Smoked Salmon with Potatoes, Glühwein dan Crepes, Jajanan Pasar Natal: Kuliner Budapest, Hungaria (3)

Smoked Salmon with Potatoes.

Masih ingatkah anda artikel tentang salmon grilled yang saya jumpai di Christkindlmarkt di Jerman?

Baca https://liwunfamily.com/2017/12/22/finnischer-lachsgrill-ikan-salmon-yang-dipanggang-makanan-khas-jerman-22/

Setibanya di Basilika Santo Stephanus, kami melihat pasar Natal serupa seperti di Jerman. Pasarnya begitu megah dan terlihat eksklusif yang dijadikan pasar rakyat yang meriah. Banyak turis datang menikmati sajian kuliner atau membeli berbagai pernak-pernik khas Hungaria.

Salah satu yang membuat kami lapar adalah kedai yang terlihat banyak asap dan letaknya tepat di depan lapangan basilika. Kedai tersebut menjual salmon yang dipanggang dan beberapa sajian lainnya. Kami menyukai ikan dan sengaja berhenti di situ untuk mencicipinya. Meski harganya lebih mahal saat kami beli di Jerman.

 

Petugas pemanggang salmon benar-benar paham bagaimana membuat tekstur ikan yang sesuai. 

 

Pramusaji menuangkan potongan kentang bersisian dengan salmon panggang.

 

 

Nikmat sekali!

Saat pramusaji memenuhi permintaan kami, dia meletakkan irisan salmon yang dipanggang dan masih berasa panas di selembar piring kertas. Dia bertanya, apa yang dikehendaki selanjutnya? Pilihannya roti ciabatta atau kentang. Kami pilih kentang yang diolah dengan cara ditumis dan diberi bawang bombay serta daun seledri yang ditaburi sedikit. Rasa kentang ini juga enak sekali. 

Kentang tersebut diletakkan bersisian dengan salmon panggang. Porsinya yang lumayan besar cukup buat saya dan suami. Lagipula saat membayar, kami terkejut juga mendapati harganya yang lumayan mahal yakni sekitar 15€. Meski saya membayar dengan mata uang Hungaria, namun rasanya sajian ini lebih mahal saat kami dapati model sajian yang sama di Jerman hanya sekitar 10€.

Harga mahal namun rasa yang lezat cukup membuat kami senang juga. Sepertinya si pemanggang salmon tahu betul bagaimana membuat tekstur daging salmon enak dan tidak hangus. Enak sekali! Sedangkan jika memilih smoked salmon dengan roti ciabatta harganya jauh lebih murah. Untuk menikmatinya cukup diberi siraman lemon sedikit. Enak sekali meski tak banyak bumbu yang digunakan.

 

wp-image-1858705261
Pfannkuchen atau crepes.

 

 

wp-image-1710999197
Glühwein.

 

 

wp-image-1953881364
Kedai yang menjual di pasar Natal.

 

Selain salmon with potatoes, ada lagi crepes dan glühwein. Crepes, semacam Pfannkuchen di Jerman. Di sini hanya tepung, telur dan air sedikit. Lalu dipanaskan di wajan datar hanya beberapa menit.

Di Indonesia, jajanan ini dijual menjadi makanan populer di pusat perbelanjaan. Di Indonesia, crepes lebih krispi sedangkan di sini lebih lembut, mungkin bahan yang digunakan berbeda.

Isian crepes bisa bermacam-macam sesuai selera. Saya paling suka cokelat saja atau ditaburi madu juga boleh. Ini bisa jadi jajanan kaki lima yang mudah dijumpai di Eropa. Anda bisa mensontek gaya saya membuatnya di sini.

Baca https://liwunfamily.com/2017/09/24/jangan-hanya-tahu-makan-crepes/

Untuk minumannya, ternyata ada juga glühwein di sini. Saya lupa berapa harganya dalam mata uang HUF, namun kira-kira harganya sekitar 3€. Tak perlu deposit gelas seperti layaknya di pasar Natal di Jerman. Mereka menuangkan glühwein dalam gelas bermaterial sekali pakai.

Glühwein menjadi minuman hangat dan terbaik disajikan saat musim dingin seperti sekarang di sini.

Demikian hasil perburuan kuliner di pasar Natal. Pastinya masih ada lagi sajian kuliner lain yang ditemukan di Budapest. 

Semoga bermanfaat!

Glühwein: Minuman Khas di Musim Dingin di Jerman

Glühwein di Christkindlmarkt.

Kirschglühwein, versi lain glühwein hanya tambahan buah cheri saat diseduh.

Kedai menjual glühwein.

Harga yang tertera.

Glühwein dijual di supermarket.



Datang ke Christkindlmarkt atau Weihnachtmarkt, apa yang selalu ditemukan dan terjual adalah sesuatu yang menjadi ciri khas masyarakat di Jerman. Glühwein, minuman yang disajikan hangat dan terbuat dari anggur merah.

Secara tradisional, glühwein diminum kala musim dingin di wilayah tengah Eropa, termasuk Jerman. Tak heran, glühwein sudah dijual dalam bentuk botol di supermarket atau tersedia untuk langsung diminum di pasar menjelang Natal.

Saat saya datang menghampiri salah satu Christkindlmarkt, ada kedai glühwein yang menjual dengan harga 2€ per gelas. Si ibu penjual mengatakan kita bisa menambah gula yang sengaja disediakan bila diperlukan. 

Glühwein memang dimasak agar hangat, termasuk ditambah beberapa rempah-rempah sesuai selera. Ada yang menambah kayu manis, adas, cengkeh bahkan lemon juga. Itu semua tergantung kesukaan anda.

Di supermarket, glühwein disajikan dalam botol gelas. Per volume botol, kadar alkohol dalam glühwein kira-kira 8 – 13 persen. Anda bisa membuatnya sendiri di rumah. Jika masih berasa masam, anda bisa menambahkan gula sesuai keinginan.

Di Jerman, glühwein disajikan saat musim dingin bersama kue jahe. Artinya, minuman yang dikhususkan untuk mengusir dingin. Ini semacam periode Natal, dimana seluruh keluarga dapat menikmati kebersamaan dengan glühwein dan ginggerbread atau kue jahe.

Semoga bermanfaat!

In Glühwein geschmorte Ochsenbacke und Halbgefrorenes von der Zwetschge: Makan Malam Kreasi Natal Ala Hotel (2)

Ilustrasi.

Music performance.

Daftar menu bertemakan Natal.

Melanjutkan pos sebelumnya tentang malam malam di hotel yang bertemakan Natal, maka saat ini saya membahas makanan utama dan hidangan penutup.

Baca https://liwunfamily.com/2017/12/03/winterlicher-blatstsalat-und-consumme-vom-steinpilz-makan-malam-kreasi-natal-ala-hotel-1/

Usai pramusaji menarik semua peralatan makan yang kotor, mereka menuangkan minuman air mineral lagi ke dalam gelas saya. Lalu mereka menata kembali meja makan di hadapan saya. Kemudian mereka datang membawakan peralatan makan yang baru seperti garpu dan pisau. Ini adalah makanan utama.

Sambil kami menikmati obrolan santai, kami menunggu pramusaji menghidangkan utama bertemakan Natal. Nama lengkap makanan ini adalah In Glühwein geschmorte Ochsenbacke auf Kartoffel-Meerttichstampf, geschmolzenen Zwiebeln und feinern Schmorgemüse. Panjang nama menu berikut ini, hingga membuat saya puas dan cukup kenyang malam itu. 

Bagaimana menurut anda bila mengetahui nama makanan tersebut?

Makanan utama.

Glühwein biasa disajikan kala musim dingin tiba di Jerman. Di gerai pasar menjelang Natal atau Christkindlmarkt, kita akan mudah menemukan minuman hangat di tenggorokan ini. Atau anda juga bisa membeli bebas di supermarket dan menikmatinya di rumah. Makanan utama bertemakan Natal ini, terbuat dari daging sapi dengan kentang tumbuk sebagai pelengkap. Rasanya mengenyangkan dan nikmat sekali. 

Daging sapinya lembut dan warna hitam kecoklatan berasal dari kuahnya. Ini mungkin berasal dari glühwein. Lalu ditaburi bawang goreng menambah citarasa makanan ini. Sempurna!

Makanan utama selesai disantap. Pramusaji datang lagi merapikan peralatan makan di meja. Mereka bertanya soal rasa makanan kemudian saya pun menjawab dengan wajah sumringah. “Geshmack gut?” tanya salah seorang pramusaji dalam bahasa Jerman pada saya. Respon saya pun sudah menunjukkan saya puas dengan hidangan utama malam itu.

Eits, masih ada hidangan penutup yang menjadi dessert malam itu. Meski perut saya sudah tak muat lagi menampung namun saya penasaran dengan penutup hidangan tersebut. Pramusaji pun datang membawakan serbet baru dan sendok kecil. 

Makanan penutup.



Pramusaji lain datang menghidangkan semangkuk kecil es krim dengan taburan kacang walnus. Lanjut menunya adalah Halbgefrorenes von der Zwetschge mit lauwarmen Zimtschaum und Walnusskrokant. Meski di luar dingin sekali namun ruang dalam yang hangat membuat siapa saja menyukai hidangan penutup ini. Es krim yang nikmat.

Semoga anda terkesan dengan menu yang saya ceritakan dari pos pertama dan kedua! 🌲