras sedikit.
  7. Taburi bawang bombay dan tumis sampai daging hampir matang.
  8. Tuang saus rendaman ayam. Masak hingga matang.
  9. Sebelum dihidangkan, taburi kacang. Hidangan pun siap disajikan.

Selamat mencoba!