Antwerpen, Belgia (1): Kemeriahan Pasar Natal yang Tak Ingin Terlewatkan

Lokasi wisata utama kota Antwerpen menjadi Christmas Market.
Lokasinya dekat Katedral Antwerpen, yang juga sedang direnovasi.
Katedral tampak muka.
Meriah dan ramai.

Masih dalam suasana natal dan tahun baru, saya bagikan kemeriahan pasar natal yang sudah berakhir di beberapa tempat. Di Jerman pasar jelang natal sudah selesai dua atau tiga hari menjelang tanggal 25 Desember, Hari Raya Natal itu sendiri. Ini diterapkan juga di negara lain seperti saat saya berkunjung ke Zürich, Swiss dan Amsterdam, Belanda. Sementara ada sebagian negara yang masih menggelar pasar natal seperti di Budapest, Hungaria yang pernah saya sampaikan sebelumnya. Atau di Wina, Austria yang juga masih menggelar Christkindlmarkt di depan Istana Schonbrunn. Rupanya Belgia masih menggelar pasar natal sampai awal Januari tahun berikutnya.

Dari Rotterdam, Belanda kendaraan kami melaju sekitar satu setengah jam lebih menuju Antwerpen, Belgia. Kami berpikir untuk berhenti di Antwerpen untuk mengetahui keindahan kota tersebut. Sayangnya hari sudah gelap, meski kami tiba masih sekitar jam 5 sore. Ini musim dingin setelah hari raya natal berlalu. Kami segera mencari lokasi parkir umum di pusat kota. Tiga puluh menit parkir umum untuk mobil berbayar 2€, letak parkiran dekat dengan Grote Markt, pusat kota.

Begitu keluar parkir, kami melihat banyak orang lalu lalang menuju ke Altstadt atau sekitar katedral. Lokasi ini disebut Grote Markt dalam bahasa setempat dimana banyak butik, area pertokoan pusat perbelanjaan dan menariknya pasar natal masih berlangsung. Christmas market di Antwerpen masih berlangsung sampai 5 Januari dan kami tak ingin melewatkannya. Suami saya tahu bahwa saya ingin mencoba kuliner yang meriah di sini.

Di dekat Katedral, jangan lewatkan die Krippe yakni kandang natal yang berisi figur drama kelahiran Yesus Kristus. Sebagaimana di Jerman, die Krippe biasanya berada di dekat Katedral, Dom atau Gereja utama pusat kota. Selain itu beranjak ke halaman gereja, terdapat instrumen yang dihiasi dekor bertema khusus yang membangkitkan suasana magis. Di situ terdapat restoran eksklusif bagi wisatawan menikmati sajian lokal, dengan suasana lampu temaram.

Christmas Market di Belgia menawarkan ice skating yang menjadi wahana keluarga, anak-anak dan remaja senang menikmatinya. Di Antwerpen saya tidak menemukannya tetapi di Brussels, saya mendapati area ice skating yang berdekatan dengan Christmas Market. Ini yang membedakan Christmas Market di Belgia dengan negara lainnya.

Kandang natal atau disebut die Krippe.
Kiri adalah mistletoe raksasa yang dihiasi cahaya kebiruan yang membuat banyak orang berdiri di bawahnya.
Ini adalah mistletoe raksasa.
Api unggun elektrik raksasa, tempat orang duduk menghangatkan diri.
Kios yang menjual pernak-pernik natal.

Ada berbagai booth yang menjual aneka kebutuhan natal, pernak-pernik natal dan musim dingin hingga kuliner yang sayang jika dilewatkan. Ini seperti umumnya Christmas Market. Namun di sini kami bisa menemukan api unggun besar elektrik dengan tempat duduk yang bisa menghangatkan orang-orang yang menikmati dinginnya malam. Tak kalah menariknya adalah mistletoe raksasa yang didesain mengagumkan. Riuh orang lalu lalang membuat semarak pasar natal ini.

Hal menarik lainnya adalah permainan cahaya dari lampu yang bersamaan dengan instrumen yang membuat suasana semakin indah. Cahaya yang indah dari lampu kelap-kelip membuat banyak orang berfoto. Di sini ternyata ada photo booth juga yang membuat orang bisa berselfie ria. Meski natal baru saja berlalu, namun di sini anda masih bisa menyaksikan semaraknya sebelum Hari Raya Tiga Raja atau dalam bahasa Jerman, Heillige Drei König.

Lalu kuliner apa saja yang saya nikmati di Christmas Market Antwerpen, simak cerita selanjutnya.

Menjelang Advent Pertama: Pernak-pernik Tradisi di Jerman

Due to first Sunday of Advent on 3rd December in this year, some people start to prepare the goods in related with tradition in Advent. 

Advent is a religious tradition that held by Catholic people over the world, including in Germany. Advent is also a period during first week to fourth week to lead up Christmas. This customs in Germany is celebrated yearly by people beyond tradition including the hectic and business ideas. Here the things are to be marked the first Sunday of Advent beginning in Germany. This followed explanation is still in Bahasa Indonesia, how to describe the goods on the first Sunday of Advent week in Germany.

wp-image-1451980984Supermarket sudah berhias diri dengan berbagai dekorasi Natal.

Lilin Advent pun sudah mulai dijual. 

 

Bagi umat Katolik, hari minggu depan, 3 Desember 2018 adalah minggu Advent pertama. Seluruh Gereja Katolik di dunia menyambut masa Adven dengan berbagai tradisi, seperti yang dialami di Jerman dengan pernak-perniknya yang sudah dijual sejak Oktober lalu. Sebagian orang di Jerman sudah heboh mempersiapkannya. 

Kira-kira bagaimana penyelenggaraan Advent pertama di wilayah Bayern, yang bermayoritaskan Katolik?

1. Kalender Advent

Ada angka 1 hingga 24, semacam kotak jendela, bisa dibuka di dalam ada coklat.

Kalender Advent versi lain.

Kalender Advent ini sudah mulai menghiasi rumah-rumah di sini. Ini sebenarnya hanya seperti kalender biasa yang terdiri dari tanggal 1 hingga 24, yakni peristiwa menjelang Natal, dibuat menyerupai jendela. Setiap hari sesuai tanggal, jendela dibuka begitu seterusnya hingga tanggal 24. Namun yang menarik adalah kini kalender Advent dihiasi permen atau coklat. Ini yang membuat semarak dan meriah bagi anak-anak. Setiap anak mendapatkan satu kalender Advent dari orangtua. Orangtua biasanya mengajari anak-anak untuk membuka jendela pada kalender Advent setiap hari sesuai tanggal dan memakan coklat atau permen yang tersembunyi. Anak dilatih bersabar hingga menjelang Natal jika ingin mendapatkan hadiah Natal dari orangtua. Menarik bagi anak-anak tentunya!

2. Lilin Advent (Adventkranz)

Lilin Advent kreasi sendiri. 

Lilin Advent yang dijual.

Di setiap Gereja Katolik sudah menyalakan satu lilin pada minggu pertama Advent. Begitu seterusnya hingga minggu keempat, menjelang Natal. Total ada 4 lilin sebagai simbol empat minggu menjelang Natal. Sebagai bangsa yang family oriented, Jerman pun membuat hal serupa di rumah masing-masing. 

Bermula dari tradisi di Köln sekitar abad 19, tradisi penyalaan lilin Advent pun akhirnya diikuti di setiap rumah. Meski kini ada juga rumah-rumah yang tak memasang lilin Advent karena sudah disatukan dengan penyalaan lilin di Gereja. Tak masalah!

Dulu penyalaan lilin Advent diawali dengan berdoa bersama dalam keluarga, sebagai ucapan syukur. Lalu mereka akan menyantap makanan bersama dan disertai glühwein, untuk menambah kehangatan dalam keluarga.

3. Kue Natal dan Glühwein

Stollen, roti berisi buah-buahan.

Kue Natal yang bervariasi dan terlihat enak ini sudah dijajakan sejak Oktober. Wow! Kue Natal yang terkenal seperti Lebkuchen, kue jahe atau Stollen, roti yang berisi buah-buahan di dalam. Ada juga kue yang terbuat dari almond dan gula tabur. Bahkan ada juga kue-kue coklat yang menyerupai dekorasi Natal.

Glühwein ini semacam minuman yang hangat di tenggorokan dan sedikit beralkohol. Ini minuman tradisional kala musim dingin datang di wilayah Jerman. Kadar alkohol di dalam minuman ini tak banyak. Minuman ini sering dijual di kedai-kedai malam yang menghiasi perayaan menjelang Natal.

4. Pasar Malam menjelang Natal

Pasar musiman ini biasa disebut Weihnachtsmarkt, yang menghiasi semarak kota menyambut Natal. Pasar ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan menyiapkan Natal seperti kue-kue, minuman, dekorasi Natal hingga hadiah Natal. Ada pula yang menyebut pasar musiman ini Christkindlmarkt. Pasar ini sesungguhnya akan digelar pada minggu pertama di bulan Desember, namun beberapa kota besar sudah ada yang memulai lebih awal.

5. Hiasan Natal di area publik

Salah satu toko yang masih tutup saat siang hari, disitu tertulis menyediakan glühwein juga. Di samping toko, ada pohon cemara besar sebagai atribut Natal dan di atas bergantung dekorasi Natal seperti bintang bila malam hari akan berkelap-kelip menghiasi malam.

Pohon cemara berhiaskan atribut Natal menghiasi berbagai area publik.

Petugas pekerjaan umum sedang memasang dekorasi Natal di jalan, terpaksa mobil diberhentikan sementara.

Memasuki Advent pertama, tiap kota pun sudah menghiasinya dengan pohon cemara sebagai simbol tradisi Natal. Pohon cemara besar dengan lampu kemerlap menghiasi malam yang dingin di Jerman. Di jalan-jalan bahkan ada yang membuat dekorasi bintang yang bergantungan. Tak hanya itu, sama seperti di Indonesia semua supermarket dan pusat perbelanjaan menghiasinya dengan atribut dan dekorasi Natal.

Kesimpulan

Natal membawa keceriaan, orang diajak untuk kembali pada makna keluarga, bersemainya kehidupan pertama seorang manusia. Advent adalah empat minggu persiapan menjelang Natal. Pernak-pernik di atas adalah bagian dari tradisi, yang berbeda jika didapati di tiap negara lain misalnya. Jerman pun tak kalah meriah menyambutnya.

Bagaimana pemandangan anda sendiri tentang Minggu Advent pertama di tempat tinggal anda?

Selamat berhari Minggu!❤