Pola-pola, Ketika Semua tersaji Setengah-Setengah: Makanan Khas Balkan (3)

Pola-pola, makanan khas Kroasia.
Salad yang disajikan sebagai hidangan pembuka.

Makanan berikut yang saya sajikan masih berhubungan dengan negeri Kroasia. Saya mendapatinya di salah satu restoran yang mengklaim spesial hidangan Bayerisch – Kroatisch. Namanya pola-pola, unik ya. Hidangan ini dipesan oleh suami, sedangkan pesanan saya sudah termuat di sini.

Pola-pola adalah makanan perpaduan aneka kuliner kroasia. Tentu jika kita tahu kuliner Kroasia, maka makanan populer yang sudah mendunia adalah cevapcici. Nah, cevapcici sudah dibuat dalam kemasan praktis dan mudah di supermarket-supermarket di Eropa. Menu pola-pola pun masih berkaitan dengan cevapcici.

Rupanya pola-pola memuat campuran aneka makanan kroasia yang sudah pernah saya makan dan bahas sebelumnya. Karena hidangan terdiri dari campuran yang setengah-setengah porsi, maka menu pola-pola bisa dikatakan menu setengah-setengah. Atau dalam bahasa jerman bisa juga dikatakan halb und halb. Halb sendiri diterjemahkan menjadi ‘setengah.’

Satu piring pola-pola terdiri atas setengah porsi cevapcici. Apa itu cevapcici? Silahkan lihat di sini!

Selanjutnya ada Raznjici, semacam sate ala Kroasia. Ini semacam daging yang ditusuk pada bilah metal kemudian dipanggang. Ini juga termasuk pesanan saya. Pada menu pola-pola, hidangan raznjici hanya ada satu tusuk.

Untuk menemani menyantapnya, ada nasi pedas ala Kroasia. Nasi pedas berasa paprika dan tomat ini disebut djuvecreis. Tak hanya nasi, di restoran Kroasia juga tersaji pommes atau kentang goreng. Keduanya tersaji bersamaan.

Hal menarik lainnya dalam hidangan Kroasia adalah potongan bawang merah di atas hidangan. Juga sambal khas yang selalu tersedia, yang bernama ajvar. Ini semacam sambal bersama bawang putih dan rempah-rempah untuk memberi rasa daging. Sambal ini juga sudah tersedia di supermarket di sini.

Oh ya, setiap memesan menu maka kita mendapatkan sajian sayuran sebagai salad pembuka. Salad terdiri aneka sayuran segar dengan dressing asam manis. Sebelum menikmati makanan utama, salad ini selalu disajikan di muka.

Hmmm, rasanya setengah tak percaya bahwa semua tersaji dengan lezat. Meski setengah-setengah, tetapi semua enak.

Advertisements

Suzuki atau Soutzukakia, Bakso Daging Goreng ala Yunani: Makanan Khas Yunani (4)

Suzuki.

Saya dan suami makan siang di restoran Yunani. Sudah lama kami tidak mencoba restoran citarasa tradisional yang memiliki kebudayaan menawan itu. Maklum saja, setelah berkunjung ke Wahala, tentu angan menuju ke Yunani menjadi tujuan kami. Karena banyak hal yang mungkin bisa dieksplor di sana. 

Makanan satu ini bernama suzuki sebagaimana yang tertulis dalam daftar menu. Meski ada juga yang menyebutnya soutzukakia, setelah saya cari tahu sendiri. Dalam daftar menu dikatakan bahwa makanan ini terdiri atas daging cincang yang digoreng, nasi khas Yunani dan zaziki. Zaziki ini semacam yoghurt asam yang dicampur dengan bawang putih dan lemon. Ini semacam pelengkap rasa dari hidangan. Sepertinya zaziki selalu tersedia di ujung piring saat kita memesan makanan utama di restoran Yunani. 

Saya pesan suzuki karena penasaran dengan rasanya. Sementara suami saya pesan menu souvlakiyang sudah pernah saya bahas di sini. Daging yang dipanggang dengan cara ditusuk seperti sate. Tusuk satenya bukan dari kayu tetapi logam. Ternyata souvlaki tetap sama seperti yang sudah dimakan sebelumnya. Rupanya dia malas memilih hidangan lain yang belum pernah dicobanya.

Minuman yang dipesan plus ouzo, kiri.

Salad.

Souvlaki.

Pesanan datang, pertama adalah minuman yang kita pesan berikut minuman tradisional Yunani, Ouzo. Ouzo selalu dalam gelas mini yang diminum sekali tegak, langsung ke tenggorokan. Suami menghabiskan ouzo milik saya. Selang tak lama, datang salat sayuran. Aneka sayuran seperti kol, kol merah dan wortel dijadikan satu dengan dressing yang menurut saya cukup lezat. Setelah puas menikmati hidangan pembuka, datang makanan yang dipesan.

Suzuki yang jadi pesanan saya terdiri atas dua nasi merah yang dibentuk seperti gundukan mini, tiga potong daging goreng, zaziki. Ini seperti bakso karena merupakan daging giling yang dibentuk bola dan dipipihkan. Kemudian digoreng sebelum disajikan. Nasi merah ini seperti nasi dan saus tomat yang menguatkan rasa suzuki. Konon suzuki adalah bola-bola daging yang digoreng dengan tambahan jinten di dalam. Jinten memang kerap digunakan untuk makanan khas Mediterania.

Suzuki berasal dari Izmir, salah satu kota tua di Turki yang ditemukan oleh Alexander Agung. Sepertinya ada sejarah masa lalu antara Turki dengan Yunani. Kemudian sebagian lagi mengatakan suzuki berasal dari Symirna, salah satu wilayah kota lama di Yunani. Dari mana pun asal suzuki, tentu ini bukan nama sebuah merek asal Jepang. Ini adalah makanan tradisional khas Yunani.

Penasaran ‘kan?

Pljeskavica, Makanan Meriah dari Serbia: Makanan Khas Balkan (1)

Pljeskavica mit Djuvecreis.

This post aims to introduce national dish by Serbian people. We just stopped by in restaurant which had claimed Balkan Speciality culinaries. 

The first dish was Pljeskavica mit Djuvecreis. It was prior seasoned and grilled of minced meat and served as with or without cheese inside. As side dish, this pljeskavica performed with spicy rice that known by djuvecreis.

Next post I’ll write on second culinary.

*** 

Suami ajak makan di restoran yang ahli dalam kuliner Balkan. Sebelumnya, saya sudah mempopulerkan makanan Balkan yang bisa dicek di sini

Makanan khas area Balkan tersebut sebenarnya berasal dari Serbia, namun begitu populernya makanan ini hingga dikenal di negara Kroasia, Bosnia dan Herzegovina. Karena tertarik dengan kepopulerannya maka saya pun memesannya. 

Sebelum memesan, saya bertanya seperti apa bentuk makanan tersebut. Pljeskavica adalah sajian daging giling yang dipanggang bumbu. Dagingnya bisa daging sapi, daging babi atau daging domba. Ini semacam hidangan meriah dan biasa disajikan di Serbia.

Ada dua pilihan di restoran ini, ada yang tanpa keju atau dengan keju di dalam. Saya memilih tanpa keju karena saya sudah mempertimbangkan kandungan lemak dari makanan tersebut. Jika anda suka steak dan makanan olahan daging maka makanan ini perlu dicoba. 

Untuk menyantapnya, ada nasi khas negeri Balkan yakni Djuvecreis. Semacam nasi merah. Lalu ada bawang bombay yang diiris halus. Kemudian tak kalah menarik adalah sambal khas milik mereka. Sambal ini disebut Avjar, biasa dijumpai di supermarket di Jerman.

Apakah anda tertarik mencoba makanan khas Balkan ini?

Schweineländchen in Champignon – Rahmsoße: Makanan Khas Jerman (25)

Schweineländchen in Champignon – Rahmsoße mit Semmelnknodel.

Apakah anda tertarik membuat saus jamur krim? Saya pernah mencobanya dengan pasta, rasanya enak sekali. Ini hasil praktik memasak saya seperti tertulis di sini.

Lain waktu kami di hari minggu, kami mencicipi makanan ala Jerman yang tersaji secara buffet. Mata kami berdua tertuju pada saus krim jamur yang mempesona. Akhirnya dengan side dishes berbeda, kami pun memesannya.

Sebenarnya membuat saus jamur tak ubahnya seperti praktik yang sudah saya buat sebelumnya. Pilih jamur champignon, tiriskan dari airnya, bersihkan dan keringkan sebentar. Untuk krimnya, saya pikir bisa menggunakan krim 10 – 15 persen fett

Schweineländchen in Champignon – Rahmsoße mit Bratkartoffeln.

Karena restoran begitu penuh, saya bertugas mencari tempat duduk sementara suami memilih menu makanan. Jangan sampai sudah bawa baki makanan tetapi tak ada tempat duduk! Sepakat.

Pilihan saya saus jamur bersama tumisan kentang. Kentang dipotong kecil-kecil lalu diberi bawang bombay dan sedikit irisan daging ham. Lalu ditumis bersamaan, masak hingga matang. 

Sedangkan suami saya memilih saus jamur bersama kentang tetapi sudah dibuat menyerupai bola. Ini disebut semmelnknodel. Lalu dia pun tak lupa menambahkan aneka sayuran rebus tanpa rasa. 

Begitulah, saus jamur bisa divariasikan dengan daging seperti pesanan saya. Atau anda bisa variasikan dengan nudeln atau pasta.

 Semoga bermanfaat!

Schweinerücken Vom Grill, Restoran Schillerhof: Rekomendasi Tempat (12)

Schweinerücken vom Grill. 

Kembali lagi rekomendasi makanan tampil dengan kuliner khas Bavaria. Saya dan suami mampir di restoran yang katanya enak dan sudah lama disukai oleh banyak orang di sekitar. Begitu disukai sehingga restoran ini juga kerap dipenuhi pengunjung, mungkin perlu reservasi juga. Beruntung kami datang, masih ada tersedia tempat buat kami berdua. 

Suasananya benar-benar nyaman dan terlihat moderen ketimbang restoran tradisional lainnya. Pengunjung datang dengan keluarga atau berpasangan, begitu ramai di sekitar kami duduk. Nama restoran tersebut Schillerhof, Bad Fussing. 

Saya memesan menu untuk seniorenteller. Jika anda seperti saya, yang tidak suka makan dalam porsi besar pada umumnya, maka anda bisa memesan porsi untuk para senior atau orang yang sudah lanjut usia. Atau pilihan lain adalah porsi untuk anak-anak karena juga biasanya porsinya tak besar. 

Nama menu yang saya pesan adalah Schweinerücken vom Grill. Ini semacam cordonbleu menurut saya hanya saja dipanggang dan diberi saus yang lezat. Sausnya adalah lauch-schinken sauce irisan daging ham dengan saus yang kental. 

Nah, biasanya di restoran tradisional Jerman, diberikan kentang atau roti sebagai side dishes. Hal menarik di menu ini adalah kroket atau dalam bahasa Jerman krakotten. Ini adalah kentang yang dicampur dengan tepung dan diolah memanjang dan dilumuri tepung roti. Menurut saya, ini enak!

Tambahan lain dari menu saya adalah bunten salatteller. Masih satu paket dengan pesanan saya adalah salat yang terlihat berwarna-warni seperti kol putih, daun salada air, mentimun dan wortel. Rasanya manis dan asam bercampur jadi satu. 

Saya suka semuanya. Pesanan saya benar-benar enak. Awalnya saya meminta secangkir teh panas karena di luar dingin sekali. Setelah makan, saya masih ingin berlama-lama sambil menemani suami bertemu kolegannya. Akhirnya saya mencoba Schokoccino. Ini semacam latte macchiato yang ditambahkan bubuk cokelat di dalam kopi. Rasanya juga sama enak dan membuat saya semakin betah duduk. 

Untuk pesanan suami, akan dibahas pada pos selanjutnya. 

Brat’l in der Rein (Schweinebraten in der Rein): Masakan Khas Jerman (18)

Brat’l in der Rein.

Ini minuman saya, air putih.

Apfelsaft, minuman suami.

Wiken tiba, suami ajak makan di restoran karena libur untuk memasak di rumah. Saya usul untuk datang ke restoran Jerman dengan resep tradisional yang belum pernah saya coba. Suami setuju! Akhirnya kami berangkat ke salah satu restoran di suatu kota.

Saya ingin mengambil gambar suasana restoran di Jerman hanya saja, tak enak dipandang oleh orang sekitar yang sedang berada di restoran. Kami senang disambut baik oleh pramusaji karena tak perlu reservasi untuk datang ke restoran ini. Kebetulan suami kenal baik dengan pemilik restoran. Suami ada keperluan bisnis di dekat area restoran. 

Akhirnya saya memilih menu yang terdengar aneh, bisa jadi ide untuk dituliskan. Benar saja, ini menu yang susah juga untuk ditulis Brat’l in der Rein. Si pramusaji yang mendengar saya menyebutkan nama menunya sempat tersenyum. Maklum lidah orang Indonesia. Untuk minuman, saya pilih air putih saja. Pastinya air putihnya bersoda.

Saya melihat ke sekeliling tempat duduk. Di depan saya seperti keluarga besar yang sedang merayakan sesuatu yang istimewa, mereka berbicara dan tertawa sambil menikmati makanan. Di sudut lain, sepasang opa oma sedang menikmati makan siang bersama sambil bergandengan tangan. Romantis sekali! Di dekatnya, ada suatu keluarga yang juga sedang menikmati makan siang bersama kedua anak mereka. Sedangkan di depan saya, seorang perempuan duduk sendirian dan memesan salat.

Akhirnya makanan saya pun tiba. Porsi yang besar untuk ukuran saya. Si pramusaji mengenakan drindl, pakaian kebesaran perempuan Bavaria kemudian menata semua sajian di hadapan saya. Ada semacam rantang besar yang berisi makanan di dalam dan cangkir aluminium untuk saus daging. Setelah itu, pramusaji meletakkan perlengkapan makan berisi piring lebar, sendok, garpu dan pisau daging.  Rantang tersebut berisi kentang dan daging.

Bisa juga disebut schweinebraten in der Rein.

Saus yang jadi kuah daging.

Penampakan makanan di piring.

Ada sauerkraut tersembunyi di dalam tumpukan daging.

Brat’l in der Rein dimaksudkan adalah daging schweinefleisch yang sudah dibumbui terlebih dulu sehingga disebut schweinebraten. Ini bisa disebut juga brat’l yang ditaruh di dalam rantang, yang kemudian menu makanan ini menjadi brat’l in der Rein. Di dalam daging olahan tersebut, terselip saurkraut yang sering saya ceritakan dalam berbagai menu makanan khas Jerman.

Setelah dicicipi, saya cari tahu pembuatannya. Sepertinya schweinefleisch direndam dalam bumbu dengan gram, merica, jinten dan bawang putih. Daging yang dipilih pun tentunya tanpa lemak dan tulang. Setelah itu, daging dimasukkan dalam oven dengan periode waktu yang membuat daging tidak mengering tetapi kulitnya terasa crispy. Panggang selama beberapa jam. Kurang lebih seperti itu cara memasaknya. Sedangkan sausnya semacam fleischsuppe, yang diberi bumbu bawang putih dan air rendaman daging. Ini asumsi saya, karena saya tidak memasaknya. Kuah daging ini yang membuat rasa daging semakin nikmat.


Kentang yang tawar dan sauerkraut yang masak bercampur jadi satu dengan daging yang berkaldu. Rasanya tentu saja nikmat sekali! Inilah salah satu kuliner Bavarian di Jerman. Seharusnya untuk melengkapi makanan ini, saya harus memesan bir gandum agar lebih nikmat lagi. Apa daya, makanan ini saja sudah cukup mengenyangkan saya.

Suami selesai urusan bisnisnya, isteri senang mencicipi kuliner. Kerjasama yang luar biasa! Setidaknya saya bisa bercerita tentang kuliner tradisional di sini.
 

 

Tintenfisch mit Gemüse Und Schweinefleisch mit Erdnusssoße: Masakan Asia di Jerman (5)

Mari memasak lagi dengan menu Asia yang ditemukan di restoran Tiongkok di Jerman. Satu masakan yakni ‘Tintenfisch mit Gemüse’ sudah pernah dibahas pada pos sebelumnya. Tetapi kali ini saya akan membahasa bagaimana cara memasak kedua masakan tersebut. Tertarik ya? Kalau begitu, kita lanjutkan!

Baca https://liwunfamily.com/2017/10/31/makanan-asia-di-jerman-3-restoran-china-lucky-seven/

Tintenfisch mit gemüse.

Masakan pertama adalah ‘Tintenfisch mit Gemüse.’ Tintenfisch dalam bahasa Jerman adalah cumi-cumi sedangkan gemüse adalah sayuran. Ini menurut saya semacam cap cay seafood, hanya bedanya seafood diganti menjadi cumi-cumi saja. Untuk memasak cumi-cumi memang perlu kehati-hatian jika tidak ingin rasanya seperti ‘sandal jepit’ rasanya, alias alot saat dimakan. Pilih juga cumi-cumi yang masih terbilang segar. 

Bahan yang diperlukan:

  1. 200 Gram cumi yang sudah dibersihkan dan diiris seperti cincin.
  2. Wortel secukupnya yang sudah diiris.
  3. Daun bawang sudah diiris.
  4. Sayur ambu dalam kemasan.
  5. Brokoli diiris tipis.
  6. Jamur tiram diiris tipis.
  7. Bawang putih dihaluskan.
  8. Bawang bombay iris halus.
  9. Jahe sedikit saja dan iris halus.
  10. Kaldu sayur rasa ayam.
  11. Kecap ikan secukupnya.
  12. Saus tiram secukupnya.
  13. 1 sendok teh tepung maizena.
  14. Minyak sayur secukupnya.


Cara memasak:

  1. Cumi yang sudah dibersihkan dan diiris halus seperti cincin kemudian direndam dalam air panas selama sepuluh menit, kemudian ditiriskan.
  2. Sayur bambu biasanya saya beli dalam kemasan, saat akan digunakan keluarkan dari botolnya lalu tiriskan airnya. Sayuran lain tak perlu banyak, sesuaikan juga dengan selera dan kebutuhan anda.
  3. Panaskan wajan, masukkan minyak sayur. Tumis bawang putih dan jahe terlebih dulu setelah harum masukkan bawang bombay dan daun bawang.
  4. Kemudian masukkan semua sayuran seperti wortel, jamur tiram, sayur bambu dan brokoli. Masak hingga layu. 
  5. Setelah itu, tambahkan kecap ikan dan saus tiram ke dalam tumisan sayur, tutup beberapa saat.
  6. Masukkan cumi dan aduk perlahan.
  7. Beri air sedikit saja, agar mengental tambahkan tepung maizena.
  8. Tambahkan kaldu sayur. Masak beberapa saat. Selesai!

    Schweineflesich mit Erdnussoße, sayuran di dalam tumpukan daging sehingga tidak terlihat.

    Masakan kedua yang akan dibahas adalah ‘Schweinefleisch mit Erdnusssoße’. Karena begitu banyak S, sampai saya memastikan kembali nama menu ini, ternyata memang benar begitu penulisannya. Schweinefleisch adalah daging babi, sedangkan Erdnusssoße adalah saus kacang, seperti bumbu sate rasanya. Lanjut memasaknya, jika anda berkenan mencobanya!

    Bahan yang diperlukan:

    1. 200 Gram daging fillet babi.
    2. 100 Gram sayuran Asia kemasan.
    3. Tepung terigu.
    4. Telur.
    5. Minyak sayur.
    6. Bumbu kacang buatan Asia. 
    7. Garam, gula, merica secukupnya.
    8. Air secukupnya.


      Cara memasak:

      1. Iris tipis daging seperti lembaran. Buat wadah pertama berisi telur yang sudah dikocok. Wadah kedua adalah tepung. Ketiga adalah wajan yang berisi minyak sayur, usahakan minyak merendam semua fillet daging. Celupkan lembaran daging ke wadah pertama kemudian wadah kedua dan selanjutnya digoreng di wajan. Begitu seterusnya. Jika sudah terdapat daging dalam potongan tepung. Singkirkan sementara.
      2. Lanjutkan dengan membuat saus kacang! Masak sedikit air hingga panas kemudian tambahkan saus kacang sesuai kebutuhan. Biarkan saus kacang mengental, beri garam, merica dan gula secukupnya. Masak dua menit dan matikan kompor.
      3. Siapkan wadah, atur sayuran kemasan yang berisi irisan wortel dan tauge di tengah. Tutup sayuran dengan lembar daging bertepung. Siram dengan saus kacang. Selesai!

      Saran penyajian:

      1. Kedua masakan tersebut disajikan dengan nasi hangat.
      2. Untuk menu tintenfisch mit gemüse, bisa disesuaikan dengan sayuran yang disukai misal kapri, kacang polong, kol putih dan lain.
      3. Untuk menu schweinefleisch mit Erdnussoße, dipastikan lembaran daging tidak gosong saat menggorengnya. Sayurannya pun bisa digunakan, bisa juga tidak. Saus kacang biasanya dipesan di toko Asia di Jerman.

      Selamat mencoba!

      Steak mit Pfeffersoße: Masakan Khas Jerman (9)

      Siap disantap.

      Sebelum disiram saus.

      Penampakan kedua sebelum disiram saus.

      Steak. Makanan ini mungkin tak asing lagi ditemukan di Indonesia, terutama restoran yang menyajikan masakan ala western. Namun jika anda suka memakannya, bisa jadi anda pun bisa memasaknya di rumah. Karena memasak steak itu mudah. Tak perlu pemanggang jika anda tak punya, anda bisa menggunakan wajan penggorengan. 

      Saat ini saya perkenalkan steak dengan saus lada hitam, seperti yang mungkin anda temukan di restoran. Pilih daging sapi yang masih segar dan potongannya memang untuk steak. Agar menyehatkan tentunya, anda bisa variasikan dengan sayuran. Sayuran dipilihkan terdiri atas wortel yang kecil, brokoli, daun kapri, buncis dan kacang panjang berwarna putih. Saya juga menambahkan kentang sebagai sumber karbohidrat. Itu pun jika anda suka. 

      Bahan yang diperlukan antara lain:

      • Daging steak.
      • Mentega atau minyak sayur.
      • Saus lada hitam kemasan.
      • Kentang.
      • Garam, lada secukupnya.
      • Sayuran yang disesuaikan selera anda.
      • Krim susu 50 ml atau 4 sendok makan.
      • Air.

      Cara memasaknya:

      Pertama, memasak kentang rebus. 

      • Panaskan air sebanyak kentang yang diinginkan. Ukuran air seperti merendam kentang. Beri garam sedikit ke dalam air.
      • Cuci dan bersihkan kentang dengan baik. Biarkan dengan kulitnya. 
      • Setelah air mendidih, masukkan seluruh kentang yang diinginkan hingga terendam. Masaklah selama 45-60 menit, tergantung besarnya api dan jenis kentang.
      • Untuk mengetes kentang sudah masak, anda bisa menusuk dengan garpu.
      • Jika sudah masak, matikan kompor. Kupas kentang dengan mengkulitinya sehingga lebih mudah. Singkirkan sementara.

      Kedua, memasak sayuran.

      • Cuci bersih semua sayuran. 
      • Silahkan sesuaikan dengan selera anda dalam memasak sayuran. Cara saya adalah merebus semua sayuran ke dalam air panas. Satu per satu hingga masak.
      • Setelah masing-masing sayuran ditiriskan dari air, potong-potong menjadi lebih kecil. Cara ini lebih mudah menurut saya.
      • Agar rasanya semakin enak, saya menumis sayuran jadi satu kira-kira selama 1-2 menit. Saya menggunakan margarin untuk menumis. Sayuran akan tercampur jadi satu.
      • Jika sudah masak, singkirkan sementara.

      Ketiga, memasak saus lada hitam.

      • Perhatikan aturan informasi yang tertera dalam kemasan saus lada hitam. 
      • Masak 200 ml air kemudian masukkan bumbu saus lada hitam.
      • Lalu masukkan krim. Masak selama 1-2 menit. Siap untuk disajikan.

      Keempat, memasak steak.

      • Pukul-pukul daging dengan pemukul khusus.
      • Taburi garam dan merica di kedua sisinya. Biasanya saya membiarkan daging selama 30 menit sebelum dimasak.
      • Panaskan wajan. Tambahkan margarin atau minyak sayur. 
      • Masak steak dengan api kecil. Setiap sisi daging kira-kira 5 menit. Bolak-balik daging hingga berwarna kecoklatan. Jika sudah masak, siap dihidangkan.

      Kelima, menata makanan. 

      • Sajikan dalam piring yang ceper atau tidak melengkung.
      • Masukkan kentang dan belah menjadi potongan kecil. Beri sayur di sisi selanjutnya. Dan steak di bagian akhir.
      • Kemudian siram steak dengan saus. Siap disantap.

      Selamat makan! 🍽

      G’wichste Knödel und Sauerkraut: Masakan Khas Jerman (6)

      Hasil akhir dan siap untuk disantap.

      G’wichste Knödel yang berbentuk bulat seperti bakso dipotong kecil-kecil, daging panggang juga dipotong dan tambahkan sauerkraut di sisi lain. Ini tampilan sebelum diberi kuah daging.

      Tepung yang digunakan.

      Sauerkraut yang sudah jadi dan tinggal dipanaskan.

      Untuk isian bola-bola jika suka.

      Masakan selanjutnya yang ingin saya perkenalkan adalah G’wichste knödel dan Sauerkraut. Menyebutnya saja susah, tetapi memasaknya mudah. Makanan ini sesungguhnya berasal dari wilayah Bavaria, salah satu negara bagian di Jerman. Agar lebih enak memakannya dicampurkan dengan irisan daging panggang yang sudah direbus terlebih dulu plus sauerkraut, sayuran kubis yang diasinkan dan berasa masam.

      Bentuk makanan ini seperti jajanan dari Bandung, cilok atau seukuran bakso yang bulatnya pas. Apa yang membedakannya dengan cilok adalah bahan pembuatan dan isi di dalam. Selain itu, adanya asinan sayur sauerkraut tentu menjadi terlihat berbeda, yang dicampur bersamaan. Makannya tentu pakai garpu dan pisau, bukan sendok meski sedikit berkuah.

      Bahan yang diperlukan:

      • 500 Gram tepung gandum Rye (lihat foto di atas).
      • Garam.
      • Air.
      • Isian: Reine Schweine – Grammeln (lihat foto di atas).

      Cara memasak:

      Membuat g‘wichste knödel, seperti di bawah ini.

      1. Buat adonan dari tepung dan tambahkan garam. Masukkan air ke dalam adonan. Aduk perlahan hingga menyatu.
      2. Cubit tiap adonan dengan tangan lalu putar-putar berulang hingga bulat. Pastikan tangan anda dalam keadaan basah agar dapat membuat bulatan yang indah.
      3. Pipihkan adonan bulatan. Masukkan grammeln ke tengah. Bulatkan kembali seperti bola!
      4. Siapkan air yang mendidih, masukkan tiap bola-bola selama 10 menit atau hingga masak terangkat ke atas air.

      Selanjutnya membuat daging panggang sebagai bahan campuran

      1. Panaskan air hingga mendidih. Tambahkan garam ke dalam air.
      2. Masukkan daging panggang sesuai selera ke dalam air.
      3. Masak hingga empuk.
      4. Tiriskan daging dan kuah daging siap untuk kuahnya.

      Membuat sauerkraut dengan mudah adalah membeli yang sudah jadi dalam bentuk kaleng.

      1. Masukkan kemasan sauerkraut ke dalam panci kecil atau seukuran porsi yang dikehendaki.
      2. Tambahkan air secukupnya, tidak terlalu banyak hingga mendidih.
      3. Masak kira-kira 30 menit dalam api sedang.

      Makanan pun siap disajikan. Pertama, siapkan piring. Potong daging asap. Kedua, ambil bola-bola G’wischte knödel dan belah menjadi lebih kecil. Ketiga, tempatkan juga sauerkraut ke dalam piring anda. Terakhir, tambahkan kuah daging untuk menutupi sajian. 

      Saran dari saya:

      • Untuk isi bola bisa diganti juga dengan kacang kenari atau selera anda.
      • Anda juga bisa memakannya tanpa daging panggang. Cukup G’wischte knödel dan sauerkraut.
      • Jika tidak suka sauerkraut, anda juga bisa ganti acar ketimun atau acar tomat. Silahkan sesuaikan dengan selera anda!

      Selamat menikmati!

      Schaschlikpfanne mit Reis: Masakan Khas Jerman (5)

      Schaschlikpfanne disajikan dengan nasi.

      Schaschlik seperti sate dimakan dengan roti, isiannya sama yakni daging, daging asap dan paprika.

      Promosi toko daging langganan.

      Kaldu penyedap rasa yang digunakan.

      Masak lagi! Kali ini dapat promosi menu mingguan. Toko daging langganan biasa menerbitkan daftar menu untuk 7 hari. Saya lihat mereka memunculkan Schaschlikpfanne dalam promosi mereka. Beli ah! Apa itu ya? 

      Sebelumnya saya pernah muat masakan yang serupa schaschlik namun ini bentuknya seperti sate. Ya ‘kan? Makannya dengan roti semmeln. Nah kali ini saya mencoba schachlikpfanne tanpa tusuk sate. Dimasak seperti sop daging. Memasaknya juga mudah ternyata. Bagaimana memasaknya? 

      Bahan yang diperlukan:

      • 400 gram daging tanpa lemak dan tulang.
      • 100 gram daging asap.
      • 1 bawang bombay iris halus.
      • 2 paprika besar, iris tipis.
      • 1 paprika bubuk yang pedas.
      • 1/2 liter air.
      • 1 pak kaldu penyedap rasa sapi.
      • 2 sendok saos cabai.
      • 2 sendok pasta tomat.
      • 1 sendok teh tepung.
      • Garam dan merica hitam yang besar dihaluskan kasar.
      • Minyak goreng.

      Cara memasak:

      • Saya sudah mendapatkan irisan daging dan daging asap yang sudah dipotong sesuai menu yang tertera di tukang daging. Jika anda membeli masih dalam kondisi utuh, maka potong daging seperti dadu. Iris juga daging asap menjadi potongan kecil.
      • Taburi daging dengan garam dan merica hitam. 
      • Panaskan minyak sayur sesuai porsi daging. Masukkan daging hingga warna kecoklatan. Kemudian masukkan daging asap dan masak bersamaan. 
      • Masukkan irisan bawang dan paprika irisan ke dalam daging. Tumis bersamaan hingga matang dan warna kecoklatan.
      • Tambahkan air ke dalam masakan. Lalu masukkan kaldu daging penyedap rasa ke dalam masakan.
      • Masukkan pasta tomat, saos cabai dan tepung ke dalam masakkan. Aduk perlahan hingga mengental. Tambahkan paprika bubuk jika suka.
      • Ketika daging sudah mulai empuk, matikan kompor.
      • Siap disajikan dengan nasi panas.

      Saran dari saya:

      • Jika anda suka pedas, anda bisa tambahkan irisan cabai atau pilih paprika yang pedas.
      • Saya memakannya dengan nasi. Silahkan sesuaikan dengan keinginan anda, misal roti, kentang atau mie.

      Terdengar mudah? Happy trying!