Musim Dingin Datang, Bersiaplah (Kemungkinan) Winterkilo

Ilustrasi.

Musim dingin itu sejatinya baru akan dimulai di bulan Desember, tetapi musim gugur itu sudah berasa dingin buat saya yang berasal dari negeri tropis. Bayangkan saja, suhu di luar itu sudah di bawah 10 derajat celcius. Pemanas ruangan pun sudah mulai dinyalakan. Dan malam hari itu suhunya sudah mencapai minus. Minggu lalu, salju pun sudah turun pertama kalinya di wilayah tempat tinggal saya. Itu adalah suasana musim dingin menurut saya.

Ngomong-ngomong soal musim dingin, saya dapat istilah baru soal gaya hidup. Anda perlu tahu bahwa musim dingin itu bersahabat dekat dengan “rasa malas” yang berarti malas beraktivitas. Mau keluar rumah, saya sudah berasa malas karena suhu dingin yang menyengat. Rasa malas muncul karena langit yang cepat gelap karena matahari yang bersinar tak lama dibandingkan musim panas. Rasa malas bangun pagi karena suasana di luar masih terasa gelap. Ada banyak alasan wajar bila dikatakan bahwa musim dingin itu membuat rasa malas muncul.

Musim dingin itu memang punya banyak keinginan untuk mengunyah makanan agar tubuh tetap hangat. Kebiasaan untuk mengkonsumsi cemilan atau asupan makanan yang tak terkontrol membuat perubahan pada berat badan. Alhasil berat badan pun bertambah, seperti saya yang mengalami pertambahan berat badan. Ini yang harus diwaspadai bila musim dingin datang, menurut saya, yakni WINTERKILO.

Winterkilo adalah anggapan bahwa berat badan (mungkin) akan bertambah selama musim dingin. Ada rasa malas beraktivitas ditambah asupan makanan yang tak terkontrol. Bukan tidak mungkin “winterkilo” muncul sehingga tubuh akan tampak makmur berisi ketimbang sebelumnya. Berat badan saya pun naik tiga kilogram dan itu sudah membuat saya tak nyaman.

Tubuh yang tak berkeringat karena malas beraktivitas, konsumsi makanan berlebihan dan tak terkontrol tentu bisa menjadi pemicu winterkilo yang tidak diharapkan.

Oleh karena itu, saya pun segera menyadari betapa pentingnya olahraga, apa pun musimnya. Olahraga itu kunci agar tubuh tetap bugar sepanjang hayat. Itu sebab saya melihat ada saja orang tetap jogging di luar meski suhu di luar dingin sekali. Tubuh butuh aktivitas yang membakar kalori, yang bisa membuat kita berkeringat kala musim dingin sehingga mampu mengusir rasa malas.

Olahraga bisa dilakukan dari yang tak berbayar seperti jogging atau jalan-jalan di hutan kota hingga olahraga berbayar yang disesuaikan dengan selera anda. Bagaimana pun jalan-jalan ke hutan itu banyak manfaatnya, seperti yang pernah saya ceritakan. Itu yang saya lakukan pada minggu lalu. Olahraga lainnya juga memanfaatkan fasilitas olahraga di kampus yang disesuaikan jadwalnya seperti bulu tangkis, volley, basket dsb. Selain itu, kita juga bisa memanfaatkan promo keanggotaan fitness center bila kita malas olahraga di luar ruangan.

Selain olahraga, saya pikir perlu juga mengatur pola konsumsi makan. Mengkonsumsi sayur dan buah itu pun tak mengenal musim. Tubuh tetap butuh nutrisi yang baik tanpa mengenal musim. Ini mungkin trik saya agar saya tidak terkena sindrom winterkilo yang segera datang.

Have a nice Weekend!

Rösti, Kentang Pengganti Nasi dari Swiss

Tak usah repot, ada juga kemasan yang praktis tanpa mengupas kentang. Anda tinggal panaskan selama 10 menit di wajan panas.

Rösti dengan schnitzel. 

Rösti dengan salmon.

Beberapa resep masakan saya yang dimuat di blog tentang kentang seperti Kartoffelsalat atau Kartoffelbrei dalam bahasa Inggris dikenal Mashed Potato (kentang tumbuk) rupanya banyak digemari. Karena kentang pengganti nasi sebagai makanan pokok, baik kandungan karbohidratnya. Itu sebab mereka yang sedang diet dinilai cukup berhasil mengganti nasi dengan kentang.

Kali ini saya memperkenalkan makanan yang terbuat dari kentang juga namanya Rösti. Pernah satu kali saya makan di Grand Indonesia, Jakarta untuk area western, Rösti cukup populer disajikan sebagai makanan pokok. Makanan ini jadi makanan khas di Swiss, tetangga Jerman juga. Namun di Perancis makanan ini disebut Röstis Bernois. Bisa dimakan kala sarapan atau makan siang. Namun saya lebih memilih untuk makan siang. 

Rösti yang berasal dari kentang jelas mudah ditemukan di Jerman yang juga punya makanan pokok kentang, selain roti. Ada berbagai varian cara memasak kentang, salah satunya rösti ini. Sebenarnya mudah memasak rösti, mudah pula jika malas mengupas kentang maka sudah tersedia rösti dalam kemasan praktis di supermarket.

Kadang malas juga memilih kentang yang baik dan bukan. Ketika dikupas juga belum tentu itu kentang yang baik. Memang benar bahwa kentang tidak bisa ditebak dari tampak luar saja. Baca juga tulisan saya tentang kentang di sini.

Lanjut cara memasak rösti:

Cara pertama ala saya:

  • Rebus empat buah kentang selama 30 menit, tidak terlalu matang sehingga kentang lembek. 
  • Iris kentang-kentang menjadi potongan kecil. Iris bawang bombay dalam irisan halus.
  • Masukkan 3-4 sendok margarin. Ketika mencair, masukkan bawang hingga harum lalu masukkan kentang yang dipotong-potong kecil.
  • Masak hingga kentang kecoklatan sekitar 10 menit. Tak usah dibolak balik, biarkan bagian bawah mengeras. Lalu matikan kompor, anda bisa memotong kecil-kecil.

    Cara kedua yang sebenarnya:

    • Iris kentang panjang secara halus dengan alat bantu. 
    • Masak 4 sendok margarin dalam wajan.
    • Masukkan kentang yang diiris hingga membaur satu sama lain sehingga seperti kue bulat. Biarkan kentang menyatu, tak usah dipisahkan. 
    • Tutup kentang ketika kentang sudah berwarna coklat. Tidak usah dibolak-balik biarkan bawah kentang mengeras. Masak selama 10 menit.

    Baik cara pertama maupun cara kedua, anda bisa tambahkan sayuran jika suka seperti bayam. Atau anda bisa masukkan irisan daging bacon. Silahkan sesuaikan dengan selera anda. Mudah bukan?