Menikmati Menu Ikan Zander di Kapal Wisata, Kota Passau

Bosan dengan wisata keliling kota tua di Eropa? Atau bosan menyantap makanan di restoran? Nah ide berikut bisa dicoba dimana anda bisa menikmati wisata tanpa berlelah-lelah berjalan kaki dan menyantap sajian dengan pemandangan alam yang indah. Ya, berwisata dengan kapal wisata di kota Passau.

Pasalnya di kota Passau ada pilihan wisata dengan menggunakan kapal menyusuri sungai donau. Sungai donau atau yang biasa dikenal danube dalam istilah asing membuat suasana wisata anda semakin semarak. Di sini anda bisa menyusuri sungai sambil menikmati pemandangan indah juga tempat-tempat bersejarah lainnya. Di dalamnya tersedia pemandu wisata yang menjelaskan tentang tempat-tempat yang dilewati. Ada juga buku petunjuk yang menyediakan informasi dalam bahasa Jerman dan bahasa Inggris.

Harga tiket wisatanya bervariasi tergantung lama dan pilihan atraksi yang anda kehendaki. Namun pastinya kapal wisata ini memiliki nuansa yang tak membosankan. Suasana di dalam bak restoran berkelas dengan suguhan sajian istimewa seperti yang saya pilih berikut. Di kapal wisata ini tersedia hidangan tradisional ala Bavaria dan berbagai menu western lezat yang bisa menemani perjalanan anda.

Saya memesan Zanderfillet und Kartofelln seperti yang terlihat pada foto. Zander memiliki tubuh yang panjang seperti tombak dan siripnya yang tajam seperti duri. Ikan zander memang ditemukan di perairan Eropa, bahkan ikan ini juga hidup di sungai danube ini. Namun anda pastinya tidak akan melihat orang memancing atau nelayan menangkap ikan selama berwisata di sini. Karena sesuai peraturan pemerintah Jerman dilarang tanpa ijin menangkap hewan untuk dikonsumsi apalagi dijual.

Hidangan datang setelah saya memesan. Ikan ini berasa tawar dan tak ada duri. Ikan dibungkus tepung dan digoreng. Untuk menikmati ikan, diberi sentuhan rasa kräuterbutter, yakni butter dengan tambahan daun peterselli. Plus ada irisan lemon yang bisa menguatkan rasa segar ikan. Sebagai side-dishes ada kentang yang berbentuk kecil dan diberi daun peterseli. Dan tentunya salad yang diberi dressing yoghurt. Mantap!

Sambil menikmati sajian ikan zander, kita disuguhi suasana alam sungai danube atau donau. Untuk hidangan makan dan minum terpisah dari harga tiket kapal wisata. Di sini pula mungkin anda terinspirasi seandainya di Jakarta kelak bisa tersedia pilihan wisata menyusuri sungai yang bersih. Bukan mustahil ya. Memang diperlukan kesadaran dari warga dan peraturan yang ketat agar tidak membuang sampah ke sungai.

Semoga bermanfaat!

Advertisements

Romantisme Sungai Danube di Linz, Austria

Hari ini WordPress mengingatkan saya sudah memposting 1000 artikel. Bukan sebuah prestasi yang mudah, mengingat ini semacam candu bagi saya untuk menulis. Lanjut dengan pengalaman saya minggu lalu, di Linz, Austria. 

Sungai Danube atau dalam bahasa Jerman dikenal dengan Donau melalui Regensburg dan Passau yang berada di Jerman. Seperti yang saya ceritakan 

Ternyata sungai danube juga melalui Linz, salah satu kota terbesar ketiga di Austria. Sebagai kota besar tentu banyak tempat bisa menjadi tujuan wisata. Salah satu tujuan wisata saya kali ini adalah menikmati wisata dengan menggunakan kapal. Apakah anda berminat?

Tak hanya Passau dan Regensburg yang punya wisata melintasi sungai Danube sebagaimana yang saya ceritakan, Budapest di Hungaria juga demikian. Simak cerita saya menyusuri indahnya sungai Danube di malam hari di Budapest di sini. Nah, tak mau ketinggalan di Linz pun saya melakukan hal yang sama. Indah dan layak dicoba jika anda berkunjung ke sini.

Datang ke dermaga atau Linz Habour maka ada berbagai pilihan paket tur yang bisa dipilih. Paket wisata seperti ini memang hanya pada periode tertentu, yakni tidak saat musim dingin. Tepat saat menyusuri sungai Danube di musim panas seperti sekarang. Ada pemandangan alam yang menawan menyusuri sungai danube. Banyak wisatawan memilih duduk di luar atau di atas kapal agar bisa menikmati sinar matahari sembari mengamati pemandangan sekitar.

Meski sekedar sungai namun alam memang selalu memberi ketenangan dan kedamaian jika dinikmati sungguh-sungguh. Menikmati wisata dengan kapal seperti ini tak perlu khawatir lapar dan haus, pasalnya tersedia aneka minuman dan makanan bak kafe dan restoran. Anda bebas memilih selera anda. Meski harus membayar, namun harga makanan dan minumannya masih terjangkau dompet. Sembari menikmati makan malam, kita bisa mengamati pemandangan yang indah. Luar biasa!

Ini yang membuat anda perlu membawa pasangan ke sini. Selain anda bisa menikmati makan malam romantis berdua dengan pasangan, ada sungguhan entertainment yang juga menyenangkan para tamu. Ada grup musik yang bisa membuat anda berdansa dengan pasangan. Romantis ‘kan seperti opa dan oma yang berada di sekitar saya. 

Tak hanya itu rupanya, kita sebagai tamu kapal akan disuguhi keindahan kembang api di seberang sungai. Di tengah kelap kelip kota Linz di malam hari dan percikan kembang api, mata saya tertegun bahwa ini sungguh wisata yang romantis. Bisa jadi ini pilihan wisata anda bersama pasangan.

Bagaimana?

Photos Galery: Menyusuri Sungai Donau, Passau

Last week, we were been around Danube river in Passau. As known, Passau is called “Bavarian Venice” due to the confluence of beautiful three rivers. One of them is Danube that literally in German as Donau. After Wolga river, Danube is the second of largest river in Europe that passed through some countries.

***

Minggu lalu (11/3) cuaca di sini begitu cerah dan tidak dingin, diatas 13 derajat celcius. Kami berjalan-jalan menyusuri keindahan sungai Donau, di Passau. Sungai Donau dalam istilah Internasional dikenal dengan nama Danube. Sungai ini adalah sungai terbesar kedua di Eropa setelah sungai Wolga. 

Pinggir sungai Donau. 

Promenade di pinggir sungai

Dengan ikut paket tur dari ferry ini, anda bisa menyaksikan keindahan sungai ini yang melintasi beberapa negara. 

Dia adalah Emerenz Meier, seorang warga Passau yang cukup disegani sebagai seorang seniman di awal abad 20.

Jangkar sebagai penanda bahwa kota ini selalu jadi persinggahan pelancong, tidak hanya Jerman. 

Sepasang muda-mudi bermain kano di Donau.

Tepat di sini, sungai Donau bertemu dengan dua sungai lainnya, Ilz dan Inn.

Catatan ketinggian air yang menjadi momentum bersejarah.

A Romantic Night Tour on the Danube: Budapest, Hungary (5)

Parliament building at the evening.

 

Buda castle and chain bridge.

 

Glühwein or mulled wine to be enjoyed warm during trip.

 


We got offering ticket to have boat tour in the evening. During winter season, the route starts two times on 5 PM and 6.30 PM at boat stops. This tour aims to experience beautiful river both sides parliament building and the historical places around plus Margaret Island. This is a such idea to load potential romantic view on boat together.

During trip on boat, we had tour guide who could speak well in English and Deutsch. This tour was approximately one hour to exploring the river sides.

No wonder when people impressed with parliament building in the evening than the day. The other sides was Margaret Islands that contained fully church and monastery in gothic architectures style.

If you have more budget, you can arrange with agent tour to have river cruise tour. I recommend boat tour in the night when all buildings around river seem sparkling and glowing. The interesting thing must be trying in Budapest is night tour on boat.

In detailed a short trip, please find the video below

 

The next video,

 

In Bahasa Indonesia

Rekomendasi perjalanan romansa malam hari di sungai Danube

Saya mendapatkan gambar tentang gedung parlemen di Budapest di kala malam hari. Gambar menunjukkan gedung itu begitu indah dengan sorot lampu berkilauan. Padahal di siang hari, gedung bergaya arsitektur gothic tersebut tidak terlalu mencolok keindahannya.

Setelah paket tur malam dengan kapal ferry termasuk dalam paket 26€ maka saya dan suami bergegas menuju ke dermaga. Ada dua jadwal yakni jam 17.00 dan 18.30 waktu setempat. Jadwal ini hanya untuk musim dingin seperti sekarang karena waktu siang terasa lebih pendek.

Hal menarik lainnya kami dapatkan sepanjang perjalanan bahwa pemandu wisata selama di perahu bisa berbahasa Inggris dan bahasa Jerman dengan baik. Kami sungguh mendapatkan penjelasan baik seputar gedung-gedung di sisi sungai. Tak hanya itu, perjalanan dengan kapal juga menyelusuri pulau kecil bernama Margareth, yang terletak di antara kota Buda dan Pest.

Di Pulau kecil ini, kebanyakan didominasi biara dan gereja bergaya gothic. Tak banyak tempat populer di sana. Ada hotel dan juga taman yang indah terlihat dari sisi kapal. Semuanya begitu indah di malam hari. Terlihat romantis di atas kapal.

Oh ya, tak perlu khawatir juga jika kedinginan. Di kapal ini juga tersedia kafe sederhana. Saya berhasil membeli glühwein yang rasanya cukup enak juga, berharga 2€. Rute perjalanan dengan kapal memakan waktu selama sejam. Namun ini tidak mengecewakan karena benar-benar indah.

Jika anda punya anggaran wisata yang lebih, ada baiknya anda juga bisa menyusuri kapal wisata yang terlihat megah dan mewah. Bisa jadi anda menikmati makan malam romantis dengan pasangan di sana.

Saya merekomendasikan jika anda datang ke Budapest, silahkan memilih menyaksikan keindahan kota Budapest di sisi sungai Danube. Ini indah sekali!

Passau, Jerman (2): Kota Persinggahan Para Turis 

Mereke mengatakan Passau adalah Venice-nya Bavaria.


Artikel sebelumnya, saya membahas bagaimana kota Passau yang terletak di Lower Bavaria ini dikenal sebagai Kota Tiga Sungai yakni Ilz, Danube dan Inn. Ya, kota ini dilalui oleh tiga sungai yang berbeda. Begitu indahnya, hingga anda bisa melihat bagaimana kapal ferry mendarat dan singgah di sini hanya untuk berwisata.

Baca https://liwunfamily.com/2017/12/15/passau-jerman-kota-bertemunya-tiga-sungai-nan-indah/

 

IMG_20140122_221132
Foto diambil Saat musim panas.

 

Jika musim panas, saya akan menjumpai banyak turis datang dengan kapal ferry lalu mengeksplorasi keindahan kota ini yang tak luas. Di musim dingin seperti ini, banyak orang lebih menjadikan kapal ferry sebagai area romantis untuk makan malam di kapal sembari menikmati romansa malam. Saat ditawari suami, saya masih berpikir ulang. Mungkin saya akan coba di lain waktu saat musim panas. Kota ini menjadi persinggahan turis berbagai negara.

Keindahan lainnya yang masih terpelihara adalah jejak kota tua yang masih lestari dengan bangunan lama bergaya baroque di sekitar. Indah memenuhi kota lama. Di sana banyak dijumpai toko dan kafe/restoran. Beberapa kali saya singgah di kafe dan mengamati orang lalu lalang dengan berbagai keperluan. Ini layaknya seperti turis saja, meski kali ini saya bukan turis.

Jika anda membaca sejarah Passau, anda juga pasti mengenal tokoh legenda Hitler yang juga pernah tinggal bersama keluarganya di sini. Tepatnya di Jalan Theresienstraße, namun sayangnya jalan itu sudah dipenuhi berbagai kafe sehingga tidak lagi dijadikan sebagai tempat historis. Bahkan saya tidak menemukan dengan tepat rumah dimana tokoh legendaris itu tinggal. Sepertinya memang sengaja diubah nomor-nomor bangunan di sana agar orang tidak lagi penasaran dan cari tahu.

Jalan Theresienstraße, Passau.

Mall Stadtgalerie.

Adanya pusat perbelanjaan di kota ini menjadikan kota Passau menjadi tujuan banyak penduduk Bavaria sekitar. Selain itu, kota ini juga dipadati penduduk dari berbagai negara yang menjadi penduduk atau hanya sekedar menjadi siswa di Universität Passau. Pastinya kota ini menjadi persinggahan para turis karena keindahannya.

Jika anda mengamati video singkat di bawah ini, anda akan paham mengapa banyak orang menyebut Passau sebagai Venice of Bavaria.