Rahasia Kopi Ada di Tangan Si Pembuat. “It Comes From your Heart”

Kopi espresso yang dibuatkan spesial untuk saya karena penasaran dengan rahasia kopi mereka.

Mesin kopi milik hotel.

Dua cappucino yang membuat saya jatuh cinta pada kopi lagi.

“I love your cappucino. Could you tell me how to make it?” tanya saya pada staff hotel di Roma. Dia sudah membuatkan saya dua kali cappucino untuk sarapan pagi ini. Bahkan saat meminta cappucino kedua kalinya, perempuan mungil seperti saya ini, tersenyum dan menjawab dengan senang hati. Sebenarnya meracik kopi bukan pekerjaannya, namun dia belajar untuk menjadi bagian dari pekerjaannya. 

“I just learned how to make it. This is my pleasure if you like my coffee,” kata staf hotel itu lagi seraya memberikan dua cappucino untuk saya dan suami.

Ketika jam sarapan sudah mulai tutup, jam 09.30 waktu Roma maka staf pun memperhatikan apa yang diperlukan lagi buat para tamunya. Keperluan saya pun belum selesai bertanya rahasia kopi buatan mereka. Selama beberapa hari di Roma, saya jatuh cinta dengan kopi buatan mereka.

“You know there are two ways to make a good coffee. First, it depends on your branding coffee. We have the best coffee in the world. We called ‘Illy.’ If you find Illy in cafe, it means that cafe has the best coffee from Italy,” kata staf hotel menjawab pertanyaan saya. Menarik ya! 

Karena rasa penasaran saya tentang kopi. Dia melihat dua kopi di depan mata pun telah habis diminum, dia tawarkan lagi espresso. Hah! Saya khawatir bermasalah dengan maag saya jika meminum kopi dengan kadar kafein terlalu tinggi. Namun semoga tidak ada masalah apa pun. Dia bawakan dua cangkir kopi espresso untuk saya dan suami.

“Before explaining the second ways and the secret, you must try this caffee” tawar dia sembari memberikan dua kopi espresso. Rasa kopi esspresso itu seperti meminum wine. Minumnya hanya sedikit atau porsi kecil namun rasa kafeinnya mampu bertahan hingga tiga sampai empat jam di lidah. Aroma kopinya begitu kuat saat saya mencium. Betul saja! Di lidah rasa kopi ini masih ada hingga beberapa lama. 

Meminum espresso itu memang hanya porsi kecil. Sesungguhnya khasiat kopi bila anda tidak mencampurkan kopi dengan apa pun juga seperti gula atau susu. Rasa kopi asli adalah pilihan utama bahwa kopi itu sesungguhnya tanpa rasa.

“The second ways, you must know how procedure to make a good coffee. We have special coffee machine” jelasnya kepada kami. Kami pun termangut-mangut masih ‘mabuk’ dengan rasa espresso pagi itu. Bayangkan ini pertama kali saya minum espresso. Puji Tuhan, perut saya tidak bermasalah setelah meminumnya!

“Above all, how to make the best coffee actually. This” kata dia sambil menunjukkan tangan di bagian dada. “The secret comes from your heart. You ensure you do it the best. Do it with love!” 

Pelajaran kopi yang menarik pagi ini dari orang Italia. Coba deh anda buat kopi sambil mengumpat atau dalam keadaan marah, apakah kopi berasa nikmat? Kopi yang dibuat dengan penuh cinta akan selalu membuat anda terkesan.

Tak peduli seberapa canggihnya mesin kopi atau seberapa enaknya biji kopi namun apa lah daya jika pembuat kopi tidak melakukannya dengan penuh cinta. Jika anda membuat kopi dengan cinta, maka mereka yang meminumnya akan jatuh cinta seperti saya saat ini di Roma. 

Para pembuat kopi di Italia akan selalu bangga jika mereka mampu menyajikan kopi terbaik kepada pelanggannya. Mereka suka jika anda puji kopi buatannya. Meminum kopi di Italia itu bisa lebih dari sekali setiap hari. Kebiasaan minum kopi di Italia bukan sekedar gaya hidup. Minum kopi di Italia adalah budaya. 

Ini budaya yang tercipta karena tradisi bahwa kopi lebih sekedar minuman. Kopi adalah gairah hidup setiap hari. Slurput, nikmat sekali! ☕

Suka Kopi? Masukkan Ini Dalam Daftar Kuliner Saat di Roma, Italia

Dua orang dengan selera kopi berbeda, kiri adalah espresso dan kanan adalah cappucino. Nikmati di kafe tertua di Roma, Italia yang konon sudah ada sejak 1922.

Dua cappucino pagi ini dari hotel membuat saya tergila-gila. Enak sekali.

“Uno Caffé, Uno Cappocino” kata si pramusaji saat saya dan suami memesan kopi setelah lelah berkeliling seharian. Itu maksudnya pramusaji di kafe mengatakan satu kopi espresso dan satu cappucino. Kaffeetrinken pun dimulai. Letak kafe tak jauh dari Spanish Steps, salah satu lokasi wisata populer di Roma. 

Kafe ini letaknya sejajaran dengan butik ternama jika suka shopping. Namun sayangnya saya hanya ingin berhenti sejenak menikmati secangkir kopi sekaligus numpang ke toilet. 

Kopi dari hotel yang juga rasanya mantap. Kiri adalah cappucino dan kanan adalah espresso. 

Hotel tempat kami menginap khas Italia dengan kopinya yang mantap.

Secangkir cappucino sudah saya dapatkan hari ini dua kali. Pertama saya dapatkan saat sarapan di hotel, tempat kami menginap. Saat kami memesan hotel, banyak testimoni tamu-tamu hotel sebelumnya yang berpendapat bahwa kopi di hotel ini enak sekali. Katanya “Anda tak akan menyesal menginap di sini karena anda puas menikmati kopinya yang enak.” Begitu kata salah satu tamu dalam testimoninya. 

Benar saja saya tergila-gila dengan cappucinonya. Enak sekali! Suami saya pun berpendapat hal yang sama untuk segelas espresso yang dipesannya. Luar biasa kopi yang diracik di Italia. Begitu pun hal yang sama saat kami memesan kedua kalinya di kafe pada sore hari. Segelas espresso dan segelas cappucino berasa nikmat sekali. 

Hal menarik dari kopi yang bisa ditemukan di sini:

  • Semua cangkir kopi berukuran kecil dari biasa yang saya temukan di luar Italia. Segelas espresso memang selalu bercangkir kecil. Di sini lebih kecil lagi, seperti meminum sesuatu yang berharga dan mantap. Cappucino pun demikian. Cangkir cappucino juga lebih kecil dari cangkir normal yang biasa saya minum di luar Italia. Cappucino bisa dipesan ukuran normal seperti yang saya pesan atau ukuran besar (XL) dengan harga double.
  • Katanya sih tidak menyebut espresso saat memesan kopi espresso. Karena memang dalam menu mereka sebut hanya un caffé saja. 
  • Budaya minum kopi sepertinya menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di Roma. Jadi anda tinggal pilih kafe dengan mudahnya. Bahkan habis makan siang pun mereka tetap minum kopi. Luar biasa!
  • Anda juga mesti mencoba latte macchiato atau caffé macchiato, namun sayangnya saya lebih pilih cappucino.
  • Meski Roma yang saya singgahi cuacanya cerah dan cenderung lebih panas dari Jerman, namun kopi sebaiknya dipesan dalam keadaan panas. Katanya orang Roma senang membasahi bibir mereka dengan kopi yang panas. 
  • Minum kopi setelah makan siang boleh dilakukan namun tidak meminum kopi dengan susu. Katanya lagi si koki yang memasak akan tersinggung mengapa anda belum kenyang dengan makanan yang mereka sajikan? Memang makanan yang dipesan di Ristorante, restoran dalam bahasa Italia, memang luar biasa enak menurut saya.

Begitulah, sekedar cerita dari Italia, membuat saya paham bahwa tiap negara punya kisah sendiri tentang kopi. Jika anda berkunjung ke Italia, amati dan alami gaya meminum kopi khas mereka. Saya jatuh cinta dengan racikan kopi di sini.

Apakah anda punya pengalaman lain tentang gaya minum kopi?