CERPEN (7): Tukang Cukur dan Guru Bijak

Ilustrasi. Ini adalah reblog dari https://liwunfamily.com/2009/01/07/mengapa-mereka-tidak-datang-pada-ku/ Date: January 7, 2009Author: Anna Liwun0 Comments Suatu kali, seorang Guru Bijaksana datang ke seorang Tukang Cukur. Guru ini meminta kepada Tukang Cukur untuk merapikan rambutnya yang sedikit mulai tidak rapi dan tidak nyaman bagi Sang Guru.  Si Tukang Cukur menerima dengan senang hati kedatangan Sang Guru. Sambil mencukur, Tukang Cukur bertanya, “Apa … Continue reading CERPEN (7): Tukang Cukur dan Guru Bijak

CERPEN (36): Buat Apa Pintar Jika Tidak Bijak?

"Buat apa jadi pintar hanya untuk mengusai dunia nak?" pesan ibu lewat whatsapp sore ini. Aku ingin pintar ibu. Aku lebih memilih jadi wanita pintar ketimbang wanita cantik. Aku ingin ibu tahu bahwa kepandaian akan menguasai dunia. Mereka yang menguasai dunia adalah mereka yang pintar. Itu alasanku. Aku ketik berbagai alasan untuk meyakinkan ibu bahwa … Continue reading CERPEN (36): Buat Apa Pintar Jika Tidak Bijak?

Memahami Orang Lain itu Bijaksana, Memahami Diri Sendiri itu Pencerahan

Untuk menunjukkan manisnya jeruk, kau tak perlu mencicipi sekilo jeruk jika kau percaya bahwa satu jeruk yang dicicipi sudah berasa manis. Untuk apa memperlihatkan ke seluruh dunia, jika mereka percaya satu perbuatan baik sudah kau lakukan dan bermanfaat bagi banyak orang. Di masa kini orang begitu sibuk tampil mencari keberadaan diri di muka publik. Ada … Continue reading Memahami Orang Lain itu Bijaksana, Memahami Diri Sendiri itu Pencerahan

CERPEN (64): Seberapa Besar Bebanmu?

Ada seorang murid yang datang kepada guru bijaksana. Dia mengeluh tentang beban hidupnya. Menurut si murid, ia sudah tidak tahan lagi. "Guru, saya merasa hidup ini tidak adil. Beban hidup yang saya pikul terlalu berat, sementara adik saya yang punya pekerjaan mapan terlihat hidup tanpa beban," keluh si murid. Lalu ia melanjutkan, "Kakak saya pun … Continue reading CERPEN (64): Seberapa Besar Bebanmu?

CERPEN (68): Seberapa Tinggi Kita Bermimpi

Ada dua orang murid bertanya kepada gurunya tentang impian. Mereka berdua memperdebatkan seberapa tinggi mimpi harus kita raih dalam hidup. Mereka sepakat untuk mencari tahu kepada Guru Bijak. "Wahai Guru Bijak, kami berdua bingung tentang maksud bermimpi yang guru utarakan tempo lalu. Guru mengatakan bahwa tidak ada mimpi yang terlalu besar dan tidak ada pemimpi … Continue reading CERPEN (68): Seberapa Tinggi Kita Bermimpi

CERPEN (7): Tukang Cukur dan Guru Bijak

Suatu kali, seorang Guru Bijaksana datang ke seorang Tukang Cukur. Guru ini meminta kepada Tukang Cukur untuk merapikan rambutnya yang sedikit mulai tidak rapi dan tidak nyaman bagi Sang Guru. Si Tukang Cukur menerima dengan senang hati kedatangan Sang Guru. Sambil mencukur, Tukang Cukur bertanya, "Apa pekerjaan anda?" Guru pun hanya menjawab biasa saja, "Saya … Continue reading CERPEN (7): Tukang Cukur dan Guru Bijak