Dresden (4): Enam Tempat Lainnya yang Dikunjungi

Monumen di dekat Bruhl’s terrace.

Dresden adalah ibukota dari negara bagian Saxony. Saya sudah mengulas sebagian hasil kunjungan saya sebelumnya di link ini. Di ulasan ketiga, saya masih membahas enam tempat lainnya yang belum dibahas. Kesimpulannya, Dresden layak dikunjungi karena indah dan bersejarah.

Albertinum dari sisi lain.

Empat tempat berikut letaknya masih berdekatan di sekitaran kota tua (baca: Altstadt), sedangkan hanya satu tempat yang letaknya cukup jauh dijangkau bila berjalan kaki, yakni Yenidze. Ada beberapa cara menikmati Dresden seperti yang saya tulis di sini.

Langsung saja, berikut lima tempat lainnya.

1. Albertinum

Albertinum bisa dikatakan akademi seni di kota Dresden. Albertinum adalah museum seni modern yang dibangun dengan gaya arsitektur reinaissance. Bangunan ini dinamai oleh Raja Saxony pada waktu itu, yakni Raja Albert. Di sini terdapat ruang-ruang indah yang memamerkan karya seni dunia seperti patung yang indah tempo abad 18. Gedung ini menyimpan new art gallery. Sebut saja Caspar David Friedrich, Claude Monet hingga Gerhard Richter. Di sini juga menyimpan koleksi patung seni Dresden.

Patung Ludwig Richter, juga adalah seniman yang karyanya diabadikan di Albertinum.

2. Brühl’s Terrace

Berjalan menjauh dari Albertinum, ada Brühl’s terrace yang pasti membuat anda berdecak kagum. Nama Brühl berdasar dari Heinrich von Brühl yang menginisiasi pembangunan ini pada abad 18. Dibangun secara bertahap hingga abad 19, balkon ini dihiasi patung indah, air mancur hingga tanaman khusus sehingga teras cantik ini mendapat julukan “The Balcony of Europe”.

Ini gratis dan bebas dikunjungi. Banyak orang senang duduk di bangku-bangku yang disediakan. Selain indah untuk berfoto, dari sini anda akan melihat pemandangan sungai Elbe dan neu alstadt. Bangunan teras yang indah dihiasi karya baroque yang membuat mata berdecak kagum karena begitu mempesona.

3. Dresden Fortress

Tak jauh letaknya dari Brühl’s Terrace, tampak benteng yang kokoh namun juga indah. Banyak orang datang menikmati pemandangan kota Dresden dari situ atau mereka mengambil foto di beberapa spot. Benteng ini dibangun menyerupai cincin yang menjadi struktur kota menandai gaya arsitektur renaissance. Ada jembatan, gerbang kota bahkan susunan saluran air yang menandai bahwa ratusan tahun lalu Dresden sudah memiliki peradaban yang maju dan lengkap. Anda bisa menyimaknya di bawah Bruhl’s terrace.

4. Promenade sungai Elbe

Ikut kapal wisata.
Olahraga air lainnya.

Selanjutnya turun ke bawah, ada restoran, biergarten tentu promenade sungai Elbe. Layaknya turis anda bisa menikmati bir lokal sambil menyantap kuliner lokal. Dengan indahnya musim panas, pemandangan sungai Elbe semakin cantik. Anda bisa datang dan memesan tur kapal wisata selama satu setengah jam di sini. Banyak juga orang memanfaatkan sungai Elbe dengan boat pribadi atau olahraga air lainnya.

Atau duduk menikmatinya di bangku yang disediakan.

5. Yenidze

Semula saya berpikir ini adalah masjid berdasarkan bentuk kubahnya. Rupanya arsiteknya memang meniru dari bangunan masjid. Bangunan yang dibangun awal tahun 1900-an adalah pabrik rokok. Namun kini bangunan ini lebih dimanfaatkan sebagai perkantoran.

6. Neumarkt

Terakhir adalah area bisnis seperti kafe, restoran dan shopping center. Letaknya di kota tua sehingga ini menjadi atraksi bagi turis untuk berbelanja sovenir, menikmati kuliner atau sekedar cuci mata.

Dresden (3): Katedral Trinitas yang Bersejarah

Katedral Dresden dari Brühl’s terrace.

Saat kami menyusuri sungai Elbe dengan kapal wisata, kami melihat indahnya bangunan gereja katedral ini. Semula di Dresden, Frauenkirche yang pernah dibahas di artikel sebelumnya dikenal sebagai katedral, namun gereja tersebut beralih menjadi gereja protestan seiring bertambahnya jemaat Lutheran di Dresden.

Letaknya di sisi Kastil Dresden.

Atas pertimbangan bahwa Dinasti Saxony sebagai leluhur dan penguasa di Dresden menganut katolik maka dipilihlah gereja Sanctissismae Trinitas sebagai katedral. Di katedral ini dimakamkan Raja dan Ratu serta penguasa kerajaan Saxony di masa lalu. Bahkan anda bisa melihat makam Raja dan Ratu Polandia sebagai bukti keterkaitan wilayah kekuasaan Dinasti Saxony di masa lalu, artinya bisa mencapai negara Polandia.

Tampak dalam gereja.

Katedral ini tidak sebesar gereja katedral yang umumnya saya kunjungi. Padahal gereja ini masih aktif melayani misa untuk umat katolik. Gereja yang dibangun pada abad 18 ini sempat menjadi korban perang. Ya, pada perang dunia kedua bangunan gereja sempat mengalami kehancuran. Kemudian pemerintah setempat melakukan renovasi tanpa mengubah struktur dan gaya bangunan sebelumnya.

Monumen yang saya maksud.

Kekejaman perang pun masih tersimpan dalam monumen di dalam gereja, bagian belakang. Saya melihat banyak turis berhenti dan mengamati monumen tersebut. Monumen itu sebagai simbol bahwa tidak akan ada perang lagi sebagai kejahatan terbesar manusia. Awalnya saya tak paham tanggal tertulis 30 Januari 1933 dan 13 Februari 1945 di dua bilah monumen. Tanggal 30 Januari 1945 adalah tanggal dimana kekejaman itu dimulai dan 13 Februari 1945 adalah tanggal dimana Dresden mengalami pemboman pada perang dunia kedua.

Meski gereja katedral ini sederhana dibandingkan katedral lain yang biasa saya kunjungi, namun kekhusyukan umat untuk berdoa bisa saya rasakan. Ini tampak dari sebagian pengunjung yang datang juga berdoa dan melakukan keheningan di sini. Sedangkan di luar sana, begitu riuh dengan turis dan perbaikan bangunan.

Bagaimana pun kedamaian itu selalu bisa kita rasakan saat kita berada di rumah Tuhan.

Selamat berhari Minggu!

Dresden (2): Ini Tempat Wajib Dikunjungi Bagian Pertama

Zwinger, tampak dalam.

Sebagaimana cerita saya sebelumnya di link ini, saya dan suami berkunjung ke Dresden, yang letaknya di timur. Dresden itu berbatasan dengan negara Ceko. Dresden dikenal sebagai kota cantik, tidak hanya bangunan baroque saja yang menghiasinya tetapi juga bangunan bergaya rococo. Apa itu bangunan rococo? Anda akan bisa melihat gaya bangunan yang berukir seperti tanaman merambat menghiasi bangunannya.

Kami puas seharian berjalan menikmati kota ini. Jika anda datang di musim sommer seperti sekarang, musim panas maksudnya maka anda bisa menyelusuri sungai Elbe. Tour guide akan memperkenalkan anda mengenai sejarah kota Dresden dan bangunan-bangunan yang berada di sisi sungai. Untuk menikmati tur ini, terakhir kali kami membayar 19€ per orang.

Selanjutnya, saya akan membawa anda di bagian pertama pada bangunan-bangunan yang ada di Dresden.

1. Zwinger

Gerbang luar.

Ini adalah tempat menakjubkan di Dresden menurut saya. Sekilas bangunan ini seperti istana, tetapi ada taman yang indah namun tertutup seperti benteng pertahanan. Ini yang diperlihatkan Zwinger yang berasal dari bahasa Jerman. Bangunan yang didirikan sejak abad 12 ini, tidak dapat diprediksi kapan tepatnya selesai karena pembangunannya yang benar-benar menakjubkan. Kini Zwinger lebih dikenal sebagai museum, tempat menyimpan Old Master Picture, museum porselen juga Royal Cabinet of Mathematical and Physical Instruments.

Saat kami datang, banyak orang di situ duduk di taman bersama keluarga atau sekedar menikmati keindahannya. Sementara yang lain tampak sibuk berfoto di berbagai spot yang indah. Tempat ini pada dasarnya gratis tetapi jika anda penasaran untuk masuk ke dalam musem, anda perlu bayar. Saran saya, datang di musim semi atau musim panas akan membuat suasana tempat ini begitu indah.

2. Gereja Frauenkirche

Monumen Martin Luther tampak depan gereja.

Dahulu ini adalah gereja katolik, bahkan dahulu gereja ini bisa dikatakan katedral. Berangsur-angsur gereja ini menjadi gereja Lutheran setelah terjadinya reformasi gereja. Bahkan untuk menandainya, ada patung Martin Luther di depan gereja. Jika di beberapa kota di Jerman ditemukan Frauenkirche adalah gereja katolik, maka ini justru adalah gereja Lutheran.

Bergaya bangunan baroque yang tampak pada bentuk kubah dan interior gereja, gereja ini menyimpan misteri sejarah peradaban dari waktu ke waktu. Gereja ini pernah menjadi saksi perang, dimana gereja sempat hancur menjadi korban perang. Rekonstruksi dan perbaikan untuk kembali ke bentuk asli memerlukan waktu yang tak singkat. Kata suami, saat dia datang pertama kali, gereja ini pun mendapatkan renovasi. Saat kami datang juga, ada perbaikan di beberapa sisi.

3. Semperoper

Ini adalah bangunan opera yang megah dan indah yang pernah saya lihat menurut saya. Semperoper juga bisa dilihat dari sisi sungai Elbe. Mengapa indah? Ada tiga gaya arsitektur pada bangunan ini antara lain baroque, renaissance and greek classical revival. Secara lengkap bangunan opera ini selesai dibangun pada akhir abad 19.

4. Dresden Castle

Saat kami tiba di sana, ada informasi perbaikan untuk kastil selama kurun waktu tertentu. Amat disayangkan kami tak sempat berkunjung ke kastil yang indah itu. Padahal di kastil ini tertera silsilah kerajaan Saxony yang dulu pernah berjaya.

5. Old & New Green Vault

Ini adalah bangunan bergaya baroque seperti kamar-kamar bersejarah yang menyimpan harta karun dan karya seni. Mengapa disebut gedung hijau? Saya sendiri tidak tahu alasannya. Padahal isi gedung adalah pameran yang unik peninggalan kerajaan juga. Gedung ini juga menyatu dengan kastil yang sekarang sedang direnovasi.

6. The Fürstenzug

The Fürstenzug dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai arak-arakan kerajaan. Di sini kita bisa menemukan mural besar berisi silsilah penguasa Saxony. Mural ini menggambarkan leluhur yang pernah menjabat di Dresden sejak berdirinya Dinasti Wettin. Letak mural ini pun tak jauh dari dua lokasi yang saya ceritakan di atas.

So, nantikan cerita saya yang lain!

Sensasi Makan Burger Ikan di Die Manufaktur Burgerei Burger, Dresden: Rekomendasi Tempat (29)

Fisch burger dan pommes.

Tiba di Dresden adalah waktunya makan siang. Setelah suami memarkirkan mobil, kami berjalan menyusuri kota tua yang jadi destinasi turis. Mata kami berkeliling untuk mencari rekomendasi tempat makan. Maklum saja, tiap tempat dipenuhi pengunjung karena ini memang waktu makan siang. Lagipula kami datang di waktu hari libur di Jerman.

Adalah restoran yang mengusung makanan burger dan kreasinya, bernama die Manufaktur Burgerei Burger dan letaknya di seberang gereja Frauenkirche. Kami pun mengambil lokasi strategis dimana kami bisa mengamati lalu lalang turis yang mondar-mandir di altstaadt. Lalu pramusaji datang menawarkan menu untuk dipesan.

Pilihan suami saya adalah menu burger ikan dan kentang goreng. Katanya, dia penasaran makan burger yang berasa ikan fillet. Nama menu yang tertera adalah fisch burger. Sepertinya ada ikan fillet yang diberi bumbu dan dibungkus tepung roti. Dalam lapisan burger ada salad sayuran. Untuk roti burgernya, ada beberapa pilihan sesuai selera pengunjung. Suami pilih roti wijen.

Bila ditilik rasanya, suami suka dengan kreasi burger rasa ikan. Ini memang pertama kalinya dia menikmati burger seperti ini. Terbukti, saya sama sekali tidak mendapatkan percobaan rasa yang biasanya dia tawarkan setiap kami makan.

Böffsteak.

Menu kedua yang saya pilih adalah böffsteak. Ini adalah daging sapi cincang yang dibumbui kemudian dipanggang. Lalu ditutupi dengan telur mata sapi seperti yang anda lihat dalam foto. Ada tambahan rasa yakni beberapa lembar speck atau bacon yang dipanggang kemudian diletakkan di atas steak. Untuk menikmatinya, ada salad home made dari restoran sendiri.

Saya suka juga kreasi steak yang berbeda dari steak yang biasanya saya nikmati. Siapa tahu anda pun berkunjung ke Dresden maka bisa berkunjung ke restoran ini.

Dresden (1): Begini Cara Menikmati Keindahan Kota

Menikmati sungai Elbe dengan kapal wisata, asyik ‘kan!
Frauenkirche yang terkenal dan wajib dikunjungi.

Jika anda datang ke Jerman, sudah barang tentu banyak tempat anda bisa jelajahi. Jerman terdiri atas 16 Bundesland atau 16 negara bagian yang tiap wilayahnya punya keunikan dan citra yang berbeda. Saya sudah menjelajahi Jerman bagian Selatan, bagian barat dan kini saya datang ke Jerman bagian Timur. Perlahan saya ingin menjangkau seluruh Jerman.

Pojok kota.

Salah satunya adalah Dresden, ibukota dari Saxony dan letaknya ada di timur Jerman. Dreseden itu banyak diminati turis karena banyak bangunan baroque yang menarik mata. Tak hanya itu, kota yang dilalui sungai Elbe ini juga punya pesona wisata tersendiri. Siapa pun yang datang ke Dresden paham bahwa kota ini cantik dan indah.

Banyak monumen di sini.

Ketika kami menjejakan kaki di Dresden, kami segera cari tahu apa yang bisa dilakukan untuk menikmati pesona kota ini. Berikut saran kami,

1. Keliling kota pakai bis

Starting point bis keliling kota Dresden.

Sebagaimana kota-kota di Eropa yang jadi destinasi wisata, umumnya ada pilihan keliling kota dengan paket satu hari atau beberapa hari. Bahkan voucher keliling kota biasa dilengkapi dengan diskon tertentu, seperti pesan sesuatu di kafe/restoran atau diskon tiket masuk objek wisata.

Beli tiketnya di sini.

Untuk mendapatkan tiket ini, anda datang ke pusat kota dan datang langsung ke booth yang menawarkan jasa ini. Lokasi tersebut juga menjadi starting point untuk keliling kota Dresden. Ada 22 halte pemberhentian yang membuat anda puas seharian keliling kota cantik ini.

2. Private Tour

Contoh kendaraan privat tour tampak belakang. Saya tidak nyaman jika mengambil foto dari depan.

Jika anda tak ingin pergi dalam kelompok besar turis, anda bisa ikut private tour. Di pusat kota yang jadi destinasi turis maka anda bisa menemukan private tour yang dijajakan kendaraan seperti becak bermotor. Isi privat tour bisa satu, dua orang hingga empat orang. Si supir bisa merangkap tour guide yang siap mengajak anda berkeliling destinasi kota Dresden. Asyiknya, anda bisa berhenti sesuka hati bila ingin mendokumentasikan tempat-tempat menarik menurut anda.

3. Naik delman di pusat kota

Naik delman tampak istimewa bila anda berkunjung wisata di Eropa.

Bosan dengan dua moda transportasi di atas yang tampak moderen, anda bisa mencoba cara ketiga. Apa itu? Naik delman, meski lambat tetapi menarik dan asyik. Menyusuri tempat wisata kota Dresden, anda ditemani petugas kusir delman yang ahli menjelaskan kota ini. Naik delman diperuntukkan untuk kelompok kecil yang terdiri atas beberapa orang. Banyak wisatawan memilih moda transportasi ini untuk ajang foto pribadi. Seru!

4. Naik kapal wisata

Asyiknya naik kapal wisata.

Seperti yang dijelaskan di atas, Dresden dilalui sungai Elbe. Sama seperti kota-kota lain di Jerman, sungai di sini bisa menjadi aktraksi wisata bagi turis. Oleh karena itu, ada pilihan kapal wisata dengan durasi tertentu. Pengalaman saya untuk kapal wisata ini, per orang dikenakan 19€ dengan durasi 1,5 jam. Di kapal wisata ini, pengunjung bisa menyimak penjelasan informasi seputar tempat-tempat yang dilalui. Di musim panas seperti ini, turis banyak memilih di dek atas dimana orang bisa berjemur di bawah sinar matahari. Oh ya anda bisa juga memesan minuman di sini seperti kafe.

5. Berjalan kaki dan menikmati kuliner di pusat kota

Dresden kota baru tampak dari kota tua.

Pilihan terakhir adalah berjalan kaki menyusuri kota tua dimana objek wisatanya mudah dijangkau. Saya juga akhirnya menjangkau destinasi wisata dengan berjalan kaki. Tentu anda juga harus memakai alas kaki yang nyaman. Anda juga bisa menyelami kota ini dengan mencicipi aneka kuliner khas Jerman.

Kiri adalah toko sovenir dan kanan adalah kafe/restoran.

Tips,

Jika anda perlu toilet umum maka anda bisa datang ke area pusat informasi wisata. Di sana ada public toilet dengan bayar 70 cents Euro.