Makanan Khas India (13): Beef Vindaloo, Rendang Daging Sapi Super Pedas dari Goa

Hmm, beef vindaloo dari Goa.
Makannya dengan nasi basmati seperti ini.

Jika masakan nusantara ada rendang daging sapi maka masakan India punya Beef Vindaloo. Begitu kira-kira saya menerjemahkannya. Masak rendang di rumah pernah saya coba dan ternyata butuh waktu dan usaha yang tak sebentar untuk menghasilkan tekstur rendang yang enak dan empuk di lidah. Begitu pun dengan masakan asal India berikut yang dipesan di restoran India.

Adalah Beef Vindaloo yang saya pesan di restoran Taj Mahal di sini dengan rempah meriah merah dan rasanya pedas yang khas. Beef vindaloo ini bila dikenal dalam istilah asing dengan sebutan ‘Spicy Beef Vindaloo’.

Julukan tersebut diberikan mengingat cabai, jahe dan lada diolah menjadi satu dengan beberapa bumbu lain. Konon cabai yang digunakan disebut ‘ghost chilli’ alias ‘cabai setan’ seperti saya menikmati masakan nusantara yang konon banyak menggunakan cabai itu juga. Padahal itu cabai khas India yang bisa menghasilkan warna merah yang disebut masakan kari.

Pemesan beef vindaloo bisa mengatur tingkat kepedasan yang dikehendakinya. Ini perlu diperhatikan dan diatur agar beef vindaloo tetap bisa diterima di lidah orang-orang seperti saya. Beef vindaloo pun melewati serangkaian proses masak yang tak sebentar. Ini diperlukan agar bumbu benar-benar meresap ke dalam daging.

Bagi saya, beef vindaloo ibarat rendang daging sapi super pedas. Tetapi bagi kenalan di sini asal Portugis, beef vindaloo itu seperti vinha d’alhos, masakan yang mirip dengan olahan daging sapi. Tentang kuliner ini, akan saya bahas saat saya berburu kuliner ini di Portugis nanti.

Apakah ada kaitan masakan beef vindaloo asal India dengan vinha d’alhos dari Portugis?

Beef vindaloo dikenal berasal dari Goa, India bagian selatan. Ini mengingatkan saya bahwa sebaran kuliner mungkin saja terjadi jaman dulu kala saat terjadi lintas perdagangan antar negara. Inspirasi beef vindaloo bisa jadi memang berkembang akibat pengaruh jalur perdagangan. Buktinya kuliner daging sapi ini sedikit mirip. Hanya saja, vinha d’alhos dari Portugis menggunakan kentang.

Bagi saya, beef vindaloo itu seperti rendang daging sapi yang saya kenal sejak saya berada di Indonesia. Rendang itu pun harus banyak rempah, dimasak lebih lama dengan api kecil agar bumbu meresap lebih lama. Beef vindaloo memang tidak menggunakan santan kelapa seperti rendang. Tetapi kandungan rempahnya itu setidaknya sama lezatnya.

Apakah anda pernah mencoba beef vindaloo sebelumnya juga?

Kreasi Sendiri (42): Schinken Hack Röllchen, Rolade Daging Sapi Pakai Bacon Kuah Krim

Rolade daging sapi kuah krim buatan sendiri.

Setelah saya berhasil membuat kol rolade yang berisi daging sapi cincang. Kini saya ingin praktik membuat kreasi masakan lain, yang juga dibuat dengan digulung. Tetapi kedua rolade ini pastinya berbeda, sehingga saya bagikan kepada anda resepnya. Barangkali ini bisa menjadi ide anda di rumah untuk mengkreasikannya buat anggota keluarga.

Baca: Resep rolade kol

Saya mendapati ide ini dari MAGI, produk Jerman yang menawarkan resep olahan yang bisa dicoba di rumah.

Bahan yang diperlukan

  1. 250 gram daging sapi giling
  2. Schinken ‘kalt essen’
  3. 150 liter air
  4. 50 ml krim
  5. 1 bubuk penyedap MAGI kemasan untuk ‘Schinken Hack Röllchen’
  6. 50 gram keju yang sudah diparut
  7. Garam dan merica secukupnya
Gambar 1.

Gambar 2.
Gambar 3.

Langkah membuatnya

  1. Siapkan wadah, masukkan daging sapi giling ke dalam. Taburi garam dan merica sedikit. Aduk bersamaan.
  2. Buat adonan daging sapi giling pipih lonjong seperti pada gambar 1.
  3. Siapkan loyang. Bungkus adonan dengan schinken. Agar tetap terbungkus rapi, letakkan lembar schinken penutup di bagian bawah loyang.
  4. Siapkan mangkuk. Masukkan air, bubuk MAGI dan krim bersamaan. Aduk hingga bercampur rata.
  5. Siram adonan dengan krim berbumbu secara keseluruhan. Lihat gambar 2!
  6. Taburi di atas adonan gulung keju parut. Lihat gambar 3!
  7. Panggang dalam oven sekitar 170 sampai 200 celcius. Masak sekitar 30 menit.

Saran penyajian:

1. Anda bisa menikmati dengan nasi hangat atau mie sesuai selera anda.

2. Cara lain disajikan dengan roti baguette.

Selamat mencoba!

Kreasi Sendiri (41): Mongolian Sweet Beef, Semacam Beef Teriyaki Super Enak

Beef Teriyaki ala Mongolia bisa disajikan dengan nasi dan rebusan sayuran.

Sebagaimana yang pernah diceritakan bahwa saya diundang teman mahasiswa asal Tiongkok sebelah utara dekat Mongolia. Selain menikmati dumpling, saya juga mendapatkan suguhan Mongolian Sweet Beef. Setelah ditelisik cara pembuatannya, saya berkesimpulan ini semacam beef teriyaki. Bagi saya, beef teriyaki tidak asing lagi karena saya bisa mendapatinya dengan mudah di Jakarta.

Berikut adalah resep pembuatannya yang mudah. Saya yakin anda bisa praktikkan di rumah dengan mengikuti langkah berikutnya. Jika ada bahan yang tak ada, tak masalah sepanjang anda punya daging sapi. Jika saya praktikkan ini mudah maka andw bisa lakukan di rumah sebagai resep pilihan kala wiken atau di hari libur. Dijamin mereka suka!

Ini enak sekali!
Ini bisa untuk bekal makan siang. Isikan dengan buncis, wortel dan telur rebus.

Bahan yang diperlukan

  1. 300 Gram daging sapi
  2. 5 sendok tepung jagung
  3. 3 siung bawang putih
  4. 2 siung bawang bombay
  5. 2 daun bawang
  6. 2 sendok makan soya sauce
  7. 1 sendok makan beef teriyaki, jika ada
  8. 2 sendok makan gula palem
  9. Sedikit jahe
  10. Setengah gelas air
  11. Minyak goreng
  12. 1 sendok teh bubuk cabai
  13. 1 sendok teh kaldu sapi
  14. Sedikit garam

Langkah memasak

  1. Iris tipis daging sapi.
  2. Lumuri daging sapi dengan tepung sehingga tercampur rata.
  3. Panaskan wajan dan beri minyak goreng.
  4. Goreng tiap daging yang sudah diberi tepung hingga berwarna kecokelatan. Tiriskan dari minyak. Singkirkan sementara.
  5. Iris bawang bombay dan daun bawang.
  6. Siapkan wadah dan masukkan daun bawang dan bawang bombay.
  7. Masukkan kecap soya sauce, kecap beef teriyaki (jika ada), cabai bubuk, kaldu sapi, gula palem dan garam. Aduk bersamaan dan beri sedikit air.
  8. Haluskan bawang putih dan jahe.
  9. Panaskan wajan dan tambahkan sedikit minyak. Masukkan bawang putih dan jahe.
  10. Masukkan adonan kecap lagi ke dalam wajan.
  11. Masukkan irisan daging sapi yang berbalut tepung.
  12. Masak dengan api kecil selama lima menit.
  13. Sajikan!

Saran praktis

1. Agar irisan daging sapi tercampur rata, saya masukkan daging ke dalam plastik. Masukkan tepung dan kocok-kocok daging agar berbaur dengan tepung.

2. Anda bisa menyajikan dengan nasi putih atau rebusan kentang.

3. Nikmati pula dengan rebusan buncis dan wortel.

4. Anda bisa menjadikannya bekal makan siang. Simpan daging dalam wadah tertutup di lemari es setelah masakan dingin.

Selamat mencoba di rumah!

Kreasi Sendiri (39): Kroutroladen, Rolade Daging Sapi Cincang dan Nasi Berbalut Kol

Rolade sudah jadi.

Memasak di rumah dengan mencoba resep baru adalah ide yang bisa anda coba di kala akhir pekan tiba. Kami pun berunding cukup alot, makanan apa yang hendak kami coba saat itu. Diskusi soal resep dan bahan makanan itu penting sebelum berbelanja. Akhirnya diputuskan, kami memasak kroutroladen, yakni daging sapi cincang bersama nasi yang dibalut kol. Ini adalah resep asli dari kreasi saya, somay kol isi nasi dan daging sapi cincang.

Baca: Resep buat somay isi nasi dan daging sapi cincang

Bahan yang diperlukan

  1. 130 gr Beras
  2. 350 gr daging sapi cincang
  3. 1 siung Bawang Merah besar atau bawang bombay
  4. Minyak sayur
  5. 1 siung bawang putih
  6. 200 gr wortel yang diserut
  7. 3 buah tomat yang dipotong dadu
  8. 12 lembar kol
  9. 2 sendok makan pasta tomat
  10. Sedikit senf, mustard
  11. 500 ml air kaldu sapi
  12. 200 ml krim rasa asam
  13. Tali untuk mengikat kol
  14. Garam, merica
Setelah dibelah dua, daging sapi cincang dan nasi menyatu.

Langkah memasak

Pertama, memasak nasi. Cuci beras. Siapkan panci berisi air dan tambahkan sedikit kaldu sapi, jika anda suka. Atau beri garam pun sudah cukup. Setelah nasi masak sekitar 15 menit, tiriskan airnya jika masih ada. Singkirkan sementara waktu hingga nasi dingin.

Kedua, siapkan kol gulung. Panaskan air dalam panci. Jika air sudah mendidih, masukkan satu per satu lembar kol hingga layu. Jika lembar kol sudah layu, tiriskan airnya dan singkirkan sementara.

Ketiga, isian rolade kol. Panaskan wajan dan beri minyak sayur. Masukkan bawang merah/bawang bombay yang sudah dicincang dan bawang putih yang dihaluskan. Beri parutan wortel dan potongan dadu tomat. Masak hingga setengah matang.

Keempat, isian rolade dengan daging sapi cincang dan nasi. Siapkan wadah. Masukkan nasi dan daging sapi cincang. Aduk bersamaan hingga tercampur rata dan halus. Tambahkan tumisan wortel dan tomat hingga menjadi satu kesatuan.

Kelima, membuat rolade kol. Ambil satu lembar kol dan letakkan isian rolade pada nomor empat di atas lembar kol. Gulung dan ikat dengan tali bila perlu sehingga menjadi satu gulungan kol. Lakukan sebanyak adonan.

Keenam, memasak rolade kol. Siapkan panci. Panaskan dengan air kaldu sapi. Masukkan rolade yang sudah tergulung. Masak hingga 30 menit.

Ketujuh, saus rolade. Manfaatkan air kaldu untuk memasak rolade untuk sausnya. Tambahkan saus tomat dan krim asam, garam, merica dan senf. Aduk dan masak hingga matang. Setelah dibumbui, rasakan sesuai selera.

Kedelapan, sajikan. Ambil satu rolade kol dengan saus pada nomor tujuh. Dijamin anda suka!

Selamat mencoba di rumah!

Kreasi Sendiri (40): Paprika Isi Daging Sapi Cincang, Jagung dan Keju

Gambar 1: Paprika sudah terisi daging sapi cincang, jagung dan keju serut.

Makanan berikut adalah kreasi sendiri berdasarkan pengalaman membuat resep paprika isi yang diberikan ibu mertua. Waktu itu paprika disajikan dengan isian nasi dan daging sapi cincang. Hal itu mendasari saya untuk membuatnya di rumah dengan sedikit sentuhan berbeda agar bisa tetap nikmat disajikan di rumah. Kali ini bukan nasi, melainkan jagung manis dan sedikit keju sebagai topping. Hasilnya enak juga!

Baca: Paprika isi nasi dan daging sapi cincang

Bahan yang diperlukan

  1. 4 Paprika besar
  2. 350 gr Daging sapi giling
  3. 350 gr Jagung pipilan kemasan
  4. 1 siung bawang bombay
  5. 2 sendok pasta tomat
  6. 1 sendok paprika bubuk
  7. 100 gram keju parut
  8. 1 sendok fett, bisa diganti dengan minyak sayur
  9. Kaldu sapi bubuk, Garam dan merica secukupnya
Gambar 2: Paprika sudah matang tampak keju meleleh sekarang.
Gambar 3: Paprika sudah matang yang siap disantap bersama nasi hangat.

Langkah memasak

  1. Bersihkan isi paprika sehingga kosong. Cuci bersih.
  2. Cincang bawang bombay.
  3. Panaskan wajan dan beri fett atau minyak sayur.
  4. Tumis bawang bombay.
  5. Masukkan daging giling dan biarkan masak.
  6. Tambahkan pasta tomat, kaldu sapi bubuk dan paprika bubuk.
  7. Beri juga garam dan merica. Biarkan menjadi masak.
  8. Siapkan wadah. Masukkan jagung pipilan di dalam.
  9. Masukkan dalam wadah tumisan daging sapi yang sudah dimasak.
  10. Aduk-aduk semua bersamaan.
  11. Masukkan adonan ke dalam paprika hingga penuh. Tutup paprika dengan keju parut.
  12. Lanjutkan seterusnya hingga semua paprika terisi. Lihat gambar 1!
  13. Panaskan oven.
  14. Masukkan dalam loyang empat paprika yang sudah terisi dengan keju parut sebagai topping. Atur oven 200 derajat celcius sekitar 20-25 menit masaknya.
  15. Anda bisa memastikan paprika sudah matang saat keju sudah matang. Lihat gambar 2!
  16. Untuk menikmatinya, belahlah isi paprika. Tak perlu nasi atau pasta, ini sudah cukup mengenyangkan buat saya. Lihat gambar 3!

Mudah ‘kan! Jika anda bosan makan nasi, paprika bisa diisi dengan jagung pipilan. Dijamin anda suka!

Selamat mencoba!

Makanan Khas Jerman (66): Burgunderbraten, Daging Sapi Panggang Warna Merah Kehitaman

Burgunderbraten di salah satu restoran yang saya pesan.

Makanan di Jerman memang punya nama yang unik, tetapi tentu berkaitan mengapa diberi nama tersebut? Sementara makanan nusantara semisal sayur asem saja, saya tidak bisa menjelaskan alasannya mengapa disebut sayur asem saat ditanya suami. Jawaban mudah saya adalah sayur tersebut berasa asem sehingga disebut sayur asem. Begitu pun nama-nama makanan di Jerman terkadang membuat saya berpikir, mengapa diberi nama tersebut. Seperti ulasan makanan berikut, yakni burgunderbraten.

Saya mendapati dua sajian burgunderbraten di dua tempat berbeda. Pertama, saya makan siang bersama suami. Kami memesan menu yang sama dan sesungguhnya saat itu, saya tidak tahu apa nama menu masakan yang saya makan. Saya pikir itu sama saja dengan schweinebraten. Hingga saya tahu ini berbeda ketika saya mendapati hidangan kedua di hotel, saat ada acara makan malam keluarga.

Warna burgundi membuat nama masakannya disebut demikian. Ini adalah makanan istimewa di Jerman yang terbuat dari irisan daging sapi muda yang dipanggang. Untuk rempah-rempah yang digunakan adalah thymian yang memberikan aroma khas pada sapi panggang tersebut. Begitu istimewanya di Jerman hingga hidangan ini terbawa ke Austria sebagai hidangan daging sapi ala Burgundy.

Burgunderbraten lain sebagai makanan utama, yang saya dapatkan dalam menu 5 macam.

Sebetulnya apa itu burgundy?

Burgundy adalah nama anggur yang berasal dari bagian timur Prancis. Lembah ini terkenal dengan anggurnya yang lezat. Di situ terdapat penyulingan anggur yang diminati bagi para wine lovers dunia. Warna wine burgundy adalah merah tua gelap. Meski ada juga anggur putih dari lembah ini, tetapi untuk masakan burgunderbraten lebih cocok anggur merah sehingga menampilkan warna yang khas.

Warna merah juga dilengkapi dengan warna kubis merah gelap sebagai pendamping makanan. Buktinya dua makanan yang sama yang satu, dinikmati di Jerman dan satu lagi dipesan di Austria menghasilkan sajian yang sama. Mereka selalu memberikan kubis merah sebagai sajian pendamping. Rasa kuliner ini enak pastinya. Sekarang anda jadi tahu mengapa masakan ini disebut burgenderbraten.

Makanan Khas Asia (59): Tumis Daging Sapi dengan Nanas ala Thailand

Lihat potongan nanas tidak hanya memberi rasa asam manis yang pas saja, tetapi masakan tampak cantik!

Thailand merupakan negara yang kaya akan kuliner dengan rasa asam manis sekaligus pedas. Tak hanya tom yum saja, rupanya Thailand punya banyak varian makanan tumisan, termasuk menggunakan nanas yang ditumis bersamaan sayuran lain dan daging sapi. Jangan tanya rasanya karena ini enak sekali! Makanan ini banyak digemari dan dipesan oleh orang-orang Eropa loh.

Awalnya saya tidak menyangka bahwa nanas bisa diselipkan dalam tumisan. Anda dan saya bisa jadi hanya tahu bahwa nanas hanya sebagai buah yang biasa disantap sebagai rujak saja atau salad buah. Tetapi di belahan negara lainnya, nanas bisa disajikan di atas piring sebagai makanan tumisan berbaur dengan sayuran lainnya.

Sebelumnya saya pernah mengulas juga mangga menjadi tumisan makanan bersama daging sapi. Mangga yang saya kenal sebagai buah pun ternyata bisa dinikmati sebagai masakan. Kini lanjutannya adalah nanas dalam tumisan.

Saya memesannya di restoran khas makanan asia di sini. Namanya mungkin terdengar asing, tumis daging sapi dengan nanas yang terasa asam, manis dan menyegarkan. Seperti yang anda lihat, daging sapi yang dipilih jelas yang benar-benar daging sapi lembut tanpa lemak. Dengan irisan yang halus, daging sapi akan terasa empuk dan dipadupadankan dengan sayuran seperti paprika, seledri besar, timun jepang dan bawang bombay. Tentu, ada irisan nanas yang berwarna kekuning-kuningan. Indah terlihat.

Tak ada bumbu yang rempah seperti makanan nusantara. Ini hanya bawang putih, bawang merah dan cabai agar tampak pedas. Setelah irisan daging sapi potongan ditumis matang, masukkan sayuran yang dikehendaki dan masak bersamaan. Teman asal Thailand menjelaskan dengan baik masakan ini. Terakhir masukkan garam, merica, sedikit gula dan potongan nanas. Biarkan masak sebentar di atas wajan.

Kini anda punya ide menjadikan nanas sebagai campuran tumisan. Rasa nanas yang asam dan manis menambah citarasa tersendiri untuk masakan ini. Warna nanas pun menambah indah penampakan tumisan ini.

Makanan Khas Italia (28): Carpaccio Di Cipriani, Salad dengan Irisan Daging Sapi Mentah yang Lezat dan Keju Parmesan

Salad ini enak banget!

Senja petang yang indah di musim gugur, suami ajak makan malam di restoran Italia. Saya pun segera merapikan perlengkapan kerja dan bergegas untuk meluncur ke restoran Italia yang memang belum pernah kami sambangi. Suhu 7 derajat celcius tak menyurutkan niat saya untuk makan malam nan romantis, meski jarak parkir mobil dan restoran agak jauh.

Selesai memesan minum, mata saya langsung tertuju pada aneka menu yang tersedia. Tetapi saat ini saya hanya ingin makan yang tak terlalu besar porsinya. Saya sedang mempertimbangkan makan salat atau hanya sup saja.

Pramusaji datang meletakkan dua minuman yang dipesan. Suami menyebutkan menu yang akan disantapnya. Saya masih sibuk berpikir ingin makan apa, tiba-tiba suami menyenggol kaki saya di bawah meja agar segera memutuskan pilihan makan. Karena pramusaji berambut pirang itu masih menunggu dengan sabar pesanan saya. Tanpa berpikir panjang, saya menyebut salad carpaccio tanpa memeriksa deskripsi menu tersebut.

Hidangan pesanan carpaccio datang. Ini adalah tumpukan salad dengan daun rucola yang rasanya bitter itu. Sumpah, salad ini enak sekali! Semula saya berpikir bagaimana saya makan daging sapi mentah bersama sayuran yang juga sama-sama mentah. Tak terbayang lidah saya menyukai rasanya yang benar-benar enak sekali. Tambahkan perasan jeruk lemon, wah saya langsung jatuh cinta dengan salad ini.

Apa yang membuat salad carpaccio itu begitu enak?

Rahasia salad ada pada racikan dressing yang berbaur bersama bahan makanan di dalamnya. Salad yang dipopulerkan oleh Bapak Cipriani ini memang enak sekali. Meski jika anda tahu bahwa racikannya sederhana saja. Ada vinegar, olive oil, garam dan merica. Hanya itu. Tambahkan juga keju parmesan sehingga rasa salad menguat enak.

Irisan daging sapi ini memang istimewa. Tak ada bau amis, apalagi rasa yang menyengat di lidah seperti umumnya daging sapi mentah. Daging sapi yang dipilih pastinya berkualitas. Irisannya pun dibuat setipis mungkin dimana saya tak bisa melakukannya dengan baik.

Sejak ditemukan oleh bapak Cipriani, salad ini memang begitu populer sebagai makanan pembuka di restoran Italia nan ekslusif. Tak perlu datang ke Venice, Italia yang menjadi asal muasal salad ini. Saya bisa menikmatinya segera di restoran yang menawarkan sajian Italia istimewa.

Salad nikmat ini memang layak dijadikan makanan pembuka di menu gang, gala dinner misalnya. Atau saat anda sedang dinner romantis dengan seseorang, salad ini bisa jadi pilihan loh.

Apakah anda sudah pernah mencoba salad ini?

Bihun Daging Sapi ala Thailand: Makanan Khas Asia (37)

Bihun daging sapi ala Thailand.

Membayangkan makan bihun daging sapi ala Thailand, pikiran saya melayang ketika saya makan pad thai yang pernah saya makan di kaki lima di Bangkok. Saya memang berada di restoran selera Asia di Jerman. Nama menu terpampang di meja kasir. Namanya Glasnudeln mit fleisch, yang bisa diterjemahkan bihun dengan daging sapi.

Pad thai yang pernah saya makan juga sejenis bihun, mie yang terbuat dari beras. Ini makanan populer yang mudah ditemukan dari restoran eksklusif hingga kedai kaki lima. Makanan ini bisa dicampur dengan sayuran dan ditambahkan lainnya sesuai selera seperti daging atau makanan laut. Saya pernah mencoba keduanya.

Lalu apa bedanya dengan menu yang saya jumpai di Jerman? Itu pemikiran saya. Berhubung sudah sangat lapar di kala makan siang, keputusan pun langsung dibuat.

Selang beberapa menit, makanan saya sudah diberikan oleh pegawai restoran. Terlihat seporsi besar bihun bercampur daging sapi. Ada tampak aneka sayuran seperti wortel, brokoli, jamur, tauge dan paprika. Lengkap. Rasanya seperti tumisan biasa, tidak terlalu istimewa memang. Namun berhubung sudah lapar, saya tidak lagi mengingat apa saja bumbu penyajinya.

Di restoran ini tersedia pilihan daging yang disukai. Saya pilih daging sapi. Juga bila tak ingin makan daging, pilihan lain adalah dengan udang. Isiannya hampir sama, hanya saja daging sapi digantikan udang.

Bagaimana menurut anda?

Cah Daging Sapi Pakai Sayur: Kreasi Sendiri (8)

Makanan berikut yang diperkenalkan adalah paling mudah dibuat. Pasalnya ini adalah menu coba-coba setelah sering membeli makanan di restoran Asia. Saya pikir bahwa saya juga suatu saat bisa membuatnya sendiri di rumah. Jika anda suka, silahkan coba resep berikut.

Untuk sayuran, bisa diganti sesuai selera anda.

Bahan yang dipersiapkan

  • 200 gr daging sapi fillet
  • Minyak wijen
  • Wortel
  • Brokoli
  • Paprika
  • Cabai
  • Bawang putih
  • Bawang bombay
  • Timun jepang
  • Kecap manis
  • Saus teriyaki
  • Garam dan merica
  • Air dan tepung maizena

Langkah memasak

  1. Potong-potong daging fillet sapi menjadi lebih kecil. Potong-potong juga sayuran yang disuka, termasuk bawang putih dan bawang bombay.
  2. Panaskan wajan, masukkan minyak wijen. Masukkan cabai, bawang putih dan bawang bombay. Tumis sebentar.
  3. Masukkan sayuran yang dipotong-potong kecil dan diiris tipis. Masak hingga layu.
  4. Tambahkan daging sapi fillet.
  5. Masukkan saus teriyaki dan sedikit kecap manis jika suka. Tambahkan garam dan merica.
  6. Beri campuran sedikit tepung maizena dan air.
  7. Diamkan sebentar hingga berwarna kecokelatan dan daging empuk.

Setelah tumisan sapi dan sayur selesai dimasak, siapkan nasi panas! Selamat makan😊