Awali Tahun dengan Konsep Kaizen: One Small Step Can Change your Life

Satu minggu sudah kita melewati tahun baru. Masih hangat tahun baru bagi semua orang di seluruh dunia. Apa yang biasa anda lakukan? 
Susun strategi baru, tulis resolusi atau cari ramalan buat lihat peruntungan di masa depan. Boleh-boleh saja, namun tiba-tiba hanya dalam sejam saya disodorkan baca buku tentang Kaizen, filsafat Jepang yang populer. 

Setiap pembaca pasti punya cerita tersendiri jika membaca sebuah buku. Demikian juga saya yang masih terpesona dengan konsep Kaizen, bahwa semua itu harus dilalui dengan hal kecil nan sederhana. Jika ingin sebuah petualangan harus dimulai dengan satu langkah, kira-kira demikian. 

Mengapa resolusi awal tahun selalu gagal? Dalam buku diceritakan bahwa kita sering lupa bahwa hal yang ingin kita ubah adalah hal besar yang serta merta memaksa otak untuk bekerja mencapainya. Akhirnya kita mudah menyerah di tengah jalan. Mulailah dari hal kecil sederhana, sekarang dan kontinyu. 

Lagi pula, jika suatu hal sederhana sudah dilakukan, jangan berhenti begitu saja, biarkan itu berkelanjutan. Misal, resolusi ingin berhemat. Anda bisa memulainya dengan setiap hari sisihkan Rp 10.000,- jika setahun maka sudah ada Rp 3.650.000 yang bisa anda gunakan. Jika tiba-tiba kita berhenti, maka berhenti pula niat berhemat. 

Kebanyakan orang memaksa untuk mencapai perubahan tanpa melihat bahwa itu semua dimulai dari hal kecil dan sederhana lalu berkelanjutan. Jangan tunggu sampai sempurna untuk berubah! Mulailah dari hal kecil sekarang juga. 

Untuk menuju pribadi yang lebih baik ada tahapannya, tidak berhenti begitu saja. Kebanyakan orang berhenti begitu saja saat sudah merasa berubah. Padahal perubahan itu kontinyu dan berkelanjutan. 

Mengapa? Hidup itu dinamis, terimalah itu. Yang buruk akan berlalu, hidup tak selamanya buruk, badai pasti berlalu. Kadang hidup membawa kita ke atas, kadang pula di bawah, seperti roda yang berputar sehingga kehidupan bisa berjalan. Namun jangan biarkan roda itu berhenti. 

Setiap masalah selalu menciptakan peluang kesempatan. Ada sebuah tulisan Cina yang jika dibaca bisa menjadi ‘Krisis’ atau ‘Kesempatan’ Jadi tergantung bagaimana anda bersikap terhadap masalah yang muncul. Dunia ini begitu nyata bahwa peluang yang akan anda terima sebagian besar berawal dari masalah yang menantang anda, benar ‘kan? 


Tanyakan ‘mengapa begini?’  atau ‘mengapa begitu’ sesering mungkin. Selalu bertanya saat anda ingin membuat suatu perubahan. Misalnya anda ingin kurus. Mengapa saya harus kurus? Karena saya tak perlu lagi membeli baju untuk ukuran saya. Atasan menawarkan posisi baru. Mengapa atasan memberi saya jabatan ini? Karena saya bisa belajar hal baru dari jabatan ini. Bertanya dalam diri melatih kita untuk kritis dan lebih positif, ketimbang berpikiran negatif dan tidak masuk akal. 

Belajarlah dari banyak orang. Siapa pun mereka kawan atau lawan, atasan atau bawahan, teman atau musuh, kenal atau tak kenal, belajarlah dari padanya! Dengan begitu, kita bisa mengenal dunia ini. Cari tahu dari mereka, bertanyalah pada mereka. Kata ibu saya, ‘Tidak usah sok pintar’

Pikirkan solusinya, bukan masalahnya. Masalah tak akan selesai jika hanya menggerutu atau meratapi, carilah solusi atas masalah yang dihadapi. Jangan juga berpikir bahwa masalah selalu bisa dipecahkan dengan uang dan uang! Manfaatkan kecerdasan kita untuk memecahkan masalah. Dan yang terutama bahwa segalanya itu tidak ada yang mungkin. Percaya saja! 

Demikian pendapat saya dari buku berbahasa Inggris ini ala membaca cepat. 

Apakah anda pernah membaca buku tersebut? Atau anda punya pendapat berbeda? Silahkan!

29 September, International Coffee Day. Sudahkah Ngopi?

Mari menikmati kopi pagi ini!

Hari Jumat (29/9) bertepatan dengan perayaan Internasional kopi. Kopi bukan hanya sekedar minuman saja melainkan juga gaya hidup. Berjamurnya kedai kopi menunjukkan betapa masyarakat punya kebiasaan menikmati lebih dari secangkir kopi. Apa itu? Obrolan dibalik kopi.

Apakah kopi bisa menimbulkan kecanduan? Bisa saja. Karena banyak orang memunculkan filosofi tiada power bekerja tanpa kopi. Life begins from coffee. Kandungan kafein dalam kopi dipercaya menjadi candu sehingga orang tidak terbiasa tanpa kopi di pagi hari. Itu sebab mereka bergairah bekerja dengan kopi sebagai sarapan

Kopi tidak membuat sekat gender. Baik laki-laki maupun perempuan sama-sama senang minum kopi. Lalu, bagaimana jika peminum kopi sedang hamil? Studi menunjukkan bahwa perilaku perempuan hamil meminum kopi dalam ambang batas satu atau dua gelas sehari tidak berpengaruh pada tingkat kecerdasan anak, masalah perilaku atau obesitas. Para peneliti tidak menemukan hubungan antara asupan kafein ibu mereka dengan obesitas anak yang mereka kandung.

Citarasa kopi seperti memberikan filosofi tentang hidup. Bahwa apa pun wadah yang digunakan untuk minum kopi, namun yang terpenting adalah bagaimana menikmati kualitas rasa kopi. Seumpama menikmati kualitas hidup, lupakan ‘wadah’ itu, bisa jadi jabatan pekerjaan, pendidikan, kekayaan, status sosial dan sebagainya.

Ilustrasi, Masjid Raya Aceh. Bukti otentik bahwa saya suka minum kopi gayo

Ilustrasi, Gapura perbatasan Papua dan Papua New Guinea. Bukti otentik saya juga suka minum kopi papua selama di sana.

Berbanggalah Indonesia yang kaya akan kopi. Saya pernah singgah mulai di Aceh, dengan kopi arabica  (gayo) yang khas hingga Papua dengan kopi robusta. Keren ‘kan? Indonesia punya itu semua. 

Melalui perayaan hari kopi ini, semoga bukan hanya gaya hidup minum kopi yang meningkat namun industri kopi juga. Agar dunia tahu bahwa Indonesia punya kopi berkualitas. 

Selamat Hari Kopi Internasional! Sudahkah Ngopi pagi ini? ☕

PS: Dirangkum dari berbagai artikel kopi di blog ini.