Gyrospfanne und Gyros Calamari di Griechiesches Restaurant ‘Restaurant Elia’ di Bavaria (2): Rekomendasi Tempat (4) 

Restoran tampak depan.

Suasana sekitar restoran.

Gyrospfanne.

Gyros und Calamari.

Melanjutkan pos sebelumnya tentang menu masakan di restoran Yunani, kali ini saya ceritakan menu utama yang kami pesan dan dessert sebagai complimentary dari restoran.

Baca https://liwunfamily.com/2017/12/06/coba-masakan-yunani-griechiesches-restaurant-restaurant-elia-di-bavaria-1-rekomendasi-tempat-4/

Selesai menyantap salat, makanan utama yang jadi pesanan kami pun datang. Kebetulan kami datang di hari weekdays, restoran pun menawarkan daftar makanan istimewa. Pilihan saya jatuh pada Gyrospfanne. Sedangkan suami saya memilih menu Gyros und Calamari. Sepertinya gyros adalah makanan khas negeri Yunani. 

Gyros adalah masakan khas Yunani yang terdiri atas potongan daging dengan bumbu ala mediterania. Menurut saya, ini seperti Kebab bilamana di Turki. Atau sate bila mengacu pada makanan tradisional Indonesia. Namun gyros disajikan tanpa tusuk sate, gyros seperti dönnerteller yang pernah saya ceritakan di restoran Turki. 

Jika melihat pembuatannya, kata suami saya, gyros disisir dari daging yang dipanggang seperti daging yang terdapat di dönner kebab. Namun bumbunya pun khas mediterania. Bahkan gyros pun disajikan di imbiss khusus masakan Yunani di Jerman. Namun saya belum menemukan imbiss masakan khusus Yunani, baru imbiss masakan Asia dan Turki saja di Jerman.

Gyrospfanne, jika dibuka ada lelehan keju sebagai topping gyros.

Pommes atau kentang goreng.

Makanan yang saya pesan, gyrospfanne datang. Ini adalah gyros yang diletakkan di atas mangkuk, terasa masih panas dan dibuatnya dipanggang di oven. Gyros pesanan saya terdiri atas potongan daging dengan bumbu rempah khas mediterania. Enak sekali. Tidak ada sayuran di dalam, hanya ada irisan bawang bombay. Sebagai topping adalah keju, sehingga untuk mendapatkan gyros di dalam, kita merobek lelehan keju tersebut. Lezat!

Makanan saya benar-benar mengenyangkan. Apalagi ditambah dengan pommes, kentang goreng. Saya benar-benar berpikir untuk tidak makan malam lagi. Luar biasa enak! Saya pikir anda pasti tak menduga porsinya yang membuat kenyang.

Makanan suami saya, gyros und calamari adalah gyros yang berisi potongan daging berbumbu dengan irisan cumi-cumi goreng yang renyah di sekitar. Ada saus mayonnaise dan irisan lemon di piring untuk menambah rasa. Di dalam piring juga tersedia kentang goreng, sama seperti saya. Luar biasa kedua makanan ini membuat kami kenyang! Makanan ini pun juga sama nikmatnya. 

Kami menikmati makanan perlahan sambil mendengarkan alunan musik sepertinya berbahasa Yunani. Usai menyantap makanan, pramusaji menarik piring-piring kami yang kotor. Kemudian pramusaji memberikan dessert sebagai makanan penutup. 

Dessert sebagai hidangan penutup.

Perut kami sudah hampir tak muat. Namun melihat dessert yang nikmat, kami pun menghabiskannya. Bagaimana tidak nikmat? Dessert yang diberikan cuma-cuma adalah es krim dengan topping saus lemon dan sedikit taburan kacang. Rasanya manis dan masam membuat lidah kami menyukainya meski perut sudah berasa kenyang. 

Puas menyantap seluruh hidangan. Pramusaji datang menyerahkan bon pembayaran dan bertanya rasa masakan. Kami mengaku puas karena makanan yang tersaji benar-benar lezat. Saat berpamitan menuju keluar restoran, seorang pramusaji menyalami kami, memberi salam perpisahan.  

Coba Masakan Yunani, Griechiesches Restaurant ‘Restaurant Elia’ di Bavaria 1: Rekomendasi Tempat (4)

Restoran tampak depan.

Daftar menu.

Saya pesan teh mint di sini, suami pesan Alpfelsaft.

Pergi ke Yunani? Tidak, berikut ini saya bagikan pengalaman petualangan rasa menikmati makanan di restoran bergaya Yunani. Jika di Jerman, restoran Yunani biasa disebut ‘Griechiesches Restaurant’ yang berasal dari kata ‘das Griechenland’, bahasa Jerman yang berarti Yunani.

Restoran ini terletak di wilayah Osterhofen-Altenmarkt, Bavaria. Kebetulan saya dan suami mencicipi petualangan masakan kala kami ingin bertemu teman yang lokasinya tak jauh dari restoran tersebut. Nama restorannya, Restaurant Elia. Suasana restoran yang diperlihatkan tampak hommy dan alunan musik berbahasa Yunani diperdengarkan selama kita makan di sana. 

Pramusaji pun ramah menyambut kami dari awal hingga selesai makan. Di akhir saat kami berpamitan, seorang pramusaji menyalami kami dan mengucapkan salam perpisahan. Mereka benar-benar ramah.

Bayangkan kami mendapatkan menu lengkap mulai dari welcome drinks, salat pembuka hingga dessert. Semuanya itu gratis, kita hanya membayar menu yang dipesankan saja. Menarik ya! Restorannya nyaman, bersih dan toilet umum dibuat semenarik dan senyaman mungkin untuk tamu. Di sini juga ada bar minuman, jika hanya ingin sekedar minum saja sambil duduk-duduk.

Ouzo, dua minuman mungil khas Yunani sebagai pembuka.

Bumbu pelengkap tersedia di meja, juga Ouzu dan Apfelsaft, milik suami.

Salat hidangan pembuka.

Roti baguette sebagai hidangan pembuka.

Pertama kali datang, pramusaji menyalakan lilin di meja kami. Kemudian dia datang lagi memberikan minuman pembuka yang secara tradisional biasa disajikan di Yunani. Namanya Ouzo, semacam minuman alkohol khas tradisional masyarakat Yunani. Minuman ini rasanya manis dan hangat di tenggorokan. Ouzo memang biasa ditempatkan sebagai minuman pembuka bersama makanan kecil lainnya di awal hidangan di Yunani.

Begitu tradisionalnya minuman ini hingga Ouzo diklaim sebagai produk Yunani. Jika datang ke Yunani pun, anda bisa singgah ke museum Ouzo juga. Saat datang ke restoran Yunani di Jerman, menurut suami saya maka Ouzo akan selalu disajikan di awal dan gratis. Ouzo diberikan dalam gelas kecil seperti layaknya anda meminum alkohol. Mungkin karena gratis jadi tamu hanya diberikan dalam gelas kecil. 

Ini semacam minuman yang tepat disajikan kala udara di luar memang sekitar 3 sampai 4 derajat celcius. Usai minuman pembuka, pramusaji datang lagi menawarkan salat pembuka. Tentu saja kami senang, gratis pula. Salat pembuka dan roti baguette tersedia di hadapan kami sebagai hidangan pembuka.

Salat pembuka terdiri atas aneka sayuran segar seperti salada hijau, salada merah, tomat, paprika, timun dan sebagainya. Dressing salat dibuat segar dan tidak masam. Rasanya luar biasa sembari kami menunggu menu makanan yang dipesan. Karena saya suka sayuran, maka salat itu pun habis tak tersisa. Ini enak dan gratis pula!

Nantikan makanan yang kami pesan di artikel kedua!❤