Tips Untuk Anda (2): Garam Tidak Menggumpal

Tips kedua untuk anda berasal dari pengemasan bumbu dapur, yakni garam. Garam adalah bumbu wajib tersedia di dapur. Sejarang apa pun anda memasak, garam harus ada di dapur untuk menambah rasa. Garam yang disimpan biasanya berbentuk bulir halus seperti pasir. Garam pasir ini memang praktis digunakan dibandingkan anda harus menghancurkan terlebih dahulu garam balok.

Garam pasir ini kebanyakan diletakkan di botol atau wadah tertutup seperti pada foto. Biasanya garam seperti butir pasir ini akan mudah digunakan. Namun sayangnya garam seperti ini akan bermasalah bila terlalu lama dalam wadah. Hal ini saya alami di dapur sendiri.

Akhirnya saya dapat tips saat saya duduk memesan menu di restoran. Sebagaimana umumnya meja restoran di sini selalu tersedia garam dan merica bubuk. Namun ada yang berbeda dengan wadah garam dalam botol. Rupanya ada bulir-bulir beras diletakkan menyatu dengan garam.

Apa yang terjadi?

Saya bertanya pada pramusaji saat membayar makanan. Dia berpendapat bahwa beras menjaga kelembaban agar garam dalam wadah tidak menggumpal. Masalahnya jika garam yang diletakkan di atas meja restoran tidak bisa digunakan maka pengunjung restoran akan komplen dan mengeluh. Untuk menghindari hal itu maka diletakkan bulir beras agar garam bisa tetap digunakan.

Ada pendapat?

Tips Untuk Anda (1): Cuci Baju Berbahan Rajut

Mencari ide menulis datang dari mana saja. Saya sedang membuat kumpulan tips dari berbagai pengalaman untuk dibagikan pada anda. Dengan begitu, saya menjadikannya kumpulan tips yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Tips pertama adalah mencuci baju berbahan rajut.

Di saat musim dingin, kita wajib memiliki pakaian hangat seperti baju berbahan rajut. Koleksi baju saya dan suami berbahan rajut terbilang banyak. Karena beda musim beda jenis pakaiannya. Baju berbahan rajutan yang kami miliki umumnya terbuat dari wol. Ini membuat tubuh hangat ketika udara dingin dan berangin.

Suatu kali suami saya protes karena baju kesukaannya terasa tak sesuai saat dikenakan. Rupanya baju kesayangannya menjadi mengkerut dan mengecil. Sebenarnya ada dua penyebab mengapa hal itu bisa terjadi. Pertama, suhu air yang digunakan melebihi 30 derajat celcius atau yang disarankan. Atau kedua, cara mencuci yang salah.

Segera saya cek informasi pakaian yang disematkan tersembunyi. Di situ jelas tertulis bahwa air untuk mencuci bersuhu 30 derajat. Selama ini rupanya saya salah mencuci dan menggunakan air yang terlalu panas, lebih dari 30 derajat celcius. Ini menjadi penyebab, baju berbahan rajutan menjadi berubah bentuknya.

Tak hanya itu, takaran deterjen yang berlebihan juga menyebabkan kulit menjadi gatal. Itu pengalaman saya. Sebaiknya, takaran deterjen perlu disesuaikan dengan kebutuhan pakaian yang dicuci.

So, berikut tips mencuci pakaian bahan rajutan,

  1. Pilah baju berbahan putih dan berwarna.
  2. Cuci dalam mesin cuci dengan suhu 30 derajat celcius.
  3. Tidak banyak memasukkan deterjen. Jika anda kerap mengalami gatal-gatal mengenakan pakaian berbahan rajut, anda bisa mengganti sabun cuci dengan shampo bayi atau konditioner.
  4. Selesai mencuci, tak perlu masukkan baju ke dalam mesin pengering pakaian. Biarkan pakaian kering secara alami.
  5. Cara membiarkannya kering alami, meletakkannya di meja dengan membentangkannya. Jangan gantung pakaian berbahan rajut seperti kebanyakan baju lainnya!
  6. Setelah kering, pakaian berbahan rajut tidak perlu disetrika dan digantung dalam rak pakaian. Cukup lipat saja. Atau, saya memilih untuk menggulung baju rajut agar bentuknya tetap sama seperti waktu dibeli.

Semoga bermanfaat!