Kreasi Sendiri (31): Kue Pastel Pakai Puff Pastry dan Tidak Digoreng

Percobaan kue pastel tidak digoreng.

Acara kampus akan menggelar malam budaya Asia yang diinisiasi oleh mahasiswa Asia di wilayah tempat tinggal saya. Seorang mahasiswi asal Indonesia meminta saya membuatkan finger foods vegan asal nusantara yang bisa diterima di lidah. Tidak pedas, tidak ada daging dan praktis untuk kalangan mahasiswa. Saya pun mulai berpikir aneka jajanan pasar yang mudah dibuat.

Muncul ide adalah kue pastel seperti pada foto di atas. Pada akhirnya saya memutuskan buat kue nagasari, kue pisang karena kue tersebut punya makna filosofi yang dapat dijelaskan kepada warga asing di sini. Tentang kue nagasari buatan saya, akan dilanjutkan berikutnya. Sementara kue pastel itu mirip dengan samosa asal India atau Sambosa asal Afrika yang juga pernah saya bahas sebelumnya.

Untuk kulit pastel, saya bereksperimen dengan pakai blatterteig dalam bahasa jerman. Ini semacam puff pastry yang biasa dijual di supermarket. Ide ini saya dapatkan ketika saya melihat kenalan asal Persia yang membuat kue Borek yang sudah pernah saya ulas.

Sedangkan isian pastel masih sama seperti umumnya pastel yang dijajakan di Indonesia. Isian pastel tersebut adalah kentang dan wortel yang ditumis ringan. Saya juga sempat memberi isian tambahan, bihun juga. Semua tergantung selera anda. Terakhir, kreasi pastel adalah memanggang kue ini. Jika pastel umumnya digoreng dalam minyak panas, saya mengkreasikan dalam oven panas.

Bahan yang diperlukan

  1. Puff pastry/blätterteig
  2. Kentang
  3. Wortel
  4. Daun bawang
  5. Bihun yang sudah direndam air panas (jika ingin)
  6. Margarin
  7. Bawang bombay
  8. Bawang putih
  9. Garam dan merica
  10. Kuning telur

Langkah membuatnya

  1. Potong kentang dan wortel menjadi potongan kotak kecil. Iris halus daun bawang dan bawang putih. Haluskan bawang putih, merica dan garam.
  2. Panaskan wajan dengan margarin. Masukkan bawang putih yang sudah dihaluskan. Masukkan daun bawang dan bawang bombay. Masak sebentar.
  3. Masukkan potongan kentang dan wortel. Masak hingga matang.
  4. Letakkan satu lembar puff pastry. Buatlah lingkaran dengan bantuan mulut gelas.
  5. Ambil satu lingkaran puff pastry. Letakkan bihun dan adonan tumisan di tengah.
  6. Letakkan sisi yang menutup keduanya. Tekan tiap sisi yang berbentuk setengah lingkaran tersebut.
  7. Buat ulir tepian dengan mencubit sedikit agar mengunci tepian kue.
  8. Lakukan sesuai persediaan. Panaskan oven.
  9. Oleskan tiap pastel dengan kuning telur.
  10. Panggang pastel dalam suhu 150 derajat hingga matang.

Kesan dari mahasiswa yang mencoba pastel tersebut adalah pastel ini enak rasanya. Berhasil!

Apakah anda tertarik mencoba kreasi baru ini?

Makanan Khas Afrika (4): Egyptian Zuccini Oven Baked with Bechamel, Timun Jepang Panggang

Makanan berikut dari Afrika yang saya perkenalkan berasal dari Mesir. Maklum saja karena kami baru saja berpergian ke sana untuk menghabiskan liburan musim panas.

Tertulis courgitte dalam etalase makanan. Saya pun mengambilnya sedikit untuk mencicipinya. Saya khawatir menyisakannya di piring jika tidak suka. Semula saya pikir ini adalah semacam lasagna buatan Mesir.

Saat saya duduk, beberapa rekan sesama turis berbahasa Jerman membicarakan courgitte. Saya pun mendengarkannya. Ternyata ini bukan lasagna seperti dalam pikiran saya. Orang Jerman menyebut timun jepang sebagai zucchini. Sebenarnya ini adalah timun jepang yang dipanggang.

Kok bisa? Penasaran ‘kan?

Nama sebenarnya tertulis dalam bahasa Arab yakni Kousa bil Bechamel. Untuk membuatnya pun agak mirip dengan lasagna. Husein, si pramusaji yang ramah melayani kami pun tak segan menjelaskannya pada saya, saat saya bertanya bagaimana pembuatannya.

Pertama, tentu anda harus membuat saus daging dulu. Daging sapi cincang ditumis bersamaan dengan bawang merah dan bawang putih cincang. Masak hingga berwarna kecokelatan selama kurang lebih lima belas menit.

Selanjutnya adalah menambahkan saus tomat, bubuk pala dan merica. Beri sedikit air dan didihkan hingga membuat daging sapi cincang matang.

Kedua, membuat saus béchamel. Caranya adalah cairkan mentega dalam panci dan tambahkan bumbu. Aduk terus sambil masukkan susu sedikit hingga saus mengental. Panaskan oven untuk memanggang.

Tahap terakhir adalah melumuri loyang dengan mentega. Lapisi dengan timun jepang yang sudah dipotong kecil. Kemudian lapisan selanjutnya, tentu daging cincang yang ditumis. Lakukan seterusnya hingga loyang terisi penuh. Tutup dengan saus bechamel. Panggang dalam oven hingga matang.

Karena piring berisi courgette telah habis saya nikmati, saya jadi lupa mengabadikannya dalam foto. Saya terlalu asyik mendengarkan penjelasan Husein. Courgitte biasa disajikan dengan nasi.

Apakah ini mirip dengan Lasagna?