Keriaan Oktoberfest 2019 yang Telah Berlalu

Patung Theresienwiese yang menjadi sejarah keberadaan Oktoberfest.
Langit mendung, tak cerah.
Meski cuaca tak mendukung, pengunjung di luar aula juga padat.
Wahana ini paling menegangkan. Anda berani?

Tahun ini saya dan suami datang ke Oktoberfest di awal Oktober. Biasanya saya datang ke acara festival budaya tahunan tersebut setiap bulan September. Tahun ini acara volkfest terbesar di Bavaria tersebut diperpanjang hingga 6 Oktober 2019. Itu sebab kami memutuskan datang menjelang penutupan.

Pertama, kondisi cuaca sungguh tidak mendukung. Rupanya sepanjang hari hujan melanda wilayah Bavaria. Kami berangkat suhu mendekati 8 derajat celcius. Padahal sekarang ini masih musim gugur. Kami urung pakai transportasi umum. Dengan begitu tidak ada acara minum bir buat kami karena kami mengendarai kendaraan pribadi. Kami berencana menikmati musik dan wahana permainan.

Begitu tiba di lokasi, hujan tak berhenti meski suhunya dua sampai empat derajat celcius lebih hangat dibandingkan sebelumnya. Saya mulai merasa kedinginan karena hujan terus mengguyur di luar prediksi. Ditambah saya memakai dirndl tanpa jaket. Lengkap sudah rasa tak nyaman dibalik keriaan volkfest yang biasanya kami hadiri. Tahun lalu kami begitu ceria dalam liputan saya di Oktoberfest 2018 ini.

Pengunjung ceria memenuhi wahana permainan.
Tiap booth di luar makanan didesain unik dan menarik.
Aula sudah penuh.
Schweinwurstl dan sauekraut.
Goulash suppe.

Kami segera parkir mobil, jaraknya tak begitu jauh dari lokasi. Biaya parkir sepanjang hari 20€. Kami pikir hujan akan berlalu, ternyata tidak. Kami segera merapat ke aula-aula yang menawarkan acara istimewa dan kuliner. Rupanya hujan gerimis membuat suasana aula menjadi lebih penuh. Pengunjung memadati aula sembari menghindari hujan di luar. Tanpa reservasi di aula, kemungkinan kecil untuk menikmati acara di aula.

Padat sekali pengunjung oktoberfest saat kami datang. Suara orang berbicara dalam bahasa bukan deutsch, menandakan pengunjung adalah turis mancanegara. Kami akhirnya hanya mendapat bangku di luar aula untuk memesan makan siang. Pemeriksaan di tiap aula begitu ketat. Demikian pula petugas jaga dan keamanan sigap dan lalu lalang menjaga kenyamanan pengunjung.

Langit mendung menggelayuti ibukota Bavaria. Namun begitu, semakin sore pengunjung semakin memenuhi acara Oktoberfest. Pengunjung membludak penuh tawa dan teriakan di tiap wahana permainan. Aula penuh bahkan ada yang sudah ditutup karena padatnya aula di dalam. Suara blaskapelle dan musik terdengar di masing-masing aula. Keriaan pengunjung di aula begitu terasa hingga pengunjung tanpa reservasi begitu sulit masuk.

Begitulah pengalaman Oktoberfest kami tahun ini yang telah berlalu.

Advertisements

Festival Budaya, Gäuboden Volkfest 2019 di Straubing

Musim panas adalah musim perhelatan festival budaya yang hampir di adakan di tiap kota di Bavaria, wilayah tempat tinggal saya sekarang. Puncak festival budaya nanti saat Oktoberfest, akhir September di Munich. Volkfest, biasa disebut demikian dalam bahasa Jerman merupakan perayaan keriaan warga dengan bernyanyi, makan bersama, bermain dengan berbagai atraksi hiburan yang tersedia hingga menikmati bir yang membuat warga rileks berkumpul bersama. Itu adalah hasil pemahaman dan pengamatan saya selama ini.

Baru-baru ini saya dan suami datang ke Gäuboden Volkfest yang diselenggarakan tiap tahun di Straubing. Tahun ini sudah digelar sejak tanggal 9 sampai 19 Agustus di lokasi yang bernama Gäuboden di Straubing. Volkfest yang juga masuk terbesar di Bavaria, selain Oktoberfest juga berisi pameran. Pameran sendiri tidak hanya soal budaya Bavaria itu sendiri, ada juga kerajinan, industri rumahan hingga teknologi yang bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari. Total ada 16 gedung pameran disediakan panitia. Pengunjung pun puas, termasuk saya. Menurut saya, ini memang acara budaya terbesar setelah Oktoberfest.

Seperti biasa, jika acara Volkfest seperti ini anda akan menemukan banyak orang mengenakan pakaian tradisional untuk perempuannya adalah drindl dan laki-laki mengenakan celana lederhose. Tiap harinya ada berbagai macam hiburan yang disediakan panitia yang membuat pengunjung tak pernah sepi. Ini tampak dari ribuan mobil terparkir dan banyaknya bis yang difasilitasi untuk melayani pengunjung. Kami saja sulit mencari lokasi parkir karena begitu penuh di saat wiken dan hari libur.

Agar menarik bagi semua kalangan, tentu ada hiburan warga yang meriah terutama bagi anak-anak dan remaja melalui wahana permainan yang moderen dan menggembirakan. Tersedia aneka kuliner khas Bavaria, restoran dan kafe yang melayani pengunjung. Bagi para ibu seperti saya bisa membeli aneka perlengkapan rumah tangga dan hasil makanan industri rumahan. Lengkap!

Bagaimana sejarah Gäuboden Volkfest ini sebenarnya?

Dikutip dari laman http://www.bavaria.by yang menyatakan bahwa acara ini telah ada sejak tahun 1812. Ini merupakan festival budaya terbesar kedua di Bavaria. Dahulu ini menjadi acara pameran hasil produksi pertanian tahunan di sekitar Bavaria. Namun berangsur-angsur keikutsertaan pengisi pameran beragam, seperti tahun ini saja ada pameran produksi industri rumahan dan aneka teknologi yang membantu meringankan pekerjaan rumah tangga sehari-hari.

Mittelalterfest, Festival Abad Pertengahan di Jerman

Lomba memanah yang menarik. Lihat kostum mereka!
Ini spanduknya.

Apa yang anda lakukan jika anda pernah hidup seperti di film Robin Hood di Eropa pula? Jika itu adalah salah satu keinginan anda, mungkin anda bisa bergabung dengan komunitas berikut yang ada di Jerman. Komunitas ini memang memiliki minat dan kesamaan gaya hidup pada masa abad pertengahan. Itu sebab saya melihat spanduk bertuliskan “grosses Mittelalterfest” yang diikuti seribu peserta. Wow!

Bermain perang-perangan seperti di film dengan perlengkapan dan kostum mirip tempo dulu.
Tenda peserta.
Tampak menyatu dengan alam, salah satu ruang makan.

Saya dan suami berkendara menyusuri kota di Bavaria yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya. Mata saya memandang banyak orang berpakaian seperti layaknya aktor dan aktris yang berperan di film Robin Hood. Karena kami penasaran, kami pun berhenti dan mencari tahu. Saya pun segera mendokumentasikan festival orang-orang yang punya minat pada kehidupan abad pertengahan tersebut.

Suami saya bertutur bahwa ada beberapa kolega kerjanya yang juga punya minat sama pada festival ini. Mereka mengadakan pertemuan rutin untuk berbagi kebersamaan dan kecintaan pada abad pertengahan yang sudah berlalu ratusan tahun lalu. Melalui festival yang digelar rutin, tentu mereka membawa misi untuk mengedukasi masyarakat luas tentang kehidupan di abad pertengahan. Ini hanya dugaan saya saja karena saya tak berani bertanya atau mewawancarai panitia penyelenggara.

Sepatu kayu yang dijual dan menarik pengunjung.
Salah satu ruang tidur yang terekam kamera. Tampak selimut tebal berbulu dan lilin sebagai penerangan.
Salah satu sudut ruangan yang mereka gunakan, benar-benar alami.
Oven membuat roti dari kayu.

Pertanyaan saya, apakah anda bisa bertahan beberapa lama untuk tidak menggunakan listrik, perlengkapan moderen bahkan menggenggam smartphone anda?

Saya mengamati bagaimana perlengkapan makan terbuat dari tembikar, kayu atau gading gajah. Wow! Bahkan seseorang perempuan yang saya amati berpakaian tempo dulu itu mengenakan alas kaki pun dari kayu. Sedangkan jubah-jubah pria dan wanita seperti yang ditemukan dalam film Robin Hood pun tampak dijual di sini bagi mereka yang tertarik membeli. Untuk jubah dan selimut berbulu tampak memenuhi di ruang tidur untuk menghangatkan badan. Saya mengamati juga ada lilin dan obor sebagai penerangan. Jadi jangan bayangkan ada televisi atau radio sebagai hiburan.

Untuk mengisi waktu luang selama festival sekaligus hiburan, saya mengamati sebagian kelompok duduk di suatu tenda, berdiskusi, tertawa dan bermain bersama. Kelompok lain, saya melihat sedang menyiapkan makan siang dengan membuat perapian terlebih dulu. Tak hanya itu, ada kompetisi memanah mirip seperti di film Robin Hood. Lainnya, tampak sibuk di lapangan luas mendekati panggung hiburan dengan musik atau nyanyian. Dan kelompok lain membuat kompetisi bermain perang dua kelompok dengan peralatan seperti film Robin Hood. Menarik!

Mereka tampak berbahagia dengan situasi yang sedang mereka jalani selama festival. Tampaknya ini bisa menjadi ide di saat kita jenuh dengan modernitas, festival ini memberikan makna terdalam relasi antar pribadi satu sama lain dan relasi dengan alam. Hmm…

Bagaimana menurut anda?

Suka yang Manis? Coba Yuk Jajanan Manis Kaki Lima di Passau, Jerman

Pojok wahana bermain di salah satu festival musiman.

Menjelang pergantian musim dari musim panas ke musim gugur maka ada festival yang biasanya digelar masyarakat Bavaria di sini. Puncaknya festival tentunya nanti saat Oktoberfest pada akhir September hingga awal Oktober. Tua muda dan semua senang datang ke festival karena meriah dan menjadi ajang silahturahmi. Di festival ini pula ada biergarten bagi mereka pecinta bir tentunya.

Namun kali ini saya tidak membahas keriaan para beer lovers melainkan jajanan manis yang dijual di acara tersebut. Siapa bilang jajanan manis hanya untuk anak-anak saja? Saya juga suka kok.

Apa saja

1. Lebkuchenherz

Kue yang satu ini wajib dibeli jika datang ke festival seperti Oktoberfest misalnya. Sesuai namanya, kue ini berbentuk hati (herz). Kue ini juga dikenal sebagai gingerbread. Dari namanya saja sudah ketebak, kue ini terbuat dari jahe.

Biasanya nih para remaja yang sedang berpacaran membelikannya untuk si pacar. Tidak hanya karena berbentuk hati saja tetapi tulisan yang tertempel di kue. Misalnya ‘ich liebe dich’ atau ‘meinem Liebling’ yang tentunya memberikan kesan tersendiri buat si pacar. Namun kue ini tak menutup siapa saja untuk membelinya karena rasanya yang manis dan juga hangat.

2. Kacang-kacang manis, cokelat dan gula-gula

Mandeln, kacang almond manis.
Zukrawate, permen kapas.

Untuk jajanan manis tentu tak lepas dari namanya gula-gula dan juga cokelat. Di sini cokelat bisa dibentuk dengan indah seperti menyerupai buah-buahan atau sate misalnya.

Ada juga jajanan manis yang pernah saya beli dulu saat masih sekolah. Yaitu permen kapas yang terbuat dari gula yang kemudian digiling sehingga menghasilkan kapas halus yang dikumpulkan dalam satu batang lidi. Jajanan permen kapas berkisar 1,5€ hingga 2,5€.

Kacang almond manis disebut mandeln dalam bahasa Jerman dibungkus dengan karamel gula. Rasanya tentu saja manis dan enak.

3. Crepes

Jajanan berikutnya sudah sering saya bahas. Yups, crepes adalah sejenis pancake atau panekuk yang terbuat dari tepung dan telur. Lalu ada beragam isian sesuai selera. Saya pilih yang sederhana saja yakni cokelat nutela. Setelah selesai, crepes ditaburi gula tabur. Jajanan ini sudah saya jumpai dari Perancis, Luxemburg, Italia hingga ke Hungaria.

4. Baumstriezel

Saya pernah meliput jajanan kaki lima di christmas market di Budapest, Hungaria, yang bisa dicek di sini. Di Budapest, saya tidak sempat beli. Karena penasaran, saya membelinya di sini. Namanya Baumstriezel di sini. Ini semacam kue karamel yang dibungkus dengan aneka selera pembeli. Pilihannya ada taburan kelapa, taburan cokelat, kacang almond hingga vanila. Saya pilih dengan kacang almond. Jangan tanya rasanya karena ini benar-benar enak!

5. Es krim

Terakhir, jajanan manis pasti tak lepas dari es krim. Soft es krim di sini dijual dengan berbagai rasa dan bentuk yang indah. Begitu antusiasnya saya menikmati es krim hingga lupa mendokumentasikannya dalam foto.

Jadi dari lima jajanan manis di atas, manakah yang ingin anda coba?

Donau Flammen, Festival Datangnya Musim Panas

Pesta kembang api mewarnai datangnya musim panas.
Pusat keriaan kembang api di jembatan kota Vilshofen.
Tampak kapal wisata berhenti sesaat saat pesta kembang api. Sementara di pinggir sungai terlihat banyak tenda untuk festival.

Masihkah anda ingat cerita saya soal datangnya musim panas yang dirayakan oleh masyarakat di Austria? Linknya ada di sini. Seolah tak mau kalah dengan negeri tetangga, minggu lalu dirayakan festival di sungai Donau atau yang dikenal Donau Flammen pada 6-7 Juli lalu.

Baca https://liwunfamily.com/2018/06/25/indahnya-festival-awal-musim-panas-di-austria/

Acara meriah ini diadakan di kota Vilshofen. Tidak hanya masyarakat yang tinggal di situ saja, namun para wisatawan dapat menyaksikan keindahan pesta kembang api di atas kapal wisata. Pastinya kembang api memberikan keindahan tersendiri di malam itu. Namun suara ledakan kembang api tidak mengelegar sehingga nyaman terdengar.

Di pinggir sungai tampak festival musim panas yang dihadiri banyak orang. Saya yakin setelah ini akan bermunculan festival-festival lainnya di kota lain. Ya, musim panas memberikan keriaan tersendiri.

Sedangkan di sungai donau sendiri terlihat berbagai kapal wisata. Di situ para penumpang disuguhi sajian kuliner istimewa hingga hiburan di tiap kapalnya. Acara festival donau flammen diadakan rutin tiap tahun dalam menyambut awal musim panas.

Indahnya Festival Awal Musim Panas di Austria

Tampak di atas lereng perbukitan cahaya seperti lilin di gelapnya malam.
Di sisi kiri berwarna hijau dan kanan berwarna merah adalah kembang api sementara penumpang di atas kapal tampak menyaksikan dan mengabadikannya.
Tampak empat kapal di seberang berhenti untuk menyimak festival, sementara di bukit ada sejumlah api yang menghiasi gelapnya malam.

Menyusuri keindahan sungai donau, atau yang dikenal juga dengan danube, tak habis. Beberapa kali saya menampilkan keindahan alam sungai ini dari berbagai sudut kota dan negara. Indahnya alam memang memperlihat perbedaan dari empat musimnya, termasuk musim panas. Kali ini saya memotret bagaimana masyarakat di sekitar sungai Donau di Austria merayakan awal musim panas.

Tiap musim memang memiliki kisahnya sendiri sesuai tradisi leluhur yang mungkin belum ditinggalkan meski sudah memasuki dunia yang katanya moderen ini.

Sabtu malam (23/7) festival awal musim panas digelar di lereng perbukitan yang melibatkan pasukan pemadam kebakaran setempat. Dimana tampak cahaya yang indah dan sengaja dibentuk di tengah gelapnya malam. Di sisi lain di pinggir sungai donau ada kerlap-kerlip kembang api yang indah dan menawan di langit. Indah tentunya di gelap malamnya. Semakin romantis ketika banyak orang menyaksikan keindahan festival api ini dari atas kapal yang melintasi sungai donau, termasuk saya. Luar biasa!

Penumpang dari sejumlah kapal baik berbendera Jerman maupun Austria tampak asyik menyimak keindahan festival ini. Sebagian lagi tampak mengabadikannya lewat ponsel. Di lereng bukit di atas hutan dan di sekitar sungai dengan nuansa warna-warni kembang api. Musim panas telah datang! Masing-masing kapal menghibur setiap penumpangnya dengan suguhan istimewa. Hmm, indah!

Festival awal musim panas menurut pendapat beberapa orang di sana memang selalu digelar setiap tahun. Biasanya diselenggarakan di minggu ketiga bulan Juni. Menariknya kita bisa ikut menyaksikan sembari menikmati hiburan di kapal.

Der Steffl-Kirtag di Dom St. Stephan, Wina Austria

Kamis minggu lalu adalah hari libur nasional di Jerman. Hari itu adalah hari kenaikan Tuhan Yesus ke Surga. Di hari itu, di Jerman dikenal juga sebagai hari Ayah. Saya dan suami mengadakan pelesiran ke Wina, Austria. Tentunya hari itu juga adalah hari libur di Austria.

Kami pun bergegas menuju ke Dom St. Stephan. Di Passau sendiri Dom St. Stephan begitu megah terbangun. Bagaimana di Wina, Austria? Itu yang mendasari kami ke sana. 

Setibanya di sana, kami menemukan lautan orang yang datang berkunjung ke Dom. Mereka mulai antri mengular masuk ke dalam Dom. Sedangkan sebagian orang berada di sekitar dom. Rupanya di luar Dom digelar acara Der Stiffl-Krittag. Tampak panggung yang jadi mimbar, belum dimulai. Ketika saya datang kamis kemarin, acara ini baru saja dibuka secara resmi. Acara ini akan berlangsung dari hari kamis kemarin (10/5) hingga Minggu (20/5). Hari Minggu besok dirayakan sebagai hari Pentakosta bagi umat Katolik seluruh dunia. 

Acara ini digelar secara meriah di sekitar Dom. Kios ala Christkindlmarkt, pasar menjelang Natal tampak dipenuhi pengunjung untuk berbelanja atau hanya tertarik mengamati aneka dagangan. Di sisi lain kios penganan dan minuman dipenuhi ragam orang yang duduk-duduk sembari ngobrol. Di dekat panggung tampak para lansia dan pengunjung duduk menikmati bir dan makanan khas Jerman. Sementara di sudut makanan terlihat area bermain anak. Lengkap!

Der Steffl-Kirtag diadakan setiap tahun sejak 2002 setelah perayaan lima puluh tahun dibukanya kembali Dom akibat sempat rusak di tahun 1945. Namun saat saya datang pun masih ada bagian-bagian Dom yang direnovasi. Artinya terus diperbaiki agar bisa bertahan dalam gerusan jaman. Acara det Steffl-Kirtag juga menjadi bagian dari penggalangan dana untuk pemeliharaan dan perawatan Dom. 

Jika anda datang setelah paskah, silahkan mampir ke Dom St. Stephan Wina! Anda berkesempatan untuk mencicipi aneka kuliner sembari menyaksikan kemeriahan acara ini. 

Semoga bermanfaat!

Landshut, Bavaria (1): Festival Pernikahan “Die Landshuter Hochzeit” yang Bersejarah

Kota Landshut diambil dari atas. Tampak menara Basilika Santo Martin.


Begitu terkenalnya Landshut dengan festival musiman 4 tahun sekali, dimana sepasang pangeran dan puteri menikah, Landshut kerap dijadikan obyek pengambilan foto pre-wedding. Tampak pasangan asal Turki sedang berpose.

Landshut dari sisi lain, tampak Gereja Katolik St. Jodok.


Landshut adalah pusat pemerintahan dari Niederbayern, Bavaria. Kota ini memiliki benteng pertahanan Trausnitz yang memiliki arsitektur menarik mata, berupa tumpukan bata merah bercirikan backsteingotik. Kastil di atas bukit berdekatan dengan benteng pertahanan pun masih terjaga dengan baik hingga sekarang.

Selain itu, menara Gereja Katolik dianggap tertinggi di Bavaria juga begitu terlihat mencolok karena bergaya backsteingotik. Baik kastil, benteng dan gereja tampak masih terawat baik. Tak hanya tempat bersejarah lainnya, banyak orang datang dari seluruh Jerman untuk menyaksikan festival pernikahan tempo dulu, abad 15 yang digelar musiman.

Dari buku seputar Jerman, saya mendapati ada satu festival yang digelar setiap empat tahun sekali. Festival akbar ini mengingatkan pada perayaan pernikahan pangeran dan putri di tahun 1475. Kota Landshut dikenal sebagai kota penyelenggaraan festival empat tahun sekali pernikahan akbar “Die Landshuter Hochzeit” yang pernah ada dan melegenda yakni seorang Pangeran dari Bavaria dengan Puteri dari Raja Polandia pada abad 15. Pernikahan ini semacam politik, yang mempertemukan Barat dan Timur. Pernikahan bersejarah tersebut terdokumentasi dengan baik melalui festival musiman tersebut.

Dokumentasi foto festival musiman yang dimaksud.

Ada yang berperan sebagai pangeran dan puteri sebagaimana layaknya yang terjadi pada abad keemasan, abad 15.


Dahulu perayaan festival ini diselenggarakan setiap tahun, namun pada tahun 1985 diputuskan untuk diadakan setiap empat tahun sekali. Setiap festival melibatkan ribuan orang Landshut mengenakan kostum orang-orang layaknya di abad pertengahan tempo dulu. Semua orang memenuhi jalan utama dan pusat kota Landshut menyaksikan parade bagaimana penyelenggaraan pernikahan pangeran dan puteri tempo dulu digelar. Meriah sekali jika saya lihat dari dokumentasinya.

Jika menyimak sejarah tersebut, mungkin itu sebab di wilayah Landshut terdapat bangunan bercirikan backsteingotik seperti pada Gereja Katolik yang saya ceritakan sebelumnya. Mengapa? Di Polandia, banyak bangunan bercirikan backsteingotik  begitu terlihat mempesona dan menjadi destinasi wisata.

Festival terakhir dilaksanakan pada musim panas tahun ini, kemudian akan dilaksanakan lagi pada musim panas tahun 2021 mendatang.

Cerita Landshut akan berlanjut pada artikel selanjutnya.

Perchtenlauf Festival in Schärding, Austria: A Scary Festival in Beginning of Winter Season

The perchant performance.

One of performance.



On last Friday, my husband and I visited Schärding, a city in Austria. Why must we visit this city? Because we heard announcement many times in radio that winter festival would be held in Schärding. This is not the first time to come over there. You can find also my written post in this blog regarding Schärding.

Read

  1. https://liwunfamily.com/2017/11/03/scharding-kota-baroque-bersejarah-di-austria-nan-cantik-1/
  2. https://liwunfamily.com/2017/11/06/scharding-kota-tua-di-austria-bergaya-baroque-2/

Schärding is a border city directly located Bavarian, one state of the Federal Republic of Germany. This is beautiful city across river that separates Germany and Austria. This river named as Inn.

A city should become tourism destination, not only pretty but Schärding is old city fully built Baroque building. That is a reason this city called also Baroquestadt in Deutsch word or baroqoue city in English.

So back to the festival. This festival was horribly attractive for tourists and people around as visitors. We came from Germany only to watch the performance of ‘Perchten’ groups. There is more than 16 groups to festive yearly in beginning of winter season in Schärding. 

Over the night, the festival began with ‘Monster’ one by one to perform scary and awful for people around. I called ‘Monster’ because they worn dreadful masks and strange costume.

In according to the legend, perchtenlauf  is a festival to drive away the evils or ghost that aimed to human well-being and convenience during winter season. The perchant groups worn costume and horror masks only to frighten or horrify people around. The most of perchant groups looked scary and spooky then specialized to promote the strange and terrifying situations.

They made people around frightened or afraid.

Kids with one of percant in picture together.

Probably this is folklore or legend, but this festival deserved to watch. For sure, kids can come to make friendly with Perchant Groups. As parents, they can educate children to festive this occasions only for entertainment and fun.

Further more, please find short video in here.

First video

Second video

****

In Bahasa Indonesia

Pada Jumat lalu (8/12), saya dan suami berkesempatan mengunjungi Schärding lagi untuk sebuah festival. Sebagaimana anda ketahui, saya sudah beberapa kali menuliskan keindahan kota ini. Kota ini juga menjadi salah satu destinasi wisata, jika anda berkunjung ke Austria.

Baca 

  1. https://liwunfamily.com/2017/11/03/scharding-kota-baroque-bersejarah-di-austria-nan-cantik-1/
  2. https://liwunfamily.com/2017/11/06/scharding-kota-tua-di-austria-bergaya-baroque-2/

Ini adalah tontonan yang wajib disaksikan sebagai turis atau pengunjung. Saya dan suami berkunjung dari Jerman setelah mendengar iklan di radio. Lalu kami ke sana, acara dimulai pada malam hari.

Festival yang digelar bernama Perchtenlauf. 
Menurut kebiasaan kuno, perchten adalah usaha untuk mengusir roh jahat agar musim dingin menjadi nyaman. 

Upaya tersebut dengan membuat topeng yang menyeramkan. Mereka yang tergabung dalam kelompok perchten juga mengenakan kostum menyeramkan mengikuti topeng yang jadi identitas mereka. Di iringi oleh bunyi-bunyian yang menandai musim dingin hampir tiba.

Ada lebih dari 16 kelompok Perchten. Alun-alun kota Schärding berubah menjadi menyeramkan hingga membuat pengunjung ketakutan. Tetapi begitulah upaya mereka agar pengunjung bisa meramaikan suasana ini sehingga tidak lagi menakutkan. 

Orangtua juga ada yang membawa anak-anak mereka dan mengedukasi mereka bahwa acara ini hanya hiburan semata.

Anda juga bisa menyaksikan video singkat yang saya buat.

Selain Oktoberfest, Ini Dia Festival Rakyat yang Tetap Eksis 

Ada berbagai biergarten di sini yang diselenggarakan oleh merek-merek bir ternama. Ini hanya ilustrasi biergarten saja karena tetiba hape saya kurang batre untuk ambil foto biergarten.

Senangnya di musim panas adalah banyaknya festival yang bermunculan di tiap tempat. Mungkin iklim dan cuaca yang mendukung yang menyebabkan acara festival berlangsung secara outdoor selalu diminati siapa saja. Festival akbar yang saya ketahui adalah Oktoberfest. Oktoberfest mampu menyedot animo turis mancanegara untuk datang ke Munich.

Namun Oktoberfest belum mulai, festival akbar yang juga menarik minat masyarakat Bavaria sekitarnya adalah Karphamfest. Ternyata pengunjung tidak hanya datang dari wilayah Bavaria saja, ada juga dari tetangga sekitar seperti Austria. Disebut Karpham karena diselenggarakan tiap tahun di kota kecil Karpham, di wilayah Niederbayern.

Sampai sekarang festival rakyat ini masih memberi kesempatan untuk memperlihatkan inovasi di bidang pertanian, seperti pameran traktor dan berbagai alat berat lainnya.

Sebuah sumber menyebutkan bahwa Karphamfest telah ada sejak lama, malah katanya sejak awal abad 19. Karena pada masa itu, banyak digelar pesta rakyat untuk merayakan hasil panen atau perayaan atas hasil kerja di ladang. Tak heran jika acara Karphamfest juga menjadi ajang pameran berbagai peralatan yang digunakan untuk pertanian. Berbagai alat berat seperti traktor dan semacamnya dipamerkan juga di sini. Pada tahun 2017 Karphamfest dilaksanakan selama 6 hari terhitung sejak 31 Agustus sampai 5 September. Pada hari pertama yakni Kamis biasanya digunakan sebagai pembukaan resmi dan niaga. Selanjutnya Jumat sebagai hari pembukaan untuk masyarakat umum. Di hari terakhir, Selasa ditutup dengan pesta kembang api.

Apa saja bisa ditemukan?

Di Indonesia saya menyebut atraksi ini Bom Bom Car.

Ketiga atraksi di atas tentu disukai terutama mereka yang muda dan tak punya masalah dengan ketinggian. Anda berani?

Sebagian besar yang hadir mengenakan pakaian tradisional, perempuan mengenakan drindl dan pria mengenakan lederhose. Ini semacam festival untuk semua kalangan. Ada berbagai atraksi budaya digelar seperti olahraga berkuda Springreiten, band rakyat, dll. Untuk anak-anak, ada banyak atraksi hiburan yang nenyenangkan di sini. Sedangkan kalangan remaja pun tak mau kalah, karena ada arena uji nyali dalam atraksi seperti di taman hiburan. Tentu tua muda bisa menikmati aneka jajanan festival. Jajanan festival, pernah saya tulis di sini.

Salah satu jajanan khas yang dijumpai di setiap festival.

Springreiten.

Ada banyak biergarten yang disediakan pengunjung dengan merek bir-bir terkenal. Setiap tempat menampilkan ciri khas musik, aksesoris, makanan dan bir yang berbeda-beda citarasanya. Asyik ya!

Pengunjung juga bisa menikmati pameran berbagai produk hasil pertanian dan aneka macam kebutuhan rumah tangga. Dari bisnis unit masyarakat kecil hingga perusahaan yang sudah punya nama. Lengkap!

Silahkan datang dengan membawa kocek yang tebal karena harga festival untuk berbagai sajian makanan dan minuman pastinya lebih mahal! Misal harga bir 0.5 liter normal 2-4€ di festival bisa mencapai dua hingga tiga kali lipat. So, ingin merasakan bagaimana kehidupan masyarakat Bavaria pada umumnya, datang di setiap tahun di acara ini. Karpfamfest biasa digelar di penghujung musim panas.

Untuk video uji nyali, silahkan tonton video singkat berikut. Anda berani?

Semoga bermanfaat 😄