Seberapa Sering Perawatan Rambut di Salon? Ini yang Menentukan

Peralatan salon di Jerman yang digunakan tampak lebih moderen ketimbang salon langganan saya di Jakarta.

Si penata rambut sedang menangani salah satu pelanggan, seorang oma yang sudah senior. Jangan lupa beri tip! Di hadapan saya di ruang tunggu tersedia bahan bacaan. Anda ditanya mau minum apa sembari menunggu panggilan.

Di ujung lain, si penata rambu menangani rambut pelanggan pria. Sedangkan di samping mereka sedang terjadi transaksi di kasir. Di dinding dekat kasir ditempelkan sertifikat keahlian si penata rambut. Di sini keahlian menata rambut harus ditunjukkan sertifikat kelayakan dan ijin usaha.

Hallo Ladies, pertanyaan pada judul di atas mungkin pernah muncul dalam benak anda. Pasalnya memiliki rambut cantik bak artis atau public figure di televisi bukan perkara murah. Anda pastinya perlu kocek tebal untuk bolak-balik ke salon atau membeli aneka produk penataan rambut agar hasilnya optimal. Saya pernah berpikir bahwa mungkin jika saya kaya maka saya punya satu ruang khusus berikut satu hair styles khusus menangani rambut saya. Sayangnya saya tidak kaya. Apa daya saya membeli aneka peralatan rambut dan melakukannya sendiri. Itu jika saya bersemangat mengerjakannya, jika malas maka kembali lagi ke salon.

Dulu di Indonesia ada banyak salon dan perawatan rambut yang bertebaran di kota besar seperti Jakarta. Wiken datang maka jadwal kunjungan ke salon pun jadi salah satu agenda. Bagi saya, wajah dan kulit adalah anugerah Tuhan yang tidak bisa diutak-atik tetapi rambut mungkin saya bisa membuatnya jadi istimewa. Apa pun yang terjadi sepanjang hari, rambut yang tertata cantik membuat saya percaya diri. Apakah anda begitu? Tepat jika dikatakan rambut adalah mahkota perempuan. 

Sesekali traveling, saya juga pernah mendatangi salon hanya untuk mengamati bagaimana mereka mengerjakan rambut pelanggannya. Misal nih saya pernah datangi salon di mall di Hat Yai, kota paling selatan Thailand. Kebanyakan pekerja di salon adalah para transgender. Karena keperluan saya hanya hair blow, maka saya tidak banyak tahu perawatan rambut lain. Soal harga jika dikalkulasikan sama seperti di Indonesia. Saya bayar 250 Baht tahun 2012 kala itu sedangkan sama harga yang dibayarkan di Jakarta. Si petugas memberi saya jubah agar baju saya tidak basah setelah dikeramas. Lalu saya dikenakan alas di seputar pundak dan leher dengan bahan material sama seperti ban. Si petugas mulai menata rambut saya dengan terampil tanpa banyak basa-basi. Mungkin saya kelihatan turis. Rambut terlihat cantik meski saat itu saya adalah backpacker

Baca https://liwunfamily.com/2016/10/18/menjangkau-kotakota-hat-yai-dari-penang-malaysia/

Kembali ke judul, berikut adalah faktor yang menentukan seberapa sering anda harus melakukan perawatan rambut di salon. 

  • Seberapa tinggi aktivitas anda setiap hari

Mereka yang bekerja dengan interaksi tinggi di outdoor tentu berbeda dengan mereka yang hanya bekerja di ruangan tertutup misalnya. Mereka yang berada di outdoor punya banyak tantangan untuk rambut seperti panas matahari, asap knalpot, polusi udara dan sebagainya. Selain itu, mereka yang intens untuk tampil di hadapan publik agar terlihat menawan pun menuntut penampilan yang sempurna soal rambut. Pekerjaan tersebut misalnya host televisi, reporter, humas, sales marketing, pramugari, dan sebagainya. Tingginya aktivitas anda yang menuntut penampilan indah tentu menjadi kenyataan anda perlu melakukan perawatan rambut yang intens agar anda tetap baik.

  • Seberapa tinggi polusi udara di sekitar anda

Saya pernah bertualang ke perbatasan Kamboja dari Thailand. Saat itu saya menemukan perbatasan sedang direnovasi. Di Thailand saya dapat fasilitas hotel yang baik jadi saya sudah mencuci rambut dengan baik. Apa daya di perbatasan, sedang dilakukan perbaikan pembangunan. Hilir mudik kendaraan tak beraturan yang memicu polusi dan udara yang berpolusi akibat material pembangunan menyebabkan rambut saya yang semula bersih langsung kotor. Jika anda mendapati diri berhadapan dengan polusi udara setiap hari, rasanya anda perlu menjaga rambut anda tetap sehat dengan mengunjungi hair styles

Baca https://liwunfamily.com/2016/12/08/ini-perlu-diketahui-bila-menjangkau-perbatasan-thailand-kamboja/

  • Seberapa masalah rambut

Suatu kali saya ingin rambut saya terlihat berbeda maka saya melakukan perawatan rambut dengan smoothing. Alhasil rambut saya lurus indah seperti yang diinginkan. Selang beberapa hari saya melihat rambut yang berwarna kelihatan keren. Maka saya putuskan hari Sabtu berikutnya saya mewarnai rambut di salon yang berbeda, bukan langganan saya. Karena ini bukan salon langganan jadi si penata rambut melakukan apa yang saya minta. Anda tahu sepulang dari salon, saya mencuci rambut saya dan hasilnya rambut saya tampak seperti ekor jagung. Oh no! Kesalahan ada pada saya, yang terlalu memaksakan keinginan tanpa memperhitungkan kondisi rambut yang masih perawatan smoothing. Saya datangi salon langganan dan dia mengatakan bahwa sebaiknya setelah melakukan smoothing, saya tidak melakukan perawatan rambut lainnya selama sebulan. Begitulah, setiap wiken saya datangi salon langganan untuk memberikan treatment dan memotong sedikit demi sedikit rambut jagung saya. Jika rambut anda bermasalah, memang sebaiknya anda perlu mendatangi ahlinya di salon. Jangan pernah bereksperimen dengan rambut anda karena jika rusak, mahal perawatannya!

Baca https://liwunfamily.com/2015/01/04/5-penyebab-rambut-terlihat-kusam/

  • Seberapa panjang atau pendek rambut anda

Bagi mereka yang berambut panjang tentu akan membayar sedikit lebih mahal dibandingkan rambut pendek di salon. Itu mengapa memotong rambut pria harganya lebih murah dibandingkan memotong rambut perempuan. Jika anda memiliki rambut panjang yang terawat dan indah layaknya bintang iklan shampo maka anda perlu melakukan perawatan rambut di salon. Namun bagi anda yang sibuk dan tak suka menghabiskan waktu dengan penataan rambut, pilih yang praktis yakni rambut pendek. Panjang pendek menentukan seberapa sering melakukan perawatan rambut di salon. Bilamana anda punya rambut panjang tentu akan lebih intense ke salon agar terawat dengan baik dan cantik.

Baca https://liwunfamily.com/2016/10/17/plus-minus-perempuan-berambut-panjang/

  • Seberapa banyak uang anda

Saya pikir saat ini saya juga perlu menghitung ulang biaya jika ke salon di Jerman. Karena harganya jauh lebih mahal dibandingkan di salon langgganan saya di Jakarta. Jika perawatan rambut bisa melebihi 50€, saya memilih untuk melakukannya sendiri di rumah dengan peralatan rambut yang saya miliki. Namun bagi anda yang tidak memikirkan masalah uang, saya yakin pergi ke salon bisa menjadi agenda rutinitas mingguan atau bulanan.

Baca https://liwunfamily.com/2016/08/21/saya-bangga-warna-kulit-saya-ich-bin-eine-exotische-frau/

Kesimpulan

Seberapa sering kita pergi ke salon? Saya pikir kembali ke soal kebutuhan dan gaya hidup. Jika bagi anda perlu untuk membuat anda terlihat sempurna dengan rambut anda, mengapa tidak pergi ke salon? Apalagi gaya hidup juga memaksa anda untuk tampil cantik, pergi ke salon bisa jadi kewajiban, bukan pilihan. 

Ada pendapat?

Kebanyakan Galau, Hati-Hati Jadi Frustrasi: Tips Perempuan

Hey, perempuan dripada frustrasi, bagaimana jika berbelanja saja? Sumber foto: Dokumen pribadi.

Istilah keren dan gaul di masa kini adalah galau, apa itu? Pastinya terlihat bilamana seseorang sedang galau maka suka posting status atau memainkan selera musik yang melow. Apa pun itu, ternyata galau bisa menyebabkan frustrasi.

Apa itu frustrasi?

Frustrasi adalah kondisi emosional yang terjadi karena ketidakmampuan meraih tujuan yang diinginkan. Biasanya terjadi pada perempuan yang masih menekankan hal-hal emosional ketimbang logika. Mereka mudah labil. 

Tingkat frustrasi disebabkan dari apa yang memicu kondisi perasaan tersebut. Jika tujuannya mendesak dan sungguh berarti dalam hidup, rasa frustrasi akan menjadi-jadi bahkan mengancam.

Apa saja penyebab frustrasi?

Masalah keluarga, masalah pertemanan, masalah pekerjaan, masalah keuangan dan termasuk masalah percintaan. Hal-hal tersebut biasanya yang memicu perempuan menjadi frustrasi tergantung level penyelesaian masalah yang sedang dihadapi.

Apa kaitan rasa galau dengan frustrasi?

Galau dipicu oleh fantasi ingin mencapai tujuan, namun tidak diimbangi dengan kenyataan yang terjadi. Ketika orang galau namun menerima kenyataan hidupnya,mereka biasanya tidak menjadi frustrasi. Tetapi jika kondisi galau berlarut-larut maka kecenderungan seseorang menjadi frustrasi level tinggi justru memperparah jiwanya.

Mengapa bisa begitu? Kondisi galau yang terobsesi dengan keinginan misalnya masalah percintaan. Dia ingin mendapatkan pria impian namun ternyata tidak kesampaian sehingga berulangkali perilaku melow di status atau mendengarkan musik melow yang intens dan berlarut-larut justru menjerumuskan pada frustrasi yang membahayakan.

Jadi masih galau juga? Come on Ladies, cheers up yeah!!!!

5 Ciri Si ‘Drama Queen’

Drama queen? Pernahkah anda mendengar sebelumnya? Kata ini biasanya yang mensyaratkan para pria untuk menjauhi tipe perempuan yang suka jadi ‘drama queen’ dalam suatu hubungan. Lalu, apa sih ‘drama queen’ itu?  

Sedikit banyak saya belajar loh tentang psikologi. Menurut APA semacam asosiasi psikiatri di Amerika, ‘drama queen’ digolongkan dalam jenis gangguan kepribadian. Pernah tahu histrionic personal disorder (HPD)? Jadi ‘drama queen’ digolongkan dalam HPD karena perilakunya yang berlebihan untuk cari perhatian hingga membuat pola dramatis yang meyakinkan orang lain, karena sifatnya manipulatif.

Mengapa saya membicarakan ini? Bisa jadi terlalu banyak tayangan televisi yang bisa memicu orang menjadi ‘drama queen’ karena ada inspirasi. Misalnya ada adegan pelaku yang ingin bunuh diri lalu dicegah oleh beberapa orang kemudian adegan nekat ini menyedot simpati banyak orang untuk berbelaskasih dengan pelaku. Adegan ini jika tidak dipahami secara bijak justru malah jadi pemicu untuk berperilaku serupa.

Sejauh ini memang ‘drama queen’ masih didominasi perempuan, namun sebenarnya tidak menutup kemungkinan pria juga bisa berlaku demikian. Kini saya membahas perempuan saja yang intens ditemui punya tipe ‘drama queen’ yang tergambar berikut:

1. Moody

Seperti seorang aktor mereka bisa memerankan berbagai adegan menangis, tertawa bahagia, marah, sedih dll yang berubah-ubah tergantung suasana hatinya. Orang sekitar tidak bisa menebak bagaimana sesungguhnya yang dirasakan si ‘drama queen’ karena emosinya yang bergerak cepat.

2. Selalu punya cerita untuk diceritakan

Mereka si ‘drama queen’ selalu punya kisah yang tak pernah berhenti untuk diceritakan. Kemarin dia cerita kucing peliharaannya. Hari ini dia cerita tetangganya. Besok dia cerita kakaknya. Padahal dia pernah cerita bahwa ia tidak suka memelihara kucing, tetangga rumahnya baru saja pindah dan sebetulnya dia adalah anak pertama. Hello? Mereka pandai mengarang cerita seperti drama, bahkan kisah hidupya seperti novel. 

3. Suka cari perhatian

Mereka yang suka cari perhatian biasanya melakukan segalanya berlebihan, misal tertawa berlebihan atau menangis berlebihan seolah-olah tidak alami atau natural. Hal ini membuat orang memperhatikan atau jadi pusat perhatian. Ada pula cari perhatian lewat status yang dipostingkan sehingga ingin diperhatikan atau disukai.

4. Mendramatisir hal sepele

Bagi ‘drama queen’ hal sepele seperti pacar datang terlambat menjemput bisa jadi drama perselingkuhan yang dibuatnya, misalnya dia jadi menuduh pacarnya berselingkuh. Lalu si ‘drama queen’ bisa marah tak wajar hingga menjadi drama seperti layaknya sinetron, marah-marah di tempat umum. Berbagai hal sepele bisa menjadi menghebohkan bagi mereka, malah justru mengancam orang lain.

5. Kecenderungan pada perilaku membahayakan

Tidak semua tetapi sangking manipulatifnya si ‘drama queen’ mereka bisa melaksanakan apa saja yang membahayakan diri sendiri atau orang lain. Ini semacam ancaman  agar keinginannya terpenuhi. Atau mengeluh sering sakit berlebihan, ini juga membahayakan namun bagi ‘drama queen’ ini menyenangkan.

Tips Perempuan Hamil Agar Gigi Tetap Sehat

Saya baru saja mengantar teman baik untuk perawatan gigi. Nina, sebut saja begitu kini sedang hamil. Beberapa hari ini ia mengeluhkan gusi berdarah jika gosok gigi. Selain itu, ia ingin membersihkan karang gigi. Karena saya mengenal seorang dokter gigi, akhirnya kami bertemu untuk buat janji perawatan dan pengobatan gigi Nina.

“Dok, mengapa gigi saya mudah sekali berdarah saat gosok gigi?” tanya Nina kepada dokter gigi itu.

Dokter yang bersiap memeriksa gigi Nina pun menjawab, “Saat perempuan hamil memiliki PH yang rendah dari perempuan yang tidak hamil. Jadi itu wajar jika mengalami gusi berdarah.”

Tidak mau kalah dengan jawaban sang dokter, Nina kembali menyahut, “Padahal saya rajin gosok gigi loh. Jika perempuan hamil biasanya malas gosok gigi, saya tidak.”

“Darimana kamu tahu perempuan hamil malas gosok gigi?” tanya dokter. “Saat hamil kamu punya kecenderungan buat lebih mudah sakit gigi jika malas sikat gigi dan suka mengkonsumsi makanan manis,” tegas dokter sekali lagi.

Dokter pun sudah siap memeriksa gigi Nina.

****

Berdasarkan pengalaman Nina tersebut, semoga tips menjaga kesehatan gigi bagi perempuan hamil di bawah ini bisa membantu:

1. Hindari makanan manis dan terlalu manis. Jika tetap mengkonsumsi, sebaiknya segera berkumur dengan air putih.

2. Rajinlah menggosok gigi sehingga terhindar dari sakit gigi. Mengapa? Gigi yang sehat tentu bebas kuman. Dengan demikian anda tidak perlu melakukan perawatan dan mengkonsumsi obat-obatan untuk gigi.

3. Hindari mengkonsumsi antibiotik untuk sementara waktu.

4. Ganti sikat gigi dengan pilihan “soft”. Agar terhindar dari gusi berdarah, pilih jenis sikat gigi yang lembut. Pilihan jenis sikat gigi biasanya “Strong” , “Medium” dan “Soft”.

5. Rajin mengkonsumsi buah. Selain baik selama kehamilan, buah banyak mengandung vitamin yang diperlukan bagi kesehatan gigi juga.

6. Berhati-hati dalam menggunakan pencuci mulut setelah menyikat gigi, pilihlah yang aman dan tidak mengandung bahaya.

Apakah Perempuan yang Sedang Hamil Boleh Minum Kopi?

image

(Sumber foto: Dokumen pribadi)

Sebagai perempuan, kita kerap dihadapkan pada berbagai informasi yang bisa jadi mitos. Mitos yang belum tentu fakta memang bisa dipercaya, termasuk soal kopi.

Pagi ini temanku yang sedang hamil bercerita bahwa ia dilarang minum kopi oleh suaminya. Suaminya berkata, “Eits, perempuan hamil tidak boleh minum kopi. Ingat, ada kafein di dalamnya.” Saat ditanya balik, jawabannya karena kopi mengandung kafein.

Jika minum kopi saat hamil, kulit anak akan bisa menjadi hitam?

Dulu sewaktu SMA, guru biologi saya bercerita bahwa anaknya yang sulung berkulit lebih hitam daripada dia. Alasannya, guru saya ini suka minum kopi saat hamil. Ia bahkan merasa kecanduan dan meminum kopi hingga lebih dari dua kali sehari.

Sebenarnya belum bisa dibuktikan secara ilmiah perihal meminum kopi dengan warna kulit bayi saat hamil. Warna kulit bayi lebih ditentukan oleh genetik atau apa yang diturunkan oleh orangtua.

Lalu apakah meminum kopi saat hamil bisa menurunkan kecerdasan bayi dan mempengaruhi perilaku anak kelak?

Baru-baru ini American Journal of Epidemiology merilis studi bahwa perempuan hamil meminum kopi dalam jumlah normal atau rata-rata dipercaya tidak mempengaruhi tingkat kecerdasan anak. Bahkan dikatakan jika kafein yang terkandung dalam kopi tidak mempengaruhi masalah perilaku (behavior disorder) bagi anak.

Perilaku perempuan hamil meminum kopi dalam ambang batas satu atau dua gelas sehari tidak berpengaruh pada tingkat kecerdasan anak, masalah perilaku atau obesitas. Para peneliti tidak menemukan hubungan antara asupan kafein ibu mereka dengan obesitas anak yang mereka kandung.

Peneliti juga menyarankan agar perempuan hamil menghindari minum kopi terlalu banyak karena dapat mempengaruhi detak jantung bayi. Beberapa penelitian lain menunjukkan kafein yang terlalu banyak berisiko keguguran.

Menurut saya, apa pun sebaiknya dilakukan dalam jumlah normal dan tidak berlebihan. Karena saat hamil, anda tidak hanya mengkonsumsi untuk diri sendiri tetapi anak anda juga.

Sumber bacaan: http://www.dailymail.co.uk/health/article-3327553/One-two-coffees-day-WON-T-harm-baby-Moderate-amounts-caffeine-pregnancy-doesn-t-increase-risk-obesity-behaviour-problems.html

Mengapa Kita Suka Berbohong Soal Usia?

blog6
Sumber foto: Dokumen pribadi

Saat masih remaja dulu, saya suka sekali mengkliping potongan artikel konsultasi psikologi. Di artikel tersebut biasanya ada pertanyaan dan jawaban yang disampaikan Psikolog untuk mengatasi permasalahan. Satu yang masih saya ingat sekarang adalah tentang seseorang yang melaporkan ulah rekan kerjanya yang juga seorang perempuan dengan memanipulasi dirinya seolah-olah terlihat muda dari sebenarnya. Ia meyakini bahwa rekan kerjanya ini sudah senior tetapi berlagak seperti ABG dan membohongi usianya.

Setelah membaca artikel tersebut, saat itu saya masih berusia 13 atau 14 tahun, saya ingin sekali segera terlihat dewasa dan matang. Beberapa kali berpergian saya mengenakan aksesoris milik mama agar sesuai dengan usia dua puluhan. Jika dulu saat masih muda (=baca usia belasan), saya ingin terlihat tua, dewasa dan matang. Tetapi mengapa saat sudah dewasa, kerap tidak ada satu pun teman yang dapat menjawab dengan jujur usia mereka. Hal ini terutama perempuan, mereka suka sekali berbohong dan menyembunyikan usia mereka.

Kembali lagi dengan kliping koran yang saya baca sebelumnya bahwa perempuan punya kecenderungan berbohong soal usia maka saya berusaha mencari referensi dan studi tersebut. Beberapa hasil googling saat ini menunjukkan bahwa pria dan perempuan sama-sama suka berbohong soal usia, tidak hanya perempuan. Saat merayakan hari ulangtahun, tak banyak yang secara jujur bisa menyatakan usia mereka.

Pengaruh reklame yang menunjukkan bahwa usia muda terlihat menyenangkan dan hepi-hepi maka usia senior akan tampak bijaksana, kematangan berpikir dan pengalaman hidup. Mereka yang senior tidak ingin dikatakan ‘tua’, sedangkan jika ada yang muda, masih ada yang mengatakan bahwa, “Ia masih muda, belum banyak pengalaman, dsb.”

Di lowongan kerja masih juga tercantum syarat usia meski sebenarnya usia tidak berbanding lurus dengan keahlian dan kompetensi. Siapa pun bisa asal diberi kesempatan!

Di lingkungan pertemanan, saya juga kerap mendengar orang masih membicarakan usia antar pasangan. “Berapa usia suami/isteri? Wah ternyata lebih muda/tua”. Pertanyaan bermunculan hanya untuk menjawab rasa ingin tahu. Mengapa mereka perlu tahu soal usia? Apa pentingnya usia dalam lingkup pergaulan? Bisa jadi ini menjadi alasan agar bisa diterima dalam dunia pergaulan.

Seingat saya dulu, usia adalah hal yang sensitif, tidak elok jika ditanyakan langsung, to the point.

Jadi, apakah masih perlu berbohong soal usia? Anda sendiri bagaimana?

5 Penyebab Rambut Terlihat Kusam

 

image
(Sovenir yang bergambar perempuan cantik khas Vietnam yang ditemukan di Ho Chi Minh City. Sumber foto: Dokumen pribadi)

 

 

Setiap perempuan menginginkan untuk tampil cantik mempesona dengan rambut yang indah. Begitu pun dengan saya. Menurut saya pribadi, rambut yang terlihat indah akan menambah rasa percaya diri. Betul kan? Pernah kepergok sama perempuan yang berambut indah tampak belakang eh pas tampak depan, biasa saja wajahnya. Nah, jadi inilah alasan bahwa rambut adalah mahkota perempuan. Jadi seberapa rupa wajahnya tetapi jika rambut terlihat indah maka ia akan mempesona siapa saja yang melihatnya.

Karena saya suka mengutak-atik rambut, sering menghabiskan biaya terbesar untuk perawatan rambut dan suka berkunjung ke salon, halah..

Berikut lima penyebab rambut terlihat lepek, tak indah dan kusam:

1. Shampo yang salah.
Jangan heran jika rambut anda jadi terlihat tidak sehat karena shampo yang salah!Sekarang tiap-tiap shampo memiliki karakteristik tersendiri untuk berbagai jenis rambut. Tanyakan kepada Hairstylist atau Penata rambut yang kompeten di salon tempat anda biasa melakukan perawatan rambut tentang jenis rambut anda. Jangan bertanya kepada Penata Rambut yang baru pertama kali anda kenal karena mereka baru pertama kali mengenali jenis rambut anda. Jangan mudah percaya juga ketika anda harus mengganti shampo! Rambut anda bukan eksperimen. Sebaiknya tanyakan pada orang yang ahli dan terbiasa menangani perawatan rambut anda. Setelah anda mengenali jenis shampo yang anda butuhkan, sebaiknya upayakan untuk tetap “setia” memakainya. Kalau perlu, bawa shampo anda saat anda pergi perawatan ke salon. Penggunaan shampo yang berganti-ganti bukan langkah yang baik untuk merawat rambut.

2. Malas cuci rambut.
Pernah bereksperimen untuk tidak cuci rambut selama seminggu atau dua minggu? Hadeehhh… gak kebayang kayak apa tampak rambutnya. Mereka yang membersihkan rambut minimal dua hari sekali akan terlihat lebih ‘fresh’ tak kusam ketimbang dua kali seminggu misalnya. Masing-masing orang berbeda kebutuhan mencuci rambut tergantung aktivitas dan panjang rambut. Jika anda sering beraktivitas di luar ruangan dan memiliki rambut yang panjang maka anda akan lebih sering mencuci rambut daripada yang sebaliknya. Satu hal yang terutama rambut adalah bagian dari tubuh juga. Jadi cuci rambut sebagaimana anda membersihkan bagian tubuh yang lainnya juga.

3. Rambut panas atau rambut terlalu sering ditutup.
Jika anda sering menggunakan penutup kepala sebaiknya beri jeda waktu untuk membiarkan rambut tergerai bebas dari penutup kepala. Hal ini dilakukan agar rambut juga bisa bernapas dan terlihat sehat alami. Rambut juga perlu udara juga loh.

4. Cara menggunakan kondisioner atau masker rambut yang salah.
Nah, bagi anda yang suka menggunakan kondisioner atau masker rambut, sebaiknya gunakan pada ujung atau batang rambut. Kebiasaan dari kita adalah menggunakan pada akar rambut sehingga rambut mudah sekali kusam. Sebaiknya gunakan setelah cuci rambut dengan shampo dan usapkan pada ujung/batang rambut saja.

5. Terlalu sering menggunakan pengering atau alat elektronik rambut.
Bukan tidak mungkin sebagai perempuan, kita menggunakan berbagai alat elektronik agar rambut tertata rapi dan menarik. Sebenarnya pemanfaatan alat elektronik untuk rambut dapat digunakan asalkan jangan terlalu sering. Sesekali biarkan rambut kering dan tertata secara alami. Atau manfaatkan alat elektronik rambut hanya untuk momen-momen istimewa saja.

Selamat mencoba!

Ini Alasan Mengapa Saat Marah Dengan Pasangan, Tak Perlu Berteriak

Apakah marah merupakan salah satu sifat seseorang?

Dulu saya pernah punya rekan kerja sebut saja X yang hampir setiap hari selalu marah. Dipastikan tidak ada orang yang betah bekerjasama dengannya. Semua orang yang berada di dekatnya, paham dan menjulukinya sebagai Pemarah. Meskipun saya tidak berhubungan langsung dalam pekerjaan dengan X, tetapi saya jadi tertarik mengenali tabiat X ini. Saya pun bertanya kepada Asisten X, mengapa mereka menyebut X sebagai Pemarah? Alasannya sederhana karena X suka berteriak-teriak saat ada hal yang tidak sesuai. Jadi indikasi marah adalah teriakan. Hmmm, well saya jadi tertarik mengamati orang yang marah-marah.

Suatu waktu saya duduk sendiri di sebuah kedai kopi sambil menunggu bertemu dengan suami saya. Saya amati dua orang sepertinya sepasang kekasih di hadapan saya, sedang asyik memadu kasih. Mereka duduk berdekatan, tangan sambil menggenggam dan berbicara berbisik sembari cekikian atau tersenyum satu sama lain. Tak banyak pembicaraan. Kedua mata mereka saling bertemu terlihat mesra. Anda pasti bisa membayangkan situasi ini jika melihat sepasang kekasih yang demikian.

Tak lama berselang, muncullah teriakan di sudut meja kedai kopi tersebut. Sewaktu duduk memang saya mengamati ada seorang yang baru saja duduk dengan muka agak kecewa mengamati beberapa lembar dokumen di tangannya. Hingga akhirnya, datanglah seorang pria yang terlihat lebih muda dari pria ini, seperti seorang atasan dengan bawahannya, pria ini memarahi pria yang baru datang ini dengan berteriak-teriak. Ia sepertinya tidak peduli sedang berada di kafe, apalagi lingkungan sekitar yang memandangnya takjub. Benar juga kata Asisten X, ketika seseorang sedang marah ia akan berteriak-teriak. Kontan ini membuat Manajer Kafe datang menenangkan pria ini dan memintanya untuk pindah agar tidak mengganggu kenyamanan yang lain. Lalu pria yang dimarahi juga hanya manggut-manggut dan menuruti saja. Pria yang marah segera mengeluarkan beberapa lembar uang dan memberikan kepada Manajer Kafe.

Kembali ke topik marah, teriakan memang menjadi indikasi ketika seseorang marah seperti yang ditunjukkan pria barusan. Mengapa marah selalu identik dengan teriakan? Untuk apa pula pria barusan berteriak-teriak padahal lawan bicaranya berada di hadapannya, tak jauh dengannya.

Lalu hasil pengamatan saya juga kepada sepasang kekasih di hadapan saya. Mereka tak banyak bicara, hanya berbisik dan tersenyum dan mata mereka saling memandang satu sama lain.

Jadi ketika marah, hati begitu jauh sehingga perlu berteriak meski orang tersebut berada di hadapan kita. Sedangkan ketika sedang jatuh cinta, hati begitu dekat sehingga tak perlu berteriak-teriak, hanya berbisik dan sedikit berbicara sudah mengungkapkannya.

Nah, jika anda sedang marah kepada pasangan sebaiknya tak perlu berteriak-teriak karena semakin membuat hati anda jauh. Kendalikan amarah anda, tarik nafas dan diskusikan apa yang menjadi permasalahan anda. Jika anda suka marah-marah dipastikan, pasangan juga ogah berlama-lama dengan anda.

10 Tanda Anda Menikahi Orang yang Salah

 

wp-image-1427468669
Ini sebenarnya tempat untuk sikat gigi. Bentuknya yang unik seperti mengingatkan kita bahwa menikah adalah bersama selamanya.

Menikah adalah pilihan, sama seperti ketika anda memutuskan untuk menentukan jalan hidup anda sendiri. Ada orang yang begitu sulit menentukan komitmen untuk berumah tangga, namun ada pula orang yang begitu mudah membangun mahligai pernikahan hingga beberapa kali. Ada pula yang lebih tertarik untuk hidup sendiri “Being Single” ketimbang menghadapi pernikahan. Menikah atau belum/tidak menikah bergantung kepada anda. Ada pula yang meski sudah menikahi orang yang salah tetapi berusaha gigih untuk mempertahankan pernikahan dan mengubah cara pandangnya. Nah, ini mungkin solusi bilamana ditemukan mereka merasa menikahi orang yang salah atau terlanjur terburu-buru menikahi orang yang salah.

Berdasarkan hasil bincang-bincang, hasil bacaan dan hasil pengamatan berikut adalah 10 tanda untuk mengenali apakah anda menikahi orang yang salah?

1. Anda sulit percaya atau menaruh kepercayaan kepada pasangan anda. Atau tingkat kepercayaan anda terhadap pasangan adalah rendah.
Begitu sulitnya anda mempercayai pasangan karena kerap anda menemukan pasangan berselingkuh dengan orang lain. Secara tidak langsung, anda mendapati pesan-pesan romantic kepada orang lain atau sikapnya yang berlebihan kepada orang lain. Sulit bagi anda menaruh kepercayaan bila pasangan sedang tidak bersama dengan anda, misalnya. Jika anda sampai sulit menempatkan kepercayaan kepada pasangan, untuk apa anda menikah? Ini masih soal kepercayaan dalam hal komitmen dan kesetiaan pernikahan. Ada pula pasangan yang memiliki tingkat kepercayaan rendah bila berhubungan soal uang. Sebagai suami/isteri, anda begitu khawatir terhadap pasangan untuk menyelewengkannya. Lagi-lagi jika tingkat kepercayaan anda rendah terhadap pasangan dalam bentuk apapun, sebaiknya pastikan kembali apa tujuan anda menikah dengannya? Anda mempercayai dulu baru kemudian menikah. Atau, anda menikahi dulu baru kemudian mempercayai.

2. Alasan utama anda memilih pasangan bukan karena karakter kepribadian yang dimiliki.
Ada banyak alasan yang melatarbelakangi mengapa orang menikahi pasangannya. Ada yang beranggapan, “Kok mau ya menikahi orang seperti dia?” Orang sekitar atau teman-teman dalam lingkungan kita begitu kaget dan ingin tahu apa yang melatarbelakangi pilihan hidup menikah bila didapati ada yang janggal. Lepas dari karakter fisiknya yang rupawan, apa anda punya alasan lain mengapa anda menikahi pasangan? Hey, menikah adalah pilihan hidup bersama orang lain, tidak seperti sesuatu yang begitu anda tidak suka bisa anda buang atau tinggalkan. Menikah melibatkan unsur sosial, budaya dan hukum. Jika secara pribadi anda tidak menyukainya, mengapa anda tetap menikahi pasangan? Ingatlah anda akan tinggal bersama kepribadiannya, bukan dengan kekayaan, pekerjaan, kerupawanan atau hal lain yang melekat pada pasangan.

3. Anda belum sepenuhnya membagikan tujuan hidup, prinsip atau nilai-nilai yang anda miliki kepada pasangan sehingga sering mengalami konflik membicarakan atau menjalaninya.
Dalam hidup berumahtangga, konflik yang muncul dianggap wajar. Dianggapnya konflik adalah bumbu penyedap rumah tangga. Toh menikah adalah pertemuan dua pribadi yang berbeda, jadi jika timbul konflik di antara keduanya, wajar saja. Namun menjadi tidak wajar bilamana konflik itu menyangkut tentang prinsip, tujuan, nilai kehidupan yang anda anut. Ingat bagaimanapun manusia, anda dan juga pasangan memiliki ego pribadi masing-masing. Jadi bilamana anda belum sepenuhnya menyampaikan pandangan serta hal pribadi kepada pasangan, wajar jika di kemudian hari konflik itu muncul.

4. Anda selalu berpikir pasangan akan berubah (kepribadian) setelah menikah.
Jika sebelum menikah, anda kurus maka setelah anda menikah, anda tidak lagi kurus. Berarti perubahan menyangkut fisik mungkin saja terjadi. Tidak banyak orang menyangka bila fisiknya berubah namun umumnya mereka paham pertambahan usia menyebabkan fisiknya pun berubah. Kini bayangkan bila anda berharap pasangan anda berubah setelah menikah, namun tidak juga berubah. Anda yang salah atau pasangan anda yang salah? Meski kepribadian itu unik, tidak serta merta mudah pula untuk berubah dalam waktu yang singkat atau karena alasan tertentu. Jangan pernah berpikir pernikahan akan membawa perubahan dalam pribadi pasangan anda!  Sebelum menikah, pasangan sudah tidak jujur dalam keuangan misalnya, apakah anda berpikir usai menikah ia akan berubah menjadi orang yang jujur?

5. Anda terlalu intim terlibat dalam hubungan seksual ketimbang mempelajari karakter satu sama lain dan tujuan hidup bersama. 
Jatuh cinta pada ketertarikan fisik adalah wajar, namun bagaimana jika yang diyakini adalah soal seksual semata dengan pasangan. Mereka yang terlibat secara seksual sebagai dasar berumahtangga bukan tidak mungkin akan menghadapi persoalan konflik di kemudian hari karena kebutuhan seksual bukan hal yang statis, sementara perkembangan seksual merupakan hal biologis yang dinamis. Anda tidak akan pernah dipuaskan bila kebutuhan seksual menjadi dasar anda berumahtangga.

6. Anda merasa tidak nyaman dan aman berada di dekatnya.
Menikah adalah sebuah komitmen seumur hidup untuk tinggal bersama dan berbagi segala suka dan duka bersama. Bayangkan saja jika anda tidak merasa nyaman untuk berbagi apa saja dengan pasangan, termasuk dalam hal soal sex. Bayangkan pula jika anda merasa hidupnya terancam alias tidak aman hidup bersama pasangan. Apakah anda yang salah memilih pasangan atau perasaan anda yang salah sehingga menimbulkan perasaan tidak aman dan nyaman? 

7. Anda tidak memiliki perasaan emosional kepada pasangan.
Jika ditanya mengapa anda menikahi pasangan? Jawabannya bisa jadi karena cinta. Cinta adalah perasaan emosinal yang tak bisa dijelaskan tetapi bisa dirasakan mengapa anda bertaruh hidup bersama dengannya. Nah, salahkah jika anda tak pernah mengalami perasaan emosional kepada pasangan? Gali kembali perasaan anda kepada pasangan, apakah ini yang disebut cinta atau rasa kagum semata? 


8. Anda menganggap pernikahan adalah solusi atas persoalan masa lalu atau melarikan diri dari kehidupan percintaan sebelumnya yang menyakitkan.

Saya pernah mendapati pasangan yang sudah menikah dan tak bertahan lama karena setiap hari mereka membahas hal yang sama, yakni soal masa lalu yang tak pernah habis diselesaikan. Masing-masing merasa “benar” dengan pendapatnya, intinya suami merasa bahwa isteri tidak mencintai dengan sepenuh hati mengingat sang isteri pernah mengalami masa lalu yang indah bersama pria lain. Bagaimana pun, menikah berarti anda mencintai pasangan dengan masa lalu, masa kini dan masa depannya. Jadi masa lalu biarlah menjadi sejarah bukan masalah. Jadi jika anda pernah mengalami masa lalu yang indah, tak terlupakan lalu menerima tawaran pria lain untuk menikah maka itu bukan solusi terbaik. Selesaikan masa lalu anda dan bangun masa kini dan masa depan anda dengan lebih baik. Menikah bukan solusi pemecahan atau pelarian dari masa lalu anda.

9. Anda tidak pernah (jarang) mendapatkan kata sepakat dalam diskusi dengan pasangan.
Setiap hari dalam hidup bersama pasangan, bukan tidak mungkin diskusi dan konflik kerap muncul. Mengapa hal itu terjadi? Karena menikah adalah jalinan kasih dua orang yang berbeda pribadi, budaya, keluarga, cara pandang, dsb. Jika anda tak pernah mendapati kata sepakat dalam diskusi dengan pasangan, maka selidiki lagi apa ada yang salah dengan anda, cara anda berkomunikasi atau cara anda memahami pasangan sehingga tak pernah mendapatkan kata sepakat? Ingatlah bahwa sepakat bukan berarti menyamakan pendapat, sepakat berarti menghargai satu sama lain dan membangun suatu pemahaman baru, saya setuju dan pasangan setuju. Ini tak mudah tetapi mendiskusikan lebih baik ketimbang anda memendam dan tak pernah terselesaikan sampai kapanpun.

10. Anda merasa terpaksa menikah dengan pasangan.
Selidiki kembali, apa alasan utama anda menikah? Jika anda pernah merasa terpaksa menikah maka setelah menikah anda akan merasakan dampak keterpaksaan tersebut dalam membina rumah tangga. Menikah bukan eksperimen coba-coba, apalagi memaksakan diri untuk memiliki status sosial. Sebaiknya menikah memang berasal dari dalam hati anda sendiri, bukan karena tuntutan yang membuat anda terpaksa menikah.

Sebelum memutuskan apakah anda menikahi orang yang salah, ada dua hal kesalahan dalam pernikahan yakni, anda memang benar-benar menikahi orang yang salah. Atau kedua, anda mencintai dengan cara yang salah.

10 Resep Pernikahan Bahagia

Memutuskan menikah bukan perkara mudah karena menyangkut kepentingan dua belah pihak serta keluarga berdua plus tujuan hidup. Teori memang mudah tetapi kenyatannya diperlukan kerjasama kedua belah pihak baik suami maupun isteri agar tercipta pernikahan bahagia.

image

(Sumber foto: Dokumen pribadi)

Pernikahan bahagia bukan sebuah konsep tetapi pilihan akan kenyataan dan tujuan yang sedang anda tempuh.

Berikut 10 resep pernikahan yang bahagia dari sumber yang tidak diketahui:

1. Sebaiknya jangan pernah marah secara bersamaan baik suami maupun isteri. Artinya bahwa salah satu pihak harus ada yang bersikap menenangkan. Jika api dilawan api, nantinya jadi kebakaran.

2. Menyambung soal kebakaran di atas, jangan pernah saling berteriak satu sama lain meskipun itu terjadi dalam rumah sendiri. Nah, jika kebakaran terjadi, boleh deh teriak-teriak. Ingat juga kenapa tidak boleh saling teriak-teriak karena anda bukan pasangan “Tarzan and Jane” yang sedang di hutan hehehe…

3. Jangan mau menang sendiri meski anda yakin anda benar. Ingatlah ini bukan adu debat atau kompetisi memenangkan kampanye, anda adalah suami dan isteri. Jadi biarkanlah pasangan anda menjelaskan argumen secara berapi-api agar menang berdebat dengan anda. Intinya, harus ada satu pihak yang perlu mengalah. Mengalah ‘kan untuk menang… cie.. memenangkan hatinya maksudnya hehehe…

4. Dalam hidup bersama, pasti timbul kritik satu sama lain. Jadi lakukan kritik dengan menyenangkan, bukan menyerang. Ingat kritikan itu untuk pasangan anda, bukan lawan politik ya!!!

5. Nah ini, kebiasaan lama suka muncul kembali yakni mengungkit ‘dosa-dosa’ lama. Yang lalu biarlah berlalu. Jika sudah ngaku dosa satu sama lain, buat apa dikatakan kembali. Kata orangtua, tak baik. Jadi lupakan kesalahan yang lalu dan ampuni orangnya. Hey, bukankah kita mencintai pasangan dengan masa lalu, masa kini dan masa depan? Hehehe..

6. Ingat sewaktu masih pacaran dulu, dunia milik berdua. Nah, apalagi sudah menikah. Jadi abaikan dunia lain, hanya dia seorang dunia anda sekarang. Yang lain cuma ngontrak, katanya hahahaha…

7. Nah ini resep jitu bahagia pernikahan, jangan pernah memendam amarah hingga dibawa tidur, segera selesaikan secara adat suami isteri dengan penuh cinta alias langsung berbaikan. Berikan jari kelingking tanda perdamaian atau kecupan manis. Dijamin langsung lanjut di tempat tidur… mimpi indah hehehehe..

8. Namanya juga dengan pasangan, si Ibu dari anak-anak kita atau Ayah dari anak-anak kita, ngapain sih mesti pelit kasih pujian. Siapapun pasti senang dipuji apalagi dilakukan di depan anak-anak. Berikan pujian, kata-kata positif dan kalimat cinta yah setidaknya setiap hari. Pujian itu gratis loh!!!!

9. Nobody’s perfect. Semua orang juga tahu bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Jika kita berbuat salah kepada pasangan, akui itu dan segera meminta maaf. Ikan asin jika disimpan terus tetap baunya akan tercium juga. Daripada bau nantinya, sebaiknya buang sekarang ikan asinnya cepat-cepat alisa akui kesalahan anda.

10. It takes two to tanggo. Diperlukan dua orang untuk menghasilkan tarian yang indah. Begitupun jika berantem dengan pasangan, hanya anda berdua. Nah bila bertengkar, coba amati lagi siapa yang paling banyak berbicara untuk menjelaskan. Nah, bukan perkara benar atau salah, tetapi bagaimana meredakan pertengkaran yang terjadi. Jika satu bicara, yang lain juga harus mendengarkan. Beri kesempatan satu sama lain untuk berbicara dan mendengarkan!

Hmmmm… ada pendapat? Silahkan…