CERPEN (39): “Tujuanmu Ada di Depan, Bukan di Belakang”

Aku terus melangkah menyusuri bibir pantai senja itu. Sayup-sayup angin melipir terasa di wajahku. Tak aku hiraukan ketika seseorang memanggil namaku untuk kembali. Percuma! "Tetaplah melangkah ke depan! Jangan pernah berjalan mundur ke belakang! Mungkin tapak kaki yang kau pijak telah kabur seiring waktu. Kembali pun belum tentu menyelesaikan penyesalan," bisik suara hatiku. Aku mengikuti … Continue reading CERPEN (39): “Tujuanmu Ada di Depan, Bukan di Belakang”