Makanan Khas Yunani (10): Daging Domba dan Buncis Dalam Kuah Kari

Ini iga daging domba dengan buncis dan irisan tomat hanya sebagai dekorasi.

Akhir pekan saya dan suami menyambangi restoran Yunani yang ada di sini. Awalnya saya ingin makanan iga bakar dimana saya pernah menikmati baguett panggang yang pernah diulas di sini. Ternyata suami belum sempat memarkirkan mobil, ternyata restoran sedang tutup. Akhirnya suami saya mengajak makan siang di restoran lain yang sama-sama mengusung kulineran grillen, letaknya tak jauh juga. Yups, masakan khas Yunani.

Setibanya di restoran khas Yunani, semua tamu memilih duduk di teras luar lebih banyak ketimbang duduk di dalam restoran. Kami pun dengan berat hati duduk di dalam restoran. Si pramsaji pun dengan sigap menawarkan menu dan pertanyaan, apa yang hendak kami minum?

Seperti biasa, minuman yang kami pesan datang bersama schnaps ouzo asal Yunani.

Souflaki yang dipesan suami.

Pesanan saya berupa iga domba bersama buncis berkuah kari. Iga domba ini dipanggang terlebih dulu, kemudian dijadikan satu dengan buncis yang berkuah kari kental. Saya suka. Iga domba yang saya nikmati benar-benar lembut dan kuah karinya meresap.

Saya tidak terlalu suka buncisnya yang sudah terlalu masak. Buncis yang saya suka adalah berasa crunchy. Ini juga tampak pada irisan tomat yang jadi pelengkap, terasa terlalu empuk dinikmati.

Salad.

Bumbu khas mediterania tampak terasa sekali dalam gigitan daging domba. Itu sebab, ada yang mengatakan makanan ini disebut kari mediterania. Namun ada pula yang menyebutnya donner, karena makanan ini berisi iga domba seperti donner.

Sedangkan suami saya, dia memesan makanan yang sudah diketahuinya dengan baik. Suami saya memesan souflaki yang pernah diulas di sini. Untuk kedua menu yang dipesan, kami mendapatkan salad khas mediterania.

Advertisements