Amsterdam (8): 10 Destinasi Wisata Berbayar Hingga Gratis, Hanya dengan Berjalan Kaki

Belanda memang bukan Amsterdam saja, tetapi kecantikan kota ini seperti magnet untuk datang.
Canal night tour Amsterdam bisa anda pilih di musim dingin untuk mendapatkan pengalaman terbaik. Tampak belakang Basilika Santo Nikolaus.

Kami berencana jam 9 pagi sudah keluar hotel dan mulai menjelajah pusat kota Amsterdam. Apa daya, ini musim winter dimana jam 8 pagi masih terasa gelap dan begitu sepi. Rasanya kami pun masih ingin diam di kamar yang nyaman sembari menikmati sarapan pagi. Kami tak perlu khawatir juga untuk menjangkau destinasi wisata karena jarak hotel dengan pusat kota begitu dekat hanya dengan berjalan kaki.

Nah, sepuluh tempat berikut adalah destinasi wisata turis bilamana datang ke Amsterdam. Anda tak perlu keluar uang taksi, sewa sepeda apalagi membawa kendaraan. Cukup berjalan kaki, semua bisa dijangkau. Sepuluh tempat ini ada yang gratis tetapi ada pula yang berbayar. Semua pilihan ada di tangan anda.

1. Dam Square

National monument.
Delman di area Dam Square.

Pemberhentian pertama adalah semacam alun-alun kota dimana warga bisa bertemu dan berekspresi. Seperti saat kami datang, di sisi tengah ada orang yang mencari uang dengan membuat pertunjukan akrobat. Di sisi lain, pertunjukkan budaya suatu negara yang ramai. Dam Square dikenal juga sebagai meeting point untuk sightseeing tour di Amsterdam. Dam Square ditandai National Monument sebagai peringatan perang dunia kedua. Monumen tersebut dibangun tahun 1956.

Dam Square letaknya di pusat dan strategis. Di sini pula orang bisa melakukan unjuk rasa/demonstrasi atau acara yang melibatkan massa. Di sini pula dulu menjadi terminal trem, kendaraan seperti kereta yang melintas di jalan raya. Dam Square juga menjadi tempat berlangsungnya pasar jelang natal. Karena dulu area ini dikenal sebagai market square.

2. Museum kota Amsterdam

Pintu masuk.
Lorong menuju kafe museum.

Jika anda datang ke Amsterdam, tempat kedua yang wajib dikunjungi adalah museum kota. Museum ini berisikan tentang Amsterdam masa lalu, masa kini dan masa mendatang. Enam ratus tahun lalu, bangunan museum ini semula adalah biara kemudian abad 16, bangunan dialihfungsikan menjadi panti asuhan yang menampung ribuan anak. Tahun 1975 fungsi panti asuhan direlokasi yang selanjutnya menjadi Amsterdam Museum. Museum ini berisi lebih dari soal sejarah Amsterdam di masa lalu, tetapi ada seni, budaya dan kebiasaan orang-orang di sini abad per abad.

Contohnya adalah kedatangan Napolleon Bonaparte ke Amsterdam.

Tidak hanya museum, di sini ada kafe dan teras yang sunyi untuk pengunjung di tengah hiruk pikuk kota Amsterdam. Anda bisa menikmati secangkir kopi dan kue-kue negeri Holland yang enak itu atau Heinaken bir mungkin. Museum buka tiap hari mulai dari jam 10 pagi dengan tiket masuk seharga 15€. Jika anda punya I am amsterdam city card maka anda gratis masuk.

3. Royal Palace

Royal palace dari seberang jalan, yakni area shopping centre.
Raja dan Ratu Belanda.

Royal Palace adalah tempat wajib yang dikunjungi di kota-kota besar di Eropa. Pasalnya ini tidak hanya menggambarkan kehidupan monarki pada jaman dulu kala tetapi bangunan istana memang berkesan dan menarik menjadi objek foto. Di depan royal palace seperti alun-alun kota yang tak pernah sepi turis. Selalu ada atraksi yang menarik minat wisatawan atau area berkumpulnya para warga.

Maket istana.

Istana ini didirikan abad 17 dengan gaya arsitektur klasik. Di sini pula terdapat balai kota pemerintahan kota yang diusung sejak dikenal Dutch Golden Age. Bangunan bercorak kuning ini memiliki interior yang melambangkan prestise dan kekusaan. Lebih jelasnya, anda bisa berkunjung ke sini pada jam operasional buka dengan membayar tiket 10€ per orang. Jika anda punya tiket museum terusan maka anda gratis berkunjung.

4. Madame Tussauds

Madame Tussauds di kota Amsterdam.

Tak jauh letaknya dari Royal Palace adalah museum lilin Madame Tussauds. Meski ada banyak museum Madame Tussauds, namun di Amsterdam pastinya ada yang berbeda dan menarik. Saya tidak masuk ke dalam museum karena saya pikir ini kurang lebih sama saja seperti museum madame tussauds yang pernah saya kunjungi di kota lain. Tiket masuknya pun bisa digabung dengan tiket Amsterdam Light Festival.

5. Central Station

Stasiun kereta utama yang besar dan megah di malam hari.
Stasiun yang bersebrangan dengan pusat informasi turis.

Dikutip dari laman informasi turis, setiap harinya diperkirakan sekitar seperempat juta orang lalu lalang melewati stasiun utama Amsterdam. Stasiun ini termasuk yang terbesar dari bandara udara Amsterdam yang ditransfer ke berbagai stasiun di wilayah lain di Belanda. Amsterdam central station juga menjadi titik terminal moda transportasi di ibukota Belanda ini. Stasiun ini pertama kali dibuat dan resmi digunakan pada abad 19 akhir.

Jika anda sudah tiba di stasiun ini, anda bisa mudah membeli tiket moda transportasi umum lainnya. Anda juga bisa langsung mendatangi pusat informasi turis yang letaknya di seberang stasiun. Dari sini juga anda bisa langsung menuju stasiun lain di belahan Belanda lainnya.

6. Zeedijk

Zeedijk Buddhist temple.
Restoran di Niuewmarkt.

Lokasi wisata selanjutnya adalah area chinatown yang dijadikan pusat kuliner selera asia, rumah ibadah seperti klenteng dan sovenir. Area ini cukup luas untuk dijelajahi, saya dan suami hanya mampir sebentar mengingat kami salah jalan yang pada akhirnya menemukan tempat ini. Letak chinatown dekat dengan Nieuwmarkt. Area ini mudah dikenali karena terdapat banyak restoran selera asia dan toko-toko sovenir. Sebenarnya ini kurang tepat juga disebut area pecinan mengingat ada juga warga asia lainnya semisal Thailand dan Indonesia misalnya yang juga berusaha di situ.

7. Pasar bunga atau Bloemenmarkt

Lengkapnya!
Sovenir juga aneka macam dijual di sini.

Sebagaimana anda tahu bahwa Amsterdam dikenal sebagai kota yang cantik karena dipenuhi oleh bunga-bunga yang indah. Selain musim dingin, anda akan melihat cantiknya bunga-bunga bermekaran di Amsterdam. Tentu anda tak akan lupa bunga tulip yang menjadi kebanggaan warga Holland. Cek juga museum tulip yang pernah saya ulas sebelumnya.

Di Amsterdam saja terdapat beberapa lokasi pasar atau toko bunga. Ada masanya dahulu bunga Tulip menjadi kebanggaan warga di sini. Itu pula yang menyebabkan usaha tidak hanya menjual bunga saja, melainkan ada bibit bunga, pupuk hingga hiasan untuk taman. Saya dan suami membeli salah satu hiasan taman rumah belakang karena berkebun juga menjadi aktivitas sebagian orang Jerman diluar musim dingin.

Contoh sovenir yang dijual.

Area bloemenmarkt di jalan Singel Amsterdam menjadi perhatian turis seperti saya. Kami bisa melihat dan mengamati aneka bunga, perlengkapan berkebun hingga kebutuhan aksesoris lainnya. Di sini juga menjadi sentra penjualan buah tangan yang bisa dijadikan sovenir. Oh ya, anda juga bisa menikmati aneka kafe dan kuliner di sekitar sini. Kami pun mampir menikmati poffertjes yang pernah diulas sebelumnya.

8. Rembrandt square park dan museum

Dari kejauhan.
Dari dekat.

Rembrandt museum juga menjadi destinasi wisata yang wajib dikunjungi, tetapi kali ini saya mengajak anda untuk melihat area rembrandt park yang menjadi ajang warga untuk berfoto ria. Pasalnya di sini ada patung miniatur yang menjadi spot turis berfoto. Saya sendiri tidak masuk ke museum Rembrandt. Kami akhirnya memilih berhenti dan di area park terdapat jajanan street foods yang bisa dicoba.

9. Magere Brug

Jembatan cinta.

Ini adalah jembatan romantis yang dijuluki sebagai ‘The Amsterdam Kissing Bridge” yang menawan di malam hari saat musim dingin. Jembatan ini menjadi salah satu ajang aktraksi saat Amsterdam Light Festival Show yang saya ceritakan sebelumnya. Magere Brug adalah jembatan kecil di atas Sungai Amstel yang terkenal. Jembatan ini menghubungkan tepi sungai di Kerkstraat, antara Keizersgracht dan Prinsengracht yang terkenal di pusat kota.

Saya mengetahui mitos “jembatan cinta” dari film drama dengan setting di kota Amsterdam yang ditayangkan di Jerman. Karena film itu, saya pun jadi tahu tentang jembatan yang sebenarnya tampak biasa saja. Kemudian penjelasan juru mudi sekaligus pemandu wisata dalam boat tour memperkuat dugaan mitos tersebut. Hal ini sebagai informasi agar anda tidak heran setibanya di jembatan ini, mungkin ada pasangan yang berciuman sebagai tanda kasih dan mempercayai mitos ini. Mitos bagi pasangan yang berciuman di bawah jembatan ini maka cinta mereka abadi.

10. Shopping Centre

Sebagian gang berbelanja yang selalu ramai.

Tempat terakhir diperuntukkan bagi pecinta shopping atau berbelanja yang luas dengan berbagai merek dunia. Anda bisa dipuaskan untuk memilih barang kesukaan anda di sini dengan tetap memperhatikan anggaran yang tersedia di dompet anda. Tak hanya berbelanja, anda bisa mengamati lalu lalang orang dengan menikmati secangkir kopi dan pancake Holland yang enak di kafe di sini.

Have a nice day!

Amsterdam (6): 5 Museum Menarik nan Unik yang Mungkin Anda Tertarik

Kota Amsterdam yang selalu cantik dan menjadi incaran wisata dunia.
Ilustrasi.

Amsterdam begitu menggoda siapa saja untuk datang. Padahal orang Belanda sudah menyarankan bahwa Belanda tidak hanya Amsterdam saja, ada kota-kota lain yang sama menariknya seperti Amsterdam. Kami juga berkunjung ke Den Haag dan Rotterdam. Namun kami berpikir tak lengkap rasanya ke Belanda, jika kami belum menjejakkan kaki di pusat ibukota Belanda meski kami sudah pernah melintasi Belanda sebelumnya. Dan akhirnya museum menjadi bagian dari keseruan kunjungan kami di sini.

Lima museum berikut berada di pusat kota Amsterdam dengan letaknya berdekatan satu sama lain. Begitu menariknya museum ini dikarenakan ini mungkin tabu di Indonesia untuk dibahas tetapi di sini anda bisa mendapatkannya.

Bagi pecinta museum dan bukan, museum berikut ini menawarkan atsmofer berbeda untuk pengunjung. Dijamin anda tidak akan bosan berkunjung ke museum. Staf museum memiliki informasi yang mumpuni, berbagai pertanyaan pengunjung bisa dijelaskan dengan baik. Dari yang berbayar hingga gratis, saya bagikan untuk anda.

1. Museum Tulip

Museum tampak depan.


Berdiri di jalan Prinsengracht, seberang jalan menuju Anne Frank Huis adalah lokasi museum Tulip. Museum Tulip tidak begitu besar, yang berisi sejarah, informasi dan berbagai pernak-pernik tentang bunga cantik ini. Seperti yang saya ketahui bahwa bunga tulip ini berawal sekitar abad 16 di Belanda, yang diperkenalkan saat jaman kekaisaran Ottoman. Bunga ini berhasil memikat banyak warga Belanda saat itu hingga menjadikannya sebagai investasi. Hingga kini, bunga tulip masih mendapat tempat di hati warga Belanda. Warna dan bentuknya yang rupawan menjadi daya tarik tersendiri sebagai objek foto.

Pengunjung bisa membayar tiket masuk sebesar 5€ untuk orang dewasa. Di sini kita bisa mendapatkan bibit hingga cara merawat bunga tulip. Selain itu, bunga tulip bukan asli pun bisa dijadikan dekorasi rumah atau sovenir. Letaknya tak jauh dari Museum Keju atau di seberang jalan menuju lokasi Anne Frank Huis.

2. Museum keju

Museum tampak depan.

Museum selanjutnya adalah museum keju yang letaknya hampir bersebelahan dengan museum tulip. Atau anda bisa berjalan kaki sekitar dua menit dari arah Anne Frank Huis. Ini bisa menjadi petunjuk itinerary anda bila berkunjung ke Amsterdam. Museum keju ini pun tak begitu luas tetapi kaya akan informasi keju yang menjadi makanan favorit orang Belanda. Museum ini diperuntukkan untuk siapa saja, bukan hanya penggemar keju saja. Anda bisa masuk gratis.

Museum keju menawarkan contoh keju yang bisa dicoba pengunjung yang datang. Tentu saja, anda bisa membeli dan membawa pulang aneka macam keju yang tersedia. Keju yang disedikan pun ada berbagai macam. Staf di sana dengan ramah menyambut dan memperkenalkan keju terbaik untuk anda. Anda pasti suka datang ke sini.

3. Museum Multatuli

Museum tampak muka.

Museum selanjutnya yang menarik untuk dikunjungi adalah Museum Multatuli. Siapa yang tak kenal Multatuli, nama yang disebut dalam pelajaran di sekolah saat saya bersekolah di Indonesia dulu. Saya sudah memasukkan jadwal mengunjungi tempat ini begitu tiba di Amsterdam. Sayangnya saya datang di hari libur dimana museum pun tutup. Mengenai Multatuli yang merupakan nama pena dari Eduard Douwes Decker, saya buatkan dalam artikel terpisah.

Museum ini berjarak sekitar 10 menit dengan berjalan kaki dari Anne Frank Huis. Museum ini pun gratis bagi siapa saja. Dulu museum ini adalah rumah kelahirannya, tetapi sejak dijadikan museum maka bangunan dialihkan sebagai peninggalan karya Multatuli menjadi dua lantai. Multatuli dikenal dengan buah pikirnya yang menolak kolonialisme. Di museum ini, pengunjung bisa mengenal sosok Multatuli yang sederhana dan buah pena hasil karyanya.

4. Museum Sex

Museum tampak depan.

Museum selanjutnya yang juga menarik dikunjungi adalah museum sex, yang berjarak sekitar dua menit saja dari Amsterdam Central Station. Museum yang berada di area lalu lalang para turis dan pejalan kaki ini mudah dijangkau. Namun mereka yang sudah berusia 16 tahun yang boleh masuk ke situ. Pengunjung juga boleh berfoto asalkan sudah membayar tiket masuk sebesar 5€. Museum ini lebih pada karya seni dan permainan multimedia yang dianggap tabu dan tidak dipertontonkan di muka publik.

5. Museum Cannabis

Museum terakhir yang bisa jadi informasi untuk anda adalah museum cannabis. Sebagaimana kita ketahui, para ahli terus berupaya membuktikan manfaat dari ganja untuk kehidupan manusia. Misalnya cannabis ternyata bermanfaat untuk perawatan kulit dan masih banyak lagi yang perlu dibuktikan. Meski manfaatnya pun masih menjadi pro dan kontra, museum ini menghadirkan nuansa informatif dan edukatif dari tanaman mariyuana ini.

Staf museum yang berpengalaman dan cukup informatif akan menjelaskan mariyuana dari sejarah, jenis-jenisnya hingga manfaatnya yang berbentuk produk. Pengunjung juga bisa melihat tanaman mariyuana yang masih hidup. Lokasi museum berada di Damstraat.

Bagi anda yang tertarik datang ke Amsterdam, bisa jadi informasi di atas menjadi pertimbangan agenda wisata anda mengunjungi jantung kota Amsterdam.

Selamat berhari Minggu!

Amsterdam (5): 6 Gereja Menawan di Pusat Kota

Basilika Santo Nikolaus tampak belakang.

Ketika berkunjung ke Belanda, hal yang ingin saya lakukan adalah berkunjung ke gereja karena saya dulu pernah bersekolah di sekolah katolik yang dididik oleh beberapa suster dan pastor yang berasal dari Belanda. Saya hanya membayangkan bahwa di Belanda pasti ada banyak gereja. Itu sebab salah satu tujuan saya adalah mendatangi gereja di Amsterdam, meski saya dan suami tidak pergi ke semua gereja di Amsterdam.

Enam gereja yang saya liput berikut memiliki bangunan arsitektur yang indah. Tampak menara gereja menjulang yang mudah terlihat siapa saja. Gereja ini ada yang menjadi kebanggaan kota Amsterdam dan ada yang memang terletak di jantung kota Amsterdam. Sebagian gereja yang saya liput masih aktif melayani ibadah dan kebaktian tetapi ada juga yang hanya menjadi museum.

1. Basilika Santo Nikolaus

Basilika Santo Nikolaus dari seberang Amsterdam Central Station.

Tempat selanjutnya yang wajib dikunjungi adalah Basilika Santo Nikolaus, atau di Indonesia dikenal sebagai gereja sinterklas. Tokoh yang sering dikenal kala natal tiba. Itu pula yang mendasari saya untuk datang ke gereja tersebut. Sayangnya, saya datang di waktu kurang tepat. Jam 17.00 gereja katolik ini sudah tutup. Mengingat saya datang saat libur natal, saya berpikir bisa menyaksikan lebih dekat basilika ini, yang menurut sebagaian besar orang, basilika ini sangat indah dengan interior, ukiran jendela kaca dan muralnya. Saya hanya memandangi dari kejauhan karena letaknya di jantung kota Amsterdam sehingga membuatnya menjadi icon kota Amsterdam.

Dari dekat, Basilika Santo Nikolaus dengan dua menaranya.

Letak gereja katolik ini di seberang pusat informasi turis dan stasiun utama kereta. Dua menara gereja ini mengingatkan gereja-gereja di Jerman seperti Frauenkirche dengan mengusung gaya arsitektur neo-baroque. Dua kapel yang didedikasikan untuk santo Yosep dan santa Maria berada di sisi kanan dan kiri gereja. Basilika ini selesai dibangun tahun 1887 yang didedikasikan untuk santo nikolaus, pelindung kota Amsterdam. Pengunjung yang datang pasti terpesona dengan mural di dalam yang berisi 11 rasul Yesus, tanpa Yudas Iskariot di situ.

2. Oede kerk

Menara gereja.
Kini menjadi museum.

Gereja kedua ini saya tidak menemukan keseluruhan gereja, saya hanya mengambilnya dari jarak dekat. Disebut ‘old church‘ gereja tua karena paling tua didirikan yakni tahun 1280. Di gereja ini ada kursi untuk bangsawan dan pemimpin. Berangsur-angsur tiap abad terjadi perubahan dan restorasi. Kekacauan terjadi ketika gerakan Luther merambah ke Amsterdam. Gereja ini menjadi saksi sejarah tentang reformasi gereja di situ.

Hal menarik dari gereja ini adalah empat loncengnya yang melambangkan Iman, Harapan, Kasih dan Kebebasan. Berbagai ornamen dan lukisan yang menghiasi gereja ini berasal dari abad pertengahan. Kaca jendela gereja terukir indah dan penuh warna. Organnya juga spetakuler seperti umumnya gereja katolik di Jerman yang saya kunjungi.

3. Westerkerk

Gereja dari kejauhan.

Ini adalah gereja pertama yang saya kunjungi setelah berkunjung ke Anne Frank Huis. Letaknya dekat dengan museum keju, museum tulip dan museum Anne Frank. Gereja ini adalah gereja protestan yang menjadi kebanggaan kota Amsterdam. Gereja ini masih aktif menyelenggarakan kebaktian tiap Minggu, sedangkan tiap hari gereja dibuka jam 10.30 waktu setempat. Sebagai informasi, gereja dibangun pada abad 17 dengan towernya yang bisa dijangkau untuk melihat keindahan kota Amsterdam.

4. Zuiderkerk

Gereja ini memiliki menara setinggi 80 meter.

Bangunan keempat adalah gereja yang kini diubah menjadi pusat informasi. Dahulu bangunan ini adalah gereja pertama protestan di Amsterdam yang dibangun antara tahun 1603 hingga tahun 1611. Hal paling indah dari gereja ini adalah menaranya yang memainkan instrumen antara jam 12.00 hingga jam 13.00 waktu siang hari. Sejak tahun 1929, gereja ini tak aktif lagi sebagai gereja akibat minim pembiayaan mungkin. Sejak tahun 1988, pemerintah setempat mengalihfungsikan menjadi pusat informasi tata kota dan perumahan.

5. De Krijtberg

Gereja tampak dari kejauhan.

Gereja kelima adalah sekitar area shopping centre. Ini adalah gereja katolik yang disebut Paroki Santo Nikolaus. Gereja ini didedikasikan untuk Santo Fransiskus Xaverius dengan gaya arsitektur Neo-Gothic. Tak jauh dari gereja ada Ignatiushuis atau komunitas pengikut Santo Ignatius. Dibuka sejak tahun 1883, gereja ini masih aktif melayani umat seperti penyelenggaraan perayaan ekaristi, pengakuan dosa dan lain-lain.

6. De Nieuwe Kerk

Gereja yang letaknya di depan alun-alun.
Kiri adalah sebagian bangunan royal palace dan tampak ‘new church’.

Gereja terakhir adalah De Nieuw Kerk yang letaknya dekat dengan Royal Palace. Gereja ini adalah gereja protestan yang selesai dibangun pada abad 15. Konstruksinya sendiri sudah sejak abad 14, dengan gaya arsitektur neo-gothic. Pembangunan ‘new church’ sebagai terjemahan Nieuw Kerk dilakukan mengingat gereja ‘old church‘ atau oude kerk di atas sudah tidak muat lagi menampung jumlah umat. Tetapi berlangsungnya jaman mengubah fungsi gereja, kini ini menjadi museum dan tempat perhelatan resmi kenegaraan.

Demikian cerita liputan enam gereja yang saya telusuri di Amsterdam. Benar juga, selalu ada yang menarik di rumah Tuhan.

Selamat berhari Minggu bersama keluarga!

Amsterdam (4): Light Festival Show, Perpaduan Seni, Cahaya dan Urban Design yang Menarik

Amsterdam light festival.
Jalur tur warna hijau adalah pilihan saya.
Tema kupu-kupu dari artis asal Jepang.
Ini dari Korea Selatan.
Mobil hanyut karena banjir.

Musim dingin membuat malam begitu cepat datang. Jam 4 sore hari hari sudah mulai gelap namun tiap musim punya keindahan tersendiri, termasuk musim dingin. Ini pula yang membuat beberapa kota di Eropa memanfaatkannya menjadi aktraksi wisata seperti Amsterdam Light Festival. Light festival lainnya juga saya nikmati di Brussels, ibukota Belgia dan beberapa kota lain di Eropa.

Dikutip dari laman resmi, Amsterdam light show digelar setiap tahun di musim dingin yang menampilkan iluminasi mengagumkan yang melibatkan artis, designer dan arsitek dari berbagai dunia. Saat kami datang festival sedang berlangsung hingga 19 Januari 2020. Untuk tema festival kali ini adalah DISRUPT, yang bisa diartikan kekacauan tetapi bisa juga menginspirasi perubahan.

Beruntungnya saya bisa hadir menyaksikan keindahan seni dan cahaya yang dipadukan bersamaan. Ini sama seperti saat saya datang ke kota Seoul, Korea Selatan ketika ada malam festival lampion karena acara seperti ini hanya terjadi pada periode tertentu saja. Semua begitu indah menghiasi kota. Atraksi ini menjadi pilihan keluarga dimana anak-anak bergembira memperhatikan iluminasi cahaya yang dimainkam. Seperti yang saya lihat, beberapa keluarga membawa anak-anak serta dalam acara night boat tour.

Night boat tour di malam hari saat light festival terbagi dua jalur yakni hijau dan merah. Kami memilih rute warna hijau, dengan tiket harga 23,50€ per orang. Untuk tiket rute warna merah sepertinya hampir sama besarnya. Jika anda sudah memesan secara online, anda berhak mendapatkan potongan harga. Durasi perjalanan night boat tour warna hijau berlangsung selama 75 menit. Di dalam ada penjelasan dalam bahasa Belanda dan terjemahan dalam bahasa Inggris. Secara informatif, pemandu wisata yang merangkap kapten boat menjelaskan bagian demi bagian iluminasi dengan baik.

Pakaian digantungkan.
Restoran di tepi kanal pun ikut meramaikan festival cahaya.
Hanya tulisan saja sudah keren.
Tema lingkungan hidup, es meleleh dan di sini anda tidak hanya melihat es mengambang di air tetapi juga ada suaranya yang menyerupai bongkahan es meleleh.
Anda bisa melihat kan bayangan di atas yang dihasilkan dari iluminasi seniman.
Ini iluminasi seperti bayangan anak memanjat, padahal itu hanya karya seniman.
Di bawah jembatan ini, jika sepasang kekasih berciuman maka cinta mereka akan sejati. Mitosnya!

Sepanjang rute kami mendapatkan sajian cahaya yang menarik. Saya merasa ini menjadi atraksi wisata yang layak anda coba jika anda berkunjung ke Amsterdam. Amsterdam light festival dalam berbagai versi juga bisa anda lakukan. Saya melihat ada night romantic boat tour dimana ada layanan glühwein dan minuman selama tour. Tetapi untuk night boat tour yang saya lakukan di tahun ini ditiadakan minuman atas kebijakan pemerintah kota.

Untuk memesan Amsterdam Light Festival bisa dipesan secara online atau membeli langsung di tempat. Lokasi tiket dan titik keberangkatan untuk jalur merah di pusat informasi turis atau di seberang Amsterdam Central Station. Sedangkan jalur hijau berada sekitar seratus meter kemudian.

Saya hanya membayangkan jika pariwisata di Indonesia bisa menggarap ide ini. Ada banyak kota di dunia yang menjadikan wisata air sebagai aktraksi wisata yang menarik. Sungai yang bersih bukan tak mungkin akan menjaga alam tetap lestari dan mendatangkan pundi-pundi pariwisata buat wisatawan. Who knows ya!